Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perbedaan Dampak Hospitalisasi Pada Anak Prasekolah Yang Didampingi Orang Tua Dan Selain Orang Tua Dina Zakiyyatul Fuadah; Diana Rachmania; Sulis
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 4 No 2 (2020): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v4i2.177

Abstract

Hospitalisasi seringkali menjadi krisis utama yang dihadapi anak saat menjalani rawat inap di Rumah Sakit bisa menyebabkan anak stress maupun trauma, sehingga menimbulkan respon negative pada anak diantaranya adalah tidak kooperatif pada saat proses perawatan (protes, pemisahan diri, penyangkalan). Salah satu upaya untuk meminimalisir yaitu dengan melakukan pendampingan dari orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan dampak hospitalisasi pada anak prasekolah (usia 3-6 tahun) yang didampingi orang tua dan selain orang tua di Ruang Anak Rumah Sakit Amelia Pare. Desain yang digunakan komparatif dengan pendekatan cross sectional didapat sampel 44 responden (22 responden anak yang didampingi orang tua dan 22 responden anak yang didampingi selain orang tua) yang diambil melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (81,8%) responden yang didampingi orang tua memiliki kriteria ringan, sedangkan yang didampingi selain orang tua menunjukan sebagian besar (72,7%) dalam kategori berat. Hasil analisis menggunakan uji mann whitney diketahui nilai p = 0,000 (α≤0,05) yang berarti ada perbedaan dampak hospitalisasi pada anak prasekolah yang didampingi orang tua dan selain orang tua di Ruang Anak Rumah sakit Amelia Pare. Pendampingan orang tua sangat berpengaruh pada hospitalisasi anak, sehingga perawat harus melakukan pendekatan terhadap pendamping maupun klien itu sendiri supaya hospitalisasi berjalan dengan baik.
OPTIMALISASI PENGETAHUAN SISWA TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA DISLOKASI MELALUI PELATIHAN DENGAN MEDIA QR CODE DAN METODE DEMONSTRASI : OPTIMIZING STUDENTS' KNOWLEDGE ABOUT FIRST AID FOR DISLOCATION THROUGH TRAINING WITH QR CODE AND DEMONSTRATION METHODS Diana Rachmania; Dhina Widayati; Dwi Setyorini
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.470

Abstract

Aktivitas olahraga pada siswa remaja memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya cedera muskuloskeletal, salah satunya dislokasi, yang apabila tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi serius. Pengetahuan siswa mengenai pertolongan pertama dislokasi menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan dampak cedera yang lebih berat, sehingga diperlukan metode pelatihan yang inovatif, interaktif, dan aplikatif diantaranya adalah pemanfaatan media digital berbasis QR code yang dikombinasi dengan metode demonstrasi. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama dislokasi melalui pelatihan dengan media digital berbasis QR Code dan metode demonstrasi pada siswa di SMAN 1 Plemahan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan pendekatan pemberdayaan melalui edukasi dan pelatihan yang melibatkan 36 siswa. Edukasi tentang dislokasi melalui media digital berbasis QR Code dan pelatihan cara memberikan pertolongan pertama dilakukan melalui demonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa dengan kategori baik dari 8,3% menjadi 63,9%. Media digital berbasis QR Code lebih menarik perhatian siswa sesuai tahap perkembangan remaja dan dapat memfasilitasi pembelajaran mandiri dan pengulangan materi secara fleksibel yang bisa diakses siswa dengan mudah, sedangkan metode demonstrasi memungkinkan siswa memahami prosedur pertolongan pertama secara konkret melalui pengamatan langsung. Diharapkan agar metode ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler seperti PMR guna meningkatkan literasi kesehatan siswa secara lebih luas. Abstract   Sports activities in adolescent students carry a high risk of musculoskeletal injuries, one of which is dislocation, which if not handled properly can lead to serious complications. Student knowledge of first aid for dislocation is a crucial aspect in preventing more severe injuries, so innovative, interactive, and applicable training methods are needed, including the use of QR code-based digital media combined with demonstration methods. The purpose of this community service activity is to improve knowledge of first aid for dislocation through training with QR Code-based digital media and demonstration methods for students at SMAN 1 Plemahan. The community service activity was carried out using an empowerment approach through education and training involving 36 students. Education about dislocation through QR Code-based digital media and training on how to provide first aid was carried out through demonstrations. The results of the activity showed an increase in student knowledge with a good category from 8.3% to 63.9%. QR Code-based digital media is more attractive to students according to the developmental stage of adolescents and can facilitate independent learning and flexible repetition of material that can be easily accessed by students, while the demonstration method allows students to understand first aid procedures concretely through direct observation. It is hoped that this method can be implemented sustainably in learning and extracurricular activities such as PMR to improve students' health literacy more broadly.