Articles
HYPNOTHERAPY PADA PASIEN HEMODIALISIS YANG MENGALAMI CHRONIC SORROW
Widyasih Sunaringtyas;
Diana Rachmania;
Linda Ishariani
The Indonesian Journal of Health Science Vol 11, No 2 (2019): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ijhs.v11i2.2951
Chronic sorrow merupakan kesedihan mendalam atau perasaan berduka yang sedang berlangsung akibat pengalaman kehilangan yang terjadi secara berulang. Perasaan sedih dan pengalaman kehilangan tersimpan dalam memori bawah sadar. Keadaan ini dapat dialami pada kasus kasus paliatif, salah satunya gagal ginjal kronis dengan tindakan invasive hemodialisis. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh hypnotherapy terhadap chronic sorrow. Desain penelitian menggunakan quasy eksperiment dengan pendekatan pre test - post test with control group. Sampel adalah pasien hemodialisis yang mengalami chronic sorrow, terdiri dari 20 responden kelompok intervensi dan 20 responden kelompok control, dengan purphosive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrument untuk pengambilan data menggunakan intrumen baku kendall chronic sorrow. Uji pengaruh Wilcoxon Sign Rank pada kelompok intervensi menujukkan hasil p value =0,000 (p0,05) artinya H1 diterima, terdapat pengaruh hypnotherapy terhadap chronic sorrow, dan pada kelompok kontrol diperoleh p value: 0,65 (p0.05) sehingga H1 ditolak artinya tidak ada pengaruh hypnotherapy terhadap chronic sorrow. Uji beda menggunakan Mann Whitney antara kelompok intervensi dan kontrol sebelum perlakuan didapatkan p value= 0,075 artinya tidak ada perbedaan, sedangkan setelah perlakuan di dapatkan p value: 0,00 (p0,05) artinya terdapat perbedaan yang significant. Dari hasil pengujian statistik dapat disimpulkan bahwa hypnotherapy berpengaruh terhadap chronic sorrow. Hypnotherapy dapat menjangkau pikiran bawah sadar dengan cara membuka kritikal area sehingga dapat diberikan sugesti dalam menjalani hidup yang lebih damai, mensyukuri keadaan.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGKAJIAN M3 (METHOD) DALAM MANAJEMEN KEPERAWATAN BERBASIS STANDAR AKREDITASI JOINT COMISSION INTERNATIONAL
Diana Rachmania;
Widyasih Sunaringtyas;
Dhina Widayati
The Indonesian Journal of Health Science Vol 11, No 2 (2019): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ijhs.v11i2.2957
Tahap pengkajian metode (M3) dalam manajemen keperawatan memerlukan inovasi untuk menyesuaikan dengan perkembangan antara kondisi ruangan dengan keperluan standar akreditasi Rumah Sakit. Tujuan dari penelitian untuk mengembangkan instrumen pengkajian M3 (Method) dalam manajemen keperawatan berbasis standar akreditasi Joint Comission International. Desain Penelitian adalah mix method memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini semua perawat (76) di RS Amelia. Sampel dalam penelitian ini 20 perawat dengan teknik purposive sampling. Tahap 1 peneliti menyusun instrumen melalui small group discussion dengan pihak bidang keperawatan, kepala ruang, dan perawat. Tahap 2 melakukan analisis uji validitas dan reliabitas. Hasil uji validitas menunjukkan instrumen pengkajian M3 (Method) manajemen keperawatan memiliki rata-rata r count r table (0,652 0.423) dan hasil uji reliabilitas dengan rata-rata r hitung (0,7843) 0,6. Hasil evaluasi subjektif 20 responden, 80% menyatakan instrumen mudah dipahami, 70% sesuai kebutuhan Rumah Sakit, dan 80% mudah diaplikasikan. Pengembangan instrumen pengkajian M3 (Method) manajemen keperawatan dinyatakan valid dan reliabel. Instrumen pengkajian M3 (Method) manajemen keperawatan memiliki beberapa kompenen meliputi model MAKP, timbang terima, ronde keperawatan, supervisi, sentralisasi obat, discharge planning. Pengisian instrumen pegkajian tersebut sebaiknya dilakukan secara bertahap oleh perawat sehingga hasilnya dapat menggambarkan kondisi riil Rumah Sakit.
Peningkatan Kemampuan Masyarakat dalam Pertolongan Pertama Gigitan Ular
Diana Rachmania;
Laviana Nita Ludyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 7 (2022): October 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55927/jpmb.v1i7.1607
Gigitan ular berbisa merupakan kegawatdaruratan yang telah diketahui secara global, terutama terjadi pada wilayah tropis dengan pekerjaan utamanya petani, nelayan, pemburu, dan pawang ular. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam pertolongan pertama gigitan ular. Responden dalam penelitian ini sejumlah 40 orang diambil dengan tekhnik Purpossive Sampling. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini, pengetahuan dan kemampuan masyarakat meningkat dengan hasil uji analisa dengan wilcoxon didapatkan P value 0,002 < 0,05, bahwa pemberian metode small grup discussion dan demonstrasi dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kegawatan gigitan ular. Small group discussion dan demonstrasi pertolongan pertama gigitan ular hendaknya dapat diaplikasikan di desa-desa lainnya sebagai program edukasi dan pelatihan peningkatan kemampuan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama gigitan ular agar mampu mencegah terjadinya keparahan korban sebelum di bawa ke rumah sakit.
Family Empowerment dalam Deteksi Dini Stroke pada Keluarga Pasien dengan Hipertensi
Diana Rachmania;
Dhina Widayati
TRI DHARMA MANDIRI: Diseminasi dan Hilirisasi Riset kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : JTRIDHARMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.01.10
Adanya keterlambatan penanganan stroke dikarenakan kemampuan deteksi dini stroke masyarakat yang masih kurang. Hal ini berkaitan dengan penyakit hipertensi yang merupakan faktor risiko terjadinya stroke 6 kali lebih tinggi. Keluarga sebagai orang yang paling dekat dengan pasien riwayat hipertensi memiliki peran yang sangat besar dalam upaya pencegahan terjadinya keparahan akibat penyakit stroke. Oleh karenanya, pengenalan deteksi dini penyakit stroke pada keluarga serta pemberdayaan keluarga yang merawat pasien dengan hipertensi penting untuk dilakukan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman keluarga serta memberdayakan keluarga dalam deteksi dini stroke pada keluarga yang merawat pasien dengan hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6-22 September 2021 di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri terhadap 16 peserta. Metode yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman keluarga dengan pemberian pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang deteksi dini stroke yang dilakukan secara door to door (karena pandemi Covid-19) dengan media pamflet. Alat ukur untuk menilai pemahaman keluarga berupa lembar observasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu sebanyak 75% peserta yang awalnya tidak mampu melakukan deteksi dini stroke ditunjukkan dari hasil pre-test kegiatan menggunakan lembar observasi tentang cara deteksi dini stroke. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan berupa penyuluhan tentang cara deteksi dini stroke, sebanyak 87,5% mampu melakukan bagaimana cara deteksi dini stroke. Hal ini ditunjukkan dari hasil post-test. Peran serta keluarga sangatlah penting dalam upaya pencegahan terjadinya keparahan pada penyakit stroke terutama stroke yang diakibatkan karena adanya riwayat hipertensi. Oleh karena itu, diharapkan keluarga mampu menerapkan deteksi dini stroke pada anggota keluarga dengan hipertensi yang berisiko tinggi mengalami kondisi penyakit stroke.
Fungsi Kognitif dan Kesediaan dilakukan Vaksinasi Covid-19 pada Lansia di Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu
Farida Hayati;
Rahma Lutfi Denada;
Diana Rachmania
The Indonesian Journal of Health Science Vol 14, No 1 (2022): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ijhs.v14i1.7193
Latar Belakang dan Tujuan: Pada masa pandemi seperti ini kesediaan lansia dalam program vaksinasi perlu diperhatikan karena lansia sebagai kelompok prioritas dalam program vaksinasi Covid-19 dan fungsi kognitif lansia berkaitan dengan kemampuan pemahaman lansia tentang informasi baru terutama informasi tentang vaksin Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan fungsi kognitif dengan kesediaan dilakukan vaksinasi Covid-19 pada lansia. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 178 lansia di Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu Kediri. Tehnik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan total sampel 53 lansia. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan variabel independen fungsi kognitif dan variabel dependen kesediaan dilakukan vaksinasi Covid-19. Hasil: Berdasarkan uji statistik menggunakan chi square didapatkan hasil nilai p sebesar 0.0005 dan kurang dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan fungsi kognitif dengan kesediaan dilakukan vaksinasi Covid-19 pada lansia. Adanya hubungan pada penelitian ini disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu lansia masih aktif melakukan aktivitas, psikis yang baik, dukungan dari orang lain, terpaparnya infomasi dari media massa, dan sikap optimis pada lansia. Simpulan dan Implikasi: Pemeliharaan fungsi kognitif dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang disukai sebaiknya dilakukan oleh lansia untuk menstimulasi kerja otak sehingga kemunduran fungsi kognitif dapat tertunda. Selain itu peran pemerintah dalam melakukan penyuluhan terkait program pemerintah juga perlu untuk terus dilakukan, sehingga pemahaman lansia akan meningkat dan dapat berperan aktif dalam program pemerintah.
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSI PADA IBU HAMIL
Widyasih Sunaringtyas;
Diana Rachmania
Hospital Majapahit (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MAJAPAHIT MOJOKERTO) Vol 15 No 1 (2023): Hospital Majapahit
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55316/hm.v15i1.849
Family support during pregnancy is often perceived as an unimportant form, many pregnant women do ante natal care without being accompanied by their families so they feel alone and low motivation to carry out examinations. Ante Natal Care is very necessary to determine health status and detect risks that occur during pregnancy. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and the incidence of pre-eclamsia in pregnant women. The research design used correlation with a cross sectional approach with cross sectional data collection methods. The study population was all pregnant women who were at the Kasembon Public Health Center, Malang Regency, respondent 42 personused total sampling technique. The research instrument was a family support questionnaire and a checklist form for the incidence of pre-eclampsia. The results showed that family support was less than 45%, the incidence of mild pre-eclamsia was 45%. Analysis of the relationship using the statistical test Rho Spearman get p value: 0.002 <0.05 so that H0 is rejected H1 is accepted. Family support for pregnant women can increase motivation to perform Ante Natal Care and the health status of the mother is immediately known, especially if pregnancy complications occur. One of the complications of pregnancy is preeclampsia, it can be detected early so that the occurrence of eclampsia can be known. Therefore, it is necessary to increase family support for pregnant women in order to increase their motivation to know health status during pregnancy.
Self Control Regulation And Blood Pressure On Hypertension Patient
Diana Rachmania;
Dhina Widayati;
Madiha Mukhtar
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35966/ilkes.v13i2.280
Hypertension causes sufferers to have to live a healthy lifestyle so that blood pressure remains well controlled. Self-control regulation in hypertension sufferers determines how to behave in a healthy lifestyle in order to maintain blood pressure at normal conditions. The purpose of this study is to determine the relationship between self control regulation and blood pressure in hypertensive patients. Correlation study with a cross-sectional approach was the design in this study. The population of hypertension sufferers were 76. Samples were taken through purposive sampling technique and obtained a total of 64 respondents. Self-control regulation as the independent variable was measured with an instrument in the form of a questionnaire and blood pressure as the dependent variable was measured with an observation sheet. Data were analyzed by Spearman's rho test with the condition that H1 was accepted if the p value <α (0.05). The results showed that half of the respondents (50%) had high self-control and almost half of the respondents (44%) had blood pressure in the pre-hypertension criteria. Analysis of Spearman's rank test data p-value 0.006 <0.05 shows that there was a relationship between self-control regulation and blood pressure in hypertensive patients with a strong relationship (r = 0.860) with a positive relationship. This means that the higher the self-control regulation, the hypertensive patient is able to maintain blood pressure conditions close to normal. It is recommended that people with hypertension maintain good self-control abilities so that blood pressure can be controlled properly.
Sikap Profesional Dan Loyalitas Kerja Perawat Di Masa Pandemi Covid-19
Diana Rachmania;
Widyasih Sunaringtyas
HEALTH CARE: JURNAL KESEHATAN Vol 12 No 1 (2023): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36763/healthcare.v12i1.330
ABSTRACT The condition of the COVID-9 pandemic is a formidable challenge for nurses where nurses have a high risk of contracting COVID-19. Nurses keep going to work, completing their duties in caring for patients responsibly as a form of high nurse work loyalty. On the other hand, nurses also have a professional obligation to care for patients in various conditions, including during the COVID-19 pandemic. This study was to determine the relationship between professional attitude and work loyalty of nurses during the COVID-19 pandemic. The research design was correlational with a cross sectional approach. The population was 48 nurses and with the total sampling technique, a sample of 48 respondents is obtained. The independent variable was professional attitude and the dependent variable was nurse job loyalty. Measuring tool using a questionnaire from each variable. Data were analyzed by Spearman's rho test with α <0.05. The results showed that most of the respondents (69%) had a good professional attitude and most of the respondents (77.1%) had high work loyalty. The results of the Spearman rho test show that the p value is 0.000 with r = 0.702, which means that there was a relationship between professional attitude and work loyalty of nurses during the COVID-19 pandemic. Nurses are expected to be able to carry out professionalism and have good work loyalty in carrying out nursing care to patients so that they can provide quality services. Keywords: professionalism, work loyalty, nurse, the COVID-19 pandemic
HUBUNGAN LAMA TERAPI HEMODIALISIS DENGAN DUKACITA KRONIS PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD)
Widyasih Sunaringtyas;
Diana Rachmania
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (436.721 KB)
|
DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1028
Manifestasi klinis pada pasien CKD (Chronic Kidney Diseases) dan dampak terapi hemodialisis dapat menimbulkan masalah psikologis pada pasien karena proses adaptasi terhadap penyakit akibat perubahan yang dialami pasien memerlukan waktu. Pasien tersebut akan kehilangan fungsi tubuhnya dan juga harus mendapatkan tindakan invasive yang dialami berulang ulang. Semakin lama pasien di diagnosis menderita CKD juga akan semakin lama mengalami tindakan hemodialisis. Keadaan ini akan memepengaruhi psikologis pasien, salah satunya pasien dapat mengalami berduka kronis. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara lama terapi hemodialisis dengan berduka kronis.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian adalah pasien hemodialisis di RSUD Kabupaten Kediri dengan teknik total sampling sebanyak 72 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah Lama terapi hemodialisis dan duka cita kronis. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner yaitu Kendalls Chronic Sorrow Instrument.Hasil identifikasi lama terapi hemodialisis, Sebagian besar responden (64%) termasuk kategori lama. Hasil identifikasi dukacita kronis, sebagian besar responden (61%) mengalami dukacita kronis. Hasil uji korelasi antar variabel yaitu 0,003 < 0,05 artinya ada hubungan antara lama terapi hemodialisis dengan berduka kronis pada pasien CKD dengan tingkat koefisien korelasi lemah. Hal tersebut dikarenakan kondisi berduka kronis dapat dinormalkan apabila metode penanganan internal dan eksternal berjalan dengan efektif.Keluarga diharapkan memberikan dukungan kepada pasien CKD yang menjalani terapi hemodialisis supaya pasien tidak terus mengalami kondisi berduka dalam waktu yang lama dan mampu menerima keadaanya saat ini.Kata Kunci: CKD, Dukacita Kronis, Lama HemodialisisDOI: 10.5281/zenodo.4738396
PENGARUH METODE KETAWA BISU TERHADAP KEMAMPUAN DETEKSI DINI STROKE KELUARGA DENGAN HIPERTENSI
Diana Rachmania;
Ina Rizka Suryani;
Mochammad Maftuchul Huda
Prosiding SPIKesNas : Seminar Publikasi Ilmiah Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 01 (2022): SPIKesNas - Agustus 2022
Publisher : STIKES dan AKZI Karya Husada Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The ability to early detection of stroke in the community is still lacking, causing delays in stroke treatment. This is related to hypertension which is a risk factor for stroke 6 times higher. The intervention given to improve early detection ability is FAST detection which is applied in Indonesian to Ketawa Bisu. The purpose of the study was to determine the effect of the Mute Laughter method on the ability of early detection of stroke in families with hypertension. Research design Quasi-experimental (Pretest and Posttest Control Group Design). The population is 62 and the sample size is 32 respondents, which are divided into 16 intervention groups and 16 controls using random sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon dan Mann Whitney test. The results of the Wilcoxon test showed that Ketawa Bisu had an effect on the early detection ability of stroke in the intervention group (p-value – 0,000) and there was no effect on the control group (p-value = 0,317). The results of the Mann-Whitney test showed that there was a difference in the effect of early detection of stroke in the intervention and control groups (p-value – 0,000). The Ketawa Bisu affects the respondent’s ability because it is in the form of acronyms or abbreviations that are easy to remember, and understand, and clear picture instructions to distinguish between normal and abnormal patients with signs of stroke symptoms. Therefore, as an alternative way of early detection to prevent delays in stroke treatment, it is recommended that people use the Ketawa Bisu method.