Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

WEBINAR INTERNASIONAL TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA STUDI KASUS DI KOTA DEPOK Irfandi, Ahmad; Veronika, Erna; Azteria, Veza; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Nitami, Mayumi
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i2.2382

Abstract

Waste is a persistent problem in Indonesia because there are no strict sanctions for perpetrators who throw rubbish carelessly. This international webinar activity aims to increase participants understanding of household waste management. This activity consists of three stages, namely a speech, presentation of material by speakers 1 and 2 and discussion and questions and answers. The participants in this activity came from university students from countries in ASEAN. The number of participants who attended was 19 people. This activity ran successfully and smoothly and provided benefits to the people of ASEAN. The results of this activity are expected to increase public knowledge about waste management in households and initiate waste management movements in their respective areas.
Analisis Penyebab Tenaga Kesehatan Terpapar Coronavirus Disease 19 (Covid-19) Di RS X Tahun 2020 Ratna, Setyarini Dwi; Situngkir, Decy; Handayani, Putri; Muda, Cut Alia Keumala; Irfandi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i4.247

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Tenaga kesehatan merupakan setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan yang memiliki pengetahuan dan/atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan. Peran dan kerja nyata tenaga kesehatan dari berbagai jenis profesi sebagai garda terdepan dalam upaya penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sangat krusial untuk mempercepat penanganan pandemi ini. Memberikan pelayan kepada pasien, terutama kepada pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menyebabkan tenaga kesehatan rentan untuk terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penyebab paparan covid-19 pada tenaga kesehatan. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang dengan rincian 4 orang informan utama, 1 orang informan kunci dan 1 orang informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan telaah dokumen. Hasil: Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan peraturan yang berlaku, tetapi ditemukan pengunaan masker N95 dengan sistem UV, tenaga kesehatan bekerja melebihi jam kerjanya dan tidak dapat beristirahat diantara jam kerja dikarenakan penggunaan APD. RS X telah memberikan pendidikan dan pelatihan kepada tenaga kesehatan, tetapi belum menyeluruh dikarenakan jam pelaksanaan dilakukan di jam kerja. Namun, pengawasan penggunaan APD dan pemantauan proaktif deteksi dini di RS X sudah dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada. Kesimpulan: Pada penggunaan masker N95 dengan sistem UV, sebaiknya digunakan dengan maksimal pemakaian 8 jam. Lembar checklist pemenuhan AP Ddiperlukan untuk memantau ketersediaan APD disetiap unit, manajemen rumah sakit dianjurkan dapat mengantur jam kerja dengan menerapkan waktu kerja lebih pendek seperti dengan menerapkan 4 shift kerja setiap harinya. Kata Kunci: Tenaga kesehatan, Covid-19, Penyebab, APD, Pengawasan Abstract Background: Health workers are people who perpetuate themselves in the health sector who have knowledge and/or skills through education in the health sector. The real role and work of health workers from various types of professions as the front line in efforts to deal with Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is very crucial and needed to accelerate the handling of this pandemic. Providing services to patients, especially to patients with Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) causes health workers to be vulnerable to being exposed to Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Methods: This research is descriptive with a qualitative approach. This study's participants comprised six people with details of 4 main informants, one key informant and one supporting informant. Observation, interview and document review methods carried out data collection. Results: Availability of Personal Protective Equipment (PPE) under applicable regulations, but it was found that using N95 masks with UV systems, health workers worked beyond their working hours and could not rest between working hours due to the use of PPE. Hospital X has provided education and training to health workers, but it needs to be more comprehensive because the hours of implementation are carried out during working hours. However, monitoring the use of PPE and proactive monitoring of early detection at Hospital X have been carried out under existing regulations. Conclusion: An N95 mask with a UV system should be used for a maximum of 8 hours. The PPE fulfilment checklist sheet is needed to monitor the availability of PPE in each unit; it is recommended that hospital management arrange working hours by implementing shorter working hours, such as four work shifts every day. Keywords : Health workers, Covid-19, Causes, PPE, Supervision
ISPA Pada Balita Di Desa Samba Danum UPTD Puskesmas Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah Fransisco, Indra; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Ayu, Ira Marti; Irfandi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i4.251

Abstract

Abstrak Latar Belakang:Acute Respiratory Infections (ARI) arise due to infection with agents with human to human transmission and symptoms can appear in a short time. Menurut hasil laporan bulanan yang didapatkan dari Puskesmas Tumbang Samba jumlah penderita ISPA pada 2 bulan terakhir mengalami peningkatan dari 22,6% menjadi 30,1%. Berdasarkan kasus yang terjadi pada balita di Puskesmas Tumbang Samba jumlah kunjungan rata-rata pasien ISPA sebanyak 276 balita setiap tahun. Studi ini dilakukan untuk menilai faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian penyakit ISPA pada balita di Desa Samba Danum Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah Tahun 2021. Metode: Studi cross sectional dilakukan pada Desember 2020 sampai Januari 2021 dengan sampel 165 responden yang dipilih secara puposive sampling. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan variabel umur, status gizi, status imunisasi dan ISPA. Data dianalisis bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian ini menemukan sebanyak 91 balita (55.2%) mengalami ISPA. Proporsi tertinggi ditemukan pada umur balita (21.8%), balita gizi baik (67.9%), imunisasi tidak lengkap (66,1%). Hasil Chi Square menunjukan terdapat hubungan antara umur dan status imunisasi dengan kejadian ISPA, sedangkan status gizi tidak terdapat hubungan dengan kejadian ISPA. Kata kunci: Kejadian ISPA, Umur, Status Gizi, Status Imunisasi Abstract Background: Acute Respiratory Infection or ARI is a respiratory tract disease caused by infectious agent, and is transmitted from human to human with symptoms usually appearing quickly. According to the results of monthly reports obtained from the Tumbang Samba Public Health Center, the number of patients with ARI in the last 2 months has increased from 22.6% to 30.1%. Based on cases that occurred in toddlers at the Tumbang Samba Health Center, the average number of visits for ARI patients was 276 toddlers every year. This study was conducted to assessed related factors associated with the incidence of ARI in children under five in Samba Danum Village, the Working Area of the UPTD Puskesmas Tumbang Samba, Central Katingan District in 2021. Method:The cross sectional study was conducted from December 2020 to January 2021 with a sample of 165 respondents who were selected by purposive sampling. Questionnaires were used to collect variables of age, nutritional status, immunization status and ARI. Data were analyzed bivariate with Chi Square test. Result:The results of this study found that 91 children under five (55.2%) had ARI. The highest proportion was found at the age of toddlers (21.8%), well-nourished children (67.9%), incomplete immunization (66.1%). Chi Square results show that there is a relationship between age and immunization status with the incidence of ARI, while nutritional status has no relationship with the incidence of ARI. Keywords: ARI, age, nutritional status, immunization status
Analisis Faktor Penyebab Hipertensi di Lingkungan Kerja PT. X Tahun 2024 Razmi Bahtiar, Teguh; Wadjir Sangadji, Namiwa; Cempaka Putri, Eka; Irfandi, Ahmad; Heryana, Ade
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 6 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i6.2588

Abstract

Hipertensi dialami oleh satu dari tiga orang dewasa di dunia dan merupakan kondisi serius yang dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan, seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, gangguan fungsi ginjal, serta masalah kesehatan lainnya. Di Indonesia, angka kejadian hipertensi pada kalangan pekerja mencapai 15,1%. Sebuah studi dalam negeri mengungkapkan bahwa pekerja yang menderita hipertensi memiliki risiko cedera kerja 2,17 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja tanpa hipertensi. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah responden sebanyak 40 orang yang dipilih dengan teknik total sampling. Studi ini berlangsung pada bulan November hingga Desember 2024 di PT. X. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan memanfaatkan uji statistik Chi-Square. Hasil uji univariat didapatkan proporsi tertinggi hipertensi (67,5%), usia tidak berisiko (75%), merokok (72,5%), mengkonsumsi makanan berlemak < 3 kali seminggu (65%), pola tidur buruk (90%), tidak stres (57,5%), pengetahuan kuurang (75%), dan tidak obesitas (72,5%). Hasil analisis uni bivariat menunjukkan bahwa adanya hubngan antara usia, kebiasaan merokok, dan konsumsi makanan berlemak dengan kejadian hipertensi. Saran yang peneliti berikan kepada pihak perusahaan yaitu meiputi pembentukan unit Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Melakukan program medical checkup untuk mendeteksi secara dini bagi karyawan sehingga dapat memaksimalkan pencegahan dan pengendalian hipertensi pada karyawan. Membuat program pengendalian merokok pada karyawan seperti melakukan pemeriksan kesehatan, melakukan penyuluhan behaya merokok, dan membuat kawasan bebas rokok. Melakukan promosi kesehatan mengenai bahaya makanan tinggi lemak terhadap hipertensi melalui seminar, poster, vidio, atau penyuluhan.
Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Aromaterapi Sebagai Wujud Kepedulian Terhadap Lingkungan Irfandi, Ahmad; Seprianto, Seprianto; Azteria, Veza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20889

Abstract

ABSTRAK Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang masih banyak dibuang sembarangan ke lingkungan tanpa pengelolaan yang tepat. Praktik ini dapat mencemari air, tanah, dan membahayakan kesehatan masyarakat. Padahal, minyak jelantah memiliki potensi ekonomi bila diolah menjadi produk bernilai tambah seperti lilin aromaterapi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan langsung pembuatan sabun cair aromaterapi, serta demonstrasi penggunaan dan manfaatnya. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan RT03 RW 11 Kelurahan Teluk Pucung, dengan melibatkan ibu-ibu kader Posyandu Mawar II dan warga setempat. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan baik masyarakat dari 51% menjadi 76% mengenai bahaya minyak jelantah dan cara pengolahannya. Peserta dapat mempraktikkan langsung pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah dan menunjukkan antusiasme tinggi. Produk hasil pelatihan memiliki aroma yang menarik dan warna yang bervariasi. Pengabdian masyarakat ini efektif meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus berbasis limbah rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi alternatif usaha kecil masyarakat. Kata Kunci: Minyak Jelantah, Sabun Aromaterapi, Edukasi  ABSTRACT Used cooking oil is a household waste that is still widely disposed of carelessly into the environment without proper management. This practice can pollute water, soil, and pose a risk to public health. Used cooking oil has economic potential if processed into value-added products such as aromatherapy candles. This community service activity aims to improve community knowledge and skills in managing used cooking oil into environmentally friendly aromatherapy candles. The implementation method includes counseling, direct training in making aromatherapy liquid soap, and demonstrations of its use and benefits. This activity was carried out in the RT03 RW 11 environment of Teluk Pucung Village, involving mothers of Posyandu Mawar II cadres and residents. This activity successfully increased community knowledge from 51% to 76% regarding the dangers of used cooking oil and how to properly process it. Participants were able to practice directly making aromatherapy candles from used cooking oil and showed high enthusiasm. The products from the training have an attractive aroma and a variety of colors. This community service is effective in increasing environmental awareness, particularly through the collection and recycling of household waste. This activity is expected to be sustainable and become an alternative small business for the community. Keywords: Used Cooking Oil, Aromatherapy Soap, Education
DETECTION OF DANGEROUS FOOD ADDITIVE IN TAKJIL SNACKS DURING OF RAMADHAN Irfandi, Ahmad; Simatupang, Meithyra Melviana; Veronika, Erna; Azteria, Veza
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 10 No. 2 (2024): February
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v10i2.11219

Abstract

Food is a basic human need, necessary to meet daily needs. Human health is greatly influenced by what they consume. Food products added dangerous ingredients can cause serious health effects for humans. The aim of this research was to detect substances of formaldehyde and borax in snacks in the month of Ramadhan (takjil) at Bekasi City. This was descriptive observational research design by direct examination for formalin and borax from the food samples. The population in this study were all traders who sold Takjil on the roadsides in Bekasi City. Sample selected used an incidental sampling technique by taking 8 food samples which. Based on references, they were proven to contain dangerous chemicals. Based on the research results, 2 food samples were found positive containing dangerous food additives, namely 1 sample of lontong (12.5%) was positive for containing borax and 1 sample of martabak tofu (12.5%) was positive for containing Formalin. Seasonal traders who Sell ​​Takjil food during the month of Ramadan may not necessarily be safe. Therefore, it is recommended that health workers from Puskesmas must frequently inspect the food products and socialize the importance of using safe food additives.
Potential Impacts of Lead on Health: A Review of Environmental Exposure, Population at Risk, and Toxic Effects Simatupang, Meithyra Melviana; Veronika, Erna; Irfandi, Ahmad; Azteria, Veza
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 16 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v16i3.2024.277-288

Abstract

Introduction: Lead, a heavy metal, has been proven to influence the ecosystem negatively. The use of lead in processing or as raw materials increases Pb exposure to humans from various sources, including waste or consumed products. This study aims to determine the most recent information regarding lead contamination sourced from the environment, at-risk populations, and the health impacts of this heavy metal contamination. Results and Discussion: This systematic review used a database sourced from Google Scholar. The keywords searched were "lead exposure, environment, or health" in articles published in 2020-2023. After article screening and exclusion, 26 research articles were eventually reviewed. Lead was detected in water, air, and soil, generally in various foods or products consumed by humans. Environmental factors were the most frequent source of contamination. The population at risk of lead exposure were children. Several studies have found that various health impacts were significantly associated with lead exposure from different environmental sources and lead concentrations in biomarkers. Conclusion: Pb contamination was increasingly widespread in the environment through various sources. Exposure to lead may cause diverse health problems.
Analisis Sejarah Candi Tinggi Jambi Sebagai Pusat Kebudayaan dan Agama Maulidya, Rosdiana; Alfarros, Muhammad Luthfi; Irfandi, Ahmad; Gunawan, Aldi; Syamsiah, Syamsiah
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 1 No. 12 (2024): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/yagmj456

Abstract

Candi Tinggi Jambi is one of the most significant archaeological sites in the province of Jambi, Indonesia. It serves as a vital marker of the region's cultural and religious history, especially during the Srivijaya and Malayu kingdoms. This study aims to explore the historical background, significance, and the role of Candi Tinggi as a center for both culture and religion. By examining inscriptions, artifacts, and architectural elements, the research provides insights into the temple’s role in the social and religious life of its time. The study also investigates how Candi Tinggi influenced the spread of Hindu-Buddhist beliefs in Southeast Asia. It highlights the importance of such historical sites in understanding the religious, cultural, and political dynamics of ancient Southeast Asian kingdoms. This paper employs historical analysis and archaeological research methods to uncover the significance of Candi Tinggi in shaping the region’s identity and cultural heritage.
FAKTOR PREDISPOSISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSONAL HIGIENE PADA PENJAMAH DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI DESA MEKARSARI TAHUN 2024 Zandya, Suci Liqi AA; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Irfandi, Ahmad; Putri, Eka Cempaka
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Mekarsari terletak di Kecamatan Tambun Selatan, Jumlah keseluruhan depot air minum isi ulang yang ada di Desa Mekarsari sebanyak 30 depot air minum isi ulang. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Puskesmas Mekarsari terhadap 15 Penjamah depot air minum isi ulang di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari ada 14 Penjamah DAMIU yang tidak menerapkan personal higiene dengan sesuai standar. Berdasarkan pengamatan terhadap 15 karyawan Penjamah depot, terdapat 12 karyawan tidak mencuci tangan sebelum melayani konsumen dan tidak merawat kuku serta kebersihan tangan dan kaki. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Cross-Sectional Study atau Studi Potong-Lintang. Populasi dan sampel pada penelitian ini yakni seluruh Penjamah Depot Air Minum Isi Ulang dan Penjamah DAMIU yang ada di wilayah Puskesmas Mekarsari yaitu sebanyak 30 Penjamah DAMIU dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil dan Pembahasan : Berdasarkan analisis statistik Uji Chi-square hubungan pengetahuan dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,821 dengan ???? = 0,05, hubungan pendidikan dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,004 dengan ???? = 0,05, hubungan masa kerja dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,026 dengan ???? = 0,05, dan tidak ada hubungan sikap dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,058 dengan ???? = 0,05. Kesimpulan : tidak ada hubungan pengetahuan dengan personal higiene, ada hubungan pendidikan dengan personal higiene, ada hubungan masa kerja dengan personal higiene, dan tidak ada hubungan sikap dengan personal higiene. Saran : Bagi Penjamah DAMIU agar dapat meningkatkan pengetahuannya terkait personal hygiene serta sanitasi DAMIU. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti webinar atau pelatihan yang tersedia di platform digital, atau bisa mengikuti pelatihan terkait personal higiene yang diadakan oleh Dinas Kesehatan setempat. Bagi pemilik atau pengelola DAMIU agar menyediakan sarana untuk menerima kritik dan saran dari pelanggkan atau konsumen.
Hubungan Konsentrasi Pm2.5 di Udara Ambien dengan Hipertensi pada Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Priok Irfandi, Ahmad; Veronika, Erna; Azteria, Veza
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23495

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a significant cardiovascular disease in Indonesia, with a steadily increasing prevalence. Exposure to PM2.5 has been identified as a risk factor for hypertension, particularly in areas with high air pollution, such as ports. This study aims to analyze the effect of PM2.5 on the incidence of hypertension among stevedoring workers at Tanjung Priok Port, Jakarta. The study design used ecological time series with monthly data from 2023. A Generalized Linear Model (GLM) with a Poisson link and log(population) offset was used to analyze the relationship between PM2.5 and hypertension, with controls for temperature, humidity, and wind speed. PM2.5 exposure significantly increased the risk of hypertension among stevedoring workers at Tanjung Priok Port. The results showed a significant association in each PM2.5 category tested (p < 0.001), with a very high B coefficient indicating that PM2.5 exposure had a significant effect on the risk of hypertension. These findings emphasize the importance of air pollution control policies to reduce health risks among port workers. Keywords: PM2.5, Hypertension, Stevedores, Ports, Worker Health, Air Pollution.  ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat. Paparan PM2.5 telah diketahui sebagai faktor risiko untuk hipertensi, khususnya di daerah dengan polusi udara tinggi, seperti pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PM2.5 terhadap kejadian hipertensi pada pekerja bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Desain penelitian menggunakan time series ekologidengan data bulanan tahun 2023. Generalized Linear Model (GLM) dengan Poisson link dan offset log(populasi)digunakan untuk menganalisis hubungan antara PM2.5 dan hipertensi, dengan kontrol untuk suhu, kelembaban, dan kecepatan angin. Paparan PM2.5 memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan risiko hipertensi pada pekerja bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan di setiap kategori PM2.5 yang diuji (p < 0,001), dengan koefisien B yang sangat tinggi menunjukkan bahwa paparan PM2.5memiliki pengaruh yang besar terhadap risiko hipertensi.Temuan ini menekankan pentingnya kebijakan pengendalian polusi udara untuk mengurangi risiko kesehatan di kalangan pekerja pelabuhan. Kata Kunci: PM2.5, Hipertensi, Pekerja Bongkar Muat, Pelabuhan, Kesehatan Pekerja, Polusi Udara.