p-Index From 2021 - 2026
7.799
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran karakteristik lingkungan dan pengetahuan ibu tentang diare di lingkungan kerja Puskesmas Kibin Kabupaten Serang Tahun 2024 Lutfiyah, Evi; Irfandi, Ahmad; Sangadji, Namira Wadjir; Shorayasari, Susi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1087

Abstract

Diare merupakan suatu kondisi dimana individu mengalami buang air dengan frekuensi sebanyak 3 (tiga) atau lebih per hari dengan konsistensi tinja dalam bentuk cair. Penyakit diare lebih sering dijumpai pada balita. Penyakit diare dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan kualitas hidup anak. Hasil studi pendahuluan menunjukan bahwa 80% balita pernah mengalami diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di lingkungan kerja Puskesmas Kibin Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional analitik dengan target populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu dengan balita usia 12-59 bulan yang berjumlah 452 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data akan dianalisis dengan analisis univariat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juli 2024. Hasil univariat menunjukkan proporsi tertinggi yaitu ibu yang memiliki pengetahuan rendah sebanyak 33 ibu (64,7%), pengelolaan sampah yang buruk sebanyak 31 (60,8%) dan penyediaan air bersih sebanyak 39 (76,5%). Saran yang dapat diberikan ke Puskesmas Kibin yaitu melakukan pelatihan penangan diare dengan mengajarkan ibu tentang tanda-tanda awal diare dan cara pengangan awal di rumah, termasuk cara membuat larutan oralit dan pentingnya memberikan cairan yang cukup kepada balita yang mengalami diare, pengadaan fasilitas tempat sampah terpisah dengan menyediakan tempat sampah terpisah di lingkungan sekitar puskesmas dan pemukiman masyarakat serta melakukan melakukan monitoring dan evaluasi kualitas air secara rutin untuk pengecekan kualitas air di sumber-sumber air yang digunakan masyarakat.
PERBEDAAN PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG BAHAYA MEROKOK Irfandi, Ahmad; Handayani, Rini; Heryana, Ade
Health Publica Vol 5, No 01 (2024): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v5i01.7555

Abstract

Merokok merupakan kegiatan yang berbahaya bagi kesehatan. Bahaya tersebut tidak hanya bagi perokok tetapi juga orang yang menghirup asap rokok. Pencegahan merokok sebenarnya sudah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui kegiatan yang menukung MPOWER seperti mengeluarkan kebijakan tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Namun kenyataannya masih banyak yang tidak mematuhi kebijakan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuan peserta penyuluhan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan terkait bahaya merokok. Metode penelitian ini menggunakan kuisioner pretest dan post test. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif pre-eksperimen dengan One-Group Pretest-Posttest Design dengan analisis menggunakan uji Wilcoxon. Populasi pada penelitian ini adalah semua semua peserta penyuluhan berjumlah 56 orang yang terdiri dari mahasiswa semester V Kelas Komunikasi Kesehatan dan Penulisan Ilmiah. Sampel penelitian ini menggunakan total sampling berjumlah 56 orang. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan terjadi peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan dari hasil pretest 48.21% dan post test 91.61%. Berdasarkan analisis statitsik menggunakan  uji Willcoxon didapatkan nilai P Value 0.001 artinya terdapat perbedaan rerata pengetahuan peserta penyuluhan yang bermakna sebelum dan sesudah penyuluhan. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan terkait bahaya merokok ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta. Diharapkan peserta mau merubah perilakunya dari yang sebelumnya merokok menjadi tidak merokok demi kesehatan yang lebih baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HEAT STRESS PADA PEKERJA DI PT. X KOTA CILEGON Ramadhani, Amelia; Veronika, Erna; Irfandi, Ahmad; Handayani, Rini
Health Publica Vol 4, No 02 (2023): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v4i02.7323

Abstract

Heat stress adalah beban panas yang diterima pekerja yang terpapar tekanan panas dari beberapa faktor usia menghasilkan peningkatan penyimpanan panas dalam tubuh.  Terdapat di beberapa area di PT. X yang memiliki suhu di atas Nilai Ambang Batas yaitu pada area Tripper dan Compressor Room Ash Handling dengan hasil studi pendahuluan terdapat 60% responden mengalami heat stress sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan heat stress pada pekerja di PT. X Kota Cilegon tahun 2023 seperti usia, konsumsi air minum, lama paparan, beban kerja, dan tekanan panas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh pekerja di area tripper, scrapper, dan compressor room ash handling sebanyak 97, sampel sebanyak 87, dengan teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dengan menggunakan alat ukur berupa kuesioner baku Environmental Symptoms Questionaire. Data dianalisis menggunakan chi-square dengan hasil bivariat menunjukan bahwa adanya hubungan usia dengan heat stress (p-value 0,004), beban kerja dengan heat stress (p-value 0,002), tekanan panas dengan heat stress (p-value 0,018), dan tidak ada hubungan konsumsi air minum dengan heat stress (p-value 1,000), lama paparan dengan heat stress (p-value 0,256). Ventilasi di area tripper dan compressor room ash handling untuk dibuka lebar dan exhause di jalankan, dan penambahan blower dan perlu melakukan pengaturan jadwal, bagian kerja, dan waktu istirahat pekerja dalam sehari dengan memperhatikan nilai ambang batas paparan panas yang diterima oleh pekerja.
GAMBARAN POSTUR KERJA DAN GETARAN TERHADAP KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA PROYEK SPBU X Zahra, Tazkya; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Handayani, Putri; Irfandi, Ahmad; Adinugroho, Teguh Pribadi
Health Publica Vol 4, No 02 (2023): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v4i02.7298

Abstract

Musculoskeletal disoders (MSDs) merupakan keluhan ringan hingga sangat sakit pada bagian muskuloskeletal yang meliputi bagian sendi, syaraf, otot maupun tulang belakang akibat pajanan berulang dan sikap pekerjaannya yang tidak alamiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran postur kerja dan getaran terhadap keluhan MSDs pada pekerja proyek SPBU X tahun 2023.  Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja proyek SPBU X yang berjumlah 50 pekerja, dengan teknik total sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu berupa data primer dan sekunder dengan menggunakan alat ukur berupa kuesioner Nordic Body Map, lembar pengukuran REBA, dan Vibration Meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi tertinggi terdapat pada pekerja yang berisiko mengalami keluhan MSDs yaitu 38 responden (76%), postur kerja yang berisiko yaitu sebanyak 42 pekerja (84%), dan proporsi tertinggi tertinggi terdapat pada pekerja yang tidak terpajan langsung dengan getaran seluruh tubuh dan getaran pada lengan dan tangan yaitu masing – masing 46 responden (96%).   Diharapkan program gymnastic yang telah diterapkan 1 kali di setiap pekan dapat ditingkatkan pelaksanaannya menjadi setiap dan juga melakukan sosialisasi pada saat Toolbox Meeting terkait analisa risiko terkait dengan manual handling dan postur tubuh saat bekerja. 
THE DIFFERENCE OF MUSCULOSKELETAL DISORDERS BEFORE AND AFTER WORKPLACE STRETCHING EXERCISE Harahap, Mitha Aulia; Situngkir, Decy; Irfandi, Ahmad; Ayu, Ira Marti; Muda, Cut Alia Keumala
Journal of Vocational Health Studies Vol. 5 No. 2 (2021): November 2021 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jvhs.V5.I2.2021.126-132

Abstract

Background: Workers who undertake occupations that require bending, climbing, crawling, reaching, twisting, excessive activity, or repeated movements may suffer from musculoskeletal disorders (MSDs). MSDs can be prevented by doing Workplace Stretching Exercise (WSE) which is useful for minimizing the risk of musculoskeletal injury, fatigue reduction, muscle balance, and posture improvement, and muscle coordination improvement. Purpose: To analyze the difference before and after giving WSE to the reduction of MSDs complaints. Method: This research takes a quantitative approach, utilizing a quasi-experimental design in one group before and after WSE administration. Total sampling is used for sampling. The respondents of this study were 34 workers in the production division of PT Crown Pratama in 2021. The T-paired test was utilized as a statistical test in this study. Result: The results of the univariate test mean MSDs complaints before and after WSE administration were 42.97 and 36.29. Conclusion: The bivariate test revealed differences in complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) before and after workplace stretching exercise.
FAKTOR PEKERJA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA OPERATOR COLD DRAW PT X TAHUN 2024 Istiani, Dwi; Irfandi, Ahmad; Handayani, Rini; Heryana, Ade
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan mampu menurunkan daya tampung kerja dan ketahanan kerja yang ditandai oleh sensasi lelah, lambat dalam reaksi, kesulitan menentukan keputusan, dan motivasi yang menurun. Tingkat kelelahan yang tinggi menghalangi pekerja untuk bekerja, dan jika tetap dipaksa bekerja, kelelahan dapat meningkat dan mengganggu kelancaran pekerjaan serta berdampak negatif bagi kesehatan pekerja. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada operator Cold Draw PT X Tahun 2024 terdapat 75% operator mengalami kelelahan tingkat berat dan 25% operator mengalami kelelahan ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pekerja yang berhubungan dengan kelelahan kerja. Penelitian ini memiliki sampel sebanyak 40 operator dengan teknik total sampling, menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer yang diperoleh melalui pengisian kuisioner Subjective Self Rating Test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Berdasarkan hasil univariat kelelahan kerja pada operator yaitu proporsi tertinggi yaitu operator mengalami kelelahan kerja berat sebanyak 25 operator (62%), umur tidak berisiko yaitu 18-40 tahun sebanyak 34 operator (85%), kuantitas tidur tidak cukup sebanyak 29 operator (72%), kebiasaan olahraga ≥ 35 menit / hari (tidak berisiko) sebanyak 22 operator (55%), status gizi tidak normal sebanyak 27 operator (68%) dan lama kerja tidak memenuhi syarat sebanyak 30 operator (75%). Pada uji bivariat menggunakan uji chi square, uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kuantitas tidur dengan kelelahan kerja (p-value 0,042) dan tidak terdapat hubungan dengan kelelahan kerja yaitu umur (p-value 1,000), kebiasaan olahraga (p-value 0,870), status gizi (p-value 1,000) dan lama kerja (p-value 0,715). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kuantitas tidur dengan kelelahan kerja pada operator Cold Draw PT X Tahun 2024.
DAMPAK KEBAKARAN LAHAN TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT (STUDI PADA DESA CATUR RAHAYU KEC. DENDANG) Irfandi, Ahmad; Sisran, Sisran; Yatima, Khusnul
Jurnal Ilmu Manajemen Terapan Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (November 2021)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/jimt.v3i2.735

Abstract

Kebakaran hutan ataupun lahan seolah menjadi rutinitas yang nyaris terjadi setiap tahunya di indonesia. Kebakaran yang terjadi di desa catur rahayu kecamatan dendang contohnya, luas wilayah yang terbakar di desa catur rahayu mencapai 17 hektar mencakup lahan milik masyarakat, PT sawit dan hutan lindung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah dampak kebakaran lahan terhadap perekonomian masyarakat dan untuk mengetahui seberapa besar dampak kebakaran lahan terhadap perekonomian masyarakat di desa catur rahayu pada tahun 2019. Hipotesis yang di terima yaitu: Kebakaran lahan sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat di Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang. Metode dalam penelirian ini adalah deskriftif kuantitatif. Hasil pengujian menunjukan bahwa dampak kebakaran lahan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Kesipulan yang dapat di ambil yaitu ada pengaruh dari dampak kebakaran lahan terhadap perekonomian masyarakat dan besarnya pengaruh di ukur dari koefisien determinas sebesar 51,5% sedangkan 48,5% berasal dari variabel lain yang tidak ada dalam penelitian ini.
Tingkat Pengetahuan, Beban Kerja, Pengawasan, dan Penerapan SOP dengan Kejadian Kecelakaan Kerja di PT X Mila Amelia Putri; Ahmad Irfandi; Namira Wadjir Sagadji; Mayumi Nitami
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v3i4.3094

Abstract

There were 19 instances of working accidents in 2023, according to PT X's data on workplace incidents. The results of the root cause analysis showed that a lack of understanding of workplace safety, heavy workloads, insufficient supervision, and a failure to follow safety operating procedures (SOPs) were the main causes of workplace accidents. The aim of this research is to ascertain the correlation between PT X employees' knowledge levels, workloads, supervision, and SOP implementation and workplace accidents. Analytical survey research using a cross-sectional study methodology is what this study is. There are 449 production workers in the electrical guitar sector, making up the study's population. Based on the Lemeshow approach, a sample size of 77 workers was determined. A basic random sampling methodology is combined with probability sampling as the sampling method. Chi-square tests and prevalence ratios were used to examine the data. The findings indicate a correlation between workload and workplace accidents (p-value 0.006 < 0.05), knowledge level and workplace accidents (p-value 0.001 < 0.05), workplace accidents and supervision (p-value 0.007 < 0.05), and workplace accidents and the application of SOPs (p-value 0.001 < 0.05). It is possible to draw conclusions from these findings regarding the correlation between PT X employees' knowledge levels, workloads, supervision, and SOP implementation and workplace accidents.
Analisis Faktor Kepemimpinan, Pengetahuan, dan Sikap terhadap Perilaku Tidak Aman pada Pekerja Produksi Sauna di PT. XYZ Nathasya Abigail Putri Andira; Fierdania Yusvita; Eka Cempaka Putri; Ahmad Irfandi
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v3i4.3113

Abstract

Unsafe behavior is behavior that deviates from generally recognized safe action or certain methods when someone do their task. Data from The Employment Insurance Agency (BPJS) in 2014 recorded 32,21% of accidents caused by unsafe behavior. Risk factors for unsafe behavior can be reviewed through personal factors such as knowledge and attitudes, as well as job factors such as leadership. This study aims to determine the description and relationship among leadership, knowledge, and attitudes with unsafe behavior of sauna production workers in PT XYZ in 2024. This type of research is quantitative with a cross-sectional study design conducted from March to August 2024. Data collection techniques using total sampling. Data collection using primary data through distributing questionnaires with samples of 65 respondents. Data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square test. Univariate results showed that the highest proportion of workers with unsafe behavior was 36 (55.4%), workers who assessed poor leadership were 47 (72.3%), workers with poor knowledge were 39 (60%), and workers with negative attitudes were 40 (61.5%). There is a relationship between leadership (P-value = .000), knowledge (P-value = .000), and attitude (P-value = .001) with unsafe behavior. For PT XYZ, it should be able to build a HSE department unit by strengthening management commitment with the involvement of leaders first in order to create programs that can improve workers knowledge and attitudes.
THE DIFFERENCE BETWEEN WORK STRESS BEFORE AND AFTER SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) THERAPY David Martua Sehat Nababan; Decy Situngkir; Ira Marti Ayu; Ahmad Irfandi
Journal of Vocational Health Studies Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jvhs.V8.I3.2025.211-216

Abstract

Background: Nurses are susceptible to work stress caused by conflicts with coworkers and superiors, as well as uncertainty about the effects of therapy on patients. The preliminary study results on 15 nurses showed that 11 nurses (73%) experienced moderate stress, while four nurses (27%) experienced severe stress. Purpose: This research aims to analyze the differences before and after Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy in reducing nurses’ stress. Method: This study applied a quantitative approach, utilizing a pre-experimental design with a one-group pre-post test design involving 36 nurses before and after SEFT therapy. Sampling was conducted using a total sampling technique. The study was carried out from July to August 2021, using the Occupational Stress Inventory-Revised Edition (OSI-R) questionnaire. A Paired Sample T test was utilized as the statistical test. Result: The univariate test results for work stress before and after SEFT therapy were 77.75 and 71.11, respectively. The bivariate test, with p-value of 0.001, revealed differences in work stress scores before and after SEFT therapy for nurses. Conclusion: SEFT therapy can reduce the stress of nurses at Hospital A. Therefore, the hospital management needs to implement SEFT therapy to reduce work-related stress for the nurses.
Co-Authors Ade Heryana Adella Dwi Ayu Ningsih Alfarros, Muhammad Luthfi Aljunita, Intan Amelia Ramadhani, Amelia Andri Dwi Utomo Andri Krisna Hidayat Clara Elnisa Woro Hanadi Cucu Cahyanti Cut Alia Kemala Muda Dame Haryanti Siagian David Martua Sehat Nababan Decy Situngkir Desyawati Utami Devi Angeliana Kusumaningtiar Dwi Nurmawaty Ega Suryani Eka Cempaka Putri Fauzan, Miftah Fransisco, Indra Getar Millennium Udara Gunawan, Aldi Habiba Kamila Fatin Hafsha Rosdiana Harahap, Mitha Aulia Heryana, Ade Ira Marti Ayu Istiani, Dwi Jeffry Keisha, Talitha Kesatria Sughani Keumala Muda, Cut Alia Khairunnisa Khairunnisa Kusumawati, Utari Latricia Aina Hidayat Luh Ayu Krisdayanti Lutfiyah, Evi Mahadewi, Erlina Puspitaloka Maratis, Jerry Maulidya, Rosdiana Meithyra Melviana Simatupang Meithyra Melviana Simatupang Meithyra Melviana Simatupang Mila Amelia Putri Muda, Cut Alia Keumala Mugi Wahidin Mulyati Natul, Karolina Namira Wadjir Sagadji Natasya Hayatusyifa Nathasya Abigail Putri Andira Nugroho, Ari Dwi Nurmawaty, Dwi Oktadian, Andre PUTRI HANDAYANI Putri Handayani Putri Handayani Putri, Adinda Aura Rahmah Rusdy, Mirta Dwi Rahmi Garmini Ratna, Setyarini Dwi Razmi Bahtiar, Teguh Rini Handayani Rini Handayani Rizki Agustin, Karina Rosdiana, Hafsha Rosita Rosita Rosya, Ernalinda Samuel Dion Sangadji, Namira Wadjir Seprianto, Seprianto Shorayasari, Susi Sisran, Sisran Syamsiah, Syamsiah Syarifah Taqi Muhammad Javani Teguh Pribadi Adinugroho Veronika, Erna Veza Azteria Wadjir Sangadji, Namiwa Wekadigunawan Wekadigunawan Yatima, Khusnul Yuliazahra, Aisyah Yunita Rosalina Br Lumban Gaol Yusvita, Fierdania Zahra, Tazkya Zandya, Suci Liqi AA