Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Media Sosial dalam Peningkatan Kesiapsiagaan dan Respon Bencana pada Mahasiswa Hayati, Hayati; Wirda, Wirda; Mauvizar, Erly
J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) Vol 11, No 1 (2024): JPIPS
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpips.v11i1.31319

Abstract

This study aims to analyze the influence of social media on improving disaster preparedness and response among STIKES Muhammadiyah Aceh students. The approach used is quantitative with the cross-sectional method, where research is carried out at a specific point in time. Informants were selected using random sampling, and data were collected through a Guttman scale questionnaire that offered "Yes" or "No" answer choices. This method is expected to yield clear responses to the issues studied. Data analysis was conducted through stages of coding, cleaning, transferring data to a computer, presenting, and analyzing. The study results reveal that social media plays a significant role in disaster education among students. Five main indicators were identified: disaster knowledge and attitudes (98% of students acknowledge that social media increases their knowledge about disasters), information dissemination (98% recognize social media as the fastest source of information), early warning systems (52% feel the current system is inadequate), student participation (73% are willing to engage in open donations or disaster training), and social capital (62% obtain information through disaster-related social media groups or platforms).In conclusion, social media is a vital tool for enhancing disaster preparedness and accelerating information dissemination among students. However, improvements are still needed in early warning systems and the overall effectiveness of social media in disaster response.
Pengembangan Usaha Pada Mahasiswa setelah Mendapatkan Pendidikan Kewirausahaan Ani Darliani; Erly Mauvizar; Hayati Hayati; Wirda Wirda
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6542

Abstract

Awareness and the development of entrepreneurial skills among the younger generation or productive age are essential to achieve an improvement in the quality of human resources. Entrepreneurship development is directed towards creating changes in life, based on strengthening the perspective of entrepreneurship education, which can optimize the skills, abilities, and competencies possessed. The research findings indicate that entrepreneurship development by students at STIKes Muhammadiyah Aceh is more focused on earning additional income, assisting parents, and developing their existing skills. Entrepreneurship education has a positive influence by providing knowledge for innovation, becoming more structured, and understanding marketing strategies as well as interactions with customers. To encourage entrepreneurship growth among students, an active role from the university is required in organizing innovative and responsible entrepreneurship education. Universities can provide motivation for students to dare to start or develop their own businesses.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CAIR RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS EKO ENZIM UNTUK PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) RUMAH PENYANTUN MUHAMMADIYAH ACEH Darliani, Ani; Hayati, Hayati; Mauvizar, Erly; Ariyani, Roza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45733

Abstract

Sampah organik merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan dalam jumlah besar setiap hari, baik di rumah tangga, lembaga pendidikan, maupun lembaga sosial seperti Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Rumah Penyantun Muhammadiyah Banda Aceh. Namun, pengelolaan sampah organik sering kali belum mendapatkan perhatian yang optimal dari masyarakat dan pemerintah. Sebagian besar sampah organik masih dibuang begitu saja tanpa melalui proses pengolahan yang memadai, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan seperti pencemaran tanah dan air, serta peningkatan emisi gas rumah kaca akibat pembusukan bahan organik yang tidak terkendali. Pemanfaatan sampah, terutama sampah organik, merupakan salah satu langkah positif untuk mengurangi volume sampah rumah tangga. Ketika dikelola dengan baik, sampah organik tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai. Dengan demikian, pengelolaan sampah organik dapat membantu mengurangi pengeluaran rutin rumah tangga. Salah satu solusi yang diterapkan di LKSA Rumah Penyantun Muhammadiyah Banda Aceh adalah peningkatan kapasitas dan keterampilan dalam mengolah sampah organik menjadi produk ramah lingkungan. Kegiatan ini menyasar 25 anak perempuan yang tinggal di lembaga tersebut. Mereka diberikan pelatihan untuk mengolah sampah organik menjadi sabun cair ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kegiatan ini memberikan manfaat ganda yaitu  mengurangi volume sampah organik sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda. Selain itu, hasil pengolahan berupa sabun cair juga berkontribusi dalam mengurangi pengeluaran operasional harian di LKSA Rumah Penyantun Muhammadiyah Banda Aceh.
DETERMINAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) PEMERINTAH ACEH Eristono; Erly Mauvizar; Amalia
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 3: JULY 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i3.254

Abstract

Background: Asphyxia is one of the causes of neonatal death. The causes of neonatal asphyxia consist of: maternal factors, placental factors, fetal factors and delivery factors. Research Objectives: To determine the determinants of neonatal asphyxia at the Aceh government Mother and Child Hospital (RSIA). Research Methods: This research design uses a case control study with a retrospective approach. The population in this study were all newborns registered in the NICU room register at the Aceh Government Mother and Child Hospital (RSIA) for 2019-2022. The case sample in the case sampling technique was total sampling with a total of 186 newborns who experienced asphyxia. Results: The results of statistical tests showed that maternal age, amniotic fluid mixed with meconium, prolonged labour, and type of delivery with a p value <0.05, which means that there is a relationship with the incidence of asphyxia in newborns. The results of statistical tests on breech position and placenta previa showed a p value > 0.05, which means that there was no association with the incidence of asphyxia in newborns. The most influential factor with the incidence of asphyxia was amniotic fluid mixed with meconium with an OR value of 3.798. Conclusion: There is a need to increase the ability of midwives to provide delivery services and assistance, especially in cases of amniotic fluid mixed with meconium through education and training both internally and externally through seminars or special training.
PSIKOEDUKASI: MENINGKATKAN RESILIENSI PSIKOLOGIS PADA LANSIA Mauvizar, Erly; Hasanah, Siti; Hajar, Siti; Ariyani, Roza; Darliani, Ani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.50499

Abstract

Lansia merupakan salah satu kelompok usia yang rentan mengalami berbagai tekanan psikologis akibat perubahan fisik, sosial dan emosional.  Secara keseluruhan, lansia menghadapi berbagai tantangan besar dalam menjaga kesehatan mental mereka. Rendahnya tingkat resiliensi psikologis pada lansia dapat meningkatkan risiko stres, depresi dan penurunan kualitas hidup. Kegiatan ini laksanakan untuk meningkatkan resiliensi psikologi pada lansia, sehingga lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih mandiri dan sejahtera. lansia sangat membutuhkan dukungan psikologis yang terstruktur untuk meningkatkan resiliensi psikologis mereka dalam menghadapi perubahan hidup besar dalam hidup, seperti kehilangan pasangan, isolasi sosial, atau penurunan kesehatan. Lansia juga menghadapi masalah psikologis, seperti kecemasan dalam menghadapi kematian. Salah satu aspek penting yang berperan dalam menghadapi tantangan adalah resiliensi psikologis yaitu kemampuan individu untuk beradaptasi dan pulih dari kesulitan atau perubahan hidup yang signifikan. Perawatan yang terstruktur, termasuk nutrisi, kegiatan fisik dan sosial yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental, akan menjadi hal yang menjadi prioritas. Kegiatan Psikoedukasi, senam lansia dan makanan sehat yang diadakan dapat membantu mengurani risiko depresi dan demensia sehingga dapat menjaga mental lansia tetap aktif     
INTRODUKSI KONSEP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) UNTUK ASISTEN LABORATORIUM ELEKTRONIKA Fuady, Khairul; Mauvizar, Erly; Wirda, Wirda; Annuari, Misbah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.659-667

Abstract

Gagasan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan kaidah keilmuan yang memuat  pengetahuan dan penerapan yang terkait kegiatan mengendalikan keadaan yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, kebakaran, polusi, penyakit bahkan kematian. Faktor penyebab kecelakaan kerja dapat diakibatkan oleh banyak hal seperti penyusunan standar operasi prosedur (SOP) belum memuat atau memadai terkait K3, faktor kelalaian sumber daya manusia (human error) dan hal-hal di luar kendali lainnya. Perlu adanya pengenalan tentang pengetahuan terkait konsep keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada asisten laboratorium. Konsep ini terkait langsung dengan hard dan soft competency dari asisten laboratorium terutama saat melaksanakan praktek seperti saat memberikan intruksi dari modul praktek serta saat mengawasi praktikan bekerja. Hal lainnya adalah asisten laboratorium dapat mengendalikan suasana jika ada kondisi hazard atau hal yang tidak diinginkan saat praktikum berlangsung. Kendala umum dalam pelaksanaan K3 meliputi dua faktor, yaitu faktor manusia dan faktor lingkungan. Perlu adanya penambahan peralatan utama dan pendukung K3, pengaturan colokan listrik sesuai pedoman kelistrikan, penambahan rambu-rambu terkait K3 juga penyusunan SOP K3 dan pembentukan otoritas Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di laboratorium. Pelaksaan kegiatan ini telah diikuti dengan antusias oleh peserta dan diimplementasikan saat pelaksanaan praktikum.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN TANGGAP BENCANA KEPADA KELOMPOK PEREMPUAN DI DESA COT RAYA KECAMATAN KUTA BARO, ACEH BESAR Darliani, Ani; Wirda, Wirda; Mauvizar, Erly; Hayati, Hayati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25869

Abstract

Provinsi Aceh merupakan wilayah rawan Bencana, diakrenakan letak letak geologis yang berada pada pertemuan lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia serta struktur alam Provinsi Aceh yang beragam. Bencana yang terjadi tidak hanya gempabumi dan tsunami, tetapi bencana lain pun memiliki potensi terjadi di Provinsi Aceh, dan dari kajian yang dilakukan tercatat ada 11 bencana yang pernah terjadi dan menimbulkan dampak berupa korban jiwa, kerusakanfisik dan ekonomi, serta kerusakan lingkungan. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman kepada kelompok perempuan di Desa Cot Raya, kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar telah meningkatkan pemahaman mereka akan kondisi daerah yang rawan bencana, dan apa yang harus dilakukan untuk siap siaga terhadap bencana, ataupun ketika terjadi bencana. Peningkatan pemahaman ini dilakukan karena desa Cot Raya termasuk desa yang rawan bencana karena terletak dekat Pemahaman bencana bagi kelompok perempuan dan anak anak sangat dibutuhkan ketika situasi bencana, karena ini merupakan kelompok rentan dan pada saat terjadi bencana tidak membeda bedakan korban baik dari jenis kelamin, umur, status sosial tetapi kondisi ini seringkali terjadi. Dalam kondisi bencana kelompok rentan ini yang paling berdampak karena keterbatasan perempuan akan akses dan informasi, sehingga kelompok ini mengalami kerugian dan dampak besar ketika bencana terjadi.
SOSIALISASI MEMPERKUAT NASIONALISME DAN PENGETAHUAN ANTAR MASYARAKAT ACEH Wirda, Wirda; Mauvizar, Erly; Darliani, Ani; Hayati, Hayati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33659

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat rasa nasionalisme dan meningkatkan pengetahuan masyarakat Aceh yang tinggal di Malang, yang dikenal sebagai "Kota Apel". Melalui serangkaian kegiatan edukatif, interaktif, dan kebudayaan, kegiatan ini mengupayakan terciptanya kebersamaan di antara masyarakat Aceh dengan masyarakat lokal, sambil tetap menjaga identitas budaya Aceh. Kegiatan ini melibatkan diskusi panel, seminar, workshop, dan kegiatan budaya yang difokuskan pada sejarah nasional, pentingnya nasionalisme dalam konteks masyarakat multikultural, serta nilai-nilai kearifan lokal yang menghubungkan masyarakat Aceh dengan masyarakat lainnya di Indonesia. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat solidaritas antar warga Aceh di perantauan, tetapi juga untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya Aceh di kalangan masyarakat luas. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya rasa kebersamaan dan nasionalisme, serta terciptanya pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya keberagaman dan toleransi dalam menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa
Penerapan pelayanan complementary alternative medicine (CAM) terhadap kesehatan ibu hamil Aryani, Roza; Fuady, Khairul; Suriani, Suriani; Muna, Sirajul; Wulandari, Novita; Mauvizar, Erly
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1329

Abstract

Background: During pregnancy, a pregnant woman's body adapts to the growth and development of the fetus in the womb, thus undergoing both physical and psychological changes. These physical and psychological changes during pregnancy can cause discomfort in pregnant women. Responses to discomfort can be mild complaints that require appropriate treatment from midwives as the primary care providers in the community to prevent serious complaints. Midwifery services are currently experiencing a shift and dynamics, where this shift is the return to implementing complementary therapies in midwifery services. For many midwives and women, complementary midwifery services are an option to reduce medical interventions during pregnancy and childbirth, and based on experience, this is quite helpful. Purpose: To determine the application of complementary and alternative medicine (CAM) services to the health of pregnant women. Method: This type of research is quantitative, this research design is an analytical survey. This study used a cross-sectional method. The population in this study were all midwives working in Community Health Centers in Banda Aceh City, totaling 179 midwives in 2024 with a total of 11 Community Health Centers. The sampling technique in this study used accidental sampling with univariate and bivariate analysis using the Chi-square test via SPSS software. Results: There is a relationship between the type of complementary midwifery services and maternal health, with a p-value of 0.001. The application of CAM in pregnant women has significant potential to improve holistic health, both physically and emotionally Conclusion: However, standardization, medical supervision, and increased awareness of the appropriate use of CAM are needed to avoid risks.   Keywords: Complementary and Alternative Medicine (CAM); Midwifery; Pregnant Women.   Pendahuluan: Selama masa kehamilan, tubuh ibu hamil menyesuaikan diri dengan tumbuh kembang janin di dalam kandungan sehingga mengalami perubahan baik fisik maupun psikologis. Perubahan fisik dan psikologis yang dialami pada masa kehamilan dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu hamil. Respon terhadap ketidaknyamanan dapat berupa keluhan ringan sehingga memerlukan penanganan secara tepat dari bidan sebagai pemberi pelayanan terdepan di masyarakat agar tidak menjadi keluhan yang berat. Pelayanan kebidanan saat ini mengalami pergeseran dan dinamika dimana pergesaran tersebut yaitu kembalinya menerapkan terapi komplementer dalam aplikasi pelayanan kebidanan. Bagi banyak bidan dan wanita, pelayanan kebidanan komplementer adalah pilihan untuk mengurangi intervensi medis saat hamil dan melahirkan, dan berdasarkan pengalaman hal tersebut cukup membantu. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan pelayanan complementary and alternatif medicine (CAM) terhadap kesehatan pada ibu hamil. Metode: Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif, desain penelitian ini adalah survei analitik. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan yang bekerja di Puskesmas wilayah Kota Banda Aceh yang berjumlah 179 bidan pada tahun 2024 dengan jumlah 11 Puskesmas. teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Ada hubungan jenis pelayanan kebidanan komplementer terhadap kesehatan pada ibu hamil dengan nilai p value 0.001 Simpulan: Penerapan CAM pada ibu hamil memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesehatan secara holistik, baik dari aspek fisik maupun emosional. Namun, perlu adanya standarisasi, pengawasan medis, dan peningkatan kesadaran tentang penggunaan CAM yang tepat agar tidak menimbulkan risiko.   Kata Kunci: Complementary and Alternative Medicine (CAM); Ibu Hamil; Kebidanan; Kesehatan.