Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Milk Replacer di Kelompok Tani Ternak Ngudi Dadi Sebagai Upaya Pelestarian Kambing Kejobong Afduha Nurus Syamsi; Dewi Puspita Candrasari; Merryafinola Ifani; Chomsiatun Nurul Hidayah; Lis Safitri
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i1.1580

Abstract

Tujuan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini adalah untuk menjaga kelestarian Kambing Kejobong melalui pelatihan pembuatan milk replacer (MR). Metode yang dilakukan dalam berupa sosialisasi, pembuatan demplot, aplikasi program, dan evaluasi. Demplot kegiatan berupa pembuatan MR komersil merek Profat dan dipercobakan pada 4 ekor cempe. Data dibahas secara deskriptif. Hasil pre-test menunjukkan nilai rata-rata peserta sebesar 3,17, kemudian mengalami peningkatan pada nilai post-test menjadi 6,6. Hasil aplikasi MR pada cempe memberi pertambahan bobot badan harian (PBBH) yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak diberi MR, yaitu 0,075 kg/hari > 0,066 kg/hari. Sebanyak 33% peternak sangat mau dan 37% mau untuk menerapkan MR untuk cempe, sedangkan 30% menyatakan ragu-ragu. Kesimpulan kegiatan bahwa PPM mampu meningkatkan pengetahuan, meningkatkan performa produksi cempe dan motivasi peternak dalam menerapkan MR pada cempe, sehingga dapat mendukung pelestarian Kambing Kejobong.
ESTIMASI ENERGI DAN PRODUK SAMPING FERMENTASI RANSUM BERBASIS INDEKS SINKRONISASI PROTEIN-ENERGI BERDASARKAN STOIKIOMETRI VOLATILE FATTY ACIDs: KAJIAN IN VITRO Syamsi, Afduha Nurus; Widodo, Hermawan Setyo; Candrasari, Dewi Puspita; Subagyo, Yusuf; Ifani, Merryafinola; Safitri, Lis
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v12i1.32458

Abstract

Ransum berbasis indeks sinkronisasi protein-energi (SPE) merupakan pengembangan nutrisi ruminansia yang ditujukan pada optimalisasi sintesis protein mikroba (SPM). Optimalisasi SPM diupayakan dengan sinkronisasi ketersediaan ammonia dan energi melalui indeks antara 0-1. Semakin simultanya kedua senyawa tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecernaan, produksi volatile fatty acid (VFA), dan estimasi energi yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung estimasi produksi energi dan produk samping pada ransum berbasis indeks SPE melalui stoikiometri pembentukan VFA. Materi penelitian adalah cairan rumen kambing jawa randu yang di ambil sesaat setelah ternak dipotong. Penelitian menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (Indeks ransum 0,55; 0,6; 0,65; dan 0,7) dan 4 ulangan. Estimasi energi dan produk hasil samping fermentasi dihitung berdasarkan stoikiometri pembentukan VFA. Data dianalisis dengan analisis variansi. Hasil menunjukkan bahwa ransum berbasis indeks SPE tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap semua variablel (estimasi energi reaktan, total produksi energi, efisiensi produksi energi, methane, energi terbuang, hidrogen, karbon dioksida, dan air). Disisi lain, penelitian menunjukkan bahwa ransum berbasis indeks SPE menghasilkan estimasi efisiensi produksi energi yang rendah, karena estimasi produksi methane yang tinggi. Hal ini disebabkan karena tingginya proporsi serat ransum, pembentukan asetat, serta H2 dan CO2.
The Comparison of Tannin Fractions in Calliandra calothyrsus Leaves Utilizing Butanol-HCl4 and Protein-Precipitation Methods Subagyo, Yusuf; Sumaryadi, Mas Yedi; Ifani, Merryafinola; Widodo, Hermawan Setyo; Yusan, Rizak Tiara
Molekul Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2024.19.2.8636

Abstract

ABSTRACT. Butanol-HCl4 (Bu-HCl4) and Protein-Precipitation (P-P) are methods that proposed to determine the content of free tannins, protein-bound tannins, and fiber-bound tannins. This study aims to determine the feasibility of tannin measurements by both methods and validation of Analytical Methods (VMA) evaluates specific parameters like accuracy, precision, specificity, and linearity through lab testing. The material used was twenty C. calothyrsus leaves which collected randomly from different trees. The samples were measured by both methods in triplicates for qantification and validation. The obtained data were analyzed by descriptive and t-test to compare both methods. The analysis of VMA shows that the P-P method yields higher accuracy compared to the Bu-HCl method in percentage recovery rates. The quantification of free tannins, protein-bound tannin, tannin fiber, and total tannin by the Bu-HCl4 method versus the P-P method showed significantly higher values (p<0.01) for the Bu-HCl4 method: free tannins (13.44±0.54 vs. 7.11±0.16), protein-bound tannin (2.80±0.44 vs. 1.52±0.20), tannin fiber (5.20±0.45 vs. 1.00±0.21), and total tannin (21.50±0.88 vs. 9.59±0.36). The methode validation result of Bu-HCl4 and P-P methods in the accuracy was different, but the linearity test showed a good response. In conclusion, the tannin quantivication by the P-P and Bu-HCl4 can be applied for C. calothyrsus analysis. The total tannin content was higher if quantified by the Bu-HCl4 method compared to P-P. The accuracy of the P-P found higher than the Bu-HCl4 method. Keywords: Butanol-HCl4, leaves C. calothyrsus, protein-precipitation methods, tannin.
Aktivitas Enzim Protease dan Dinamika Protein Cairan Rumen pada Rekayasa Pakan Aditif Secara In Vitro Nugroho, Agung Prastyo; Suhartati, Suhartati; Rahayu, Sri; Ifani, Merryafinola
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 1 (2022): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.217 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v9i1.18346

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh penambahan pakan aditif dalam pakan ruminansia sebagai upaya meningkatkan aktivitas protease dan mengkaji pengaruhnya terhadap total protein cairan rumen pada lama inkubasi yang berbeda. Penambahan bahan aditif diharapkan dapat menjaga kondisi lingkungan mikro rumen tetap stabil dan dapat memberikan suasana yang optimal untuk kinerja bakteri rumen. Apabila kondisi lingkungan mikro rumen sesuai dan suasana rumen menjadi anaerob maka populasi bakteri rumen akan meningkat. Peningkatan populasi bakteri rumen akan berdampak pada meningkatnya aktivitas enzim yang dihasilkan. Penelitian bersifat eksperimental menggunakan metode in vitro. Perlakuan yang diuji yaitu P0 = Pakan basal (60% konsentrat : 40% hijauan); P1 = P0 + 0,5% isobutirat; P2 = P1 + 0,5% S. cerevisiae; P3 = P2 + 1% minyak kedelai. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (one way classification), setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan. Peubah yang diukur yaitu aktivitas protease menggunakan metode Walter dan kadar protein cairan rumen dalam pengamatan dinamika protein diukur menggunakan metode Bradford. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa penambahan pakan aditif berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap aktivitas protease dalam cairan rumen dan hasil analisis variansi dinamika protein menunjukkan bahwa inkubasi 4 jam pada perlakuan P2 dan P3 menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar protein. Hasil akhir dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan kombinasi isobutirat, S. Cerevisiae, dan minyak kedelai pada substrat pakan merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan aktivitas protease dan mampu meningkatkan kadar protein cairan rumen pada jam ke 4 inkubasi secara in vitro.Kata Kunci: pakan aditif, protease, in vitro, proteinProtease Activities and Dynamics of Rument Liquid Proteins on In Vitro Feed Additives ABSTRACTThe aim of this study was to examine the effect of adding feed additives to ruminant feed as an effort to increase protease activity and to examine its effect on the total protein in rumen fluid at different incubation times. The addition of additives is expected to maintain a stable rumen microenvironment and can provide an optimal atmosphere for the performance of rumen bacteria. If the conditions of the rumen microenvironment are suitable and the rumen atmosphere becomes anaerobic, the population of rumen bacteria will increase. An increase in the population of rumen bacteria will have an impact on increasing the activity of the enzymes produced. This research is experimental using the in vitro method. The treatments tested were P0 = basal feed (60% concentrate: 40% forage); P1 = P0 + 0.5% isobutyrate; P2 = P1 + 0.5% S. cerevisiae; P3 = P2 + 1% soybean oil. This study used a completely randomized design (one way classification), each treatment was repeated 5 times so that there were 20 experimental units. The variables measured were protease activity using the Walter method and rumen fluid protein levels in the protein dynamics observations measured using the Bradford method. The results of the analysis of variance showed that the addition of feed additives had a very significant effect (p<0.01) on the protease activity in the rumen fluid and the results of the analysis of variance of protein dynamics showed that the 4-hour incubation in P2 and P3 treatments showed a very significant effect (p <0, 01) on protein content. The conclusion of this study is the addition of a combination of isobutyrate, S. cerevisiae, and soybean oil to the feed substrate is the most effective treatment in increasing protease activity and is able to increase rumen protein levels at the 4th hour of incubation in vitro.Keywords: feed additives, protease, in vitro, protein
PENERAPAN PROSEDUR HIGIENE PEMERAHAN UNTUK MENGINGKATKAN KUALITAS SUSU SEBAGAI IMPLEMENTASI GOOD DAIRY FARMING PRACTISE ifani, Merryafinola; Syamsi, Afduha Nurus; Subagyo, Yusuf; Widodo, Hermawan Setyo
Sinergi Abdimas Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Sinergi Abdimas Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/siabdi.v3i2.11502

Abstract

The Andhini Lestari and Andhini Rahayu Livestock Groups are groups of smallholder breeders whose maintenance is still carried out conventionally. Poor milking sanitation and hygiene management is still a problem for this group of farms. Farmers conventionally carry out milking with a very low level of hygiene. Milking hygiene needs to be considered because it will affect udder health. Udder health affects the quality and quantity of milk produced. Unhealthy milking hygiene will cause the udder to suffer from mastitis which is very detrimental to the farmer. So, to maintain good milk quality, farmers must follow milking hygiene procedures as an implementation of Good Dairy Farming Practices. A series of activities that will be carried out are training in making disinfectant solutions and dipping teas, making milking SOPs, applying Good Dairy Farming Practices. The aim of carrying out this PKM is to form cadres of breeders in the Andhini Lestari and Andhini Rahayu groups, Karangtengah Village, Cilongok District, Banyumas and breeders in the surrounding areas; Maintaining good milk quality at the smallholder level through implementing good milking hygiene; And prevents the occurrence of mastitis in dairy cows.
Pelatihan Penggunaan Celup Putting pada Anggota Kelompok Peternak Sapi Perah Margo Mulyo Sebagai Pencegahan Mastitis pada Sapi Perah Merryafinola Ifani; Yusuf Subagyo; Hermawan Setyo Widodo; Rizak Tiara Yusan
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i2.2141

Abstract

Tirto Margo Mulyo Livestock Group still practices conventional dairy cattle management with inadequate sanitation and milking hygiene management. This has led to a high incidence of mastitis, which adversely affects the farm, such as decreased milk quality and production, increased treatment costs, and accelerated culling of cows. The community service program implemented includes examinations using the California Mastitis Test, training in making disinfectant solutions, and teat dipping. This program aims to develop farmer cadres, maintain milk quality and quantity, and prevent both clinical and subclinical mastitis. The pre-test results showed an average score of 6 points among the group members. While the farmers were aware of mastitis, they were unfamiliar with subclinical mastitis. A post-test was conducted after the program, and the results showed an improvement, with the average score rising to 8 points. Additionally, the mastitis testing revealed a decrease in subclinical mastitis among the dairy cows in the Margo Mulyo group. Conclusion, the community service activities (PMM) were successful in increasing the farmers' knowledge, reducing the incidence of mastitis, and enhancing the motivation of the farmers to implement proper milking management practices.
PENGARUH LAMA OZONISASI TERHADAP TOTAL PADATAN DAN VISKSOSITAS SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) Hidayat, Taufik Nur; Santosa, R. Singgih Sugeng; Ifani, Merryafinola
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.2.p169-176

Abstract

Taufk Nur Hidayat. The research is entitled "The Effect of Ozonization Time on Total Solids and Viscosity of Etawa Crossbreed Goat Milk (PE)". This research aims to determine the effect of time ozonization of Etawa crossbreed goat milk on total solids and viscosity. This research was carried out experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) which contained 5 treatments and 4 replications so that there were 20 experimental units. The materials used in this research were using Etawa crossbreed goat milk and equipment in the form of an ozone generator, with an ozone concentration used of 1000 mg/hour, an ice box as a place to store milk samples, a 1000 ml glass jar, 50 ml bakerglass, 300 ml jar bottle. ml, glass stirrer, label, tissue, lactoscan, and viscometer. The treatments used were ozonation periods of 0, 20, 40 and 60 seconds. The important variables observed in this research are total solids and viscosity. The results of the data obtained from the research that has been carried out are then analyzed using ANOVA. The results of the research on total solids and milk viscosity did not have a significant effect. The conclusion obtained from the research is that the length of ozonation has no effect on the total solids and viscosity of Etawa Peranakan goat milk (PE).​
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA BAHAN KERING TANPA LEMAK DAN TOTAL PADATAN PADA BERAT JENIS SUSU KAMBING SAPERA Cahyani, Linda Arum; Widodo, Hermawan Setyo; Ifani, Merryafinola; Subagyo, Yusuf
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v13i1.44076

Abstract

Kambing Sapera mampu memproduksi susu cukup tinggi dan mengandung kadar lemak yang lebih tinggi daripada susu sapi. Kadar lemak susu berkorelasi negatif dengan berat jenis, tetapi berkorelasi positif dengan total padatan, sehingga digunakan parameter berat jenis, bahan kering tanpa lemak, dan total padatan untuk menentukan kualitas dan harga susu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kadar berat jenis, bahan kering tanpa lemak, dan total padatan pada susu Kambing Sapera serta hubungan antar peubah tersebut. Materi penelitian yang digunakan berjumlah 30 sampel susu yang terdiri 15 dari masing-masing Siliwangi Farm dan Gaza Farm. Hasil penelitian menunjukkan berat jenis memiliki rata-rata, maksimal, dan minimal berturut-turut 1,028g/ml; 1,030g/ml; 1,024g/ml. Bahan kering tanpa lemak memiliki rata-rata, maksimal, dan minimal berturut-turut 7,992%; 8,635%; 7,17%. Total padatan memiliki rata-rata, maksimal, dan minimal berturut-turut 12,572%; 14,640%; 11,165%. Hasil Uji-T menunjukkan bahwa kadar berat jenis, bahan kering tanpa lemak, dan total padatan antara kedua farm tersebut berbeda tidak nyata (P>0,05). Terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan pengaruh yang lebih besar antara berat jenis dan bahan kering tanpa lemak dimana nilai R2 = 0,8005 dan R = 0,895 dengan persamaan y = 0,0032x + 1,0023. Indikator kualitas susu dapat ditentukan berdasarkan berat jenis, bahan kering tanpa lemak, dan total padatan pada susu. Kata Kunci : bahan kering tanpa lemak, berat jenis, susu kambing sapera, total padatan
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA BAHAN KERING TANPA LEMAK DAN TOTAL PADATAN PADA BERAT JENIS SUSU KAMBING SAPERA Cahyani, Linda Arum; Widodo, Hermawan Setyo; Ifani, Merryafinola; Subagyo, Yusuf
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v13i1.44076

Abstract

Kambing Sapera mampu memproduksi susu cukup tinggi dan mengandung kadar lemak yang lebih tinggi daripada susu sapi. Kadar lemak susu berkorelasi negatif dengan berat jenis, tetapi berkorelasi positif dengan total padatan, sehingga digunakan parameter berat jenis, bahan kering tanpa lemak, dan total padatan untuk menentukan kualitas dan harga susu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kadar berat jenis, bahan kering tanpa lemak, dan total padatan pada susu Kambing Sapera serta hubungan antara bahan kering tanpa lemak dan total padatan dengan berat jenis susu. Materi penelitian yang digunakan berjumlah 30 sampel susu yang terdiri 15 dari masing-masing Siliwangi Farm dan Gaza Farm. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata berat jenis, bahan kering tanpa lemak dan total padatan secara keseluruhan berturut-turut sebesar 1,028±0,001 g/ml, 7,992±0,349%, dan 12,572± 0,888%. Hasil Uji-T menunjukkan bahwa kadar berat jenis, bahan kering tanpa lemak, dan total padatan antara kedua Farm tersebut tidak berbeda nyata (P>0,05). Terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan pengaruh yang lebih besar antara berat jenis dan bahan kering tanpa lemak dimana nilai R2=0,8005 dan r=0,895 dengan persamaan Y = 0,0032X + 1,0023. Hasil analisis menunjukkan bahwa berat jenis memiliki perbandingan pengaruh yang lebih besar terhadap bahan kering tanpa lemak daripada total padatan.
Pengkajian Penerapan Good Dairy Farming Practise (GDFP) pada Peternakan Kambing Peranakan Etawa di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Ifani, Merryafinola; Sihati, Listian Krist; Subagyo, Yusuf
Jurnal Peternakan Vol 22, No 2 (2025): September 2025
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v22i2.35741

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Good Dairy Farming Practise (GDFP) peternakan kambing Peranakan Etawa (PE) di kecamatan Gumelar, kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan secara survei terhadap empat desa yang dipilih dengan purposive sampling karena memiliki peternak kambing PE terbanyak, yaitu desa Gumelar (kelompok tani Pegumas), desa Cihonje (kelompok tani Tunas Mukti), desa Paningkaban (kelompok tani Satoguno) dan desa Cilangkap (kelompok tani Bondo Mertani). Pengumpulan data dilakukan berdasarkan wawancara yang terstruktur dan observasi pada 40 peternak yang terpilih sebagai sampel responden, terhadap 7 aspek GDFP, yaitu: a) pembibitan dan reproduksi; b) kesehatan ternak; c) higienitas pemerahan; d) nutrisi (pakan dan air); e) pengolahan; f) kandang dan peralatan dan g) kesejahteraan ternak. Masing–masing aspek mempunyai 3–8 pertanyaan dan skornya adalah 1–4 (sangat buruk-sangat baik). Data berupa hasil kajian berupa skor selanjutnya akan di uji menggunakan uji t untuk membandingkan tata laksana di keempat desa. Hasil penelitian menghasilkan rataan nilai semua aspek GDFP peternakan kambing PE di keempat desa di kecamatan Gumelar memiliki rata-rata skor berada dalam rentang 2,01–3,01. Dapat disimpulkan bahwa GDFP peternakan kambing PE di keempat desa di kecamatan Gumelar tergolong cukup baik dan tidak ada perbedaan yang signifikan (P>0,05) dari hasil kajian dalam tata laksana di keempat desa. Meskipun penerapan GDFP di keempat desa tergolong cukup baik, diperlukan peningkatan pada aspek tertentu seperti pengelolaan dan higienitas pemerahan.Kata kunci: Good Dairy Farming Practices (GDFP), skoring, kambing PE, tatalaksana peternakanStudy of the Implementation of Good Dairy Farming Practices (GDFP) on Etawa Crossbreed Goat Farms in Gumelar District, Banyumas RegencyABSTRACT. This study aims to examine the implementation of Good Dairy Farming Practice (GDFP) for PE goat farming in Gumelar sub-district, Banyumas regency. This study was conducted by surveying four villages selected by purposive sampling because they have the most PE goat farmers, namely Gumelar village (Pegumas farmer group), Cihonje village (Tunas Mukti farmer group), Paningkaban village (Satoguno farmer group) and Cilangkap village (Bondo Mertani farmer group). Data collection was conducted based on structured interviews and observations of 40 farmers selected as respondent samples, on 7 aspects of GDFP, namely: a) breeding and reproduction, b) livestock health, c) milking hygiene, d) nutrition (feed and water), e) processing, f) pens and equipment, g) livestock welfare. Each aspect has 3-8 questions and the score is 1-4 (very bad - very good). Data in the form of study results in the form of scores will then be tested using the T test to compare governance in the four villages. The results of the study produced an average value of all aspects of the GDFP of PE goat farming in the four villages in Gumelar sub-district with an average score in the range of 2.01–3.01. It can be concluded that the GDFP of PE goat farming in the four villages in Gumelar sub-district is quite good and there is no significant difference (P>0.05) from the results of the study in governance in the four villages. Although the implementation of GDFP in the four villages is quite good, improvements are needed in certain aspects such as management and milking hygiene.