Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Interaktif pada Materi Tumbuh Kembang Balita Fitria, Fitria; Fazira, Frisca
Teewan Journal Solutions Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ywc1yr24

Abstract

Pemahaman mengenai tumbuh kembang balita dan anak prasekolah merupakan kompetensi fundamental dalam pendidikan kebidanan, terutama karena peran bidan sangat berkaitan dengan pemantauan perkembangan anak, deteksi dini keterlambatan, dan edukasi kepada keluarga. Namun, banyak materi tumbuh kembang bersifat abstrak, memerlukan visualisasi detail, dan tidak mudah dipahami hanya melalui metode ceramah atau media dua dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran interaktif pada materi tumbuh kembang balita di Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas Bina Bangsa Getsempena. Metode penelitian menggunakan desain survei deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen berupa kuesioner skala likert yang mengevaluasi aspek kebutuhan visualisasi, interaktivitas, motivasi belajar, dan kesesuaian dengan praktik klinik. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 165 mahasiswa kebidanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87% mahasiswa menilai media pembelajaran yang digunakan saat ini belum mampu menggambarkan proses tumbuh kembang secara komprehensif. Sebanyak 91% mahasiswa membutuhkan media yang lebih interaktif, seperti animasi 3D atau AR, untuk memahami anatomi, milestone perkembangan, dan deteksi dini penyimpangan. Mayoritas responden juga menyatakan bahwa teknologi AR berpotensi meningkatkan keterlibatan belajar dan mempermudah transfer pengetahuan ke praktik klinik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan media berbasis AR merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Rekomendasi penelitian meliputi pengembangan prototipe AR, uji kelayakan pengguna, dan integrasi ke dalam blended learning.
Pengaruh Pola Menyusui Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Usia 0-6 Bulan di Klinik Utama Bunda Ria Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh Ramadani, Afra; Rahmisyah, Rahmisyah; Fazira, Frisca
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6231

Abstract

Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif merupakan upaya penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal, khususnya pada masa emas usia 0–12 bulan. Pola dan frekuensi menyusui yang tepat tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga berperan dalam menjaga produksi ASI agar tetap optimal. Pola menyusui yang kurang baik dapat berdampak pada tidak tercapainya kenaikan berat badan bayi sesuai standar Kenaikan Berat Badan Minimal (KBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola menyusui terhadap kenaikan berat badan bayi usia 0–6 bulan di Klinik Utama Bunda Ria Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh bayi usia 0–6 bulan di Klinik Utama Bunda Ria sebanyak 74 bayi, dengan sampel 40 bayi dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pola menyusui kurang, sebagian besar bayi tidak mengalami kenaikan berat badan sesuai KBM.  Pola menyusui cukup, kenaikan berat badan bayi masih belum optimal. Sementara, pada pola menyusui baik, mayoritas bayi mengalami kenaikan berat badan sesuai KBM. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p value <0,001 yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara pola menyusui dengan kenaikan berat badan bayi usia 0–6 bulan. Kesimpulannya semakin baik pola menyusui ibu, semakin besar peluang bayi mengalami kenaikan berat badan sesuai KBM. Oleh karena itu, edukasi pola menyusui perlu ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan bayi secara optimal.