Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMANFAATAN MINYAK PALA DAN MINYAK NILAM PADA EFFLEURAGE MASSAGE DALAM MENURUNKAN NYERI DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI KOTA BANDA ACEH Risna Fazlaini; Frisca Fazira; Fitria
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The incidence of menstrual pain among adolescents according to the WHO ranges from 16.8% to 81%. In Indonesia, the prevalence of dysmenorrhea is reported at 107,673 individuals (64.25%), of which 59,671 individuals (54.89%) experience primary dysmenorrhea. In Aceh, the percentage of dysmenorrhea patients visiting the obstetrics department ranges from 1.07% to 1.31%. The treatment of dysmenorrhea has so far mostly involved pharmacological therapy, such as the administration of analgesics. However, analgesic medications can cause side effects such as dependency and withdrawal symptoms. One way to alleviate the intensity of menstrual pain is through effleurage massage using essential oils. The aim of this study was to compare the effectiveness of nutmeg oil and patchouli oil in reducing menstrual pain among adolescents in Banda Aceh. This study used a quantitative research method with a quasi-experimental design, specifically a pretest and posttest design. The study was conducted from August to November 2024. The sample consisted of midwifery students from Bina Bangsa Getsampena University who experienced primary dysmenorrhea. A total of 40 respondents were selected, with 20 respondents in each group. Effleurage massage was performed 1–2 times daily during the first 3 days of menstruation for 15–30 minutes. One group received massage using nutmeg oil, while the other group used patchouli oil.The results showed that both nutmeg and patchouli oils had an effect on the level of dysmenorrhea among adolescents. Statistical analysis using paired t-test and independent t-test showed that effleurage massage using both patchouli oil and nutmeg oil significantly reduced dysmenorrhea intensity among adolescents (p-value < 0.05).
Pengaruh Pola Menyusui Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Usia 0-6 Bulan di Klinik Utama Bunda Ria Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh Ramadani, Afra; Rahmisyah, Rahmisyah; Fazira, Frisca
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6231

Abstract

Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif merupakan upaya penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal, khususnya pada masa emas usia 0–12 bulan. Pola dan frekuensi menyusui yang tepat tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga berperan dalam menjaga produksi ASI agar tetap optimal. Pola menyusui yang kurang baik dapat berdampak pada tidak tercapainya kenaikan berat badan bayi sesuai standar Kenaikan Berat Badan Minimal (KBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola menyusui terhadap kenaikan berat badan bayi usia 0–6 bulan di Klinik Utama Bunda Ria Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh bayi usia 0–6 bulan di Klinik Utama Bunda Ria sebanyak 74 bayi, dengan sampel 40 bayi dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pola menyusui kurang, sebagian besar bayi tidak mengalami kenaikan berat badan sesuai KBM.  Pola menyusui cukup, kenaikan berat badan bayi masih belum optimal. Sementara, pada pola menyusui baik, mayoritas bayi mengalami kenaikan berat badan sesuai KBM. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p value <0,001 yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara pola menyusui dengan kenaikan berat badan bayi usia 0–6 bulan. Kesimpulannya semakin baik pola menyusui ibu, semakin besar peluang bayi mengalami kenaikan berat badan sesuai KBM. Oleh karena itu, edukasi pola menyusui perlu ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan bayi secara optimal.