Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Pola Menyusui Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Usia 0-6 Bulan di Klinik Utama Bunda Ria Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh Ramadani, Afra; Rahmisyah, Rahmisyah; Fazira, Frisca
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6231

Abstract

Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif merupakan upaya penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal, khususnya pada masa emas usia 0–12 bulan. Pola dan frekuensi menyusui yang tepat tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga berperan dalam menjaga produksi ASI agar tetap optimal. Pola menyusui yang kurang baik dapat berdampak pada tidak tercapainya kenaikan berat badan bayi sesuai standar Kenaikan Berat Badan Minimal (KBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola menyusui terhadap kenaikan berat badan bayi usia 0–6 bulan di Klinik Utama Bunda Ria Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh bayi usia 0–6 bulan di Klinik Utama Bunda Ria sebanyak 74 bayi, dengan sampel 40 bayi dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pola menyusui kurang, sebagian besar bayi tidak mengalami kenaikan berat badan sesuai KBM.  Pola menyusui cukup, kenaikan berat badan bayi masih belum optimal. Sementara, pada pola menyusui baik, mayoritas bayi mengalami kenaikan berat badan sesuai KBM. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p value <0,001 yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara pola menyusui dengan kenaikan berat badan bayi usia 0–6 bulan. Kesimpulannya semakin baik pola menyusui ibu, semakin besar peluang bayi mengalami kenaikan berat badan sesuai KBM. Oleh karena itu, edukasi pola menyusui perlu ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan bayi secara optimal.
Spatial Distribution of Stunting Incidence in the Highland Area of Tangse Subdistrict, Pidie Regency Fitria Fitria; Frisca Fazira
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol. 14 No. 1 (2026): Accredited Sinta 2
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v14i1.7966

Abstract

Stunting is a chronic nutritional issue and serves as a key indicator for assessing child health. Tangse Subdistrict, located in a highland area of Pidie Regency, shows a concerning prevalence of stunting among children. This study analyzed the spatial distribution of stunting cases in Tangse using GIS-based mapping technology. It was a descriptive observational study that utilized secondary data from the Tangse Health Center and was conducted from May to June 2025. The number of stunting cases per village was analyzed and mapped using ArcGIS (ArcMap v10.8) to visualize the spatial distribution by gender and age group. Stunting was found in twenty out of the twenty-eight villages in Tangse, with the highest incidence occurring in Gampong Pulo Baro at 10%. Furthermore, the prevalence was higher among boys (58%) than girls (42%). The age group most affected by stunting was children aged 12 to 23 months. The widespread occurrence of stunting across most villages may be linked to geographical barriers, limited access to health services, and differences in socio-economic and nutritional practices prevalent in highland areas. This study concludes that ArcGIS-based spatial analysis is effective in identifying high-risk areas and distribution patterns of stunting, which can support more targeted and evidence-based interventions at the community level. Further analysis of region-specific risk factors is needed to enhance targeted interventions in Tangse.
Efektivitas Booklet Sebagai Media Edukasi Terhadap Self-Efficacy Menyusui Pada Ibu Nifas Di Pidie Jaya Frisca Fazira; Fitria Fitria; Gadis Halizasia
Public Health Journal Vol. 2 No. 3 (2025): July–September, Public Health Education and Health Literacy
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/z5b2p680

Abstract

Self-efficacy merupakan faktor psikologis penting yang berperan besar dalam keberhasilan menyusui. Ibu dengan tingkat self-efficacy tinggi cenderung mampu mengatasi masalah menyusui, mempertahankan ASI eksklusif, dan memiliki kepuasan lebih tinggi dalam proses menyusui. Media edukasi seperti booklet terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keyakinan ibu terhadap kemampuan menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas booklet sebagai media edukasi terhadap self-efficacy menyusui pada ibu nifas di Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang dipilih secara purposive. Instrumen self-efficacy menggunakan Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,886). Intervensi berupa pemberian booklet menyusui dan edukasi singkat. Analisis data menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor self-efficacy meningkat dari 47,8 ± 6,2 pada pretest menjadi 58,6 ± 5,7 pada posttest. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor self-efficacy sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Seluruh responden mengalami peningkatan skor, menunjukkan adanya dampak positif yang konsisten dari penggunaan booklet. Penelitian ini menyimpulkan bahwa booklet efektif sebagai media edukasi dalam meningkatkan self-efficacy menyusui pada ibu nifas di Pidie Jaya. Media ini dapat digunakan sebagai bagian dari intervensi edukasi laktasi di fasilitas pelayanan kesehatan dasar untuk mendukung keberhasilan praktik menyusui.