Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Perawat Sebagai Pendidik Klinik Keperawatan (Clinical Instructor) dalam Proses Pembelajaran Klinik Sukaesih, Nunung Siti; Pramajati, Hikmat; Sopiah, Popi; Setiadi, Diding Kelana; Rahman, Aam Ali; Danismaya, Irawan; Safariyah, Erna; Tsurayya, Shafa Aghniya
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jl.v6i1.1812

Abstract

ABSTRAK Latar belakang. Pembelajaran klinik atau lapangan adalah kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan di lingkungan klinik termasuk di dalamnya adalah rumah sakit, klinik, rumah bersalin, puskesmas dan masyarakat. Pendidikan keperawatan sangat berkaitan erat antara pembelajaran di kelas dan pembelajaran di klinik, karena pembelajaran di klinik merupakan elemen yang sangat penting dalam pendidikan keperawatan. Pembelajaran klinik memfasilitasi peserta didik agar terpapar oleh berbagai macam aspek social, kultural, biologis, psikologis dan mental dalam merawat pasien. Pendidik klinik mempunyai tanggung jawab penting dalam memberikan motivasi untuk meningkatkan percaya diri mahasiswa. Tujuan. Memperoleh gambaran demografi pendidik klinik keperawatan dan memperoleh gambaran kepuasan pendidik klinik sebagai pendidik klinik keperawatan secara secara subjektif. Metodologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang akan memberikan gambaran secara akurat mengenai karakteristik demografi pendidik klinik keperawatan dan tingkat kepuasannya sebagai pendidik klinik keperawatan. Subjek penelitian adalah pendidik klinik atau dalam keperawatan lebih dikenal dengan clinical instructor (CI) yang pernah atau sedang melaksanakan proses bimbingan klinik baik di rumah sakit ataupun di puskesmas dengan teknik total sampling yaitu sebanyak 60 responden. Hasil penelitian. Terdapat karakteristik clinical instructor yang bervariasi jumlah terbanyak adalah perempuan pada rentang usia >40- 50 tahun, mempunyai latar belakang pendidikan rata-rata S1 Keperawatan+Ners dengan pengalaman kerja pada rentang >5-10 tahun. Skala kepuasan pada rentang tinggi sehingga dapat disimpulkan mempunyai kepuasan yang tinggi pula. Kesimpulan. Mengingat pentingnya peran Clinical Instructor maka sangat perlu untuk diperhatikan kualifikasi clinical instructor yang terstandar. Dalam hal ini perlu di buat standar misalnya mengacu pada pendidikan di luar negeri bahwa clinical instructor harus ditentukan kualifikasi pendidikan, kemudian pengalaman bekerja sesuai dengan keahlian yang dimilikinya, dan mempunyai kemampuan untuk mengajar Kata kunci: Pendidik klinik; Clinical instructor; pembelajaran klinik ABSTRACT Background. Clinical or field learning is a learning activity that is held in the clinic environment including hospitals, clinics, maternity homes, health centres and community. Nursing education is closely linked to classroom learning and clinical learning, as clinical learning is a very important element of nursing education. Clinical learning facilitates learners to be exposed to a wide range of social, cultural, biological, psychological and mental aspects of caring for patients. Clinic educators play an important role in motivating students to increase their confidence. Purpose. Obtain a demographic picture of a nursing clinic educator and gain a subjective view of the clinical educator as a nursing clinic educator. Methodology. This study uses a descriptive research method that will provide an accurate picture of the demographic characteristics of a nursing clinic educator and its level of satisfaction as a nursing clinic educator. The research subjects were clinical educators or in nursing better known to clinical instructors (CI) who have been or are currently conducting clinical guidance in the hospital or the health centres with a total sampling technique of 60 respondents. The results of the research. There are clinical characteristics of the most varied instructors are women in the age range> 40-50, with a mean educational background of Bachelor of Nursing with work experience in the range> 5-10 years. Satisfaction scales at high ranges can be concluded to have high satisfaction. Conclusion. Given the importance of the Clinical Instructor's role then it is important to note that the clinical instructor's qualifications are up to date. In this case, it is necessary to set standards such as referring to overseas education that the clinical instructor should be determined by educational qualification, then experience working b his / her expertise, and ability to teach Keywords: Clinical educator; Clinical instructor; Clinical learning
Life Skills Development Training: Adaptation to New Habits and First Aid of Emergency on SLB Bhakti Pertiwi Safariyah, Erna; Irawan Danismaya; Amir Hamzah; Ria Andriani
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 7 No. 3 (2021): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v7iSpecial Edition.266

Abstract

Aims : People with disabilities are one of the groups that are vulnerable to contracting COVID-19. They have different self-isolation techniques from non-disabled people. So, it requires adjusting the needs and conditions of different disabilities. This effort also requires support from the surrounding, including schools. SLB Bhakti Pertiwi is one of the special schools located in Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. The SLB has 34 students and 11 teachers. When other schools carry out online learning during the pandemic of COVID-19, SLB had its own obstacles to adapt because students with disabilities had difficulties following. To overcome this obstacle, the teacher visited each student’s home. However, this situation put the teachers or students at risk. To continue the learning process, efforts need to be made to help students and teachers adapt to new habits. In addition, teachers need to have first aid skills because persons with disabilities have several conditions that require appropriate and immediately treatment. As the special group community, SLB students become targets in this community service. This community service aims to develop basic skills in adapting to new habits as an effort to prevent COVID-19 and also handle emergencies. Design : This community service focus on life skills development training: adaptation to new habits and first aid of emergency on SLB Bhakti Pertiwi students and teachers. Methods : The methods used are counseling, simulation, watching video and fun games. Counseling and simulation are carried out on teachers in developing first aid skills in emergencies, while students are approached by watching videos and doing fun games. Results : The results showed that  80% students have started be able to simulate how to wash hands, wear masks and keep a distance. The teachers are able to re-simulate the first aid steps if a student has a seizure, drowns or experiences external bleeding due to a fall. However, not all students participated in this activity due to poor health conditions. Conclusions : Community service activities in the form of Life Skills Development Training: Adaptation of New Habits and Emergency First Aid have been carried out well within 8 meeting periods. This activity also received a good response from students and teachers. Students and teachers seemed enthusiastic in participating in this activity
Pengaruh Edukasi dengan Aplikasi Telenursing Berbasis Mobile terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Safariyah, Erna; Danismaya, Irawan; Az-Zahra, Fathia Frazna; Hamzah, Amir; Oktaviana, Marcella; Dayana, Resti Dwi; Permana, Restu Gede
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i04.3883

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolik kronik dan salah satu penyakit penyebab kematian di Indonesia. Pilar penatalaksanaan DM tipe 2 meliputi aspek edukasi, latihan jasmani dan intervensi farmakologis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan edukasi terhadap penderita Diabetes mellitus tipe II melalui pendekatan teknologi dan informasi berupa telenursing berbasis mobile. diharapkan dengan pengembangan edukasi ini dapat meningkatkan Kualitas hidup pasien DM Tipe II. Desain pada penelitian ini adalah Kuasi Eksperimen Pretest-Postest Control Group Design. Dengan populasi penelitian seluruh pasien DM Tipe II yang sedang melakukan pengobatan di Puskesmas Lembursitu. sampel pada kelompok eksperimen dan pada kelompok kontrol masing-masing berjumlah 18 orang. Cara pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Kualitas hidup pasien DM tipe II sebelum diberikan intervensi edukasi dengan aplikasi telenursing berbasis mobile pada kelompok intervensi rata-rata sebesar 82,82 dengan kualitas hidup sedang, dan sesudah diberikan intervensi rata-rata sebesar 85,76 dengan kualitas hidup tinggi. Uji Paired Samples Test menunjukkan P value 0,030 < 0,05, dimana dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh strategi edukasi dengan aplikasi telenursing berbasis mobile terhadap kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe II pada kelompok intervensi. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh positif pada kualitas hidup pasien, sehingga aplikasi ini bisa dijadikan sebagai salah satu bagian dari program perawatan rutin untuk pasien diabetes.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE DI KELURAHAN SITUMEKAR KOTA SUKABUMIKELURAHAN SITUMEKAR KOTA SUKABUMI Fakhir fathurrahman; Irawan Danismaya; Arfatul makiyah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i2.1598

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Infeksi DBD diakibatkan oleh virus dengue. Tujuan: umum dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap masyarakat tentang demam berdarah dengue di Kelurahan Situmekar Kota Sukabumi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan 48 sampel di pilih melalui cluster random sampling. Hasil:  penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Tingkat pengetahuan responden adalah kurang yaitu sebanyak 19 (39,6%) responden dan sebagian lainnya memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 16 (33,3%) dan cukup dengan jumlah yaitu sebanyak 13 (27,1%) responden. Responden dengan Sikap yang baik dan kurang berjumlah sama yaitu masing-masing sebanyak 19 (39,6%) responden dan sebagian kecil responden dengan skor sikap yang cukup berjumlah sebanyak 10 (20,8%) responden. uji statistik dengan menggunakan Uji Chi-Square diperoleh nilai P-Value = 0,000 berarti < 0.05. berdasarkan penolakan hipotesis maka Ho ditolak, ini menyatakan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap masyarakat tentang demam berdarah dengue di Kelurahan Situmekar Kota Sukabumi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA DENGAN UPAYA PENCEGAHAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAROS KOTA SUKABUMI Sopiyudin, Moh; Danismaya, Irawan; Basri, Burhanudin
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikontan.v2i2.1494

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease that is a major cause of health problems, one of the 10 highest causes of death in the world and the leading cause of death from a single infectious agent (ranking above HIV/AIDS). Lack of family knowledge about pulmonary tuberculosis can lead to a lack of awareness of the consequences that can be caused by tuberculosis, making people's knowledge and understanding of checking phlegm as an effort to prevent tuberculosis still lacking with the alibi being that they are embarrassed and worried about being diagnosed with pulmonary tuberculosis. The method used in this research is the analytical descriptive method with a cross-sectional approach. The number of samples in this study was 50 respondents. Based on the results of statistical tests with chi-square, the resulting P value is 0.001 < 0.05. It can be concluded that there is a relationship between the knowledge of the head of the family and efforts to prevent pulmonary TB.
Analisis Bias Kognitif Masyarakat Terhadap Informasi Hoax Tentang COVID-19 Tarwati, Kartika; Danismaya, Irawan; Safariyah, Erna
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.195 KB) | DOI: 10.33867/jka.v9i1.323

Abstract

nformasi yang diterima oleh masyarakat selama masa pandemi COVID-19 tidak selalu benar. Salah satu bentuk yang muncul pada saat menerima berita hoax adalah bias kognitif. Bias kognitif dipengaruhi oleh memori seseorang. Sehingga keputusan atau respon yang diberikan banyak bergantung pada pengetahuan, emosi, dan pengalaman. Terdapat lima jenis bias kognitif yang dibahas pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis bias kognitif yang muncul pada masyarakat saat menerima informasi hoax mengenai COVID-19. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskripsi analisis. Tempat yang dipilih untuk dilakukannya penelitian ini adalah Kecamatan Lembursitu di Kota Sukabumi. Pada saat penelitian ini dilakukan, Kota Sukabumi sedang berada pada PPKM Level 4. Terdapat 396 responden yang telah dipilih menggunakan purposive sampling untuk menjawab 20 pertanyaan yang telah diberikan dalam bentuk google form. Hasil yang diperoleh adalah ada lima bias kognitif yang muncul. kelima jenis bias kognitif tersebut adalah neglecting probability, social proof, Dunning-Kruger bias,confirmation bias dan bandwagon effect. Kelimanya muncul pada responden dengan rentang usia 10-59 tahun. Sementara itu, hanya neglecting probability dan bandwagon effect yang muncul pada masyarakat dengan rentang usia 60-69. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh tingkat literasi dari masyarakat Lembursitu yang masih perlu ditingkatkan lagi dan juga penggunaan dari sosial media yang aktif. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Sukabumi dengan terus memberikan informasi terbaru dan akurat melalui sumber informasi yang mudah diakses masyarakat dan penguatan dibidang literasi bagi masyarakat
Hubungan Lama Duduk dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Gegerbitung Yunita Raynica; Dhinny Novryanthi; Irawan Danismaya; Anggun Fajar Ramadhani
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24249

Abstract

ABSTRACT Low back pain is a common complaint among third-trimester pregnant women and is influenced by various factors, one of which is static activity in the form of prolonged sitting. Extended sitting duration can increase mechanical load on the spine, thereby potentially leading to muskuloskelatal disorders. This study aimed to analyze the association between sitting duration and low back pain complaints among third-trimester pregnant women at the Gegerbitung Community Health Center. This study employed a cross-sectional design involving 50 respondents selected using accidental sampling. Data were collected using a sitting duration questionnaire and the Numeric Rting Scale (NRS) to assess the intentity of low back pain. Data analysis was performed using SPSS version 25. The results showed that the majority of respondents had a sitting duration of ≥ 4 hours (92%) and experienced mild low back pain (80%). Bivariate analysis revealed a statistically significant association between sitting duration and low back pain complaints (p = 0.000; r = 0.590). it can be concluded that sitting duration is significantly associated with low back pain complaints among third-trimester pregnant women at the Gegerbtung Community Health Center. Keywords: Sitting Duration, Low Back Pain, Numeric Rating Scale, Third-Trimester Pregnant Women.  ABSTRAK Nyeri punggung bawah merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester III dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya aktivitas statis berupa lama duduk. Durasi duduk yang berkepanjangan dapat meningkatkan beban mekanik pada tulang belakang sehingga berpotensi menimbulkan gangguan musculoskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gegerbitung. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 50 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner lama duduk dan numeric rating scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri punggung bawah. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 25, hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki lama duduk ≥ 4 jam (92%) dan mengalami nyeri punggung bawahkategori ringan (80%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama duduk dan keluhan nyei punggung bawah (p = 0,000; r = 0,590). Disimpulkan bahwa lama duduk berhubungan signifikan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gegerbitung. Kata Kunci: Lama Duduk, Nyeri Punggung Bawah, Numeric Rating Scale, Ibu Hamil Trimester III.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pasien yang Menjalani Program Perawatan Hemodialisis di RSUD Jampangkulon Heri Priatna; Irawan Danismaya; Erna Safariyah; Amir Hamzah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.20656

Abstract

ABSTRACT Patients undergoing hemodialysis require high adherence to schedules, diet, fluid restrictions, and medications. Family support is considered a crucial factor in enhancing patients' adherence to this therapy, which in turn can improve their quality of life and extend life expectancy. This study aims to determine the relationship between family support and patient adherence to hemodialysis treatment at RSUD Jampangkulon. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach, involving 30 patients undergoing regular hemodialysis at RSUD Jampangkulon. Data were collected through closed-ended questionnaires on family support and patient adherence, and analyzed using the Chi-Square test. The results show that the majority of patients (76.7%) received good family support, and most patients (76.7%) were also highly adherent to hemodialysis treatment. The Chi-Square statistical test revealed a significant relationship between family support and patient adherence (p-value = 0.001). This indicates that patients who receive family support tend to be more adherent to hemodialysis treatment compared to those without such support. Based on these findings, it is recommended that hospitals enhance educational programs for patients' families to strengthen the role of family support in hemodialysis therapy, in order to improve patient adherence to the prescribed treatment. Keywords: Family Support, Adherence, Hemodialysis, Chronic Kidney Disease Patients  ABSTRAK Pasien yang menjalani terapi hemodialisis memerlukan kepatuhan yang tinggi terhadap jadwal, diet, pembatasan cairan, dan pengobatan. Dukungan keluarga dianggap memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi ini, yang pada gilirannya dapat memperbaiki kualitas hidup dan memperpanjang usia harapan hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien yang menjalani program perawatan hemodialisis di RSUD Jampangkulon. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 30 pasien yang menjalani terapi hemodialisis secara rutin di RSUD Jampangkulon. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup mengenai dukungan keluarga dan kepatuhan pasien, yang kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (76,7%) mendapatkan dukungan keluarga yang baik, dan mayoritas pasien (76,7%) juga menunjukkan kepatuhan yang baik dalam menjalani terapi hemodialisis. Uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien (p-value = 0,001). Hal ini menandakan bahwa pasien yang mendapat dukungan keluarga cenderung lebih patuh dalam menjalani terapi hemodialisis dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan dukungan tersebut. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pihak rumah sakit meningkatkan program edukasi bagi keluarga pasien untuk memperkuat peran dukungan keluarga dalam terapi hemodialisis, guna meningkatkan kepatuhan pasien terhadap perawatan yang diberikan. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan, Hemodialisis, Pasien Gagal Ginjal Kronik
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Kangaroo Mother Care (KMC) Terhadap Pengetahuan Ibu Dalam Merawat Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSB Agita Hanifatul Ilmi; Anggun Fajar Ramadhani; Eva Martini; Irawan Danismaya
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1078

Abstract

Pendahuluan:  Tingginya angka kematian bayi (AKB) masih menjadi masalah serius secara global dan tolak ukur derajat kesehatan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) lahir dengan berat <2500 gram, sering memerlukan perawatan inkubator yang mahal dan terbatas. Alternatif ekonomis adalah Kangaroo Mother Care (KMC) untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam merawat BBLR. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan metode KMC terhadap pengetahuan ibu dalam merawat bayi BBLR di Ruang NICU Rumah Sakit Bersalin (RSB). Metode: Penelitian quasi-eksperimental dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi adalah orang tua bayi BBLR di Ruang NICU RSB (Juli-September 2025, total 89 bayi, rata-rata 20/bulan). Analisis data menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil: Nilai p-value 0,000 (<0,05), sehingga H0 ditolak. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu dengan mean pretest 6 menjadi posttest 10 (selisih mean 1,11). Kesimpulan: Pendidikan kesehatan metode KMC berpengaruh signifikan meningkatkan pengetahuan ibu merawat BBLR. Rumah sakit disarankan mengoptimalkan KMC untuk asuhan keperawatan BBLR guna tingkatkan pengetahuan ibu.
Pengaruh Serosa Tea (Seledri, Bunga Rosella) Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Wilayah Puskesmas Dwi Anggraeni Puspitasari; Burhanuddin Basri; Irawan Danismaya; Erna Safariyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1080

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik >140 mmHg atau diastolik >90 mmHg, terbagi menjadi esensial dan sekunder. Faktor penyebab meliputi genetik, pola hidup tidak sehat, serta konsumsi makanan tinggi lemak dan garam, yang berisiko menimbulkan komplikasi. Penanganan farmakologi umumnya menggunakan diuretik, beta blocker, dan antihipertensi lainnya, namun intervensi non-farmakologi seperti Serosa Tea (seledri dan bunga rosella) perlu dieksplorasi. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui pengaruh pemberian Serosa Tea terhadap tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Sukabumi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental non-equivalent control group. Populasi 4.260 penderita hipertensi di Puskesmas Sukabumi tahun 2024; sampel 16 responden dipilih purposive sampling (non-probability). Penelitian dilakukan Oktober-Desember 2025; analisis data menggunakan Paired T-Test dan Independent Samples Test. Hasil: Paired T-Test kelompok intervensi (p=0,000<0,05) dan kontrol (p=0,003<0,05) menunjukkan pengaruh signifikan Serosa Tea terhadap penurunan tekanan darah, dengan penurunan lebih besar di intervensi. Independent T-Test pre-test (p=1,000>0,05) tidak ada perbedaan; post-test (p=0,000<0,05) ada perbedaan signifikan antar kelompok. Kesimpulan: Pemberian Serosa Tea berpengaruh signifikan menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.  Masyarakat diimbau menjaga pola makan sehat dan gaya hidup untuk stabilitas kondisi hipertensi.