Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

DAUR ULANG LIMBAH MINYAK GORENG SEBAGAI BAHAN BAKU SABUN Intan, Dian Retno; Lubis, Wildani; Harahap, Wahyuni Umami; Nurjannah Ginting, Litna
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.456-462

Abstract

Permasalahan lingkungan dan pencemaran lingkungan yang semakin hari semakin meningkat, salah satu cara mengatasinya adalah dengan pengelolaan sampah limbah modern  termasuk 3-R yaitu Reduce (mengurangi), Re-use (menggunakan kembali), dan Recycle (daur ulang). Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan, antara lain dengan memberdayakan masyarakat agar mampu melakukan pengelolaan limbah masing-masing rumah tangga, khususnya limbah minyak goreng. Adapun yang menyebabkan masyarakat membuang limbah minyak goreng diantara karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai bahayanya limbah minyak goreng dan ketidaktahuan masyarakat mengenai potensi yang dimiliki oleh limbah minyak goreng tersebut. Mitra dalam kegiatan ini adalah ibu rumah tangga yang tergabung dalam organisasi Aisyiyah Ranting Melati. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk mengelola limbah minyak goreng adalah dengan merubahnya menjadi sabun. Sabun yang akan dihasilkan merupakan sabun ramah lingkungan karena dalam pembuatannya menerapkan zero waste concept dari  pengelolaan limbah rumah tangga. Sabun yang akan dibuat merupakan sabun cuci, baik cuci piring maupun cuci pakaian. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup. mampu mengelola limbah minyak goreng dan mengurangi pencemaran lingkungan dengan kegiatan daur ulang limbah minyak goreng menjadi sabun padat dan cair.
PEMANFAATAN LIMBAH SEMANGKA SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN MANISAN DALAM UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN PENDAPATAN Lubis, Wildani; Intan, Dian Retno; Harahap, Wahyuni Umami
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.88-93

Abstract

Pada umumnya buah semangka hanya dikonsumsi pada bagian daging yang berwarna mencolok saja (misalnya merah, merah muda, dan kuning). Sedangkan pada bagian lapisan putih kulit kurang diminati masyarakat karena dianggap tidak memiliki manfaat. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat dari daging putih buah semangka sehingga menjadikan daging putih tersebut sebagai limbah. Dengan penerapan teknologi pengolahan pangan yang sesuai, daging putih buah semangka dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan salah satunya produk olahan makanan berupa manisan kulit semangka. Pengolahan limbah (daging putih semangka) semangka menjadi manisan adalah upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk dan diversifikasi pangan yang dapat menjadi jenis pangan yang baru. Selain itu, dengan pemanfaatan limbah (daging putih semangka) dapat membantu dalam peningkatan pendapatan. Mitra pada program pengabdian adalah ibu-ibu Aisyiah Ranting Melati Cabang Teladan Satu, dimana sebagian besar merupakan ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan. Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini diharapkan menjadi solusi dari persoalan penanganan limbah (daging putih buah semangka) sekaligus pemberdayaan ibu-ibu Aisyiah guna meningkatkan kreativitas dalam usaha yang dapat membantu peningkatan pendapatan rumah tangga.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BERDASARKAN STANDAR SERTIFIKASI ORGANIK SEBAGAI SOLUSI EKONOMIS DAN MENINGKATKAN NILAI JUAL CABAI MERAH Siregar, Aflahun Fadhly; Salsabila, Salsabila; Intan, Dian Retno; Gurning, Riris Nadia Syafrilia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2959-2965

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman sehingga meningkatkan pendapatan petani dengan pemanfaatkan Pupuk Organik Cair (POC) dengan mitra Kelompok Tani Lestari II Desa Paluh Manan Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan ini dilakukan agar pemahaman masyarakat sadar akan pentingnya olahan bahan hayati atau organik untuk pengganti pupuk kimia. Hasil yang didapat didapat dilapangan menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dari mitra setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan. Hal ini ditunjukkan bahwa dari 15 petani sudah memahami pembuatan POC standar sertifikasi organik dan sudah mampu membuat POC standar sertifikasi organik.
Eco-Enzyme Watermelon Skin Efforts to Implement Net-Zero Emissions in Increasing the Green Economy Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Lubis, Wildani; Nurhajijah, Nurhajijah; Puarada, Sakral Hasby; Intan, Dian Retno; Kabeakan, Nana Trisna Mei Br
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.650

Abstract

Permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah kurangnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga, khususnya oleh ibu rumah tangga, akibat minimnya edukasi dan pengetahuan mengenai pengolahannya menjadi produk bernilai guna seperti eco-enzyme. Padahal, eco-enzyme sangat bermanfaat sebagai pupuk dan pestisida alami baik untuk skala kecil maupun besar, serta mendukung program pemerintah dalam upaya net-zero emission (NZE) yang berguna untuk mengurangi emisi dan polusi dari industri pupuk dan pestisida konvensional yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan kepada ibu rumah tangga dalam mengolah limbah organik, khususnya kulit buah semangka, menjadi eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik (sayur dan buah) dengan tambahan gula merah atau molase, yang memiliki berbagai manfaat seperti pembersih serbaguna, pupuk, pestisida nabati, pembersih lingkungan, serta stimulan pertumbuhan tanaman dan peningkat unsur hara tanah. Selain manfaat ekologisnya, eco-enzyme juga berpotensi untuk dikomersialisasikan sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan mendorong terciptanya ekonomi hijau (green economy). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kesadaran lingkungan, serta kemampuan inovasi masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk bermanfaat dan ramah lingkungan.
The Influence of Country of Origin and Adherence to Halal Principles on Imported Food Purchasing Decision Intan, Dian Retno; Purba, Khairul Fahmi; Lubis, Wildani; Kabeakan, Nana Trisna Mei Br; Mohd Zaffrie bin Mat Amin
Journal of Digital Marketing and Halal Industry Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jdmhi.2025.7.2.25902

Abstract

Indonesia has the largest Muslim population in the world.  It would be the largest market for halal products. The huge opportunity is not only a business prospect and market target for Muslim-majority countries but also by non-Muslim countries. In fact, most imported foods in Indonesia comes from countries with a minor Muslim population, such as China, Japan, Thailand, South Korea, and Singapore. Thus, the halal of imported product is in doubt. Furthermore, the Indonesian still not consider the halal aspects of product Hence, it is needed an identification regarding consideration in purchasing decision of imported food product. This study aims to investigate the influence of country of origin and adherence to Islamic principles in imported food purchasing decision. A survey was carried out to 205 Muslim people residing in some capital cities in Sumatra Island which were Aceh, Padang, Palembang, and Medan. Data was collected through both offline and online questionnaires.  Structural Equation Model – Partial Least Square was applied as data analysis for this study. The study found that country of origin and religiosity have a positive and significant influence on purchasing decisions for imported food products. Furthermore, this study also found that the awareness of halal may act as a mediating variable for religiosity in the purchase decision of imported food products. It implies that the awareness of halal is crucial for Indonesian Muslim consumer. Therefore, the Indonesian Muslim consumers need to improve the knowledge in recognizing halal values and principles for the imported food product.
Determinants of Smallholder Oil Palm Farmers’ Participation in the KBMJ Cooperative, Bosar Maligas Azhari, M Raihan; Intan, Dian Retno
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 10 No 1 (2026): MARCH
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v10i1.7312

Abstract

Indonesia is the world’s largest palm oil producer, where smallholder farmers play a strategic role in sustaining production and the global supply chain. The effectiveness of smallholder plantation management largely depends on the cooperative institutional performance, particularly in terms of the participation of cooperative members. This study aims to analyze the influence of service quality, motivation, and knowledge on cooperative members' participation in the Konsumen Bersatu Makmur Jaya Cooperative (KBMJ). The data were collected from 86 respondents selected through simple random sampling and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that service quality and knowledge have a positive and significant effect on cooperative members' participation, whereas motivation does not. These findings suggest that improving cooperative service performance and strengthening the knowledge of cooperative members regarding institutional benefits are more effective in enhancing their participation than relying solely on individual motivational factors.