Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI Yuni Astuti; Tuti Anggarawati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 5, No 2 (2020): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v5i2.1351

Abstract

Personal hygiene saat menstruasi adalah tindakan  yang dilakukan seseorang untuk menjaga kebersihan saat menstruasi agar terhindar dari suatu penyakit. Untuk meningkatkan perilaku personal hygiene dapat dilakukan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan tindakan yang dapat menambah pengetahuan sehingga dapat meningkatkan perilaku personal hygiene saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada siswi SMP. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 31 orang yang diambil dengan Teknik purposive sampling. Data dianalisa dengan menggunaka uji Wilcoxon. Hasilnya didapatkan p= 0,001; α 0,05 yang artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan, dan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada siswi SMP.Kata Kunci: Menstruasi, pendidikan kesehatan, personal hygiene
Effect Of Health Education On Oral Hygiene On Reducing The Risk Of Caries In Primary School Children Yuni Astuti; Riama Vensya Sitohang
Professional Evidence-based Research and Advances in Wellness and Treatment Vol. 3 No. 1 (2026): January, 2026
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/perawat.v3i1.402

Abstract

Health education on oral hygiene plays a crucial role in preventing dental problems, particularly caries, among children. In Indonesia, the prevalence of caries in primary school students remains high, largely due to inadequate understanding of proper oral hygiene practices. This study aimed to evaluate the effect of oral hygiene health education on reducing caries risk in elementary school children. An experimental pretest–posttest design was conducted involving 55 students from SD Negeri 15 Anduring Padang. Data were collected using questionnaires and direct assessments of oral hygiene status and dental caries before and after the health education intervention. Statistical analysis using paired t-tests was applied to determine differences in oral hygiene scores and caries risk following the intervention. The findings demonstrated significant improvements in students’ knowledge and oral hygiene behaviors, accompanied by a substantial decrease in caries risk. The p-value of 0.000 indicated that the educational intervention had a strong positive effect on reducing caries risk. These results emphasize the importance of integrating structured oral hygiene education into the school curriculum and involving both teachers and health professionals in routinely providing information, demonstrations of correct brushing techniques, and guidance on dental health maintenance. Long-term implementation and periodic evaluation of such programs are essential to achieve optimal outcomes and ensure sustainability. In conclusion, health education on oral hygiene effectively reduces caries risk in children and should be consistently implemented as part of routine health promotion activities in primary schools.
Pelaksanaan Edukasi Tentang Perawatan Kaki untuk Mencegah Terjadinya Ulkus pada Kaki Diabetes Millitus Tipe 2 Yuni Astuti; Dea Juvenia
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Akper Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v2i1.12

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan Diabetes suatu penyakit yang disebabkan oleh karena peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) akibat kekurangan hormon insulin baik absolut maupun relatif. Absolut berati tidak ada insulin sama sekali sedangkan relatif berati jumlahnya cukup/memang sedikit tinggi atau daya kerjanya kurang. Menurut Organisasi kesehatan dunia (WHO) memprediksi jumlah penderita diabetes meningkat menjadi 21,3 juta pada tahun 2030. Adanya pemahaman yang baik dari keluarga tentang diabetes ini segala komplikasi kroniknya serta perawatan luka yang adekuat merupakan faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan terapi bahkan pencegahan luka ataupun kecacatan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yaitu serangkaian kegiatan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah hasil penelitian yang dilakukan oleh orang lain atau peneliti sebelumnya. Hasil yang diperoleh bahwa dengan diadakannya kegiatan edukasi tentang perawatan kaki untuk mencegah ulkus pada kaki diabetes melitus tipe 2 bahwa adanya perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi perawatan kaki. Adanya hubungan antara pengetahuan dengan perilaku/sikap dengan kepatuhan pasien dalam melaksanakan tindakan perawatan kaki guna mencegah terjadinya luka diabetik pada kaki, sehingga dengan edukasi ini semakin tinggi tingkat pengetahuan semakin patuh pasien melakukan perawatan kaki.