Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Implementasi 3R Pada Pengelolaan Sampah Eprianti, Nanik; Himayasari, Neng Dewi; Mujahid, Ilham; Srisusilawati, Popon
Jurnal Ecoment Global Vol. 6 No. 2 (2021): Edisi Agustus 2021
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.512 KB) | DOI: 10.35908/jeg.v6i2.1437

Abstract

Sampah berpotensi menciptakan masalah kesehatan lingkungan dan kerusakan alam, dengan tidak sadar sampah dapat menimbulkan bencana alam buatan seperti banjir dsb. Di Desa Jatihandap terdapat masalah pada penumpukan sampah basah di beberapa sudut lingkungan yang cukup mengganggu warga, keberadaan sampah tersebut menimbulkan bau yang menyengat dan mendatangkan hewan yang dikhawatirkan pembawa penyakit. Salah satu solusi yang dapat membantu menanggulangi sampah adalah dengan program 3R untuk pengelolaan sampah yaitu reduse, recycle, dan reuse (3R).Penelitian ini menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yang bertujuan menjadikan warga masyarakat sebagai peneliti, perencana, dan pelaksanaan program pembangunan dan bukan sekedar obyek pembangunan. Masyarakat dapat membantu dalam menjaga lingkungan dan kesehatan sekitar dengan menyadari bahwa keberadaan sampah adalah hal yang buruk dan berdampak negativ terhadap kesenjangan bermasyarakat.
Pendampingan Literasi Akad dan Produk Pembiayaan Financial Teknologi Berbasis Syariah Bagi Ibu PKK Kelurahan Kadungora Eprianti, Nanik; Srisusilawati, Popon; Ibrahim, Mohamad Andri; Wijayanti, Intan Manggala; Rahmah, Luni Nur; Rahmadani, Yunifa
Journal of Community Research and Service Vol. 7 No. 2: July 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v7i2.49926

Abstract

Fintech syariah merupakan layanan atau produk keuangan yang menggunakan teknologi dengan basis skema syariah, kemunculan Fintech syariah di Indonesia merupakan respon terhadap perkembangan perusahaan Fintech konvensional yang menggunakan instrumen bunga dalam operasionalnya. Berbagai produk dari financial technology didesain untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses produk dari Fintech tersebut baik berupa pinjaman, penghimpunan dana secara kolektif, pembayaran online, permodalan, investasi dan produk fintech lainnya. Di keluarahan kadungora kecamatan kadungora, masih banyak yang mengunakan bank emok, dimana Ketika meminjam pada bank emok admintrasi cukup mudah hanya aja jika masyarakat telat membayar angsuran akan dikenakan denda cukup besar dan ada tekanan dari pihak bank. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang financial technology yang berdampak pada lambatnya perkembangan financial teknologi berbasis syariah di Indoneisa. Tujuan penelitian ini yaitu; Untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat melalui ibu PKK tentang literasi akad dan produk pembiayaan financial teknologi berbasis syariah di Desa kadungora. Dari pengabdian ini tujuan jangka panjangnya adalah meningkatkan pengguna jasa keuangan secara online (fintech) dengan suatu pembelajaran yang inovatif berbasis pendampingan untuk menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan usaha bagi usaha kecil menengah serta berkontribusi dalam perkembangan financial teknologi. Metode dalam pendampingan ibu PKK ini dengan cara menghubungi dan menjalin kerjasama dengan ibu lurah di desa kadungora, kemudian melakukan pendekatan dengan survey ke desa kadungora, selanjutnya mengumpulkan ibu pkk dan memberikan gambaran umum mengenai kegiatan pendampingan, serta dilakukan pendampingan kepada ibu pkk tentang financial technology mulai dari produk, akad dan manfaat yang ada di jasa keuangan financial technology.
MODEL KESIAPAN PEMERINTAH DAERAH DAN EKOSISTEM KEUANGAN SYARIAH DALAM PEMBENTUKAN KOPERASI MERAH PUTIH BERBASIS LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH: STUDI KASUS DI PROVINSI JAWA BARAT Popon Srisusilawati; Yayat Rahmat Hidayat; Mohamad Andri Ibrahim; Nanik Eprianti; Raditya Gantari Ahmad Riyadi; Muawia Y.I. Alzamli
Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia (JESI) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STEI Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jesi.v5i1.418

Abstract

Transformasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Keberhasilan implementasi kebijakan tersebut tidak hanya bergantung pada pembentukan kelembagaan koperasi, tetapi juga pada kesiapan pemerintah daerah serta dukungan ekosistem keuangan syariah, khususnya Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan pemerintah daerah dan ekosistem keuangan syariah di Provinsi Jawa Barat dalam mendukung transformasi Koperasi Merah Putih berbasis LKMS melalui aspek regulasi, sumber daya manusia, dan infrastruktur keuangan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pemerintah daerah, pengelola koperasi, pengelola LKMS, akademisi, serta pemangku kepentingan terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi Koperasi Merah Putih dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kesiapan regulasi, kompetensi sumber daya manusia, dan ketersediaan infrastruktur keuangan syariah. Regulasi yang adaptif memberikan kepastian dalam implementasi kebijakan, SDM yang kompeten meningkatkan profesionalisme pengelolaan koperasi, sedangkan infrastruktur digital dan akses pembiayaan syariah memperkuat efektivitas pelayanan koperasi. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, LKMS, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem koperasi yang modern dan berkelanjutan. Penelitian ini menghasilkan model transformasi Koperasi Merah Putih berbasis LKMS yang dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat implementasi kebijakan koperasi berbasis ekonomi syariah.
Assessing Customer Satisfaction in Islamic Rural Banks: An Importance-Performance Analysis of BPRS Amanah Bangsa Yayat Rahmat Hidayat; Popon Srisusilawati; Nanik Eprianti; M. Andri Ibrahim
Journal of Islamic Economics and Business Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jieb.v5i1.48319

Abstract

This study measures customer satisfaction at BPRS Amanah Bangsa using Importance-Performance Analysis (IPA). While previous research has mainly examined Islamic commercial banks, this study extends the application of IPA to Islamic rural banks, offering micro-level insights into service quality attributes often overlooked in the literature. Results show an average conformity level of 106.47% and a Customer Satisfaction Index (CSI) of 66.24%, indicating customers are generally satisfied. However, gaps remain in promotional tools, service responsiveness, and customer data privacy. The findings contribute by highlighting critical service areas for improvement in BPRS and demonstrating the applicability of IPA in strengthening the competitiveness of small-scale Islamic financial institutions.
Toward Net Zero: Islamic Financial Innovation in The Carbon Economy Nanik Eprianti; Mohamad Andri Ibrahim; Popon Srisusilawati; Yayat Rahmat Hidayat
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.2787

Abstract

Green finance has gained significant momentum in recent years, but its alignment with Islamic finance principles remains under-explored, particularly in the context of carbon pricing and carbon trading mechanisms. This is illustrated by the fact that climate change has prompted the global community to adopt various strategies, including the development of carbon market mechanisms. Exploring the potential of the carbon market as an effective tool in reducing greenhouse gas emissions, while considering the principles of Islamic finance. This study aims to develop Sharia-based sustainable financial instruments as a strategy to address the impacts of climate change through the utilization of the carbon market.  This research method uses a qualitative approach that combines bibliometric analysis, policy document reviews, and expert interviews. This study identifies critical gaps in the integration of Islamic finance with carbon market mechanisms and the design of sustainable financial instruments that comply with Sharia principles. This study uses a qualitative approach with a descriptive-exploratory method. A qualitative approach is used to understand in depth the concepts, phenomena, and characteristics of Islamic financial instruments and how they can be implemented in the carbon market. The findings show that Islamic finance has great untapped potential to mobilize ethical capital and share risks for climate-friendly projects, especially in Muslim-majority countries and emerging economies. Nevertheless, regulatory standardisation, sharia governance frameworks, and investor education remain key challenges that must be addressed to enhance the scalability and credibility of such instruments. By bridging the gap between Islamic finance and carbon economy strategies, this study contributes to the growing discourse on green Islamic finance and offers practical policy recommendations to strengthen the role of Islamic financial institutions in achieving both national and global net-zero targets.