Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH LAMA MARINASI KOMBINASI SARI PATI BUAH NANAS DAN PEPAYA TERHADAP PH DAN TEKSTUR DAGING AYAM KUB Sutarso; Adyatama, Aqil
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i2.42737

Abstract

KUB chicken as a type of meat poultry has high potential as livestock that produces meat that is rich in nutritional content. The processing carried out to improve the quality of KUB chicken meat is by adding enzymes through the marinating process. This study aims to determine the physical quality and tenderness of KUB chicken meat marinated with a combination of pineapple and young papaya fruit extract at different marinating times. This study was conducted in May 2025 in Karangkobar District, Banjarnegara Regency, Central Java Province. This study was conducted experimentally which was arranged based on a completely randomized design (CRD) with 4 treatments (0 minutes, 30 minutes, 45 minutes, and 60 minutes) which were repeated 5 times. The results of the analysis gave a very significant effect on the pH of KUB chicken meat (P <0.05). from various treatments P0 to P4 showed a gradual decrease in pH and along with the treatment given. Furthermore, the results of the analysis on meat texture proved that each treatment showed a significant change (P <0.05) in the texture of KUB chicken meat, with an increase in the average value along with the treatment given. The results showed that the P4 treatment of a combination of pineapple and papaya starch with a soaking time of 60 minutes proved to have a significant effect on the pH and texture of KUB Chicken meat.
PENGARUH PENAMBAHAN KAYU MANIS (Cinnamomum Verum) TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK PADA TELUR ASIN Badiyatunnajah, Hilma; Adyatama, Aqil
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i2.42744

Abstract

Duck eggs are one of the animal proteins derived from ducks that have a delicious taste, are easy to digest and have high nutritional content. The high nutritional content makes eggs a medium for the growth of bacteria that make eggs easily damaged or perishable food, so it is necessary to preserve eggs in order to extend the shelf life of duck eggs. The manufacture of salted eggs generally only uses the addition of salt, so that it will produce original salted eggs. However, there have been several studies and innovations that have been carried out to improve the quality and variety of salted eggs, one of which is by adding natural ingredients as another alternative. One of the ingredients that can be used is cinnamon (Cinnamomum verum), because this ingredient contains compounds that can affect the organoleptic quality of food products. This study aims to examine the effect of adding cinnamon on the organoleptic quality of salted eggs, namely aroma, taste and texture. This study was conducted experimentally which was arranged based on a completely randomized design (CRD) with the addition of cinnamon divided into 4 treatments (0; 7.5; 15; 22.5 grams) which were repeated 5 times. The data obtained were analyzed using one-way ANOVA and further tested using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) with IBM SPSS 26. The results showed that the addition of cinnamon up to 22.5 grams to salted eggs did not significantly affect the aroma with a value of 2.53-2.95 (fishy-slightly fishy), taste 3.09-3.80 (slightly salty) and texture 3.28-3.41 (slightly dense). The conclusion of this study is that the addition of cinnamon up to 22.5 grams does not change the aroma, taste and texture of salted eggs.
Efektivitas Penambahan Esktrak Pepaya tehadap Kualitas Rasa dan Warna pada Daging Entok (Cairina Moschata) Saefudin, Saefudin; Adyatama, Aqil
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2491

Abstract

Daging entok memiliki tekstur yang berlemak (juicyness) dan sangat gurih. Terdapat beberapa kelemahan yang ada dalam daging entok yaitu daging entok memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan dengan daging yang berasal dari unggas lainnya. Berdasarkan penelitian terdahulu yang telah dilaksanakan kami mempunyai inovasi yaitu menerapkan penambahan ekstrak buah papaya terhadap daging entok dengan cara pemasakan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas daging entok menjadi lebih diminati oleh masyarakat Indonesia dengan kategori warna lebih segar dan tingkat kesukaan konsumen meningkat. Penelitian ini dilakukan pada Tanggal 11 Bulan Januari 2025 – 12 Februari 2025 di Laboratorium Terpadu Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen. Bahan yang digunakan meliputi daging entok segar sebanyak 20 kg, yang diambil dari bagian dada entok betina berumur 6 bulan yang didapatkan dari KTT Sumber Baru Jatisari Kebumen. Penelitian menggunakan metode Racangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu sebagai kontrol (P0 = 5 kilogram daging entok tanpa penambahan ekstrak papaya), (P1 = 5 kg daging entok + 250 ml ekstrak pepaya), (P2 = 5 kilogram daging entok + 500 ml ekstrak papaya), (P3 = 5 kilogram daging entok + 750 ml ekstrak papaya) dan (P4 = 5 kilogram daging entok + 1000 ml ekstrak papaya). Data mengenai kualitas rasa dan warna diolah menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) satu arah. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan ditemukan pengaruh signifikan (P<0,05) di antara perlakuan, selanjutnya dianalisis dengan metode Kruskal-Wallis dengan bantuan media digital berupa software IBM SPSS versi 26. Hasil analisis efektivitas penambahan ekstrak buah papaya terhadap kualitas rasa dan warna daging entok memperlihatkan pengaruh yang signifikan P>0,05 terhadap tingkat kesukaan panelis pada daging entok, perlakuan P4 pada variabel rasa memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 4.8, dengan kategori "Sangat suka". Perlakuan P2 pada kualitas warna menunjukkan peningkatan nilai rata-rata menjadi 3.7, yang termasuk dalam kategori warna "Agak Pucat – Merah”.
Produksi Silase Rumput Gajah dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat Desa Karangkemiri Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen Aqil Adyatama; Raditya Nandhirabrata; Vian Dwi Chalisty; Nunur Nuraeni; Mugiarto Mugiarto
Abdibaraya Vol 5 No 01 (2026): Abdibaraya
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/abdibaraya.v5i01.2182

Abstract

The Karangkemiri Livestock Farmers Group (KTT) in Kebumen Regency faces critical challenges in providing livestock feed during the dry season. The scarcity of fresh forage has led to a reliance on commercial feed, which has burdened livestock farmers' economic well-being. The Karangkemiri Livestock Farmers Group (KTT) in Kebumen Regency faces critical challenges in providing livestock feed during the dry season, when forage productivity drops drastically by up to 60% (Ministry of Agriculture, 2023). The region's agricultural waste potential is abundant but underutilized, with corn straw reaching 12 tons per season and cassava pulp reaching 5 tons per week. Through a participatory approach based on community-based participatory research (CBPR), this activity is designed to build livestock farmers' independence in feed management. An active farmer-to-farmer engagement model was adopted to ensure the sustainability of the technology, with a target of reducing production costs by 50% through optimizing local raw materials. Initial evaluations indicate a potential 25% increase in livestock productivity if silage is implemented consistently. The purpose of this activity is as an active participation of Ma'arif Nahdlatul Ulama University Kebumen Faculty of Agriculture and Animal Husbandry Undergraduate Program of Animal Husbandry as a higher education institution to implement knowledge to be disseminated to the community in order to realize the obligations of the three pillars of higher education tridharma college namely teaching research and community service, especially to the affected community, namely the Karangkemiri Village Community, Karanganyar District, Kebumen Regency.
Analisis Faktor Kejadian Kawin Berulang pada Sapi Perah di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Ma'ruf Ma'ruf; Aqil Adyatama
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.469

Abstract

Kontribusi sapi perah di Indonesia sangat besar dalam memenuhi kebutuhan konsumsi susu masyarakat. Kecamatan Ngablak menjadi pusat peternakan sapi perah terbesar di Kabupaten Magelang, dengan populasi 582 ekor sapi. Perkawinan berulang merupakan masalah reproduksi yang umum terjadi pada peternakan sapi perah di Kecamatan Ngablak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi perkawinan berulang dan meneliti variabel-variabel yang mendasarinya pada sapi perah di kalangan peternak kecil di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Penelitian ini dilaksanakan dari Januari hingga Februari 2026 dengan metodologi survei menggunakan kuesioner langsung yang diberikan kepada peternak. Ukuran sampel dihitung menggunakan prosedur dengan prevalensi 30%, margin kesalahan 5%, dan tingkat kepercayaan 95%, menghasilkan 336 ekor sapi perah. Variabel yang dianalisis meliputi pemberian hijauan dan konsentrat, pengamatan estrus, pelaporan inseminasi buatan, dan nilai skor kondisi tubuh ternak. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan uji Chi-Square (X²) dengan perangkat lunak SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian perkawinan berulang pada tingkat peternak adalah 38,39%. Faktor penyebab utama terjadinya perkawinan berulang meliputi ketersediaan padang penggembalaan, ketersediaan konsentrat, skor kondisi tubuh (BCS), pengamatan estrus, dan pelaporan inseminasi buatan (AI) kepada inseminator (P=0,00S). Studi ini menyimpulkan bahwa faktor penyebab terjadinya perkawinan berulang pada sapi perah di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, merupakan kontributor penting terhadap terjadinya peristiwa tersebut.
Korelasi BCS dengan Tampilan Berahi Sapi Perah pada Peternak Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Mohammad Syaifudin; Aqil Adyatama; Nain Ufidiyati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.470

Abstract

Penelitian ini mengkaji Skor Kondisi Tubuh (BCS) dan tampilan estrus sapi perah peternak kecil di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Setidaknya 45 ekor sapi perah Friesian Holstein (PFH) penghasil anak digunakan dalam penelitian ini. Survei kami bersifat observasional dengan pengambilan sampel yang disengaja. BCS (1-5), umur (3-5), dan bulan laktasi (1-6) diukur. Analisis data menggunakan regresi linier dasar SPSS 26.0 dan korelasi Pearson. Penelitian ini akan mengkaji hubungan antara kondisi tubuh sapi perah dan intensitas estrus pada peternak kecil. Penelitian ini menemukan koefisien korelasi dan persamaan regresi sedang antara BCS dengan kondisi vulva, perilaku estrus, intensitas lendir serviks, dan ereksi uterus (0,531 dan Y = 1,389 + 0,958 X). BCS memiliki hubungan sedang dengan kinerja estrus karena asupan nutrisi lebih berpengaruh daripada BCS, menurut penelitian. Pakan yang memenuhi kebutuhan nutrisi mengoptimalkan kinerja hormon reproduksi dan memengaruhi estrus sapi perah.
Analisis Produktivitas Usaha Ayam Petelur Berbasis Meta-Analisis Studi Kasus Ayam Petelur di Desa Bondowoso Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Khamid Abdillah; Raditya Nandhirabrata; Aqil Adyatama
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas usaha ayam petelur berbasis meta-analisis dengan studi kasus pada peternakan ayam petelur di Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari menggunakan metode survei dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive random sampling terhadap 35 peternak yang tergabung dalam KTT Layer Farm Dowasan dengan total populasi ayam petelur fase layer sebanyak 2.750 ekor. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indikator produktivitas meliputi produksi telur, konsumsi pakan, Hen Day Production (HDP), Feed Conversion Ratio (FCR), dan pendapatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ayam petelur di KTT Layer Farm Dowasan memiliki produktivitas yang baik dengan produksi telur rata-rata sebesar 2.300 butir/hari atau 69.000 butir/bulan. Nilai Hen Day Production (HDP) mencapai 83,63%, menunjukkan bahwa ayam mampu menghasilkan telur secara optimal. Konsumsi pakan rata-rata sebesar 115 gram/ekor/hari dengan nilai Feed Conversion Ratio (FCR) sebesar 2,37 yang menunjukkan penggunaan pakan cukup efisien. Analisis ekonomi menunjukkan penerimaan usaha sebesar Rp112.056.000/bulan dengan keuntungan sebesar Rp21.056.000/bulan. Faktor utama yang memengaruhi produktivitas ayam petelur adalah kualitas pakan, manajemen pemberian pakan, kebersihan kandang, dan pengendalian penyakit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usaha ayam petelur di Desa Bondowoso memiliki tingkat produktivitas dan efisiensi usaha yang baik serta berpotensi untuk dikembangkan melalui peningkatan manajemen pemeliharaan dan optimalisasi penggunaan faktor produksi
Analisis Ekonomi Dan Swot Pendapatan Berbasis Meta-Analisis Ayam Petelur di Desa Dowasan Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Kholisun Kholisun; Raditya Nandhirabrata; Aqil Adyatama
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek ekonomi dan strategi pengembangan usaha ayam petelur berdasarkan analisis SWOT di Desa Dowasan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan teknik purposive random sampling terhadap 35 peternak yang tergabung dalam KTT Layer Farm Dowasan dengan total populasi 2.750 ekor ayam fase layer. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan usaha menggunakan analisis R/C Ratio dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi telur mencapai 2.300 butir per hari atau 69.000 butir per bulan dengan total penerimaan sebesar Rp121.324.000 per bulan. Total biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp70.000.000 per bulan, sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp51.324.000 per bulan. Nilai R/C Ratio sebesar 1,73 menunjukkan bahwa usaha ayam petelur tersebut layak dan menguntungkan untuk dikembangkan. Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan usaha terdapat pada sistem pemeliharaan intensif, produktivitas yang stabil, serta adanya pendapatan tambahan dari ayam afkir dan kotoran ayam. Kelemahan utama adalah tingginya biaya pakan dan ketergantungan terhadap penjualan telur. Peluang pengembangan berasal dari permintaan telur yang stabil, perluasan pasar, dan pemanfaatan teknologi, sedangkan ancaman berasal dari fluktuasi harga pakan, harga telur, dan risiko penyakit. Strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan yaitu meningkatkan efisiensi pakan, memperkuat manajemen pemeliharaan, serta melakukan diversifikasi produk untuk meningkatkan keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur.
Hubungan BCS dengan Tampilan Reproduksi Sapi Perah pada Peternak Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Bayu Dwi Setiawan; Aqil Adyatama; Vian Dwi Chalisty; Nain Ufidiyati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.480

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana Body Condition Score (BCS) memengaruhi reproduksi sapi perah pada peternak kecil di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Setidaknya 45 ekor sapi perah Friesian Holstein (PFH) telah melahirkan untuk penelitian ini. Survei kami bersifat observasional dengan pengambilan sampel yang disengaja. BCS (1-5), umur (3-5), dan bulan laktasi (1-6) diukur. Regresi linier sederhana dan korelasi Pearson digunakan dalam SPSS 26.0. BCS memiliki koefisien korelasi dan persamaan regresi sedang dengan layanan per konsepsi (0,459 dan Y = 4,33–1,09 X), estrus pasca melahirkan (0,594 dan Y = 202,3–38,831 X), dan hari terbuka (0,498 dan). Penelitian menunjukkan hubungan sedang antara BCS dan Reproductive Performance. Asupan nutrisi memengaruhi Reproductive Performance, bukan BCS. Diet kaya nutrisi mengoptimalkan kinerja hormon reproduksi dan memengaruhi estrus sapi perah.
Potensi Pengembangan Peternakan Ayam Broiler di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Rizki Imam Khudori; Vian Dwi Chalisty; Aqil Adyatama
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.481

Abstract

Peternakan ayam broiler merupakan salah satu sektor peternakan yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat serta meningkatkan perekonomian daerah. Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang memiliki potensi dalam pengembangan usaha ayam broiler, namun masih menghadapi beberapa kendala seperti biaya produksi yang tinggi, risiko penyakit, dan fluktuasi harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan peternakan ayam broiler di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang berdasarkan aspek teknis, ekonomi, dan faktor pendukung maupun penghambat usaha. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari–Februari 2025 menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data penelitian terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara terhadap 20 peternak ayam broiler dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan melihat karakteristik usaha, produktivitas ternak, analisis ekonomi, serta faktor potensi pengembangan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam broiler di Kecamatan Mertoyudan dilakukan secara intensif dengan sistem kemitraan, rata-rata populasi pemeliharaan 5.000 ekor/periode, umur panen 35 hari, bobot badan panen 2,4 kg/ekor, FCR 1,58, mortalitas 3,2%, dan nilai indeks performa (IP) sebesar 350. Analisis ekonomi menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp243.380.000 dengan pendapatan sebesar Rp252.000.000 sehingga diperoleh keuntungan sebesar Rp8.620.000/periode pemeliharaan. Potensi pengembangan usaha didukung oleh ketersediaan lahan, tenaga kerja, meningkatnya permintaan daging ayam, serta adanya sistem kemitraan. Faktor penghambat pengembangan meliputi risiko penyakit dan perubahan harga input produksi terutama pakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peternakan ayam broiler di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang memiliki peluang pengembangan yang cukup baik. Peningkatan efisiensi pakan, penerapan manajemen pemeliharaan yang optimal, penguatan biosecurity, dan pemanfaatan teknologi kandang menjadi strategi penting untuk meningkatkan keberlanjutan usaha.