Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH WAKTU APLIKASI PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI HITAM (Glycine max L.) Fachri Hafiz Sitompul; Syukri; Ainul Mardiyah
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.466 KB) | DOI: 10.33059/jupas.v9i1.5403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu aplikasi PGPR dan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, pada bulan Februari sampai dengan Juli 2021. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor : faktor pertama yaitu waktu aplikasi PGPR (W) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: W0 = tanpa aplikasi PGPR, W1 = 10 dan 20 HST dan W2 = 15 dan 30 HST. Faktor kedua yaitu : jenis pupuk kandang (K) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: K0 = tanpa pupuk kandang, K1 = pupuk kandang sapi (60 gr/polybag), K2 = pupuk kandang ayam (60 gr/polybag) dan K3 = pupuk kandang kambing (60 gr/polybag). Parameter yang diamati : tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, berat biji kering, berat 100 biji kering dan produksi per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aplikasi PGPR berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 28 HST, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, berat biji kering, berat 100 biji kering dan produksi per hektar. Interaksi perlakuan waktu aplikasi PGPR dengan jenis pupuk kandang terbaik diperoleh pada perlakuan W2 = 15 dan 30 HST dan K3 = pupuk kandang kambing (60 gr/polybag).
PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN KARAKTER GENETIK PADI KULTIVAR SILESO GENERASI M-2 HASIL IRADIASI SINAR GAMMA Ganda Elsandro Tumanggor; Iswahyudi; Ainul Mardiyah
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v9i2.6519

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk Untuk mengetahui dosis iradiasi sinar gamma yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi populasi serta Menentukan keragaman genetik dan heritabilitas padi kultivar sileso generasi M-2 hasil Iradiasi sinar gamma. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, yang berlangsung selama lima bulan yang di mulai dari bulan Juli sampai dengan November 2021.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Faktor yang diteliti adalah padi kultivar sileso generasi M-2 hasil Iradiasi sinar gamma G0 (dosis 0 gray), G1 (100 gray), G2 (200 gray), G3 (300 gray), dan G4 (400 gray).. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah anakan (batang), jumlah anakan produktif (batang), umur keluar malai (hari), Panjang malai (cm), umur panen (hari), jumlah gabah (butir permalai), persentase gabah berisi (%), persentase gabah hampa (%), produksi pertanaman (gram). Hasil penelitian padi kultivar Sileso generasi M-2 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, umur keluar malai, panjang malai, umur panen, persentase gabah berisi, persentase gabah hampa, produksi per tanaman. Adapun terhadap parameter jumlah gabah berpengaruh tidak nyata. Hasil terbaik terhadap perlakuan dosis iradiasi sinar gamma terbaik untuk memperoleh mutan berumur genjah dijumpai pada perlakuan G4 sedangkan tanaman berproduksi tinggi dijumpai pada perlakuan G3. Hasil penelitian diperoleh nilai variabilitas genetik luas dan nilai heritabilitas tinggi terdapat pada karakter jumlah anakan, jumlah anakan produktif, umur keluar malai, panjang malai, persentase gabah berisi, persentase gabah hampa, umur panen dan produksi pertanaman. Hal ini menunjukkan bahwa seleksi yang diinginkan akan lebih berarti dan dapat dilanjutkan pada M-3. Berdasarkan hasil penelitian perlu dilakukan penelitian lanjutan terhadap padi kultivar sileso generasi M-3 untuk melihat pola segregasi pada M-2 dalam penentuan parameter seleksi terbaik Kata Kunci : gamma, genetik, variabilitas, padi
PENGARUH DOSIS PUPUK TSP TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA KULTIVAR PADI GOGO LOKAL ACEH TIMUR lenniyati, lenni; Syukri Risyad; Ainul Mardiyah
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v10i2.9069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk TSP terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa kultivar padi gogo lokal Aceh Timur, mengetahui pengaruh kultivar terhadap pertumbuhan dan hasil dan mengetahui interaksi antara dosis pupuk TSP dan kultivar terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo lokal Aceh Timur . Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian fakultas Pertanian Universitas Samudra, Kota Langsa, Provinsi Aceh yang berlangsung selama 6 bulanyang di mulai dari bulan Mei sampai Oktober 2022. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua kali ulangan yang terdiri dari 2 faktor yaitu Faktor dosis pupuk TSP yang terdiri dari 5 taraf, yaitu: D0: (kontrol), D1: (50 kg/ha), D2: (100 kg/ha), D3: (150 kg/ha), D4: (200 kg/ha). Faktor kultivar yang terdiri dari 5 taraf, yaitu: K1: (Arias Putih), K2: (Arias Kuning), K3: (Arias merah), K4: (Ramos Gunung), K5: (sileso). Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, umur keluar malai, umur panen, produksi per tanaman, produksi per plot.
Dampak Anxiety pada Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam Proses Pembelajaran di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Ainul Mardiyah; Juleha Juleha; Zahratun Muna; Faiz Martua Azhari Hasibuan
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 3 No. 3 (2025): August : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v3i3.1538

Abstract

University students often face psychological challenges, one of which is anxiety, which can negatively affect learning and academic performance. This study aims to explore the anxiety experienced by students of the Islamic Communication and Broadcasting (KPI) Department at the Faculty of Da'wah and Communication, particularly during classroom presentations. A qualitative method was employed, using in-depth interviews with selected KPI students as participants. The findings reveal that anxiety is triggered by academic pressure, social expectations, and a lack of self-confidence. The impacts include reduced concentration, difficulty speaking in public, and challenges in expressing ideas. Despite these issues, students employ various coping strategies, such as thorough preparation, individual practice, and support from peers. These findings are expected to contribute to the development of a more supportive learning environment that considers students' mental well-being.
PERILAKU AGRESI STUDI KASUS PERILAKU AGRESI DALAM PERTEMANAN ANTAR MAHASISWA DI LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATRA UTARA Ainul Mardiyah; Fitriani Ritonga; Aulia Utari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2448

Abstract

Perilaku agresi dalam hubungan pertemanan di lingkungan kampus merupakan isu yang kerap terjadi namun sering luput dari perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk agresi yang muncul dalam pergaulan mahasiswa, menganalisis penyebab yang melatarbelakanginya, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kondisi psikologis dan relasi sosial individu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Hasil kajian menunjukkan bahwa agresi yang paling sering terjadi bersifat relasional dan pasif, seperti pengucilan sosial, sikap dingin, dan sindiran halus. Faktor pemicu perilaku tersebut meliputi perbedaan status sosial, kompetisi akademik, keterbatasan ekonomi, serta dinamika kelompok yang tidak seimbang. Dampaknya dirasakan secara emosional, antara lain perasaan tertekan, kehilangan kepercayaan diri, dan penurunan motivasi sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menggarisbawahi pentingnya membangun komunikasi yang terbuka, empati antarmahasiswa, serta perlunya dukungan dari lembaga kampus dalam menciptakan ruang sosial yang sehat. Penanganan agresi relasional secara preventif dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan psikologis mahasiswa dan memperkuat solidaritas antarindividu dalam kehidupan akademik.
Variabilitas, Heritabilitas, dan Hasil Padi Gogo F3 Persilangan Kultivar Lokal Aceh x Ciherang Yenni Marnita; Ainul Mardiyah; Muhammad Syahril
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.616 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.34329

Abstract

Peningkatan luas lahan terdampak kekeringan akibat perubahan iklim menuntut pemulia untuk merakit varietas padi yang adaptif pada kekeringan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi heritabilitas populasi famili F3 hasil persilangan kultivar Sileso (tetua berdaya hasil tinggi toleran kering) dengan varietas Ciherang (tetua berumur genjah) dan untuk mendapatkan genotipe yang berdaya hasil tinggi berumur genjah. Metode penelitian yang dilakukan adalah menanam populasi F3, resiprokalnya, dan tetua. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Langsa, Aceh, mulai Agustus sampai Desember 2020. Nilai heritabilitas tinggi pada karakter hasil pertanaman dan umur panen hanya diperoleh pada famili A1B dan A2B. Populasi A1B memiliki nilai heritabilitas hasil per tanaman sebesar 0.61 dan umur panen sebesar 0.85. Populasi A2B memiliki nilai heritabilitas hasil per tanaman sebesar 0.68 dan umur panen sebesar 0.63. Hasil seleksi diperoleh 11 genotipe dengan hasil tinggi berumur genjah yaitu: A3B(13), A1B(25), A1B(201), A1B(208), A1B(282), A1B(297), A1B(303), A2B(38), A2B(221), A2B(358), dan A2B(424) dengan rata-rata hasil per tanaman 90.67 g dan umur panen 117 hari setelah tanam. Kata kunci: resiprokal, toleran kering, umur genjah
PERANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MENGATASI TRAUMA AKIBAT BULLYING Ainul Mardiyah; Khairun Nasri Ritonga; Rahmat Ridho Aljaera; Maratus Soleha
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/168svm31

Abstract

Bullying yang berbentuk dipermalukan di publik merupakan salah satu bentuk kekerasan psikologis yang dapat menimbulkan trauma mendalam bagi korban. Dampak psikologis yang muncul tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kepribadian, hubungan sosial, serta kesehatan mental korban dalam jangka panjang. Korban bullying sering mengalami rasa malu berlebihan, rendah diri, kecemasan sosial, ketakutan untuk tampil di depan umum, serta kesulitan mempercayai lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis secara mendalam peranan konseling individu dalam membantu korban bullying mengatasi trauma psikologis akibat penghinaan di publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap lima narasumber yang merupakan korban bullying dan telah menjalani konseling individu minimal selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individu efektif dalam menyediakan ruang aman bagi korban untuk mengekspresikan emosi, memahami dan memaknai kembali pengalaman traumatis, membangun kembali harga diri, serta mengembangkan strategi koping yang adaptif. Konseling individu juga membantu korban meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan menghadapi situasi sosial di masa depan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa konseling individu memiliki peranan yang sangat penting sebagai intervensi psikologis dalam proses pemulihan trauma korban bullying, khususnya yang mengalami penghinaan di ruang publik.
PERAN KONSELING INDIVIDU DALAM MEMBANTU MENGATASI MASALAH TRAUMA PSIKOLOGIS Ainul Mardiyah; Fitriani Ritonga; Putri Rahmasari Br Harahap; Aulia Utari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v5erf157

Abstract

Trauma psikologis dapat dialami oleh individu akibat berbagai peristiwa kehidupan yang bersifat menekan dan mengguncang kestabilan emosional, khususnya yang terjadi dalam lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk trauma psikologis yang dialami responden serta menganalisis peran konseling individu dalam membantu proses pemulihan trauma tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga responden yang memiliki latar belakang trauma psikologis yang berbeda, yaitu trauma akibat menyaksikan kekerasan terhadap anggota keluarga, trauma akibat perceraian orang tua yang disertai konflik berkepanjangan, serta trauma akibat kehilangan orang tua karena meninggal dunia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan makna pengalaman responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap responden mengalami dampak psikologis yang berbeda sesuai dengan peristiwa traumatis yang dialami, namun secara umum ditandai oleh kecemasan, kesedihan mendalam, ketidakstabilan emosi, dan gangguan rasa aman. Konseling individu berperan penting dalam membantu responden mengekspresikan perasaan, memahami pengalaman traumatis, serta mengembangkan strategi koping yang lebih adaptif. Dengan demikian, konseling individu dapat menjadi salah satu bentuk intervensi yang efektif dalam membantu pemulihan trauma psikologis pada individu dengan latar belakang permasalahan keluarga yang beragam.
Peran Konseling Individu dalam Mengatasi Trauma Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Hamdal Afgani Dalimunthe; Ainul Mardiyah; Maulida Ar Rahma; Selvira Amanda
Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan Vol. 3 No. 1 (2026): Januari : Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksinyata.v3i1.2740

Abstract

Traffic accidents not only cause physical injuries but also significantly impact the psychological state of victims, such as trauma, anxiety, excessive fear, and other emotional disturbances. Post-accident psychological trauma can hinder daily activities and reduce the victim's quality of life if not properly treated. This study aims to examine the role of individual counseling in assisting the recovery process of psychological trauma in traffic accident victims. The study used a qualitative approach with a phenomenological design with three informants who were traffic accident victims and experienced psychological trauma. Data collection was conducted through in-depth interviews to explore the victims' subjective experiences during the recovery process. The data obtained were analyzed using thematic analysis techniques. The results of the study indicate that individual counseling plays a significant role in helping victims recognize and manage negative emotions, reduce anxiety and fear levels, and rebuild a sense of security, self-confidence, and adaptability. Thus, individual counseling is an effective intervention in supporting the ongoing psychological recovery of traffic accident victims.
Trauma Emosional pada Korban Kekerasan Verbal: Studi Kasus pada Remaja di Desa Tuntungan 1 Ainul Mardiyah; Juli Rismayana Lubis; Icka Bella Sriwahyun; Nur Asia Sihombing
Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan Vol. 3 No. 1 (2026): Januari : Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksinyata.v3i1.2741

Abstract

This study aims to describe the forms of emotional trauma experienced by adolescent victims of verbal violence in Tuntungan Village 1. The study used a qualitative approach with a case study method on three adolescents who were purposively selected based on their experiences of verbal violence in their family environment. Data collection techniques included in-depth interviews, participant observation, and documentation to obtain a comprehensive picture of the psychological condition of the research subjects. The obtained data were then analyzed descriptively qualitatively through the processes of reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that verbal violence has a significant impact on the emotional health of adolescents, including decreased learning motivation, the emergence of withdrawal behavior from social environments, and the loss of a sense of security and comfort within the family. In addition, harsh, demeaning, and repetitive family communication patterns form a negative self-concept in adolescents, which has the potential to affect personality development and social relationships in the future. The findings of this study emphasize the important role of families, schools, and communities in creating a supportive environment, as well as the need for preventive efforts and psychosocial interventions to prevent and address emotional trauma in adolescents on an ongoing basis.