Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Biji Kopi Robusta (Coffea chanefora L.) Pada Tikus Diabetes Melitus Hasanuddin, Rusman; pratama, Agus sangka; Irhas, Muhammad; Jasmiadi
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 1 No. 2: volume 1 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v1i2.600

Abstract

Biji kopi robusta yang dapat menurunkan kadar glukosa darah adalah asam klorogenat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea chanefora L.) pada tikus (Rattus novegicus) diabetes mellitus tipe II yang di induksi oakan diet tinggi lemak. Metode penelitian dilakukan simplisia biji kopi robusta di maserasi dengan pelarut aquadest : etanol 96% (7:3). Penelitian menggunakan 25 ekor tikus wistar, 5 kelompok perlakuan glukosa darah awal, kemudian di induksi dengan pakan diet tinggi lemak selama 8 minggu. Kelompok I sebagai kontrol negatif (aquadest), kelompok II sebagai kontrol positif (Metformin), kelompok III, IV dan V diberikan perlakuan ekstrak etanol biji robusta 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB selama 7 hari. Kemudian diukur kadar glukosa darah dengan menggunakan glucometer hari ke 3 dan hari ke 7. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea chanefora L.) pada tikus (Rattus novergicus) diabetes mellitus tipe II, dengan dosis 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB mempengaruhi penurunan kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah sewaktu pada tikus yang telah diinduksi pakan tinggi lemak.
Formulasi dan Uji Anti Mikroba Sabun Transparan dari ekstrak biji kopi hijau robusta (coffea canephora Lin) Ramli, Nur Zalzabila; Hasanah, Uswatun; Triwardhani, Amelia; Rusman, Rusman
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 2: Volume 3 Issue 2 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i2.1159

Abstract

Ulkus diabetik  ditandai dengan luka pada kaki disertai dengan nana dan bauk khas,disebabkab karena kondisi glukosa dalam darah yang tidak terkontrol, Kopi robusta dengan kandungan asam klorogenat secara ilmiah terbukti dalam mengontrol glukosa dalam darah serta kemampuan dalam membunuh mikroorganisme, sehingga perlu di formulasi dalam bentuk sabun transfaran untuk pengobatan ulkus diabetic. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri  formulasi sabun transfaran dari biji kopi robusta (Coffea chanefora L) Metode Penelitian secara eksperimental dengan cara maserasi simplisia biji kopi robusta dengan pelarut etanol  21%, ekstrak yang diperoleh diformulasikan dalam bentuk sabun trasfaran, kemudian dilanjut dengan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri  Staphilococcus aureus, Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk uji. Hasil penelitian yang terlah dilakukan diperoleh formulasi sabun transfaran berwarna bening, hijau,tekstur padat. Hasil Uji Angka Lempeng Total terhadap bakteri Staphilococcus aureus dengan nilai < dari 1.0x101 koloni /gram. Dari hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa sabun transfaran  memiliki aktivitas terhadap bakteri staphylococcus aureus
Uji aktivitas antioksidan isolat bakteri endofit biji kopi robusta (Coffea canephora L.) dengan metode ABTS Sangadji, Rahima; Rusman, Rusman
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1412

Abstract

Biji kopi robusta mengandung senyawa asam kloregenat yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri dan aktioksidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan antioksidan dari bakteri endofit biji kopi robusta. Tahap yang dilakukan meliputi isolasi yang ditanam dimedium Nutrient Agar, Fermentasi isolat dengan medium Nutrient Broth, Uji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS. Kekuatan antioksidan ditentukan berdasarkan pembanding antara IC50 dari sampel ekstrajk bakteri endofit biji kopi robusta dengan asam askorbat. Hasil pengujian aktivitas amyioksidan menunjukan bahwa isolate bakteri endofit memnili nilai IC50 sebesar 39, 451 g/Ml. sedangkan asam askorbat memiliki nilai IC50 sebesar 2.022 g/Ml. Hal ini menunjukan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak bakteri endofit biji kopi robusta cukup baik tidak lemah dibandingkan dengan asam askorbat. Kata Kunci: Antioksidan; Bakteri Endofit, Kopi Robusta; ABTS
Evaluasi Penggunaan Antidiabetik Oral pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Hasanuddin, Rusman; Irfayanti, Nur Alfiah
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2023.12.1.11

Abstract

Penggunaan obat Antidiabetik Oral pada pasien gagal ginjal kronik stage 1(satu) sampai stage 3 (tiga) dengan terapi tunggal dan terapi kombinasi memilki perbedaan penurunan gula darah puasa sebelum pemberian terapi dan sesudah pemberian terapi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa penggunaan obat antidiabetik oral  terapi tunggal dan kombinasi pada pasien penyakit gagal ginjal kronik yang disertai diabetes melitus tipe 2 pada tahap 1 (satu)  sampai tahap 3 (tiga) di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin mulai tanggal 16 Mei sampai 16 Juli 2016. Penelitian ini merupakan studi kohort crossecsional dengan teknik pengambilan sampel secara repeated survey dengan sampel berjumlah 30 orang yang dikelompokkan menjadi 2 kelompok yang menggunakan obat terapi tunggal antidiabetik oral dan menggunakan terapi kombinasi antidiabetik oral dengan obat antidiabetik golongan lain. Kemudian masing-masing kelompok dibandingkan antara efek pemberian terapi tunggal dan kombinasi  dan kejadian efek samping menggunakan kuesioner. Perbedaan terapi tunggal dan kombinasi berdasarkan perbedaan penurunan gula darah dan HbA1c  menggunakan uji mann whitneyt U dan uji chi Wilcoxon, p<0,05 dinyatakan bermakna secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  perbandingan efek terapi penggunaan obat antidiabetik oral terapi tunggal dan kombinasi bedasarkan penurunan gula darah dengan nilai p< 0,05 yang berarti bermakna signifikan secara statistik dimana setelah pemberian terapi  yang memberikan hasil penurunan yang efektif  yaitu pada terapi kombinasi. Sedangkan presentase kejadian efek samping terbanyak  terjadi pada kelompok terapi kombinasi yaitu pusing (26.67%).
Effect of Giving Ethanol Extract of Robusta Coffee Beans (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) Based on Immunohistochemical Examination of GLUT-4 Protein Expression in White Rats (Rattus norvegicus) Model of Diabetes Mellitus Jasmiadi; Rusman; Nur Alim; Tarisa Jabal Rahma
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.12044

Abstract

Metabolic disorders are characterized by an increase in blood sugar due to a decrease in insulin secretion by pancreatic beta cells. Cells are unable to stimulate glucose absorption in muscle and fat tissue. The presence of GLUT-4 can increase the rate of glucose entry into insulin target tissues. The chlorogenic acid compound in robusta coffee beans is believed to lower blood glucose levels by activating GLUT-4. The aim of the research was to determine the effect of administering ethanol extract of robusta coffee beans (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) based on immunohistochemical examination of GLUT-4 protein expression in mice (Rattus norvegicus) with Type 2 Diabetes Mellitus. The research method included extraction by maceration with 96% ethanol: distilled water (3:7) solvent and immunohistochemical testing of the effect of ethanol extraction of Robusta coffee beans on mice. Rats were divided into 5 treatment groups, namely, Na-CMC 1%, metformin, 150 mg/kg BB, 300 mg/kg BB and 450 mg/kg BB and fed a high-fat diet for 6 months and immunohistochemical examination of skeletal muscle tissue was carried out. The results of immunohistochemical examination found that protein expression occurred in the positive control of coffee bean ethanol extract at doses of 150 mg/kg BB, 300 mg/kg BB and 450 mg/kg BB. The statistical test results show that the ethanol extract of robusta coffee beans at doses of 150 mg/kg BB, 300 mg/kg BB and 450 mg/kg BB is significant with the negative control      Na-CMC 1% but with the positive control metformin the three doses of ethanol extract of robusta coffee beans are not significant. From the discussion above, it can be concluded that the ethanol extract of robusta coffee beans has an effect at doses of 300 mg/kg BB and 450 mg/kg BB
Evaluasi Antidiabetik Oral Terhadap Fungsi Ginjal Berdasarkan Kadar Protein Dan Bilirubin Pada Pasien Diabetes Nurhasanah; Rusman; mustainah; Yasnidar, Yasnidar
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.2075

Abstract

Sekitar sepertiga penderita diabetes melitus (DM) mengalami nefropati diabetik (ND), yang merupakan komplikasi jangka panjang yang umum terjadi pada penderita diabetes melitus dan merupakan penyebab utama dari gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara penggunaan obat antidiabetik oral terhadap fungsi ginjal berdasarkan kadar protein dan bilirubin urin. Metode Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan program SPSS 23. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis penggunaan ADO dengan kadar protein urin (p=0.820) maupun kadar bilirubin urin (p=0.a). Dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan ADO dengan kadar protein urin (p=0.783) maupun kadar bilirubin urin (p=0.a). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan obat yang digunakan tidak secara langsung memengaruhi peningkatan atau penurunan kadar protein dan bilirubin dalam urin sebagai indikator fungsi ginjal.
Evaluasi Pemberian Tablet Tambah Darah Bagi Ibu Hamil dan Hubungannya dengan Kejadian Anemia Miftahurahma As; rusman; ayu wandira A Baso Amri
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.2076

Abstract

Masalah kesehatan utama yang bisa membahayakan ibu serta janin adalah anemia wanita hamil. Suplemen besi merupakan upaya pencegahan anemia, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kepatuhan wanita hamil dalam mengonsumsinya. Penelitian ini tujuannya agar mengevaluasi tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi TTD dan hubungannya dengan insidensi anemia wanita hamil. Penelitian ini memakai metodologi cross-sectional dan desain observasional analitis. Sampel terdiri 38 wanita hamil dipilih melalui sampling purposif di Pusat Kesehatan Masyarakat Tamalate, Kota Makassar. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan tes kadar hemoglobin (Hb), kemudian analisis menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan temuan, 60,53% ibu hamil mengalami anemia sedang (Hb 9–10 g/dL), 10,53% mengalami anemia berat (Hb <7 g/dL), dan hanya 28,95% yang tidak mengalami anemia (Hb >11 g/dL). Kondisi ini menyatakan jika anemia tetap jadi permasalahan dominan terhadap wanita hamil meskipun telah menerima suplemen besi. Analisis menggunakan uji Chi-Square menghasilkan nilai p sebesar 0,002 (p < 0,05), menyatakan korelasi kuat antara kadar hemoglobin ibu hamil dan kepatuhan mereka pada suplemen zat besi. Anemia lebih mungkin terjadi pada ibu hamil tidak mengonsumsi suplemen zat besi sesuai resep dibanding mereka mengonsumsinya.