Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Biji Kopi Robusta (Coffea chanefora L.) Pada Tikus Diabetes Melitus Hasanuddin, Rusman; pratama, Agus sangka; Irhas, Muhammad; Jasmiadi
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 1 No. 2: volume 1 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v1i2.600

Abstract

Biji kopi robusta yang dapat menurunkan kadar glukosa darah adalah asam klorogenat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea chanefora L.) pada tikus (Rattus novegicus) diabetes mellitus tipe II yang di induksi oakan diet tinggi lemak. Metode penelitian dilakukan simplisia biji kopi robusta di maserasi dengan pelarut aquadest : etanol 96% (7:3). Penelitian menggunakan 25 ekor tikus wistar, 5 kelompok perlakuan glukosa darah awal, kemudian di induksi dengan pakan diet tinggi lemak selama 8 minggu. Kelompok I sebagai kontrol negatif (aquadest), kelompok II sebagai kontrol positif (Metformin), kelompok III, IV dan V diberikan perlakuan ekstrak etanol biji robusta 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB selama 7 hari. Kemudian diukur kadar glukosa darah dengan menggunakan glucometer hari ke 3 dan hari ke 7. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea chanefora L.) pada tikus (Rattus novergicus) diabetes mellitus tipe II, dengan dosis 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB mempengaruhi penurunan kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah sewaktu pada tikus yang telah diinduksi pakan tinggi lemak.
Evaluasi Penggunaan Antidiabetik Oral pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Hasanuddin, Rusman; Irfayanti, Nur Alfiah
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2023.12.1.11

Abstract

Penggunaan obat Antidiabetik Oral pada pasien gagal ginjal kronik stage 1(satu) sampai stage 3 (tiga) dengan terapi tunggal dan terapi kombinasi memilki perbedaan penurunan gula darah puasa sebelum pemberian terapi dan sesudah pemberian terapi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa penggunaan obat antidiabetik oral  terapi tunggal dan kombinasi pada pasien penyakit gagal ginjal kronik yang disertai diabetes melitus tipe 2 pada tahap 1 (satu)  sampai tahap 3 (tiga) di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin mulai tanggal 16 Mei sampai 16 Juli 2016. Penelitian ini merupakan studi kohort crossecsional dengan teknik pengambilan sampel secara repeated survey dengan sampel berjumlah 30 orang yang dikelompokkan menjadi 2 kelompok yang menggunakan obat terapi tunggal antidiabetik oral dan menggunakan terapi kombinasi antidiabetik oral dengan obat antidiabetik golongan lain. Kemudian masing-masing kelompok dibandingkan antara efek pemberian terapi tunggal dan kombinasi  dan kejadian efek samping menggunakan kuesioner. Perbedaan terapi tunggal dan kombinasi berdasarkan perbedaan penurunan gula darah dan HbA1c  menggunakan uji mann whitneyt U dan uji chi Wilcoxon, p<0,05 dinyatakan bermakna secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  perbandingan efek terapi penggunaan obat antidiabetik oral terapi tunggal dan kombinasi bedasarkan penurunan gula darah dengan nilai p< 0,05 yang berarti bermakna signifikan secara statistik dimana setelah pemberian terapi  yang memberikan hasil penurunan yang efektif  yaitu pada terapi kombinasi. Sedangkan presentase kejadian efek samping terbanyak  terjadi pada kelompok terapi kombinasi yaitu pusing (26.67%).
Effect of Giving Ethanol Extract of Robusta Coffee Beans (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) Based on Immunohistochemical Examination of GLUT-4 Protein Expression in White Rats (Rattus norvegicus) Model of Diabetes Mellitus Jasmiadi; Rusman; Nur Alim; Tarisa Jabal Rahma
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.12044

Abstract

Metabolic disorders are characterized by an increase in blood sugar due to a decrease in insulin secretion by pancreatic beta cells. Cells are unable to stimulate glucose absorption in muscle and fat tissue. The presence of GLUT-4 can increase the rate of glucose entry into insulin target tissues. The chlorogenic acid compound in robusta coffee beans is believed to lower blood glucose levels by activating GLUT-4. The aim of the research was to determine the effect of administering ethanol extract of robusta coffee beans (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) based on immunohistochemical examination of GLUT-4 protein expression in mice (Rattus norvegicus) with Type 2 Diabetes Mellitus. The research method included extraction by maceration with 96% ethanol: distilled water (3:7) solvent and immunohistochemical testing of the effect of ethanol extraction of Robusta coffee beans on mice. Rats were divided into 5 treatment groups, namely, Na-CMC 1%, metformin, 150 mg/kg BB, 300 mg/kg BB and 450 mg/kg BB and fed a high-fat diet for 6 months and immunohistochemical examination of skeletal muscle tissue was carried out. The results of immunohistochemical examination found that protein expression occurred in the positive control of coffee bean ethanol extract at doses of 150 mg/kg BB, 300 mg/kg BB and 450 mg/kg BB. The statistical test results show that the ethanol extract of robusta coffee beans at doses of 150 mg/kg BB, 300 mg/kg BB and 450 mg/kg BB is significant with the negative control      Na-CMC 1% but with the positive control metformin the three doses of ethanol extract of robusta coffee beans are not significant. From the discussion above, it can be concluded that the ethanol extract of robusta coffee beans has an effect at doses of 300 mg/kg BB and 450 mg/kg BB
Characterization of Endophytic Fungi in Robusta Coffee (Coffea canephora L.) Beans Through 18S rRNA Gene Sequencing and Evaluation of Antioxidant Activity and Chlorogenic Acid Content Rusman; Nur Alim; Nur Riska Rahma
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.5106

Abstract

Utilizing endophytic fungi to discover metabolites by characterizing the fungi produced from robusta coffee beans can be highly beneficial without causing harm to the plants. Additionally, this approach aids in identifying raw materials for medical drug development, specifically compounds like chlorogenic acid, which hold promise as potential treatments for diabetes mellitus. This study aimed at characterizing the endophytic fungi present in Robusta coffee (Coffea canephora L.) beans through 18S rRNA gene sequencing and evaluation of antioxidant activity and chlorogenic acid content found in these endophytic fungi. Green, unripe Robusta coffee beans were harvested from a coffee plantation in Tana Toraja and isolated using Potato Dextrose Agar medium. The isolation process yielded three isolates, designated RF1, RF2, and RF3. Subsequently, the isolates were subjected to testing for endophytic fungi activity, and the isolate that exhibited activity was further characterized using 18S rRNA gene sequencing. Following that, the isolates were fermented using a Potato Dextrose Broth medium, resulting in two phases: filtrate and biomass. The filtrate was then extracted using ethyl acetate as the solvent. The extracted compound was subsequently evaluated for antioxidant activity using ABTS and DPPH methods, and the concentration of chlorogenic acid was measured. From the three isolates of endophytic fungi obtained from green Robusta coffee beans with the codes RF1, RF2, and RF3, all of them exhibited antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The 18S rRNA gene sequencing analysis revealed that isolate RF1 was identified as Fusarium sp. For the evaluation of antioxidant activity using the ABTS method, an IC50 value of 53.49 µg/mL was obtained, while the DPPH method resulted in an IC50 value of 54.03. Furthermore, the measurement of chlorogenic acid content in the extract of endophytic fungi from Robusta coffee beans indicated a concentration of 11.58%. The characterization result of the endophytic fungi isolates from green Robusta coffee beans revealed the presence of Fusarium sp. It exhibited high antioxidant activity and a chlorogenic acid content of 11.58%.
Evaluasi Antidiabetik Oral Terhadap Fungsi Ginjal Berdasarkan Kadar Protein Dan Bilirubin Pada Pasien Diabetes Nurhasanah; Rusman; mustainah; Yasnidar Yasnidar
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.2075

Abstract

Sekitar sepertiga penderita diabetes melitus (DM) mengalami nefropati diabetik (ND), yang merupakan komplikasi jangka panjang yang umum terjadi pada penderita diabetes melitus dan merupakan penyebab utama dari gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara penggunaan obat antidiabetik oral terhadap fungsi ginjal berdasarkan kadar protein dan bilirubin urin. Metode Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan program SPSS 23. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis penggunaan ADO dengan kadar protein urin (p=0.820) maupun kadar bilirubin urin (p=0.a). Dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan ADO dengan kadar protein urin (p=0.783) maupun kadar bilirubin urin (p=0.a). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan obat yang digunakan tidak secara langsung memengaruhi peningkatan atau penurunan kadar protein dan bilirubin dalam urin sebagai indikator fungsi ginjal.
Evaluasi Pemberian Tablet Tambah Darah Bagi Ibu Hamil dan Hubungannya dengan Kejadian Anemia Miftahurahma As; rusman; ayu wandira A Baso Amri
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.2076

Abstract

Masalah kesehatan utama yang bisa membahayakan ibu serta janin adalah anemia wanita hamil. Suplemen besi merupakan upaya pencegahan anemia, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kepatuhan wanita hamil dalam mengonsumsinya. Penelitian ini tujuannya agar mengevaluasi tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi TTD dan hubungannya dengan insidensi anemia wanita hamil. Penelitian ini memakai metodologi cross-sectional dan desain observasional analitis. Sampel terdiri 38 wanita hamil dipilih melalui sampling purposif di Pusat Kesehatan Masyarakat Tamalate, Kota Makassar. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan tes kadar hemoglobin (Hb), kemudian analisis menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan temuan, 60,53% ibu hamil mengalami anemia sedang (Hb 9–10 g/dL), 10,53% mengalami anemia berat (Hb <7 g/dL), dan hanya 28,95% yang tidak mengalami anemia (Hb >11 g/dL). Kondisi ini menyatakan jika anemia tetap jadi permasalahan dominan terhadap wanita hamil meskipun telah menerima suplemen besi. Analisis menggunakan uji Chi-Square menghasilkan nilai p sebesar 0,002 (p < 0,05), menyatakan korelasi kuat antara kadar hemoglobin ibu hamil dan kepatuhan mereka pada suplemen zat besi. Anemia lebih mungkin terjadi pada ibu hamil tidak mengonsumsi suplemen zat besi sesuai resep dibanding mereka mengonsumsinya.