Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Risiko Perilaku Makan Selama Hamil Terhadap Kejadian Preeklamsia Di Puskesmas Panekan Tahun 2018 Anik Suparti; Suparji Suparji; Nana Usnawati
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.486 KB) | DOI: 10.36568/gebindo.v10i1.5

Abstract

Preeclampsia (PE) is a contributor to mortality and morbidity of mothers and babies. Preeclampsia is the second biggest cause of maternal mortality, affecting 3% to 8% of pregnant women worldwide. The prevalence of preeclampsia in pregnant women in Magetan in 2017 as many as 189 people, while in 2018 as many as 270 people. An increase in the incidence of pre-eclampsia from 2017 to 2018 as many as 81 people. The research objective to analyze the risks of eating behavior during pregnancy on the incidence of preeclampsia in Puskesmas Panekan 2018. This study is a retrospective observational analytic approach (case- control). The subjects were birth mothers, 27 respondents in the case group and 27 respondents in the control group, for a total of 54 respondents. Data was collected by using a questionnaire, conducted on birth mothers in Puskesmas Panekan Year 2018. The analysis technique used is logistic regression. The results used logistic regression eating behavior p value = 0.00 (p <0.05) and OR (Exp B) 35.714. Based on the description above can be concluded that the eating behavior influenced the incidence of preeclampsia. pregnant women who have unhealthy eating behaviors have 35x greater risk for preeclampsia than women who have healthy eating behaviors, so it is advised untuk reduce the incidence of pre-eclampsia in pregnant women with preeclampsia risk factor control needed in pregnancy that is by implementing a healthy eating behavior. Keywords :Preeclampsia, eating behavior.
Risiko Perilaku Makan Selama Hamil Terhadap Kejadian Preeklamsia Di Puskesmas Panekan Tahun 2018 Anik Suparti; Suparji Suparji; Nana Usnawati
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i1.5

Abstract

Preeclampsia (PE) is a contributor to mortality and morbidity of mothers and babies. Preeclampsia is the second biggest cause of maternal mortality, affecting 3% to 8% of pregnant women worldwide. The prevalence of preeclampsia in pregnant women in Magetan in 2017 as many as 189 people, while in 2018 as many as 270 people. An increase in the incidence of pre-eclampsia from 2017 to 2018 as many as 81 people. The research objective to analyze the risks of eating behavior during pregnancy on the incidence of preeclampsia in Puskesmas Panekan 2018. This study is a retrospective observational analytic approach (case- control). The subjects were birth mothers, 27 respondents in the case group and 27 respondents in the control group, for a total of 54 respondents. Data was collected by using a questionnaire, conducted on birth mothers in Puskesmas Panekan Year 2018. The analysis technique used is logistic regression. The results used logistic regression eating behavior p value = 0.00 (p <0.05) and OR (Exp B) 35.714. Based on the description above can be concluded that the eating behavior influenced the incidence of preeclampsia. pregnant women who have unhealthy eating behaviors have 35x greater risk for preeclampsia than women who have healthy eating behaviors, so it is advised untuk reduce the incidence of pre-eclampsia in pregnant women with preeclampsia risk factor control needed in pregnancy that is by implementing a healthy eating behavior. Keywords :Preeclampsia, eating behavior.
Ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) Ibu Hamil dengan Kejadian BBLR Sulistyowati, Niken Dwi; Santosa, Budi Joko; Usnawati, Nana; Rahayu, Teta Puji
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

      Bayi berat lahir rendah adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian BBLR adalah status gizi ibu dimana status gizi ibu hamil dapat diukur menggunakan ukuran lingkar lengan atas (LiLA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar lengan atas (LiLA) dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian survei analitik dengan rancangan case control, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi dengan berat lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Poncol, diambil secara simple random sampling di telusuri secara retrospektif dengan menggunakan perbandingan 1:1 maka sampel terbagi menjadi 52 sampel kasus dan 52 sampel kontrol, variabel independent (LiLA) sedangkan variabel dependen (BBLR). Instrument penelitian menggunakan buku register kohort. Pengukuran dengan chi-square dan odd ratio CI95%. Hasil uji statistik  Chi-square didapatkan x2 : 3,446 nilai p = 0,063 sehingga H0 di terima tidak ada hubungan LiLA ibu hamil dengan kejadian BBLR. Dimungkinkan ada faktor selain LiLA untuk kejadian BBLR di Puskesmas Poncol. Risiko kejadian BBLR 2,820 kali pada ibu hamil LiLA < 23,5 cm  dibandingkan ibu hamil LiLA ≥ 23,5 cm. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya lebih meningkatkan deteksi dini pada ibu hamil untuk pencegahan bayi berat lahir rendah.kesimpulanKata kunci: LiLA; BBLR
Hubungan Pola Makan Dengan Perubahan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Khoirunnisa, Khoirunnisa; Usnawati, Nana; Santoso, Budi Joko; Handayani, Tinuk Esti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): November 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan proses natural bagi seorang perempuan, dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin dengan, namun sebesar 10-20% kehamilan dapat disertai dengan komplikasi. Anemia merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadin pada ibu hamil dikarenakan pola makan yang tidak sehat. Tahun 2021 kunjungan K1 yang melakukan pemeriksaan Hemoglobin (Hb) sejumlah 1.694 diantaranya  371 (21,9%) ibu hamil mengalami anemia. Terdapat anemia dengan kadar Hb 8-11 gr/dL dan <8 gr/dL sejumlah 357 (96,2%) dan 14 (3,8%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan perubahan kadar Hb pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan studi kohort. Populasi penelitian ialah 31 ibu hamil di Desa Panekan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple random sampling didapatkan sampel sejumlah 29 ibu hamil. Variabel bebas penelitian ialah pola makan dan variabel terikat ialah perubahan kadar Hb ibu hamil. Pengumpulan data menggunakan tabel food record dan dilakukan pengamatan selama 14 hari. Analisa hubungan antar variabel menggunakan uji statistika chi square α 0,05. Dari hasil analisis menggunakan chi square disimpulakan ada hubungan pola makan dengan perubahan kadar Hb ibu hamil. Responden diharapkan mampu menjaga pola makan dengan sehat sesuai dengan isi piringku, sehinngga kadar Hb menjadi normal.
PENGARUH PRAKTIK SADARI DENGAN METODE PEER GROUP EDUCATION TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU SADARI PADA REMAJA DI PESANTREN BAITUL QURAN AL JAHRA MAGETAN Bero, Kornelia Alexia; Usnawati, Nana; Santosa, Budi Joko; Handayani, Tinuik Esti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri dilakukan untuk melihat dan memeriksa adanya benjolan atau masalah lain. Studi Penyakit Tidak Menular  tercatat 53,7% masyarakat Indonesia tidak pernah melakukan SADARI Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh praktik SADARI dengan metode peer group education terhadap perubahan perilaku sadari pada remaja di Pesantren Baitul Quran Al Jahra Magetan. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen yang bersifat one group pretest-post test design. Sampel yang di ambil dengan teknik proportioned random sampling sejumlah 53 responden. Variable independent adalah praktik SADARI dengan metode peer group education, sedangkan variable dependent adalah perilaku SADARI. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis adanya perbedaan digunakan uji wilcoxon dengan signed rank test 0,05. Hasil penelitian sebelum dilakukan praktik SADARI menggunakan metode peer group education responden sebanyak 51 orang (96,2%) melakukan praktik SADARI dalam kategori tidak tepat, kemudian setelah dilakukan praktik SADARI menggunakan metode peer group education sebagian besar responden yakni sebanyak 33 orang (37,7%) telah memiliki kemampuan praktik SADARI dalam kategori tepat. Hasil analisa data menggunakan uji willcoxon ada pengaruh praktik SADARI dengan metode peer group education terhadap perubahan perilaku SADARI (p value =0,000 < α = 0,05) pada remaja di Pesantren Baitul Quran Al Jahra Magetan. Dari hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pratik SADARI dengan metode peer group education terhadap perubahan perilaku SADARI di Pesantren Baitul Al Jahra Magetan. Diharapkan untuk lebih memperluas pengetahuan tentang kanker payudara agar dapat menumbuhkan kesadaran untuk melakukan praktik SADARI sehingga mampu mendeteksi secara dini gejala kanker payudara.Kata Kunci : SADARI; Metode Peer Group Education.
Hubungan Pola Asuh Dengan Perilaku Emosional Anak Nur Husnina, Nabilah Zul Awanis; Santosa, Budi Joko; Usnawati, Nana; Rahayu, Teta Puji
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 4 (2023): November 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Masalah perilaku emosional sejak dini dapat menyebabkan masalah kejiwaan jika terlambat diketahui. Setiap orang tua mempunyai pola asuh yang berbeda, gaya pengasuhan yang tidak baik akan menurunkan perkembangan sosial anak.Tujuan : Menemukan hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku emosional anak usia 4-6 tahun di TK Marsudi Siwi Magetan.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan model slovin dan didapatkan responden. Variabel independent adalah pola asuh orang tua, sedangkan variabel dependent adalah perilaku emosional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner PSDQ dan KMPE, lalu diolah dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil : Orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 14 orang, dan anak yang kemungkinan mengalami masalah perilaku emosional sebanyak 13 anak. Hasil uji Chi-Square menunjukkan pengaruh pola asuh orang tua dengan perilaku emosional anak usia 4-6 tahun nilai p-value = 0,002, sehingga Ho ditolak (p = 0,05).Kesimpulan : Dalam menentukan pola asuh pada anak sebaiknya orang tua menerapkan pola asuh deokratis.Saran : Diharapkan kedepannya anak menjadi pribadi lebih baik untuk menjadi penerus bangsa yang berkualitas.Kata kunci: pola asuh orang tua; perilaku emosional.
Hubungan Kecemasan dengan Insomnia pada Wanita Menopause di wilayah RW 04 Kampung Gresik PPI Fairus, Hana Putri; Usnawati, Nana; Purwanti, Dwi
Journal of Issues in Midwifery Volume 8 No 3 Tahun 2024
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2024.008.03.5

Abstract

Latar belakang: Masa menopause diawali dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron yang dapat memicu berbagai gejala, salah satunya susah tidur. Kejadian susah tidur atau biasa disebut dengan insomnia menjadi salah satu gejala paling mengganggu di antara 50-75% wanita menopause. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kejadian insomnia, salah satunya gangguan kecemasan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan insomnia pada wanita menopause. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 100 orang wanita menopause di wilayah RW 04 Kampung Gresik PPI. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling dihitung dengan rumus Lemeshow sehingga besar sampel sejumlah 88 wanita menopause. Variabel independent adalah kecemasan, sedangkan variabel dependent adalah insomnia pada wanita menopause. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamillton Anxiety Rating Scale (HARS) dan Insomnia Severity Index (ISI). Uji analisa yang digunakan untuk mengetahui hubungan adalah Uji Spearman dengan taraf nyata <0,05. Hasil: Menunjukkan bahwa sebagian besar wanita menopause banyak mengalami kecemasan ringan dan insomnia ringan. Hasil uji analisa spearman menunjukkan p = 0,001 (p<0,05) dan r = +0,655 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan insomnia pada wanita menopause dan hubungan tersebut kuat serta searah. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kecemasan dan insomnia pada wanita menopause.
FAKTOR DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA OELNASI KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG Mamoh, Kamilus; Seran, Agustina Abuk; Boimau, Serlyansie V.; Usnawati, Nana; Nurhanifah, Astin; Namangdjabar, Odi L.; Huru, Matje Meriaty; Boimau, Adriana M.
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2506

Abstract

Complementary stunting is a failure to grow that occurs from the beginning of life to the age of 2 years (the first 1000 days of life) caused by a lack of nutritious food intake that is not in accordance with nutritional needs in a long time bracket and the existence of recurrent infections. The impact of stunting is that the child's intelligence level is not optimal, the risk of decreasing productivity and suffering from diseases in adulthood. Research Objectives To analyze the relationship between determinants and stunting incidence in toddlers in Oelnasi Village, Central Kupang District, Kupang Regency. This study uses a type of analytical survey research with a cross-sectional approach. The research was carried out in July 2024 in Oelnasi Village, Central Kupang District, Kupang Regency. The population is mothers of toddlers who came to visit the posyandu as many as 60 respondents. Sampling uses the total population. The independent variable is the determinant factor while the dependent variable is the incidence of stunting in toddlers. Data collection uses questionnaires. The analysis uses descriptive analysis using frequency distribution while inferential analysis uses Chi-Square analysis. The results showed that there was a relationship between perception (p-0.000), behavior (p-0.000) and socio-culture (p-0.001) with stunting incidence. Conclusion: there is a relationship between perception, behavior and socio-culture with the incidence of stunting. Suggestion: It is important to always provide education and counseling to mothers of toddlers about stunting so that it provides a good understanding.
Kombinasi Breast Care dan Acupressure Points for Lactation untuk Meningkatkan Kecukupan Air Susu Ibu (ASI) bagi Bayi Nana Usnawati; Astin Nur Hanifah; Triana Septianti Purwanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1600

Abstract

Acupressure points for lactation is to provide acupressure on specific meridian points in the breast area for optimization of prolactin and oxytocin receptors. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of the combination method of "Breast care" and "Acupressure points for lactation" on the adequacy of breast milk for infants. This study applied a one group post test design. The sample in this study were all post partum mothers and their babies at PMB Ny. “W”, RB Bunda Panekan, PMB Sr. Jabung and PMB Snt Selotinatah, Magetan from May to August 2020. The sample size was 30, which was taken by consecutive sampling. Data were collected through interviews about the adequacy of breast milk for infants, then analyzed descriptively. Based on the criteria for the adequacy of breast milk, most of the respondents met the 10 criteria for adequacy, which were included in the sufficient category. Furthermore, it was concluded that the combination of "breast care" and "accupressure point for lactation" was effective in increasing the adequacy of breast milk for infants.Keywords: breast care; accupressure points for lactation; combination; sufficient breast milk; baby ABSTRAK Acupressure points for lactation adalah memberikan akupresur pada titik-titik meridian khusus di daerah payudara untuk optimalisasi reseptor prolaktin dan oksitosin. Tujuan penelitian adalah menganalisis efektifitas metode kombinasi “Breast care” dan “Acupressure points for lactation” terhadap kecukupan ASI bagi bayi. Penelitian ini menerapkan one group post test design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum dan bayinya di PMB Ny. “W”, RB Bunda Panekan, PMB Sr. Jabung dan PMB Snt Selotinatah, Magetan pada bulan Mei sampai Agustus 2020. Besar sampel adalah 30, yang diambil secara consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara  tentang kecukupan air susu ibu bagi bayi, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan kriteria kecukupan air susu ibu, sebagian besar responden memenuhi 10 kriteria kecukupan, yakni termasuk dalam kategori cukup. Selanjutnya disimpulkan bahwa kombinasi “Breast care” dan “Accupressure point for lactation” efektif untuk meningkatkan kecukupan air susu ibu bagi bayi.Kata kunci: breast care; accupressure point for lactation; kombinasi; kecukupan air susu ibu; bayi
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENDUKUNG-KESPRO MENOPAUSE DI DESA KETAWANG KECAMATAN DOLOPO KABUPATEN MADIUN Hanifah, Astin Nur; Usnawati, Nana; Nuryani, Nuryani
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i5.2872

Abstract

Indonesia tahun 2025 diperkirakan akan ada 60 juta perempuan menopause. Pada tahun 2016 di Indonesia baru mencapai 14 juta perempuan menopause atau 7,4 % dari total populasi yang ada. Angka harapan hidup perempuan melonjak dari 40 tahun pada tahun 1930 menjadi 67 tahun pada tahun 2017 (Kemenkes RI, 2017). Keluhan masalah kesehatan yang dihadapi oleh perempuan menopause di Desa Ketawang yaitu perubahan fisik diantaranya keluhan nyeri senggama (93,33%), perdarahan pasca senggama (84,44%), vagina kering (93,33%), keputihan (75,55%), dan gatal pada vagina (88,88%) (Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, 2023). Di Desa Ketawang belum dibentuk kelompok pendukung kesehatan reproduksi menopause, sehingga masih terus diperlukan upaya edukasi tentang kesehatan reproduksi dan permasalahan yang terjadi pada menopause dan upaya yang harus dilaksanakan sehingga menopause bisa menjalani kehidupannya dengan sehat dan berkualitas.. Melihat permasalahan yang dihadapi desa tersebut, maka diperlukan upaya edukasi tentang edukasi tentang kesehatan reproduksi menopause. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah terlaksananya upaya Pendampingan kesehatan reproduksi menopause melalui Pemberdayaan. Kegiatan ini akan bekerja sama dengan Desa Ketawang Madiun. Sasaran Kelompok Pendukung kerpro menopause adalah kepala desa, bidan desa, kader kesehatan lansia, menopause dengan jumlah peserta 20 orang setiap kelas. Metode kegiatan diawali dengan tahap perijinan, pembentukan KP Kespro Menopause, Penyampaian materi, Pendampingan KP Kespro Menopause. Evaluasi didapat dari hasil pre test dan post tes untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan sikap, serta pendampingan KP Kespro Menopause selama 3 bulan untuk mengevaluasi keberhasilan pendampingan. Luaran dan target capaian kegiatan adalah: publikasi artikel ilmiah yang sudah submit jurnal nasional yang ber ISSN; meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku menopause; menurunkan keluhan yang dialami menopause . Hasil yang dicapai adalah Peningkatan pengetahuan KP-Kespro Menopause desa Ketawang sebesar 33,29%. Peningkatan sikap KP-Kespro Menopause sebesar 31,95%. Pendampingan menopause 2 bulan tidak ditemukan masalah.