Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-COMIC BERBASIS ETNOMATEMATIKA WAYANG KULIT UNTUK MENUNJANG KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI Septi, Aleza Dwi; Astuti, Wiwin; P, Heldy Ramadhan Putra; Hadiningrum, Lila Pangestu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9598

Abstract

The low level of students' numeracy literacy and the limited variety of media in mathematics learning are the background for this research. The purpose of this research is to describe the development process and determine the level of feasibility and practicality of the developed media. The main focus is to develop e-comic learning media that facilitates the understanding of the concept of congruence while supporting numeracy literacy skills through an ethnomathematics approach. The research procedure applies the Research and Development development method with a 4D model limited to the Define, Design, and Development stages. This media development was carried out by identifying congruent shapes in the shadow puppet characters Wijanarka, Werkudara, Baladewa, and Semar, then arranged using the Canva application in flipbook format. The validation results showed a feasibility level of 88.93% from material experts and 90% from media experts, both of which are included in the "Very Feasible" category. A limited trial of 10 students resulted in a practicality percentage of 90.6% with the "Very Practical" criteria. This e-comic media based on shadow puppet ethnomathematics is declared very suitable and practical to be used as an innovative learning media to facilitate contextual understanding of concepts and support students' numeracy literacy skills through the preservation of local culture. ABSTRAK Rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa serta keterbatasan variasi media dalam pembelajaran matematika melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan mengetahui tingkat kelayakan serta kepraktisan media yang dikembangkan. Fokus utamanya yaitu mengembangkan media pembelajaran e-comic yang memudahkan pemahaman konsep kekongruenan sekaligus menunjang kemampuan literasi numerasi melalui pendekatan etnomatematika. Prosedur penelitian menerapkan metode pengembangan Research and Development dengan model 4D yang dibatasi pada tahap Define, Design, dan Development. Pengembangan media ini dilakukan dengan mengidentifikasi bangun-bangun kongruen pada tokoh wayang kulit Wijanarka, Werkudara, Baladewa, dan Semar, kemudian disusun menggunakan aplikasi Canva dalam format flipbook. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 88,93% dari ahli materi dan 90% dari ahli media, yang mana keduanya masuk dalam kategori "Sangat Layak". Uji coba terbatas kepada 10 siswa menghasilkan persentase kepraktisan sebesar 90,6% dengan kriteria "Sangat Praktis". Media e-comic berbasis etnomatematika wayang kulit ini dinyatakan sangat layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk memfasilitasi pemahaman konsep secara kontekstual dan menunjang kemampuan literasi numerasi siswa melalui pelestarian budaya lokal.
PERAN MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA STUDI KASUS DI SMPQT AL HUDA NGEMPLAK BOYOLALI Nabilah Nabilah; Wiwin Astuti
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.6394

Abstract

Abstrak Penelitian ini guna untuk memahami peran manajemen sarana dan prasarana di SMPQT Al Huda Ngemplak, Boyolali, sebagai studi kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi kasus, pengumpulan data dengan wawancara mendalam dengan Waka Kurikulum SMPQT Al Huda. Dari hasil penelitian ini ditemukan perencanaan sarana dan prasarana ini sangat penting. Sebab sekolah masih baru sehingga banyak kekurangan fasilitas. Perencanaan sarana dan prasarana melibatkan identifikasi kebutuhan, penentuan skala prioritas, penyusunan proposal, perencanaan anggaran biaya planning RAB. Kemitraan dengan pihak eksternal masih terbatas, terutama dalam pengadaan buku dengan PT. Intan Pariwara. Tantangan primer dalam pengelolaan wahana dan prasarana artinya keterbatasan sumber daya manusia dan dana. Umpan balik dari siswa menunjukkan perlunya penambahan fasilitas seperti kipas angin di ruang kelas. Kesimpulannya, manajemen sarana serta prasarana yang efektif sangat penting untuk mendukung proses belajar mengajar pada SMPQT Al Huda, serta perencanaan yang matang, pengadaan yang efisien, kemitraan yang strategis, serta pengelolaan yang responsif terhadap umpan balik siswa sangat dibutuhkan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-COMIC BERBASIS ETNOMATEMATIKA WAYANG KULIT UNTUK MENUNJANG KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI Septi, Aleza Dwi; Astuti, Wiwin; P, Heldy Ramadhan Putra; Hadiningrum, Lila Pangestu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9598

Abstract

The low level of students' numeracy literacy and the limited variety of media in mathematics learning are the background for this research. The purpose of this research is to describe the development process and determine the level of feasibility and practicality of the developed media. The main focus is to develop e-comic learning media that facilitates the understanding of the concept of congruence while supporting numeracy literacy skills through an ethnomathematics approach. The research procedure applies the Research and Development development method with a 4D model limited to the Define, Design, and Development stages. This media development was carried out by identifying congruent shapes in the shadow puppet characters Wijanarka, Werkudara, Baladewa, and Semar, then arranged using the Canva application in flipbook format. The validation results showed a feasibility level of 88.93% from material experts and 90% from media experts, both of which are included in the "Very Feasible" category. A limited trial of 10 students resulted in a practicality percentage of 90.6% with the "Very Practical" criteria. This e-comic media based on shadow puppet ethnomathematics is declared very suitable and practical to be used as an innovative learning media to facilitate contextual understanding of concepts and support students' numeracy literacy skills through the preservation of local culture. ABSTRAK Rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa serta keterbatasan variasi media dalam pembelajaran matematika melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan mengetahui tingkat kelayakan serta kepraktisan media yang dikembangkan. Fokus utamanya yaitu mengembangkan media pembelajaran e-comic yang memudahkan pemahaman konsep kekongruenan sekaligus menunjang kemampuan literasi numerasi melalui pendekatan etnomatematika. Prosedur penelitian menerapkan metode pengembangan Research and Development dengan model 4D yang dibatasi pada tahap Define, Design, dan Development. Pengembangan media ini dilakukan dengan mengidentifikasi bangun-bangun kongruen pada tokoh wayang kulit Wijanarka, Werkudara, Baladewa, dan Semar, kemudian disusun menggunakan aplikasi Canva dalam format flipbook. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 88,93% dari ahli materi dan 90% dari ahli media, yang mana keduanya masuk dalam kategori "Sangat Layak". Uji coba terbatas kepada 10 siswa menghasilkan persentase kepraktisan sebesar 90,6% dengan kriteria "Sangat Praktis". Media e-comic berbasis etnomatematika wayang kulit ini dinyatakan sangat layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk memfasilitasi pemahaman konsep secara kontekstual dan menunjang kemampuan literasi numerasi siswa melalui pelestarian budaya lokal.
PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI DAN RESILIENSI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS Aryanti, Ananda Nasywa Salsabila; Wibowo, Ari; Pembangunan, Heldy Ramadhan Putra; Astuti, Wiwin
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10517

Abstract

Mathematical critical thinking skills play a crucial role in meeting the demands of 21st-century learning, although these skills remain low among some students. This study aims to analyze the influence of mathematical self-confidence and resilience on students’ mathematical critical thinking skills. The study employed a quantitative approach with an associative-causal design. The population consisted of all 127 eighth-grade students at MTs Al-Manshur Popongan Klaten, with a sample of 101 students selected using cluster random sampling. The research instruments included questionnaires on mathematical self-confidence and resilience, as well as an essay test of mathematical critical thinking skills. Data analysis was conducted using multiple linear regression with IBM SPSS Statistics 21 software, after meeting prerequisite tests such as normality, linearity, multicollinearity, and heteroscedasticity. The results indicate that mathematical self-confidence and mathematical resilience simultaneously have a significant effect on mathematical critical thinking skills. Partially, self-confidence did not have a significant effect, whereas mathematical resilience had a significant positive effect. These findings underscore the importance of mathematical resilience in enhancing mathematical critical thinking skills, thus necessitating its development through challenging and meaningful learning. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis matematis memiliki peran yang penting dalam memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21, meskipun kemampuan tersebut masih rendah pada sebagian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan diri dan resiliensi matematis terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausalitas. Populasi mencakup seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Manshur Popongan Klaten yaitu 127 siswa, dengan sampel 101 siswa yang dtentukan melalui teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari angket kepercayaan diri dan resiliensi matematis, serta tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan software IBM SPSS Statistics 21, setelah memenuhi uji prasyarat seperti normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan resiliensi matematis secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Secara parsial, kepercayaan diri tidak berpengaruh signifikan, sedangkan resiliensi matematis memiliki pengaruh positif yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya resiliensi matematis dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis, sehingga perlu dikembangkan melalui pembelajaran yang menantang dan bermakna.    
HUBUNGAN LITERASI DIGITAL DAN LEARNING LOSS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR FUNGSIONAL PESERTA DIDIK Baedowi, Hilmina Rofa’; Astuti, Wiwin; Suyatman, Suyatman; Wibowo, Ari
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10759

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital technology and the emergence of the learning loss phenomenon in the post-pandemic era have become significant challenges in mathematics education, particularly in developing students’ functional thinking skills. This study aimed to analyze the relationship between digital literacy and learning loss with junior high school students’ functional thinking abilities. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The population consisted of all eighth-grade students of MTsN 1 Klaten in the 2025/2026 academic year, totaling 198 students. The sample was selected using a cluster random sampling technique, resulting in two classes with a total of 67 students. Data were collected through a functional thinking test, a digital literacy test, and a learning loss questionnaire. The data were analyzed using descriptive statistics, normality testing, and Spearman Rank nonparametric correlation analysis. The findings revealed that digital literacy did not have a significant relationship with students’ functional thinking abilities. In contrast, learning loss showed a significant negative relationship with functional thinking, indicating that lower levels of learning loss were associated with better functional thinking abilities. These findings suggest that the quality of learning experiences plays a more dominant role than digital literacy in supporting the development of students’ mathematical thinking skills. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan munculnya fenomena learning loss pascapandemi menjadi tantangan penting dalam pembelajaran matematika, terutama terkait pengembangan kemampuan berpikir fungsional peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi digital dan learning loss dengan kemampuan berpikir fungsional peserta didik sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian meliputi seluruh peserta didik kelas VIII MTsN 1 Klaten tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 198 peserta didik. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik cluster random sampling sehingga diperoleh dua kelas dengan total 67 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan berpikir fungsional, tes literasi digital, dan angket learning loss. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan korelasi nonparametrik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan berpikir fungsional peserta didik. Sebaliknya, learning loss menunjukkan hubungan negatif yang signifikan terhadap kemampuan berpikir fungsional, yang mengindikasikan bahwa semakin rendah tingkat learning loss, maka kemampuan berpikir fungsional peserta didik cenderung semakin baik. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pengalaman belajar memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan kemampuan literasi digital dalam mendukung perkembangan kemampuan berpikir matematis peserta didik.
Eksperimen Media Zep Quiz Dan Flashcard Dalam Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Terhadap Motivasi Belajar Siswa Nur Hidayati; Wiwin Astuti; Suyatman Suyatman; Ari Wibowo
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Volume 13 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.13.1.2026.89-98

Abstract

Motivasi belajar menjadi aspek esensial siswa agar dapatmemaksimalkan pembelajaran. Namun, motivasi belajar siswa dikelas VIII MTsN 4 Klaten masih belum mencapai hasil maksimal,mengindikasikan pentingnya media pembelajaran yangmengoptimalkan keterlibatan siswa. Penelitian ini mengkajiperbedaan: (1) motivasi belajar siswa sebelum dan sesudaheksperimen media ZEP Quiz dalam model TGT; (2) motivasibelajar siswa sebelum dan sesudah eksperimen media flashcarddalam model TGT; serta (3) motivasi belajar siswa sesudaheksperimen media ZEP Quiz dan flashcard dalam modelpembelajaran TGT. Metode kuantitatif dengan rancanganeksperimen semu nonequivalent control group design digunakandalam penelitian ini. Sebanyak 167 siswa kelas VIII MTsN 4Klaten menjadi populasi penelitian, sedangkan sampel ditetapkanmelalui teknik cluster random sampling yaitu kelas VIII A dan kelasVIII B. Validitas dan reliabilitas diujikan pada angket motivasibelajar untuk mengumpulkan data. Analisis data mencangkupanalisis deskriptif, pengujian normalitas dan homogenitas, sertauji hipotesis mencangkup paired dan independent sample t-test.Berdasaarkan hasil analisis dinyatakan: adanya perbedaanmotivasi belajar setelah eksperimen media ZEP Quiz dan flashcarddalam model pembelajaran TGT, namun tidak terdapatperbedaan yang signifikan antara motivasi belajar siswa padakelas yang menggunakan media ZEP Quiz maupun kelas yangmenggunakan media flashcard dalam model pembelajaran TGT.