Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-COMIC BERBASIS ETNOMATEMATIKA WAYANG KULIT UNTUK MENUNJANG KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI Septi, Aleza Dwi; Astuti, Wiwin; P, Heldy Ramadhan Putra; Hadiningrum, Lila Pangestu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9598

Abstract

The low level of students' numeracy literacy and the limited variety of media in mathematics learning are the background for this research. The purpose of this research is to describe the development process and determine the level of feasibility and practicality of the developed media. The main focus is to develop e-comic learning media that facilitates the understanding of the concept of congruence while supporting numeracy literacy skills through an ethnomathematics approach. The research procedure applies the Research and Development development method with a 4D model limited to the Define, Design, and Development stages. This media development was carried out by identifying congruent shapes in the shadow puppet characters Wijanarka, Werkudara, Baladewa, and Semar, then arranged using the Canva application in flipbook format. The validation results showed a feasibility level of 88.93% from material experts and 90% from media experts, both of which are included in the "Very Feasible" category. A limited trial of 10 students resulted in a practicality percentage of 90.6% with the "Very Practical" criteria. This e-comic media based on shadow puppet ethnomathematics is declared very suitable and practical to be used as an innovative learning media to facilitate contextual understanding of concepts and support students' numeracy literacy skills through the preservation of local culture. ABSTRAK Rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa serta keterbatasan variasi media dalam pembelajaran matematika melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan mengetahui tingkat kelayakan serta kepraktisan media yang dikembangkan. Fokus utamanya yaitu mengembangkan media pembelajaran e-comic yang memudahkan pemahaman konsep kekongruenan sekaligus menunjang kemampuan literasi numerasi melalui pendekatan etnomatematika. Prosedur penelitian menerapkan metode pengembangan Research and Development dengan model 4D yang dibatasi pada tahap Define, Design, dan Development. Pengembangan media ini dilakukan dengan mengidentifikasi bangun-bangun kongruen pada tokoh wayang kulit Wijanarka, Werkudara, Baladewa, dan Semar, kemudian disusun menggunakan aplikasi Canva dalam format flipbook. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 88,93% dari ahli materi dan 90% dari ahli media, yang mana keduanya masuk dalam kategori "Sangat Layak". Uji coba terbatas kepada 10 siswa menghasilkan persentase kepraktisan sebesar 90,6% dengan kriteria "Sangat Praktis". Media e-comic berbasis etnomatematika wayang kulit ini dinyatakan sangat layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk memfasilitasi pemahaman konsep secara kontekstual dan menunjang kemampuan literasi numerasi siswa melalui pelestarian budaya lokal.
PERAN MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA STUDI KASUS DI SMPQT AL HUDA NGEMPLAK BOYOLALI Nabilah Nabilah; Wiwin Astuti
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.6394

Abstract

Abstrak Penelitian ini guna untuk memahami peran manajemen sarana dan prasarana di SMPQT Al Huda Ngemplak, Boyolali, sebagai studi kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi kasus, pengumpulan data dengan wawancara mendalam dengan Waka Kurikulum SMPQT Al Huda. Dari hasil penelitian ini ditemukan perencanaan sarana dan prasarana ini sangat penting. Sebab sekolah masih baru sehingga banyak kekurangan fasilitas. Perencanaan sarana dan prasarana melibatkan identifikasi kebutuhan, penentuan skala prioritas, penyusunan proposal, perencanaan anggaran biaya planning RAB. Kemitraan dengan pihak eksternal masih terbatas, terutama dalam pengadaan buku dengan PT. Intan Pariwara. Tantangan primer dalam pengelolaan wahana dan prasarana artinya keterbatasan sumber daya manusia dan dana. Umpan balik dari siswa menunjukkan perlunya penambahan fasilitas seperti kipas angin di ruang kelas. Kesimpulannya, manajemen sarana serta prasarana yang efektif sangat penting untuk mendukung proses belajar mengajar pada SMPQT Al Huda, serta perencanaan yang matang, pengadaan yang efisien, kemitraan yang strategis, serta pengelolaan yang responsif terhadap umpan balik siswa sangat dibutuhkan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-COMIC BERBASIS ETNOMATEMATIKA WAYANG KULIT UNTUK MENUNJANG KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI Septi, Aleza Dwi; Astuti, Wiwin; P, Heldy Ramadhan Putra; Hadiningrum, Lila Pangestu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9598

Abstract

The low level of students' numeracy literacy and the limited variety of media in mathematics learning are the background for this research. The purpose of this research is to describe the development process and determine the level of feasibility and practicality of the developed media. The main focus is to develop e-comic learning media that facilitates the understanding of the concept of congruence while supporting numeracy literacy skills through an ethnomathematics approach. The research procedure applies the Research and Development development method with a 4D model limited to the Define, Design, and Development stages. This media development was carried out by identifying congruent shapes in the shadow puppet characters Wijanarka, Werkudara, Baladewa, and Semar, then arranged using the Canva application in flipbook format. The validation results showed a feasibility level of 88.93% from material experts and 90% from media experts, both of which are included in the "Very Feasible" category. A limited trial of 10 students resulted in a practicality percentage of 90.6% with the "Very Practical" criteria. This e-comic media based on shadow puppet ethnomathematics is declared very suitable and practical to be used as an innovative learning media to facilitate contextual understanding of concepts and support students' numeracy literacy skills through the preservation of local culture. ABSTRAK Rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa serta keterbatasan variasi media dalam pembelajaran matematika melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan mengetahui tingkat kelayakan serta kepraktisan media yang dikembangkan. Fokus utamanya yaitu mengembangkan media pembelajaran e-comic yang memudahkan pemahaman konsep kekongruenan sekaligus menunjang kemampuan literasi numerasi melalui pendekatan etnomatematika. Prosedur penelitian menerapkan metode pengembangan Research and Development dengan model 4D yang dibatasi pada tahap Define, Design, dan Development. Pengembangan media ini dilakukan dengan mengidentifikasi bangun-bangun kongruen pada tokoh wayang kulit Wijanarka, Werkudara, Baladewa, dan Semar, kemudian disusun menggunakan aplikasi Canva dalam format flipbook. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 88,93% dari ahli materi dan 90% dari ahli media, yang mana keduanya masuk dalam kategori "Sangat Layak". Uji coba terbatas kepada 10 siswa menghasilkan persentase kepraktisan sebesar 90,6% dengan kriteria "Sangat Praktis". Media e-comic berbasis etnomatematika wayang kulit ini dinyatakan sangat layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk memfasilitasi pemahaman konsep secara kontekstual dan menunjang kemampuan literasi numerasi siswa melalui pelestarian budaya lokal.