Claim Missing Document
Check
Articles

PKM Pencegahan Covid-19 Varian Baru (Omicron) Desa Telukawur Prastiwi, Bertika Kusuma; Ratimiasih, Yulia; Zhannisa, Utvi Hinda; Widiyatmoko, Fajar Ari
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v3i1.11920

Abstract

The second wave of the Covid-19 virus is still a problem in Indonesia. Many community activities are restricted including school, work, sports. However, many people ignore health protocols, thinking that the pandemic is over. People in Telukawur village also think that the pandemic is over. The people of Telukawur village have forgotten about the implementation of health protocols, it is proven that they rarely use masks, keep their hands clean and use hand sanitizer. From the above problems, the activities carried out were direct socialization to the Telukawur village community by distributing masks, installing appeal signs, socialization and exposure to the new variant of the COVID-19 virus to village organizations and demonstrations for making hansanitazers. From the activities carried out, it is hoped that the community will care about the health of themselves and others by preventing the spread of the COVID-19 virus, implementing health protocols and being independent in making natural hand sanitizers. As a result of the activities carried out, the Telukawur village community is more concerned about the health of themselves and others by implementing health protocols in their daily lives. The conclusion of this activity is that the pandemic is not over, people must continue to apply health protocols wherever they are.AbstrakVirus Covid 19 gelombang kedua masih menjadi permasalahan di Indonesia. Banyak kegiatan masyarakat yang dibatasi diantaranya sekolah, bekerja, berolahraga. Namun banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan, beranggapan bahwa pendemi telah berakhir. Masyarakat di desa Telukawur juga beranggapan pendemi telah berakhir. Masyarakat desa Telukawur sudah melupakan mengenai penerapan protokol kesehatan, terbukti sudah jarang penggunaan masker, menjaga jarak mencuci tangan dan penggunaan handsanitazer. Dari permasalahan diatas maka kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi langsung kepada masyarakat desa Telukawur dengan cara pembagian masker, pemasangan plang himbauan, sosialisasi dan paparan mengenai virus covid 19 varian baru ke organisasi-organisasi desa serta demontrasi pembuatan hansanitazer. Dari kegiatan yang dilakukan diharapkan masyarakat peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain dengan mencegah penyebaran virus covid 19, menerapkan protokol kesehatan dan kemandirian dalam pembuatan handsanitazer alami. Hasil dari kegiatan yang dilakukan, masyarakat desa Telukawur lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain dengan cara menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.  Kesimpulan kegiatan ini pendemi belum berakhir masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan dimanapun mereka berada.
Analisis Minat Siswa Terhadap Ekstrakulikuler Olahraga di SMA N 2 Rembang Luthfiana, Roisul Azka; Wibisana, Muh Isna Nurdin; Zhannisa, Utvi Hinda
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 2 (2025): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i2.4637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar minat siswa terhadap ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Rembang. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix methods) dengan pendekatan kuantitatif menggunakan teknik statistik deskriptif dengan bantuan perangkat lunak SPSS untuk mengukur tingkat minat siswa dan kualitatif menggunakan teknik wawancara untuk menggali alasan serta faktor-faktor yang memengaruhi minat mereka terhadap kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan subjek penelitian siswa kelas XI sebanyak 347 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa minat siswa untuk mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Rembang relatif tinggi, karena data keseluruhan menunjukkan minat tinggi sebanyak 192 siswa (55,33%), diikuti dengan minat sangat tinggi sebanyak 50 siswa (14,41%), minat rendah sebanyak 98 siswa (28,24%) dan minat sangat rendah sebanyak 7 siswa (2,02%). Minat siswa SMA N 2 Rembang terhadap ekstrakurikuler olahraga cukup beragam, dengan sebagian besar berminat karena alasan kesehatan, kesenangan, dan prestasi, serta ditunjang oleh faktor dukungan lingkungan (orang tua, teman, dan guru). Namun, masih ada siswa yang kurang berminat karena keterbatasan waktu, fasilitas, atau kurangnya motivasi pribadi. Jadi dapat disimpulkan bahwa minat siswa terhadap ekstrakurikuler di SMA N 2 Rembang secara keseluruhan pada kategori tinggi.
Pelatihan Juri Aerobic Gymnastic Siklus 2025-2028 Pengprov Persani Jawa Tengah Fahmi, Donny Anhar; Wibisana, Muh Isna Nurdin; Herlambang, Tubagus; Zhannisa, Utvi Hinda; Aziz, Zainul
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 6, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v6i3.25473

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme juri senam aerobik melalui penataran dan pelatihan berbasis Code of Points Fédération Internationale de Gymnastique (FIG) 2025–2028. Program dilaksanakan oleh tim Universitas PGRI Semarang bekerja sama dengan PENGPROV PERSANI Jawa Tengah, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah. Metode pelaksanaan mencakup pemberian materi teori, studi kasus video, simulasi pertandingan (mock competition), serta evaluasi pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata peserta dari 67,3 pada pretest menjadi 88,5 pada posttest (kenaikan 31,5%). Peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam aspek Difficulty, Execution, Artistry, serta penerapan kode etik juri. Kegiatan ini berhasil mencetak juri Aerobic Gymnastics yang profesional, berintegritas, dan siap bertugas pada event resmi tingkat daerah dan nasional.
Penerapan Media Audio Visual dan Permainan Tradisional terhadap Hasil Belajar Senam Lantai Roll Belakang pada Siswi Putri SMA Selvina, Rizqi Adinda; Zhannisa, Utvi Hinda; Wibisana , Muh. Isna Nurdin
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 15 No. 6 (2025): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v15i6.3611

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur dampak metode audio-visual dan permainan tradisional terhadap kemampuan guling Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya penguasaan teknik guling belakang pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Rembang. Rendahnya hasil belajar terutama disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang variatif dan minimnya penggunaan media yang dapat membantu pemahaman gerak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode audio-visual dan permainan tradisional dalam meningkatkan kemampuan guling belakang. Desain penelitian menggunakan One Group Pre-test Post-test Design dengan teknik purposive sampling. Sampel ditentukan berdasarkan jenis kelamin, ketersediaan mata pelajaran senam pada tahun berjalan, rekomendasi guru olahraga, serta kesediaan siswa. Dari total 72 siswa, diperoleh 48 sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penilaian kemampuan guling belakang sebelum dan sesudah perlakuan. Data kemudian dianalisis melalui uji prasyarat, uji hipotesis, serta uji efektivitas untuk mengetahui sejauh mana perlakuan memberikan perubahan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode audio-visual dan permainan tradisional mampu meningkatkan kemampuan guling belakang secara signifikan. Kelas X.9 yang belajar tanpa media justru mengalami penurunan sebesar 5,75 poin (7,44%) dari nilai rata-rata pretest. Sebaliknya, kelas X.10 yang mendapatkan perlakuan mengalami peningkatan sebesar 7,88 poin (10,04%). Perbedaan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media audio-visual dan permainan tradisional lebih efektif terutama pada kelompok siswa dengan kemampuan awal yang lebih rendah dan heterogen. Secara keseluruhan, metode tersebut terbukti memberikan kontribusi positif terhadap pembelajaran senam lantai, khususnya teknik guling belakang.
Pengaruh Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik terhadap Amotivasi Olahraga Fun Football pada Pemuda di Kota Semarang Triono, Bagus; Zhannisa, Utvi Hinda; Wiyanto, Agus
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i1.3961

Abstract

Rendahnya motivasi berolahraga di kalangan pemuda dapat menimbulkan amotivasi, yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya partisipasi serta keberlanjutan program olahraga rekreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati bagaimana motivasi dari dalam dan motivasi dari luar mempengaruhi terjadinya amotivasi dalam aktivitas Fun Football pada pemuda di Kota Semarang. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitik. Sampel penelitian terdiri atas 61 pemuda berusia 16–30 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian melalui penyebaran kuesioner Sport Motivation Scale (SMS-28), kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan regresi linier berganda. Hasil uji simultan (uji F) menunjukkan nilai F = 8,092 dengan signifikansi 0,001, yang mengindikasikan bahwa motivasi intrinsik dan ekstrinsik berpengaruh signifikan terhadap amotivasi. Secara parsial, motivasi intrinsik terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap amotivasi (t = 2,032; p = 0,047), sedangkan motivasi ekstrinsik tidak menunjukkan pengaruh signifikan (t = -0,451; p = 0,654). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,218 menunjukkan bahwa 21,8% variasi amotivasi dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa dorongan internal, seperti kesenangan dan kepuasan pribadi, memiliki peran penting dalam mengurangi amotivasi pada aktivitas olahraga rekreatif. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengelola dan pembuat kebijakan dalam merancang program Fun Football yang lebih menekankan pada penguatan motivasi intrinsik pemuda, sehingga program dapat berjalan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Tingkat Pemahaman Materi Perkembangan dan Pertumbuhan Remaja melalui Quizizz dan Video Edukasi pada Pembelajaran PJOK Nasywa Salsabiela; Utvi Hinda Zhannisa; Agus Wiyanto; Fendyka Novan Ulfiansyah
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i1.4453

Abstract

Penggunaan media pembelajaran berperan penting dalam memfasilitasi siswa untuk memahami materi secara lebih efektif. Salah satu media yang terbukti meningkatkan proses kognitif dan mengubah pola pikir belajar siswa adalah video edukatif. Penelitian ini difokuskan pada evaluasi efektivitas media pembelajaran interaktif dalam menunjang pencapaian hasil belajar Canva dan video, yang dikombinasikan dengan evaluasi melalui platform Quizizz, dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi perkembangan dan pertumbuhan remaja pada mata pelajaran PJOK di tingkat SMP. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest, di mana subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang signifikan pada tingkat signifikansi 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan media digital interaktif berkontribusi positif terhadap peningkatan hasil belajar dan keterlibatan siswa. Dengan demikian, penggunaan media ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam mendukung proses pembelajaran PJOK yang lebih atraktif dan relevan di era digital saat ini.