Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Miniharianti, Miniharianti; Zaman, Badrul; Rabial, Jihan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2784

Abstract

Infeksi  Saluran  Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering menyerang usia anak balita (1-4 tahun) karena sistem pertahanan tubuh anak masih rendah. Salah satu faktor yang masih diduga mempengaruhi ISPA yaitu pengetahuan ibu. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian ISPA pada balita wilayah Puskesmas  Simpang Tiga Kabupaten pidie. Sebanyak 47 orang orang tua dikumpulkan secara purposive sampling yang dilibatkan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 s/d 23 Juli 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Sedangkan analisa data dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil uji univariat didapatkan bahwa katagori usia dominan pada katagori dewasa akhir sebanyak (57,4%), pendidikan dominan pada katagori menengah sebanyak (51,1%), pengetahuan dominan pada katagori cukup sebanyak (48,9%), kejadian ISPA dominan pada katagori sedang sebanyak (46,8%). Hasil uji bivariat diperoleh semua variabel independen yang signifikan berhubungan dengan kejadian ISPA yaitu usia (P= 0,035), pendidikan (P= 0,017) dan pengetahuan (P= 0,034). Penelitian ini diharapkan supaya dapat menambah pengetahuan ibu agar dapat mencegah angka kejadian ISPA pada anak.Kata kunci : Pengetahuan orang tua, ISPA, BalitaAcute Respiratory Infection (ARI) is one of the infectious diseases that often attacks children under five years old (1-4 years old) because the child's body defense system is still low. One of the factors that are still suspected of influencing ARI is mother's knowledge. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of parental knowledge and the incidence of ARI in children under five in the Simpang Tiga Public Health Center, Pidie Regency. A total of 47 parents were collected by purposive sampling and were involved in this study. This research was conducted on 15 to 23 July 2022. This research is descriptive correlative with a cross sectional approach. Data collection was done by using a questionnaire. While the data analysis using Chi Square test. The results of the univariate test showed that the dominant age category in the late adult category was (57.4%), the dominant education was in the intermediate category (51.1%), the dominant knowledge was in the moderate category (48.9%), the incidence of ARI was dominant in medium category (46.8%). The results of the bivariate test showed that all independent variables that were significantly related to the incidence of ARI were age (P = 0.035), education (P = 0.017), knowledge (P = 0.034). This research is expected to increase mother's knowledge in order to prevent the incidence of ARI in childrenKeywords: Knowledge of parents, ARI, Toddler
Sosialisasi dan Pelatihan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Menggunakan Buku SDKI, SLKI dan SIKI Zaman, Badrul; Husna, Nurul; Bukhari; Faizah; Munawwarah, Khairiyatul; Rabial, Jihan; Nurlaili
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v2i1.72

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan gambaran Tindakan yang diberikan perawat kepada pasien dalam asuhan keperawatan. Dokumentasi ini terdiri dari pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi dan evaluasi. Dokumentasi keperawatan harus dievaluasi terkait dengan penerapannya dalam pemberian asuhan keperawatan. Masih ditemukan keragaman dalam merumuskan diagnosis keperawatan karena beragamnya pendidikan keperawatan, pengetahuan perawat, bahkan perbedaan standar acuan yang digunakan.  Mahasiswa Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh belum terlalu kompeten dalam menerapkan asuhan keperawatan dengan menggunakan SDKI, SLKI dan SIKI. Sehingga diperlukan sosialisasi dan pelatihan dalam memberikan asuhan keperawatan terutama dalam perumusan diagnosis keperawatan. Tujuan pengabdian ini untuk menambah pengetahuan, ketrampilan serta penerapan buku SDKI, SLKI dan SIKI dalam penyusunan dokumentasi keperawatan. Metode pengabdian ini dengan cara sosialisasi dan memberikan demonstrasi dalam penulisan Asuhan Keperawatan dan pengumpulan informasi terkait pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang penerapan SDKI, SLKI dan SIKI, pelatihan dengan pemberian materi, pendampingan serta evaluasi penerapan buku ini dalam asuhan keperawatan. Hasil yang didapat pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa keperawatan meningkat dalam penggunaan buku SDKI, SLKI dan SIKI.
Pemberdayaan Ibu Dengan Anak Autisme Melalui Terapi Spiritual Untuk Mengelola Kecemasan dan Stigma di SLB Pidie Miniharianti, Miniharianti; Zaman, Badrul; Atikah, Nurul; Sari, Nadia; Munawwarah, Khairiyatul; Rabial, Jihan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1131

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan ibu yang memiliki anak autisme melalui terapi spiritual untuk mengelola kecemasan dan stigma di SLB Kabupaten Pidie. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukasi dan pelatihan terapi spiritual terstruktur, disertai evaluasi menggunakan desain pretest–posttest pada 20 responden. Tingkat kecemasan dan stigma diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan mayoritas responden mengalami penurunan skor kecemasan setelah intervensi dan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (Z = -3,667; p < 0,05). Pada variabel stigma juga ditemukan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi (Z = -2,124; p < 0,05), meskipun perubahan skor tidak seragam pada seluruh responden. Disimpulkan bahwa terapi spiritual berpotensi efektif sebagai strategi pemberdayaan ibu dalam menurunkan kecemasan dan memengaruhi aspek stigma, serta perlu didukung dengan pendampingan berkelanjutan dan penguatan edukasi anti-stigma agar dampaknya lebih konsisten.