Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

zeolit SINTESIS BINDER ALKALI AKTIVASI ZEOLIT ALAM MALANG: not available Ismuyanto, Bambang; A.S. Dwi Saptati N.H; Dian Rahmawati
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Vol. 15 No. 1 (2025): Prosiding SNST 15 Tahun 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v15i1.14684

Abstract

Zeolit alam terdapat di Malang bagian selatan. Komponen utamanya adalah mordenit. Kelimpahan mencapai 23,4 juta ton. Zeolit ini bisa berperan sebagai precursor binder aktivasi-alkali. Total kadar alkali 2,2% berat. Total kadar aluminosilikat 49,4 % berat. Total aluminosilikat dan oksida besi 65,1% berat dengan angka banding silikat terhadap aluminat sebesar 4,73. Kadar kalsium 24,7%berat. Pengecilan ukuran menggunakan crusher dan ball mill diperoleh rerata ukuran partikel zeolit 231,54 µm. Pembentukan binder aktivasi alkali, diawali dari mereaksikan partikel zeolit dengan activator basa sodium hidroksida 14M. Luluhan dituang ke cetakan beton berukuran 5x5x5cm dan ditutup plastic untuk mengurangi evaporasi berlebih. Uji kuat tekan dilangsungkan pada hari perawatan ke 14; diperoleh kuat tekan sebesar 3,49 MPa. Mikrostruktur produk BAA menunjukkan terbentuknya pori mikrostruktur dan terdapat pula celah yang berukuran lebih besar dibanding pori. Kinerja mekanik produk aktivasi alkali mordenit menerapkan activator tunggal NaOH hampir sebanding dengan produk serupa menerapkan activator ganda sodium hidroksida-sodium silikat.  Kata kunci : zeolit, aluminosilikat, binder aktivasi alkali, sodium hidroksida, kuat tekan
Faktor yang Mempengaruhi Pernikahan Dini di Era Covid-19: Literature Review: Factors Affecting Early Marriage in the Covid-19 Era : Literature Review Dian Rahmawati; Alfiah Rahmawati; Noveri Aisyaroh
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i12.2758

Abstract

Latar belakang: Pernikahan dini merupakan permasalahan yang belum terselesaikan di Indonesia. Masuknya Pandemi Covid-19 pada awal 2020 menjadi salah satu penyebab angka dispensasi pernikahan anak usia dini meningkat. Tujuan: Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan dini di era Pandemi Covid-19. Metode: Metode yang digunakan yaitu literature review dengan mencari artikel menggunakan database pubmed dan google schoolar. Artikel yang dicari menggunakan kata kunci yang sudah ditetapkan dengan bahasa Indonesia dan Inggris. Kemudian ditemukan 10 artikel yang terdiri 5 artikel internasional dan 5 artikel nasional. Hasil: Terdapat 4 faktor yang mempengaruhi yaitu faktor pandemi, faktor sosial, faktor budaya dan faktor individu. Kesimpulan: Faktor yang paling dominan adalah faktor lingkungan. Beberapa upaya untuk mencegah pernikahan dini adalah memperbaiki kualitas pendidikan, perbanyak wawasan tentang seks edukasi dan kesehatan reproduksi, serta membatasi pergaulan dengan lingkungan sosial yang buruk.
Analisis Hasil Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal di Pos Gizi pada Balita Underweight di Kota Tangerang 2023: Analysis of the Results Giving Local Food in Pos Gizi to Underweight Toddlers in Tangerang City 2023 Dian Rahmawati; Trini Sudiarti; Yuni Pradilla Fitri
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4184

Abstract

Latar Belakang: Salah satu indikator kesehatan yang dinilai pada Sustainable Development Goals di Indonesia adalah status gizi balita. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia Tahun 2022, diketahui prevalensi stunting di Indonesia menurun 2,8%. Besar penurunan angka tersebut dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022. Sementara prevalensi underweight di Indonesia meningkat 0,1% , Tahun 2021 sebesar 17%, pada tahun 2022 meningkat menjadi 17,1%. Salah satu upaya pemerintah di Kota Tangerang dalam mengatasi masalah kekurangan gizi melalui program Pemberian Makanan Tambahan Lokal di POS GIZI. Kegiatan ini berlangsung pada periode bulan Mei Tahun 2023. Sasaran dalam pemberian makanan tambahan lokal adalah balita underweight usia 6-59 bulan sebanyak 397 balita yang dipilih secara purposive, tersebar di 37 Puskesmas se-Kota Tangerang. Anggaran pengadaan PMT lokal POS GIZI bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus Bantuan Operasional Kesehatan Puskesmas Tahun 2023. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil pelaksanaan program pos gizi terhadap berat badan dan status gizi balita underweight. Metode: Analisis yang digunakan adalah Uji Statiskik Parametrik dua sampel berpasangan dengan uji Paired T Test. Hasil: Berdasarkan uji Paired T Test menunjukkan bahwa untuk kategori usia balita 12-23 bulan nilai sig 2-tailed sebesar 0,038 (< 0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan (Sig < 0,05) antara Berat Badan balita pada hari pertama dengan Berat Badan balita setelah diberikan PMT selama empat belas hari di Pos Gizi. Hal ini menunjukkan bahwa PMT lokal melalui Pos Gizi dapat menjadi solusi dalam penanganan balita underweight di Wilayah kerja Kota Tangerang.
Dampak Pola Asuh Orang Tua pada Kualitas Hidup Anak Stunting: Studi pada Balita Usia 2-5 Tahun di Kota Kediri: The Impact of Parenting Patterns on the Quality of Life of Stunted Children: A Study of Toddlers Aged 2-5 Years in Kediri City Dian Rahmawati; Lia Agustin; Santi Arista Bijae
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.654

Abstract

Stunting is a health problem that not only inhibits physical growth but also affects children’s quality of life. Beyond nutrition, parenting styles play a key role in shaping children’s well-being, especially during the golden period of development. This study aimed to analyze the relationship between parenting style and the quality of life of stunted children aged 2–5 years old in Kediri City. An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted on 30 parents of stunted children selected using purposive sampling. Parenting style was measured using a questionnaire, while quality of life was measured with the WHOQOL-BREF instrument. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that 60% of parents applied poor parenting, and 66.7% of stunted children had a low quality of life. Cross-tabulation revealed that children with parents practicing poor parenting were more likely to have low quality of life, while most children with good parenting experienced better quality of life. Chi-square test results indicated a significant relationship (χ² = 6.412; p = 0.011). Good parenting can improve children’s quality of life even with stunting. Healthcare workers are expected to provide education on parenting style to support the quality of life for stunted children.   ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan yang tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik tetapi juga memengaruhi kualitas hidup anak. Selain gizi, pola asuh berperan penting dalam membentuk kesejahteraan anak, terutama pada periode emas perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh dan kualitas hidup anak stunting usia 2–5 tahun di Kota Kediri. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Dengan tehnik purposive sampling didapatkan responden 30 orang tua anak stunting. Variabel pola asuh diukur menggunakan kuesioner, sedangkan kualitas hidup diukur dengan instrumen WHOQOL-BREF. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% orang tua menerapkan pola asuh kurang baik, dan 66,7% anak stunting memiliki kualitas hidup yang rendah. Tabulasi silang menunjukkan bahwa anak-anak dengan pola asuh kurang baik cenderung memiliki kualitas hidup yang rendah, sementara sebagian besar anak dengan pola asuh yang baik memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Hasil uji chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan (χ² = 6,412; p = 0,011). Pola asuh yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup anak, bahkan pada anak dengan stunting. Tenaga kesehatan diharapkan memberikan edukasi tentang pola asuh untuk mendukung kualitas hidup anak stunting.