Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Transportasi

EKSPLORASI PERJALANAN MAHASISWA TERKAIT KEGIATAN KAMPUS BERDASARKAN CATATAN PERJALANAN Tri Basuki Joewono; Muhamad Rizki
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 2 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.911 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i2.1397.%p

Abstract

Travellers try to increase the efficiency of their travel by several methods. Current university students are expected as having more variety of activity, which change their travel behaviors. The aim of this study is to analyze the characteristics of students’ travel related with campus activities. The analysis was completed by developing several models based on travel diary which is filled in by student of Parahyangan Catholic University. Analysis shows that around 30% of students make several stops in their travel to or from campus. Analysis also shows a difference in the use of motorcycle and automobile in term of distance and travel time. It is found that decision in mode choice by student is influenced by gender, travel time, and frequency. Moreover, trip frequency and financial availability influence their travel time.                                                                                             Keywords: trip chain, students, travel diary  Pelaku perjalanan berusaha untuk mengefisienkan perjalanannya melalui beragam cara. Mahasiswa saat ini diduga memiliki aktivitas yang lebih beragam, sehingga perilaku perjalanannya berubah. Tujuan studi ini adalah menganalisis karakteristik perjalanan mahasiswa terkait kegiatan kampus. Analisis dilakukan dengan membangun sejumlah model berdasar data catatan perjalanan mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan. Analisis menunjukkan bahwa sekitar 30% mahasiswa melakukan sejumlah perhentian dalam melakukan perjalanan menuju atau dari kampus. Selain itu diperoleh juga bahwa terdapat perbedaan dalam penggunaan sepeda motor dan mobil dalam hal jarak dan waktu perjalanan. Keputusan pemilihan moda oleh mahasiswa ditemukan dipengaruhi oleh jenis kelamin, waktu perjalanan, dan frekuensi. Adapun frekuensi perjalanan dan kemampuan finansial mempengaruhi waktu perjalanan mahasiswa. Kata-kata kunci: rantai perjalanan, mahasiswa, catatan perjalanan
EKSPLORASI MODA ASAL PENGGUNA TRANSPORTASI ONLINE DI KOTA BANDUNG Muhamad Rizki; Tri Basuki Joewono; Jeanly Syahputri
Jurnal Transportasi Vol. 20 No. 1 (2020)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.733 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v20i1.3849.1-10

Abstract

Abstract The rise of ride-sourcing service for cities mobility has change how people do travel and consequently disrupt transport ecosystem. This paper explore the travel behavior of ride-sourcing users based on travellers’ previous modes using discriminant analysis. For the purpose, the study collected data from a survey in the Bandung City in 2018. Analysis confirms the substitution effect of ride-sourcing from both private and public transport. Substitution effect occur from public transport than private car that tend to associated with younger traveller which have limitation access for private transport. The analysis found that ride-sourcing might be used for specific purposes only rather than for daily commuting, especially for users who previously use private car. Keywords: ridesourcing, previous mode, public transport, travel behavior  Abstrak Munculnya penggunaan angkutan online dalam mobilitas perkotaan telah mengubah cara orang melakukan perjalanan dan akibatnya mengganggu ekosistem transportasi. Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku perjalanan pengguna angkutan online berdasarkan moda berkendara sebelumnya menggunakan analisis diskriminan. Untuk tujuan tersebut, pada penelitian ini dikumpulkan data dari survei primer yang dilakukan di Kota Bandung pada tahun 2018. Analisis mengonfirmasi efek substitusi angkutan online transportasi pribadi dan transportasi publik. Efek substitusi terjadi dari angkutan umum daripada mobil pribadi yang cenderung merupakan pelaku perjalanan muda yang memiliki akses terbatas untuk angkutan pribadi. Analisis yang dilakukan menemukan bahwa angkutan online mungkin hanya digunakan untuk tujuan tertentu daripada untuk perjalanan sehari-hari, terutama untuk pengguna yang sebelumnya menggunakan mobil pribadi. Kata-kata kunci: angkutan online, moda sebelumnya, transportasi publik, perilaku perjalanan
PENGARUH LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL TERHADAP PERJALANAN BERBELANJA DI KOTA BANDUNG Tri Basuki Joewono; Nabila Putri Larasati; Muhamad Rizki
Jurnal Transportasi Vol. 20 No. 2 (2020)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v20i2.4100.77-86

Abstract

Abstract The shopping trip for everyone's daily needs is diverse. They have their own reasons to choose a shopping place that suits their needs. The aim of this study is to describe the characteristics of shoppers and their residential environment and to model the relationship of both variables. This study employed data from questionnaires distributed in Bandung City. Data were analyzed using ordinal regression method. The result of the analysis shows that the variables of residential environment condition significantly influence the shopping frequency. Keywords: shopping trip; residential environment; public transportation; shopping frequency.  Abstrak Perjalanan berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari tiap orang berbeda-beda. Banyak alasan yang dimiliki setiap orang untuk memilih tempat belanja yang sesuai dengan keinginan mereka. Tujuan studi ini adalah mendes-kripsikan karakteristik pelaku belanja dan lingkungan tempat tinggal serta memodelkan hubungan keduanya. Studi ini menggunakan data hasil penyebaran kuesioner di Kota Bandung. Analisis data menggunakan metode regresi ordinal. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel kondisi lingkungan tempat tinggal berpengaruh secara signifikan terhadap frekuensi berbelanja. Kata-kata kunci: perjalanan berbelanja; lingkungan binaan; kendaraan umum; frekuensi berbelanja.
PREFERENSI MUDIK TAHUN 2021 BERDASARKAN SURVEI MUDIK PADA MASA PANDEMI COVID-19 Tri Basuki Joewono; Jeanly Syahputri; Muhamad Rizki; Fabianus Sebastian Kevin
Jurnal Transportasi Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v21i1.4820.1-10

Abstract

Abstract The Covid-19 pandemic has changed the way people carry out their daily activities and limit the movement of people including going home (or mudik) in 2020. This study aims to understand the effect of Covid-19 on the intention of travelers to go home in 2021 in Indonesia. The data in this study were obtained from online respondents and analyzed using discriminant analysis. Although there is still uncertainty about when the pandemic will end, this study shows that there are travelers who will continue to go home in 2021, especially those with lower incomes and young people. In addition, the emotional aspect was found to influence the intention to go home in 2021. This study recommends the need for a more detailed health protocol for homecoming travelers who will continue to go home and for cities that become homecoming destinations in 2021. In addition, the improvement of Information and Communication Technology infrastructure in the regions needs to be improved to reduce the desire to go home during the pandemic. Keywords: mudik; Covid-19 pandemic; travel; traveler; health protocol. Abstrak Pandemi Covid-19 telah mengubah cara masyarakat melakukan kegiatan sehari-hari dan membatasi pergerakan masyarakat termasuk pada saat mudik tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh Covid-19 terhadap intensi pelaku perjalanan untuk melakukan mudik pada tahun 2021 di Indonesia. Data pada studi ini diperoleh dari responden secara online dan dianalisis dengan menggunakan analisis diskriminan. Meskipun masih ada ketidakpastian kapan pandemi berakhir, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pelaku perjalanan yang tetap akan melakukan mudik pada tahun 2021, khususnya mereka dengan pendapatan yang lebih rendah dan dengan usia muda. Selain itu aspek emosional ditemukan memengaruhi intensi untuk melakukan mudik pada tahun 2021. Studi ini merekomendasikan perlunya protokol kesehatan untuk mudik yang lebih rinci untuk para pelaku perjalanan yang tetap akan melakukan mudik serta untuk bagi kota-kota yang menjadi tujuan mudik pada tahun 2021. Selain itu, peningkatan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi di daerah-daerah perlu ditingkatkan untuk mengurangi keinginan melakukan mudik pada masa pandemi. Kata-kata kunci: mudik; pandemi Covid-19; perjalanan; pelaku perjalanan; protokol kesehatan.
INTENSI AKTIVITAS DAN PERJALANAN MASYARAKAT PADA MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU BERDASARKAN SURVEI DI MASA PANDEMI COVID-19 Muhamad Rizki; Andrean Maulana; Dwi Prasetyanto; Barkah Wahyu Widianto
Jurnal Transportasi Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v21i1.4828.45-54

Abstract

Abstract After more than 3 months of implementing mobility restrictions, in response to the Covid-19 pandemic in Indonesia, the Indonesian Government will ease these restrictions towards the New Normal period. With these changes, the question arises about how the activity-travel in the New Normal period will be. This study aims to understand the effect of changing experiences during a pandemic on individual intentions in changing travel patterns and online activities during the New Normal period. The results of distributing questionnaires, which were conducted online, were used to support the analysis carried out. This study shows that there is a reduction in the frequency of trips and activities during the pandemic and there is an intention to make adjustments to the number of travel and activities during the New Normal period. An increase in travel activity was found among young travelers and workers. The adaptation of electronic devices during the pandemic has a positive effect on the intention of online activities during the New Normal, so that it has the potential to increase online activities continuously after the New Normal period. Keywords: Covid-19 pandemic; mobility restrictions; travel patterns; new normal. Abstrak Setelah lebih dari 3 bulan penerapan pembatasan mobilitas, sebagai respon terhadap pandemi Covid-19 di Indonesia, Pemerintah Indonesia akan melakukan pelonggaran pembatasan tersebut menuju masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Dengan perubahan tersebut, muncul pertanyaan tentang bagaimana perjalanan-aktivitas pada periode Adaptasi Kebiasaan Baru tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh perubahan pengalaman selama pandemi terhadap niat individu dalam mengubah pola perjalanan dan aktivitas online selama periode Adaptasi Kebiasaan Baru. Hasil penyebaran kuesioner, yang dilakukan secara online, digunakan untuk mendukung analisis yang dilakukan. Studi ini menunjukkan adanya pengurangan frekuensi perjalanan dan aktivitas pada masa pandemi dan terdapat intensi untuk melakukan penyesuaian jumlah perjalanan dan aktivitas saat periode Adaptasi Kebiasaan Baru. Peningkatan aktivitas perjalanan ditemukan pada pelaku perjalanan muda dan pekerja. Adaptasi perangkat elektronik pada saat pandemi berpengaruh positif terhadap intensi aktivitas online saat Adaptasi Kebiasaan Baru, sehingga berpotensi meningkatkan aktivitas online secara menerus setelah periode Adaptasi Kebiasaan Baru. Kata-kata kunci: pandemi Covid-19; pembatasan mobilitas; pola perjalanan; adaptasi kebiasaan baru.
AKSESIBILITAS STASIUN KERETA REL LISTRIK COMMUTER LINE BERDASARKAN PERSEPSI WANITA Radella Adelia Jayanti; Tri Basuki Joewono; Muhamad Rizki
Jurnal Transportasi Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v21i1.4904.63-72

Abstract

Abstract Transportation facilities are said to be good for all gender groups if they provide satisfactory services to all users, including women, who tend to use public transportation regularly. This study aims to analyze the effect of women's perceptions on the accessibility attributes of stations based on the feeder mode to the station and the frequency of negative experiences on the level of accessibility of the Commuter Line Electric Rail Station as a whole. The data used in this study are primary data from the distribution of online questionnaires to women, Electric Rail Commuter Line users. This study shows that the clarity of information boards and directions for disembarking passengers, as well as the quality of the lighting for passengers to get off, tend to influence the overall level of station accessibility. The negative experience, in the form of getting lost on the way to the station, is also a variable that affects the assessment of the level of station accessibility in the private or passenger vehicle model as a feeder mode. Keywords: station; Commuter Line; perception of women; feeder mode; negative experiences. Abstrak Fasilitas transportasi dikatakan baik bagi seluruh kelompok gender jika memberikan layanan yang memuaskan bagi semua pengguna, termasuk wanita, yang cenderung menggunakan transportasi umum secara rutin. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi wanita terhadap atribut aksesibilitas stasiun berdasarkan moda pengumpan menuju stasiun dan frekuensi pengalaman negatif terhadap tingkat aksesibilitas stasiun Kereta Rel Listrik Commuter Line secara keseluruhan. Data yang digunakan pada studi ini merupakan data primer hasil penyebaran kuesioner secara daring kepada wanita, pengguna KRL Commuter Line. Studi ini menunjukkan bahwa kejelasan papan informasi dan petunjuk arah untuk turun penumpang, serta kualitas pencahayaan tempat turun penumpang cenderung memengaruhi penilaian tingkat aksesibilitas stasiun secara keseluruhan. Pengalaman negatif, berupa tersesat dalam perjalanan menuju stasiun, juga merupakan variabel yang memengaruhi penilaian tingkat aksesibilitas stasiun pada model kendaraan pribadi atau penumpang sebagai moda pengumpan. Kata-kata kunci: stasiun; Commuter Line; persepsi wanita; moda pengumpan; pengalaman negatif.