Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN JIWA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN JIWA PADA LANSIA DI KELURAHAN NGAMPEL, KOTA KEDIRI Mei Yunalia, Endang; Perdana Sulistyoning Suharto, Idola; Darma Karingga, Devangga; Dwi Ramayanti, Eva; Wahdi, Achmad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 4 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i4.%p

Abstract

Meningkatnya usia harapan hidup pada lansia, berpotensi meningkatkan bertambahnya permasalahan pada lansia, salah satunya adalah masalah kesehatan mental. Kesehatan mental lansia merupakan salah satu permasalahan yang perlu untuk diperhatikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan screening awal gangguan mental emosional dan memberikan edukasi tentang kesehatan jiwa pada lansia. Kegiatan ini diikuti oleh 21 lansia yang merupakan peserta dari Posyandu lansia yang ada di Kelurahan Ngampel, Kota Kediri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan melakukan screening kesehatan mental emosional dengan menggunakan Self-Reporting Questionnaire (SRQ) sebelum dilakukan edukasi kesehatan jiwa. Setelah dilakukan edukasi kesehatan jiwa, dilakukan kembali pengukuruan mental emosional dengan menggunakan Self-Reporting Questionnaire (SRQ). Hasil screening/ pre-test menggunakan SRQ yang dilakukan pada 21 lansia diperoleh hasil sebagian besar lansia yaitu sejumlah 15 orang (71,4%) tidak terindikasi mengalami gangguan mental emosional atau distres emosional dan hampir setengah lansia yaitu sejumlah 6 orang (28,5%) memiliki indikasi adanya gangguan mental emosional atau distres emosional. Setelah dilakukan kegiatan edukasi didapatkan hampir seluruh lansia sejumlah 18 orang (85,7%) tidak terindikasi mengalami gangguan mental emosional atau distres emosional dan sebagian kecil lansia yaitu sejumlah 3 lansia (14,2%) yang memiliki indikasi adanya gangguan mental emosional atau distres emosional. Dapat disimpulkan bahwa jumlah lansia yang memiliki inidikasi adanya gangguan mental mengalami penurunan setelah mendapatkan edukasi. 
Cognitive Development in Children Aged 2-3 Years with Stunting in Kediri Suharto, Idola Perdana Sulistyoning; Susmiati; Endang Mei Yunalia; Devangga Darma Karingga; Angeline Bushy; Ines Septiya Prayogi
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 3 (2026): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i3.1085

Abstract

Background: In the first 1,000 days of life, children are vulnerable to chronic malnutrition, known as stunting, which impacts cognitive development. An initial survey in Blabak Village, Kediri City, on several stunted children showed language delays, difficulty concentrating, motor delays and understanding commands, which means they tend to experience cognitive disorders. Purpose: The study aim is to analyze the relationship between stunting and cognitive development in children aged 2–3 years. Methods: This research using correlation analytical research design with cross-sectional approach. Sample of 54 children aged 2-3 years, selected using proportionate stratified random sampling. The research was conducted at 6 integrated health service post (posyandu), Blabak Village, Kediri City in September 2024. Stunting as an independent variable, while cognitive development as a dependent variable. Data were analyzed using Spearman rho test. Results: The results of Spearman's rho between stunting and cognitive development in learning and problem solving category, logical thinking, symbolic thinking sequentially have P values of 0.000; 0.000; and 0.005. The correlation coefficient between Stunting and Cognitive Development in Learning and Problem Solving Category, Logical Thinking, Symbolic Thinking sequentially is 0.651; 0.650; 0.374. Conclusion: There is a significant relationship between stunting and cognitive development in learning and problem solving category (strong relationship), logical thinking (strong relationship), symbolic thinking (quite strong relationship).