Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI HASIL BEBERAPA GENOTIPE MUTAN (M3) PADI BERAS MERAH (Oryza sativa L.) INPAGO UNRAM 1 Sari, Firda Widya; Suliartini, Ni Wayan Sri; Ujianto, Lestari
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.962

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil genotipe mutan (M3) padi beras merah (Oryza sativa L.) Inpago Unram 1. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan November 2022 di Desa Saribaye, Kecamatar Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dan percobaan dilapangan. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan jumlah perlakuan yaitu 7 perlakuan yang terdiri dari lima mutan padi Inpago Unram 1 dan dua varietas pembanding. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam dengan taraf nyata 5%, kemudian perlakuan yang berbeda nyata diuji lebih lanjut menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan genotipe D3G20(2) memiliki hasil yang lebih tinggi (9,02 ton/hektar) dibandingkan dengan semua perlakuan yang diuji lainnya kecuali dengan varietas pembanding Inpago Unram 1.
KERAGAAN GENOTIPE MUTAN BAAS SELEM GENERASI KEDUA (M2) HASIL IRADIASI SINAR GAMMA Utama, Dio Alif; Suliartini, Ni Wayan Sri; Sudharmawan, A.A. Ketut
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i2.849

Abstract

Research aims to determine changes in genotype characters that appear in the second generation Baas Selem (Oryza sativa L.) mutant (M2) resulting from gamma irradiation. This research was conducted from May to September 2021 in Nyur Lembang Village, Narmada District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara using an Expansion Randomized Block Design (RAK). The treatments used were 26 treatments consisting of 24 mutant plant genotypes and 2 control plants were tested using analysis of variance at the 5% level, then the significant results were tested further using the partition design RAK model. If there is a significant difference between the treatments, a follow-up test is carried out using the BNT test at the 5% level. Based on the results of a one-way analysis of variance for the characters tested from the 26 treatments (24 mutant plant lines namely G23, G87, G46, G65, G15, G34, G39, G5, G61, G54, G22, G74, G41, G72, G85 , G82, G39, G7, G141, G75, G62, G42, G81, and G21, 1 Baas Selem parent and 1 comparison variety, Inpago Unram, showed differences in genotypic characters on parameters of panicle length and number of empty grain per panicles. Keywords: Genotype Performance; Black Rice (Baas Selem), mutation induction
Introduksi Paket Teknologi Budidaya Jagung Lahan Kering Pada Kelompok Tani Lembah Telaga Desa Gumantar Kabupaten Lombok Utara I Wayan Sudika; I Wayan Sutresna; Dwi Ratna Anugrahwati; I Gusti Putu Muliarta Aryana; Ni Wayan Sri Suliartini
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.105

Abstract

Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah kelompok tani Lembah Telaga Desa Gumantar. Kelompok tani ini memiliki masalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknik budidaya menggunakan sistem tanam jajar legowo yang dikombinasikan dengan pupuk organik serta saat pemupukan anorganik. Oleh karenanya, pengabdian dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang penanaman jagung dengan sistem tanam jajar legowo 2:1, penggunaan pupuk organik dan saat pemupukan anorganik dan mengetahui perbedaan hasil jagung dengan paket yang diperkenalkan dibanding hasil jagung cara petani. Metode pendidikan orang dewasa dengan teknik partisipatif digunakan dalam pengabdian ini, yakni melalui demplot. Dalam demplot diterapkan dua paket, yaitu paket I (teknologi yang diperkenalkan) dan paket II (cara petani). Pengabdian diawali dengan penyampaian materi, kemudian dilanjut dengan kunjungan dan panen pada demplot. Data yang diamati pada demplot, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol kering panen dan hasil. Uji t digunakan untuk pengujian kedua paket tersebut. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan petani di bidang penanaman dengan jajar legowo, penggunaan pupuk organik dan saat pemupukan dengan pupuk anorganik sebesar 36,99 persen. Hasil tanaman jagung lebih tinggi dengan paket teknologi dibanding cara petani, berturut-turut sebesar 3,565 kg per plot (6,366 t/ha) dan 1,613 kg per plot (2,880 t/ha) dan peningkatannya sebesar 121,04 persen.
Perbaikan Lingkungan Tumbuh Varietas Jagung Ketan Sebagai Upaya Peningkatan Produksi dan Pendapatan Petani I Wayan Sutresna; Sumarjan; Uyek Malik Yakop; I Wayan Sudika; Ni Wayan Sri Suliartini
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.110

Abstract

Rendahnya produksi akibat penguasaan terhadap teknologi budidaya jagung yang kurang memadai dan adanya kesenjangan antara peneliti dengan penyuluh sehingga informasi yang diterima petani terasa masih kurang. Tujuan dari kegiatan ini yaitu: Memberikan bekal pengetahuan tentang dasar teori perbaikan lingkungan tumbuh jagung Ketan jenis Hibrida sebagai upaya peningkatan produksi dan pendapatan petani; Menerapkan teknologi budidaya jagung Ketan jenis Hibrida dalam pelaksanaanya di lapangan dalam bentuk Demontrasi Plot. Metode yang digunakan dalam penerapan program pengabdian kemitraan ini adalah metode Pendidikan Orang Dewasa (POD) atau Androgogi dengan menekankan pada partisipasi aktif dari peserta diskusi dan demontrasi lapang (Demplot). Hasil yang dicapai adalah: Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat di desa Ombe Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat dapat berjalan dengan baik dan lancar; Pengetahuan petani tentang teknologi budidaya tanaman jagung Ketan Hibrida Kumala telah bertambah dengan produksi bobot tongkol masak rebus 14,5 ton per hektar. Penyebar luasan informasi paket teknologi budidaya tanaman jagung dapat dilakukan oleh: Tenaga penggerak pembangunan pedesaan, anggota kelompok sosial lainya yang berkompeten dan Perguruan Tinggi melalui mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata baik yang reguler maupun Tematik atau dosen yang melaksanakan kegiatan penelitian baik di desa tempat pelaksanaan kegiatan atau di Desa lain, sehingga hubungan antara Perguruan Tinggi dengan petani tetap terjalin.
Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik Kompos Dengan Metode Fermentasi EM4 di Desa Batu Kumbung Suliartini, Ni Wayan Sri; Ismayanti, Jumratul; Khairina, Khairina; Sintanu, Muh. Andi Wirya; Alvin, Zen
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v6i1.397

Abstract

Batu Kumbung Village is a village located in Lingsar District, West Lombok Regency which is famous for its extensive agricultural land and the village with the largest number of cattle. The large number of livestock causes serious environmental problems caused by livestock waste that is not managed properly. This service is carried out with the aim of providing information, solutions and practices for managing livestock waste into more useful products such as compost. The making of compost was carried out in June and took place in one of the residents' houses which had a cow shed, and the target of this service was all residents of Batu Kumbung Village who had cattle. Compost is made using the fermentation method using EM4. The materials used are cow dung, straw and apu-apu weed. EM4 (Effective Microorganisms) is a mixture of beneficial microorganisms and can speed up the fermentation process. The addition of straw and apu-apu weed aims to balance the C/N ratio levels in compost fertilizer. Cow dung contains the nutrients 0.33% nitrogen, 0.11% phosphorus, 0.13% potassium and 0.26% calcium which makes cow dung suitable for use as compost. Information regarding the content of cow manure was conveyed to the residents of Batu Kumbung Village by the service team. The process of making compost fertilizer is also practiced directly by the community service team in Batu Kumbung Village. The practice of making compost fertilizer is done by mixing dried cow dung, straw and apu-apu weed, then stirring it and placing it in a pile, after which it is sprayed using EM4 solution. This service can provide information about the content of cow dung as well as solutions for managing cow dung waste into useful products.
Peningkatan Kapasitas Petani melalui Pelatihan dan Demplot Padi Inpago Unram I untuk Ketahanan Pangan di Desa Suranadi Kabupaten Lombok Barat Suliartini, Ni Wayan Sri; Aryana, I Gusti Putu Muiarta; Sukartono, Sukartono; Susilawati, Dwi
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v6i3.453

Abstract

Superior varieties of Inpago Unram I along with cultivation technology and empowering farmer groups in rural areas are needed in order to maintain national rice self-sufficiency. The problem encountered in Gapoktan Mata Air 2 Suranadi Village is that they are not yet familiar with the Inpago Unram I variety. The purpose of the activity is to increase participants' knowledge and skills about Inpago Unram I rice cultivation applications. The method used is the training method followed by practical work in the field and participatory action research in the field from preparation to harvest. The stages of the activity include counseling and field laboratory practice (Demplot) on 4:1 legowo planting, use of optimum seedling age on a land area of 10 ares. Evaluation to measure the success of this activity is carried out through pre-tests and post-tests of participants and participant responses to the implementation of field practice. The training activity began with the delivery of material by the community service team about Inpago Unram I Red Rice as Functional Rice and the application of its cultivation technology, which was continued with discussion. During the counseling activity, participants were actively involved. This was shown by various questions asked by participants during the discussion. The activity was continued with practical work in the field from preparation to harvest. Based on the results of the activity, it was concluded that there was an increase in the capacity of training participants through increased knowledge and skills of participants about Padi Inpago Unram I as a functional rice quality seed based on the results of the pre-test and post-test, namely from 58.5% to 88.5% and the activeness of participants during the extension. The increase in the skills of training participants was shown by the active involvement of participants in the demonstration plot by practicing rice cultivation techniques with the 4:1 legowo row system at a seedling age of 18 days.
Identifikasi Karakter Beberapa Genotipe Mutan Padi Beras Merah (Oryza sativa L.) Inpago Unram 1 Zumratul Jamila; Ni Wayan Sri Suliartini; A. Farid Hemon
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.4266

Abstract

Keragaman yang tinggi dibutuhkan untuk program pemuliaan sebagai bahan dasar seleksi untuk karakter yang diinginkan. Identifikasi karakter pada tanaman perlu dilakukan untuk mengetahui deskripsi atau karakter pada setiap tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan karakter beberapa genotipe mutan padi beras merah Inpago Unram 1. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan November 2022 di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan yang diuji (5 genotipe mutan (M2) dan 2 kontrol yaitu Inpago Unram 1 dan Situ Patenggang). Hasil penelitian diperoleh bahwa beberapa genotipe yang telah diuji memiliki karakter yang berbeda beda. Genotipe G2 (D3G22-14) unggul pada karakter tinggi tanaman, Inpago Unram 1 unggul pada karakter jumlah anakan produktif, genotipe G1 (D3G3-1) unggul pada karakter panjang malai dan berat gabah berisi per rumpun, Situ Patenggang unggul pada karakter jumlah gabah berisi per malai, genotipe G3 (D3G17-2) unggul pada karakter jumlah gabah hampa per malai, dan genotipe G5 (D3G38-5) unggul pada karakter berat 100 butir dan berat gabah hampa per rumpun. Selain itu diketahui beberapa genotipe memiliki karakter lebih baik dari pembandingnya Inpago Unram 1 dan Situ Patenggang.
Karakterisasi sifat agronomik mutan (m4) padi beras hitam (Oryza sativa L.) yang ditanam pada lahan sawah Yani, Irmayani; Suliartini, Ni Wayan Sri; Ujianto, Lestari
Jurnal Agrotek Ummat Vol 11, No 4 (2024): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v11i4.25100

Abstract

The G10 line and the Baas Selem cultivar were mutated with gamma rays to correct their deficiencies and observed in the first to third generation mutants, then planted again for the fourth generation (M4) but still experiencing segregation. Therefore, research was conducted by characterizing the agronomic properties of black rice in order to obtain superior varieties. This research was conducted in March-November 2023 in Saribaye Village, West Lombok. The method used is an experimental method with a Randomized Block Design (RBD) consisting of 22 treatments with 3 replications, namely 20 mutant genotypes (10 Baas Selem mutants and 10 G10 lines). This research starts from the nursery, transplanting, maintenance to harvest. The results of the study showed that there were differences in the quantitative characteristics of the mutant (M4) of black rice (Baas Selem Mutant and G10 line) with the comparison plants (SP Control and Inpari-32) in terms of plant height, total number of tillers, panicle length, number of filled grains per panicle, number of empty grains per panicle, and weight of grain per hill. The G10 mutant line in the G18 genotype was superior in the characters of panicle length (28.46 cm), number of filled grains per panicle (169.60 grains), and weight of filled grain per hill (49.63 grams). The G10 mutant line in the G18 genotype was superior in panicle length (28.46 cm), number of filled grains per panicle (169.60 grains), and weight of filled grains per clump (49.63 grams).
EVALUASI KERAGAMAN GENETIK DAN HERITABILITAS BEBERAPA GENOTIPE PADA MUTAN (M3) PADI BERAS HITAM GALUR G10 Alpian, Ahmad Zamroni; Suliartini, Ni Wayan Sri; Ujianto, Lestari; Putri, Dwi Noorma
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.964

Abstract

Keragaman genetik, fenotipe dan heritabilitas sangat penting diketahui dalam melakukan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik, fenotipe dan heritabilitas beberapa genotipe pada mutan (M3) padi beras hitam galur G10. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di lapangan. Percobaan dilaksanakan pada bulan Maret sampai November 2022 diesa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 perlakuan (7 genotipe galur G10 generasi ketiga, 3 perlakuan sebagai pembanding). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA); selanjutnya dihitung nilai keragaman genetik, fenotipik dan heritabilitas. Hasil menunjukkan, bahwa keragaman genetik kriteria luas pada semua karakter kecuali bobot 100 butir, dan bobot gabah hampa per rumpun, sedangkan keragaman fenotipik semua karakter menunjukkan kriteria tergolong luas. Heritabilitas kriteria tinggi diperoleh pada karakter umur panen, tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, dan warna perikarp butir biji padi. Heritabilitas kriteria sedang pada karakter jumlah anakan non produktif, jumlah gabah berisi per malai, bobot gabah berisi per rumpun, dan bobot gabah hampa per rumpun Heritabilitas kriteria rendah pada karakter jumlah gabah hampa per malai dan bobot 100 butir.
HERITABILITAS DAN KORELASI GENOTIPIK ANTARA KARAKTER KUANTITATIF DENGAN HASIL BEBERAPA GALUR PADI BERAS HITAM M4 HASIL INDUKSI MUTASI Suliartini, Ni Wayan Sri; Sudika, I Wayan; Maisopa, Ira; Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Sudharmawan, Anak Agung Ketut; Ambarwati, Zaskia Putri; Azhari, Anjar Pranggawan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1228

Abstract

This research aims to determine the heritability value in the broad sense of several quantitative traits of black rice lines and to determine the correlation coefficient value between quantitative traits and the yield of black rice rice resulting from mutation induction. This research was carried out from March to August 2023 in Saribaye Village, Lingsar District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. This research used a Randomized Block Design (RAK) consisting of 25 treatments with 3 replications, namely 15 Baas Selem mutants and 10 G10 strains. Observation data were analyzed using analysis of variance with a level of 5%. The research results show that the heritability value is one trait in the high category, namely plant height, while four traits have medium heritability values, namely panicle length, number of filled grains per panicle, number of empty grains per panicle, weight of 100 grains, and weight of filled grains per hill, as well as three Traits with low heritability are the number of productive offspring, the number of non-productive offspring, and the total number of offspring. Quantitative traits had a positive genotypic correlation with yield, namely plant height, number of productive tillers, panicle length and weight of 100 grains, while the total number of tillers had a negative genotypic correlation.
Co-Authors A'yun, Amilia Qurota A. A. Ketut Sudharmawan A. Farid .Hemon A.A. Ketut Sudharmawan AA Sudharmawan, AA AAK Sudhramawan Ahmad Natsir Ariffikri Ahmad Zubaidi Akhsanul Amru Al Fikri Aulia Rosmana Alfan Azizurohman Alfionita, Usi Alhadawiah, Sabila Ali, Kesan Oktavian Alisa Daswita Wulandari Alvin, Zen Ambarwati, Zaskia Putri Anak Agung Ketut Sudhramawan Andika Dhanan Jaya Anjar Pranggawan Azhari Anugrawati, Dwi Ratna AP, Julizar Auladia Arafah, Putri Nurul Ardini, Auliza Nesty Putri Aryana, I Gusti Putu Muiarta Asniah Asniah Aulia, Jumratul Ayu Ainurrahmah Azharuddin, Lalu Muhammad Baiq Martina Safitri Buludin, Buludin Chandraningsih, Ria Ayu Dea Puspamiya Rahayu Dhafin Fadhlul Aidin Dini Sartika DIRVAMENA BOER, DIRVAMENA Dlia’u Filzati Halumah Dwi Ratna Anugrahwati Dwi Ratna Anugrawati Dwi Ratna Anugrawati Dwi Sulistyowati Dwi Susilawati Egi Maulana Firdaus Elfan Hidayat Elfan Hidayat Elvianah Elvianah Elvianah Erwin Fakhira, Nirma Laila Gina Tasya Rizka Hafizah Gusti R. Sadimantara Haeruman Haeruman Halimatussakdiah I Gede Esha Adyana Nando I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muiarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit, I Ketut I Nyoman Sri Anggreni Laraswaty I Wayan Sudika I Wayan Sudika I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna Intan Komalasari Irham Nil Ardi Irham Nil Ardi Irmayani Irmayanti Irmayanti Irmayanti Ismayanti, Jumratul Isnaini Isnaini Isnaini Istimrah Ratur Rahmah Izzul Islami Khairina Khairina Khairina, Khairina Kisman Kurniawan Yuniarto La Ode Safuan Lestari Ujianto, Lestari Lestari, Dian Fathita Dwi Luluk Qolbuana Lutfatul Khaifa M. Azhar Mustafid M. Oktarachman R M. Taufik Fauzi, M. Taufik Made Aditya Budastra Maisopa, Ira Masintan Micko Aliansyah Mita Sapitri Muh Alfian Sangaji Muhammad Rafly Firdaus MUHAMMAD TAUFIK Muhammad Zaki Alhannani Musthofa Salafy Nabila Azkiya Rosyida Wijayanti Nadia Dwi Septianti Nafiatun, Failman Nangurman, Royanissa Julia Rahmadewi Ni Putu Karina Aprilia Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Noval, Ahmad Novita Hidayatun Nufus Nur Muhammad Fadhullah Nur Muhammad Fadhullah Nurul Zulqaidah Nurul Zulqaidah Popi Ulandari Putra, Muhammad Rizky Anugrah Putri, Dwi Noorma Rachman, Gina Juniarti Rahil, Arya Wardana Rahman, M. Tata Aulia Raihanun, Siti Rama Rizki Ramadhan, Devi Aulia Ridhon Khudairi Riza Sofia Riza Sofia Rizki, Rama Sari, Firda Widya Saskia, Tia Savitri, Diana Ayu Sekar Sari Bintang Solehah Sintanu, Muh. Andi Wirya Sophia Maharani Meika Azalia Sophia Maharani Meika Azalia Sudhanta, I Made Sudharmawan, A.A. Ketut Sudharmawan, A.A.K. Sudharmawan, Anak Agung Ketut Sudhramawan, Anak Agung Ketut Sukartono Sumarjan Suprayanti Martia Dewi Syahadatina, Rifkah Hashifah Syam Abi Rama Maolana Syam Abi Rama Maolana Syavira Marwa Teguh Wijayanto Titin Sri Farida Hartati Titin Sri Farida Hartati ULUL AZMI Utama, Dio Alif Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Uzunu Ihwanul Aini Wa Ode Nuraida*2) Wawan Setiawan Wayan Sudika Wayan Wangiyana Wideratih, Anggun Angling Yakop, Uyek Malik Yani, Irmayani Yulia Kartika Yulia Kartika Zamroni Alpian Muhtarom Zumratul Jamila Zurriatun Toyyibah