Claim Missing Document
Check
Articles

Anatomical and Physiological Responses of M5 Mutant Red Rice G16 from Gamma Irradiation to Drought Stress Condition in Vegetative Phase Chandraningsih, Ria Ayu; Sudharmawan, A.A.K.; Suliartini, Ni Wayan Sri; Fauzi, M. Taufik; Yakop, Uyek Malik
Journal of Science and Science Education Vol. 5 No. 2 (2024): October
Publisher : Pascasarjana, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jossed.v5i2.9082

Abstract

Food security and sustainability are facing challenges due to the increase in population and the large amount of dry land that has not been optimized for utilization. Rice cultivated in paddy fields is a problem that must be considered. The use of local varieties should be further studied because it is one of the efforts to increase plant productivity against drought stress. This study aims to assess the anatomical and physiological responses of M5 mutant G16 red rice from gamma irradiation to drought stress in the vegetative phase. The method used was experimental method with field experiments. The experiment was conducted from November 2023 to July 2024 at the Greenhouse of the Faculty of Agriculture, University of Mataram. The experimental design used was Faktorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors, the first factor is drought stress consisting of 33% Field Capacity (K1), 66% Field Capacity (K2), 100% Field Capacity (K3) and the second factor is genotype consisting of Inpago Unram (P1), MD200-G13-18-16 (P2), MD300-G20-16-9-5 (P3), MD200-G24-17-10 (P4), MD300-G27-8-3-5 (P5). The result of this study show that MD200-G24-17-10 (P4) was the most responsive genotype to drought stress conditions in the vegetative phase. This was indicated by a decrease in stomatal density and chlorophyll content, as well as an increase in xylem diameter and stele diameter.
Hubungan Kekerabatan Mutan Ke-4 Padi Beras Merah (Inpago Unram 1) dan Padi Beras Hitam (Baas Selem) Berdasarkan Karakter Morfologi: Relationship of The 4Th Mutants of Red Rice (Inpago Unram 1) and Black Rice (Baas Selem) Based on Morphological Characters Khairina, Khairina; Ni Wayan Sri Suliartini; A. A. Ketut Sudharmawan
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4197

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan mutan ke-4 padi beras merah (Inpago Unram 1) dan padi beras hitam (Baas Selem) berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret 2023 hingga November 2023 yang bertempat di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB. Penelitian disusun mengguanakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 20 perlakuan (10 perlakuan mutan padi Inpago Unram 1 dan 10 perlakuan mutan padi Baas Selem) dan memiliki 3 ulangan sehingga terdapat 30 unit petak percobaan. Variabel penelitian terdiri dari karakter tinggi tanaman (cm), jumlah anakan produktif (anakan), jumlah anakan total (anakan), panjang malai (cm), jumlah gabah berisi per malai (butir), jumlah gabah hampa per malai (butir), berat 100 butir (g) dan berat gabah per rumpun (g). Nilai rerata setiap variabel yang diamati, dihitung dan dianalisis menggunakan analisis Cluster Dendrogram berdasarkan jarak Euclidean dengan menggunakan aplikasi SPSS, kemudian diuji lanjut menggunakan perhitungan persentase similaritas, korelasi, analisis keragaman Anova dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kekerabatan pada mutan ke-4 padi beras merah (Inpago Unram 1) dan padi beras hitam (Baas Selem) berdasarkan karakter morfologi yang tergolong jauh dengan persentase kemiripan 6,2%-6,4%. This research aims to determine the relationship between the 4 mutants of red rice (Inpago Unram 1) and black rice (Baas Selem) based on morphological characters. This research was carried out from March 2023 to November 2023 at Saribaye village, Lingsar subdistrict, West Lombok district, NTB province. The research was structured using a Randomized Block Design pattern consisting of 20 treatments (10 treatments of the Inpago Unram 1 rice mutant and 10 treatments of the Baas Selem rice mutant) and had 3 replications so that there were 30 experimental plot units. The research variables consisted of plant height (cm), number of productive tillers (tillers), total number of tillers (tillers), panicle length (cm), number of filled grains per panicle (grain), number of empty grains per panicle (grain), weight 100 grains (g) and weight of grain per hill (g). The mean value of each observed variable was calculated and analyzed using Cluster Dendrogram analysis based on Euclidean distance using the SPSS application, then tested further using similarity percentage calculations, correlation, Anova diversity analysis and the DMRT further test at the 5% level. The results of the research show that there is a relationship between the 4th mutant of red rice (Inpago Unram 1) and black rice (Baas Selem) based on morphological characters which are relatively distant with a similarity percentage of 6.2% -6.4%.
EDUKASI PENCEGAHAN PENULARAN DAN PENGOBATAN SKABIES PADA SANTRI DAN SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN X KABUPATEN LOMBOK TIMUR Savitri, Diana Ayu; Lestari, Dian Fathita Dwi; Noval, Ahmad; Ardini, Auliza Nesty Putri; Aulia, Jumratul; Rahman, M. Tata Aulia; Putra, Muhammad Rizky Anugrah; Fakhira, Nirma Laila; Syahadatina, Rifkah Hashifah; Saskia, Tia; Azharuddin, Lalu Muhammad; Suliartini, Ni Wayan Sri
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v6i3.5758

Abstract

Skabies merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei varietas hominis. Prevalensi skabies biasanya meningkat 3,6 kali lebih tinggi pada tempat dengan jumlah penghuni padat seperti asrama, panti asuhan, pondok pesantren, dan penjara. Belum pernah ada penyuluhan dan penelitian mengenai skabies di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas NW Desa Sajang, Kecamatan Sembalun. Berdasarkan informasi dari Kepala Sekolah dan Pemilik Pondok angka kejadian skabies cukup tinggi dan hampir menjangkit seluruh santri. Program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilakukan dalam bentuk penyuluhan edukasi kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan memberikan edukasi kepada santri dan santriwati mengenai pencegahan penularan dan pengobatan skabies. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2023. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi yang diikuti oleh 61 peserta dengan rangkaian kegiatan meliputi pre-test, pemutaran video edukasi, gambaran kasus skabies, dan penyampaian materi mengenai skabies. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dengan instrumen penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta penyuluhan. Hasil penelitian diperoleh tingkat pengetahuan santri termasuk kategori cukup baik sebanyak 21 orang (34,43%), kurang baik sebanyak 30 orang (49,18%), dan baik sebanyak 10 orang (16,39%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan mayoritas santri termasuk dalam katagori kurang baik 49,18%. Kata kunci: Skabies, Sajang, Pencegahan, Pengobatan, Pondok Pesantren
Konservasi Lingkungan Melalui Penanaman Bibit Alpukat Sebagai Upaya Menjaga Ekosistem di Desa Sembalun Timba Gading Ni Wayan Sri Suliartini; Rama Rizki; Ulul Azmi; Izzul Islami
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i1.189

Abstract

Desa Sembalun Timba Gading merupakan salah satu dari enam desa yang ada di Kecamatan Sembalun. Desa ini memiliki sumber daya alam yang melimpah berupa tanah yang subur dan berada pada Kawasan Geopark Rinjani, sehingga dikembangkan sebagai pusat budidaya hortikultura dan pariwisata. Pesatnya perkembangan pariwisata di Kawasan Sembalun menyebabkan tingginya tingkat alih fungsi lahan pertanian dan hutan menjadi penginapan, hotel, maupun villa. Dalam jangka penjang, hal ini akan berdampak pada kerusakan lingkungan. Penanaman pohon alpukat di Desa Sembalun Timba Gading merupakan salah satu Langkah penting untuk menjaga lingkungan, sekaligus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bekerja sama dengan BPDAS Pringgabaya sebagai penyedia bibit alpukat. Tahap kegiatan yang dilakukan yaitu koordinasi dengan perangkat desa, identifikasi lokasi penanaman, pengambilan bibit, dan penanaman bibit. Penanaman bibit dilakukan di lahan kosong di dekat aliran sungai seluas 10 are. Penanaman dilakukan oleh tim pengabdian Universitas Mataram bersama masyarakat dan perangkat Desa Sembalun Timba Gading. Hasil pengabdian menunjukkan bibit alpukat sebanyak 50 tanaman berhasil ditanam pada lahan-lahan kosong yang ada di sepanjang aliran sungai Segara Anak. Bibit-bibit yang ditanam oleh tim pengabdian bersama masyarakat setempat diharapkan untuk tetap dijaga dan dipelihara oleh masyarakat sehingga fungsi untuk menjaga ekosistem dan sumber pendapatan dapat terpenuhi.
Sosialisasi Paket Teknologi Budidaya Jagung Lahan Kering pada Kelompok Tani Lembah Telaga Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara I Wayan Sudika; I Wayan Sutresna; Dwi Ratna Anugrahwati; Ni Wayan Sri Suliartini; Kisman
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i1.201

Abstract

Kelompok tani Lembah Telaga desa Gumantar belum mengenal paket teknologi budidaya jagung lahan kering; yaitu sistem tanam jajar legowo, pemupukan dengan pupuk organik dan anorganik. Pupuk anorganik dilakukan pada saat tanam dan umur 28 hari. Petani yang tergabung dalam kelompok tani ini, melakukan.budidaya tanpa menggunakan pupuk organik, sistem tanam tunggal dan pemupukan umur 21 dan 35 hari. Paket teknologi tersebut perlu diperkenalkan kepada petani melalui penyuluhan dan pembuatan demplot. Tujuan pengabdian yaitu mengetahui tingkat partisipasi kelompok tani dan mengetahui pertumbuhan tanaman jagung pada dua paket yang diterapkan pada demplot. Pengabdian telah dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2025. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode pendidikan orang dewasa (POD) dengan teknik partisipatif. Mula-mula disampaikan beberapa materi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab, diskusi dan dilanjut dengan pembuatan demplot. Pada demlot, diterapkan dua paket, yaitu paket 1 dan paket 2 (cara petani). paket 1 (sistem tanam jajar legowo, penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik diberikan saat tanam dan umur 28 hari. Tingkat partisipasi dianalisis dengan metode kuantitatif deskriptif. Pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang dianalisis dengan uji t pada taraf nyata 5 persen. Hasil pengabdian menunjukkan, bahwa rata-rata tingkat partisipasi kelompok tani lembah Telaga dalam pertemuan, penanaman dan panen pada demplot tergolong sedang sebesar 58,33%. Paket teknologi (paket pertama) memiliki pertumbuhan vegetatif tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman dan diameter batang umur 42 hari lebih baik dibanding paket kedua (cara petani). Paket teknologi ini perlu diperkenalkan kepada kelompok tani lain di lahan kering.
Diversitas, Populsi, dan Pertumbuhan Gulma pada Sistem Pola Tanam Tumpangsari Antara Jagung dengan Tanaman Kacang-kacangan di Lahan Kering I Ketut Ngawit; Nihla Farida; Ni Wayan Sri Suliartini; Dlia’u Filzati Halumah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.7105

Abstract

Belum ditemukan spesies legum yang ditumpangsarikan dengan jagung efektif menekan populasi dan pertumbuhan gulma dan tidak berkompetisi dengan jagung. Oleh sebab itu dilakukan penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh tumpangsari jagung dengan kacang-kacangan terhadap diversitas, populasi dan pertumbuhan gulma serta kehilangan hasil jagung akibat kompetisinya. Penelitian dirancang dengan perlakuan faktor tunggal dengan rancangan acak kelompok dalam 3 blok. Perlakuan tersebut adalah pola tanam monocrop dan tumpangsari antara jagung dengan kacang tanah, kedele, kacang hijau, kacang merah dan kacang tunggak. Parameter yang diamati meliputi, bobot biomas kering dan biji kering tanaman, populasi dan bobot biomas kering gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Ditemukan 16 spesies gulma pada pola tanam monocrop dan tumpangsari antara jagung dengan tanaman kacang-kacangan dengan keanekaragaman, kemerataan, dominansi dan kelimpahan spesies tinggi. Sehingga ada 6 spesies gulma selalu dominan dan eksis keberadaannya selama tumbuh tanaman, yaitu C. rotundus, P. vasginatum, L. hexandra, D. longiflora, C.dactylon, S. nodiflora dan A. gracilis. Kacang tunggak dan kacang tanah cocok ditumpangsarikan dengan jagung karena sangat efektif menekan populasi dan pertumbuhan gulma dan tidak berkompetisi dengan jagung. Kedele, kacang hijau dan kacang merah tidak cocok ditumpangsarikan dengan tanaman jagung. Selain karena tidak efektif menekan populasi dan pertumbuhan gulma, juga berkompetisi dengan jagung sehingga kehilangan hasil jagung akibat kompetisinya mencapai 62.37% - 63.77%.
Sosialisasi Peningkatan Nilai Tambah Produk Hortikultura Over Supply di Desa Sembalun Timba Gading Suliartini, Ni Wayan Sri; Rizki, Rama; Alhadawiah, Sabila; Arafah, Putri Nurul
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i2.11412

Abstract

Sembalun Timba Gading is a village located at the foot of Mount Rinjani. This village has an agroclimate that is suitable for cultivating horticultural crops and is a center for vegetable and fruit production in East Lombok. Abundant production during the harvest season causes prices to drop drastically, while these products spoil quickly so they cannot be stored for long. This results in losses for farmers. Therefore, processing of agricultural products is needed, especially horticulture, which can increase the shelf life and selling value of the product. On the other hand, the lack of knowledge and skills of farmers causes horticultural products to be sold as fresh products. Farmers' knowledge and skills about processing horticultural products need to be improved through socialization and training. The initial step in increasing knowledge is needed through socialization activities. The Mataram University community service team carried out community service in the form of socialization of increasing the added value of oversupply horticultural products in Sembalun Timba Gading Village. The target partners are the Ndak Kuta Farmer Group and the Kali Empit Farmer Group which are engaged in the cultivation of horticultural and plantation crops. The method used in this socialization activity is counseling with material presentation by resource persons and continued with a discussion session. The socialization activity went smoothly. Participants were very enthusiastic about participating in the activity because they considered the material provided to be very useful for improving the quality of agricultural products and increasing the selling value of products. The understanding of target partners about horticultural product processing increased as evidenced by the active participants asking questions and the results of group discussion assignments which resulted in four types of product processing that were decided to be pursued, namely making mashed potato chips, making chili flour, making chili sauce, and making shallot oleoresin.
Penampilan Hasil Beberapa Mutan Padi Inpago Unram I dan Mutan G10 Generasi Keempat (M4) ismayanti, Jumratul; Suliartini, Ni Wayan Sri; Ujianto, Lestari
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Produktivitas yang rendah pada beras merah dan beras hitam dipengaruhi oleh tingginya jumlah gabah hampa akibat faktor genetik. Kekurangan lain yang dimiliki oleh padi beras hitam yaitu umur tanaman yang tergolong panjang serta hasil yang tergolong rendah jika dibandingkan dengan beras putih. Solusi untuk permasalahan tersebut yaitu perakitan varietas berdaya hasil tinggi melalui induksi mutasi. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hasil beberapa mutan padi beras merah Inpago Unram I dan G10 generasi keempatM4) yang lebih tinggi dibandingkan kontrol Inpago Unram I dan Inpari-32. Pelaksanaan percobaan dimulai dari bulan Maret sampai November 2024 yang bertempat di Desa Saribaye, kecamatan Lingsar, kabupaten Lombok Barat, NTB. Penelitian menggunakan metode eksperimental. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 22 perlakuan dengan 3 ulangan: 20 genotipe mutan (10 genotipe mutan Inpago unram I dan 10 mutan galur G10). Analisis data dilakukan menggunakan analasis keragaman (ANOVA) dan hasil yang berbeda nyata di uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Genotipe G1 adalah genotipe yang memiliki hasil lebih tinggi yaitu 6,85 ton/ha dari perlakuan lainnya kecuali G6 dan G18. Hasil yang lebih tinggi pada genotipe G1 (6,85 ton/ha) didukung oleh komponen hasil bobot 100 butir (2,74g), jumlah gabah berisi per malai (123,97 butir), dan bobot gabah berisi per rumpun (42,78 g).
ANALISIS KARAKTER PENDUKUNG HASIL DAN HASIL MUTAN (M4) PADI (Oryza sativa L.) INPAGO UNRAM I DAN BAAS SELEM Ap, Julizar Auladia; Suliartini, Ni Wayan Sri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1314

Abstract

Efforts to improve the quality of rice varieties are carried out by genetic mutations to bring about changes in plants can produce varied plant characteristics. This study aims to find out whether there is a significant difference in the appearance of the supporting characters of results and yields and to determine the superior mutant genotype (M4) of Inpago Unram I, Baas Selem, and Inpari 32 rice. This research was carried out from March to August 2023 in Saribaye Village, Lingsar District, West Lombok Regency, NTB. The design used is the Group Random Design (RAK) which consists of 21 treatments, namely 10 rice mutants Inpago Unram I, 10 rice mutants Baas Selem, and Inpari-32. The observation data was analyzed using diversity analysis at a real level of 5%. The significantly different variables were further tested using orthogonal contrast analysis. The results of the diversity analysis showed that there were real different characteristics, namely plant height and the number of empty grains per panicle. Inpago Unram had a high yield with a grain weight of 40.55 grams per clump, Baas Selem had a grain weight of 34.77 grams per clump, Inpari-32 had the lowest yield of 32.64 grams.
Pengenalan Paket Teknologi Budidaya Jagung pada Kelompok Tani Karya Tani Dusun Batu Gembung Kabupaten Lombok Utara I Wayan Sudika; I Wayan Sutresna; Dwi Ratna Anugrahwati; Ni Wayan Sri Suliartini; I Gusti Made Kusnarta
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i2.150

Abstract

Kelompok tani Karya Tani dusun Batu Gembung memiliki masalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknik budidaya menggunakan sistem tanam jajar legowo yang dikombinasikan dengan pupuk organik serta saat pemupukan anorganik. Oleh karenanya, pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang karakteristik tanaman jagung umur super genjah dan sifat stay-green, teknik budidaya jagung lahan kering dengan menggunakan benih jagung komposit Sinta Unram dan teknik pembuatan benih jagung komposit. dan mengetahui perbedaan hasil jagung dengan paket yang diperkenalkan dibanding hasil jagung cara petani. Metode pendidikan orang dewasa dengan teknik partisipatif digunakan dalam pengabdian ini, yakni melalui demplot. Dalam demplot diterapkan dua paket, yaitu paket I (teknologi yang diperkenalkan) dan paket II (cara petani). Data yang diamati pada demplot, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah tongkol per plot, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol kering panen per plot, dan hasil (bobot biji kering pipil per plot. Uji t digunakan untuk pengujian kedua paket tersebut. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang karakteristik tanaman jagung umur super genjah dan sifat stay-green, teknik budidaya jagung lahan kering dengan menggunakan benih jagung komposit Sinta Unram dan teknik pembuatan benih jagung komposit sebesar 32,23 persen. Petani telah mengenal paket teknologi budidaya tanaman jagung lahan kering akibat adanya demplot. Hasil tanaman jagung lebih tinggi dengan teknologi yang diperkenalkan dibanding cara petani berturut-turut sebesar 4,202 kg per plot (7,503 t/ha) dan 2,182 kg per plot (3,896 t/ha) dengan peningkatan sebesar 92,59 persen. Teknik ini perlu diperkenalkan di kelompok tani lain yang memiliki lahan kering.
Co-Authors A'yun, Amilia Qurota A. A. Ketut Sudharmawan A. Farid .Hemon A.A. Ketut Sudharmawan AA Sudharmawan, AA AAK Sudhramawan Ahmad Natsir Ariffikri Ahmad Zubaidi Akhsanul Amru Al Fikri Aulia Rosmana Alfan Azizurohman Alfionita, Usi Alhadawiah, Sabila Ali, Kesan Oktavian Alisa Daswita Wulandari Alvin, Zen Ambarwati, Zaskia Putri Anak Agung Ketut Sudhramawan Andika Dhanan Jaya Anjar Pranggawan Azhari Anugrawati, Dwi Ratna AP, Julizar Auladia Arafah, Putri Nurul Ardini, Auliza Nesty Putri Aryana, I Gusti Putu Muiarta Asniah Asniah Aulia, Jumratul Ayu Ainurrahmah Azharuddin, Lalu Muhammad Baiq Martina Safitri Buludin, Buludin Chandraningsih, Ria Ayu Dea Puspamiya Rahayu Dhafin Fadhlul Aidin Dini Sartika DIRVAMENA BOER, DIRVAMENA Dlia’u Filzati Halumah Dwi Ratna Anugrahwati Dwi Ratna Anugrawati Dwi Ratna Anugrawati Dwi Sulistyowati Dwi Susilawati Egi Maulana Firdaus Elfan Hidayat Elfan Hidayat Elvianah Elvianah Elvianah Erwin Fakhira, Nirma Laila Gina Tasya Rizka Hafizah Gusti R. Sadimantara Haeruman Haeruman Halimatussakdiah I Gede Esha Adyana Nando I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muiarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit, I Ketut I Nyoman Sri Anggreni Laraswaty I Wayan Sudika I Wayan Sudika I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna Intan Komalasari Irham Nil Ardi Irham Nil Ardi Irmayani Irmayanti Irmayanti Irmayanti Ismayanti, Jumratul Isnaini Isnaini Isnaini Istimrah Ratur Rahmah Izzul Islami Khairina Khairina Khairina, Khairina Kisman Kurniawan Yuniarto La Ode Safuan Lestari Ujianto, Lestari Lestari, Dian Fathita Dwi Luluk Qolbuana Lutfatul Khaifa M. Azhar Mustafid M. Oktarachman R M. Taufik Fauzi, M. Taufik Made Aditya Budastra Maisopa, Ira Masintan Micko Aliansyah Mita Sapitri Muh Alfian Sangaji Muhammad Rafly Firdaus MUHAMMAD TAUFIK Muhammad Zaki Alhannani Musthofa Salafy Nabila Azkiya Rosyida Wijayanti Nadia Dwi Septianti Nafiatun, Failman Nangurman, Royanissa Julia Rahmadewi Ni Putu Karina Aprilia Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Noval, Ahmad Novita Hidayatun Nufus Nur Muhammad Fadhullah Nur Muhammad Fadhullah Nurul Zulqaidah Nurul Zulqaidah Popi Ulandari Putra, Muhammad Rizky Anugrah Putri, Dwi Noorma Rachman, Gina Juniarti Rahil, Arya Wardana Rahman, M. Tata Aulia Raihanun, Siti Rama Rizki Ramadhan, Devi Aulia Ridhon Khudairi Riza Sofia Riza Sofia Rizki, Rama Sari, Firda Widya Saskia, Tia Savitri, Diana Ayu Sekar Sari Bintang Solehah Sintanu, Muh. Andi Wirya Sophia Maharani Meika Azalia Sophia Maharani Meika Azalia Sudhanta, I Made Sudharmawan, A.A. Ketut Sudharmawan, A.A.K. Sudharmawan, Anak Agung Ketut Sudhramawan, Anak Agung Ketut Sukartono Sumarjan Suprayanti Martia Dewi Syahadatina, Rifkah Hashifah Syam Abi Rama Maolana Syam Abi Rama Maolana Syavira Marwa Teguh Wijayanto Titin Sri Farida Hartati Titin Sri Farida Hartati ULUL AZMI Utama, Dio Alif Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Uzunu Ihwanul Aini Wa Ode Nuraida*2) Wawan Setiawan Wayan Sudika Wayan Wangiyana Wideratih, Anggun Angling Yakop, Uyek Malik Yani, Irmayani Yulia Kartika Yulia Kartika Zamroni Alpian Muhtarom Zumratul Jamila Zurriatun Toyyibah