Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA Faradilla Safitri; Fauziah Andika; Ismail Ismail; Rahmat Akbar; Cut Siti Halizar; Siska Sarina Mintia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5828

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan serta aktivitas belajar. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian anemia adalah tingkat pengetahuan remaja mengenai penyebab, gejala, dan cara pencegahannya. Pengetahuan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor individu, keluarga, media sosial, dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMP Negeri 1 Lhoknga Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas IX sebanyak 36 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan rendah tentang anemia yaitu sebanyak 23 orang (63,9%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh faktor individu (p = 0,006) dan faktor media sosial (p = 0,011) terhadap pengetahuan remaja tentang anemia. Sementara itu, faktor keluarga (p = 0,292) dan faktor sekolah (p = 1,000) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan remaja tentang anemia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor individu dan media sosial memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang lebih efektif melalui berbagai media informasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan anemia.
ANALISIS BEBAN KERJA PETUGAS FARMASI PADA MASA TANGGAP DARURAT BENCANA BANJIR TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT TGK ABDULLAH SYAFII TAHUN 2026 Fitria Fitria; Mahya Saputri; Siti Samaniyah; Rahmat Akbar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5927

Abstract

Latar Belakang: Banjir merupakan kondisi kedaruratan yang dapat meningkatkan jumlah kunjungan pasien dan kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Pada masa tanggap darurat bencana banjir, petugas farmasi dituntut untuk bekerja cepat, tepat, dan teliti dalam memberikan pelayanan obat kepada pasien. Meningkatnya tuntutan tugas dan keterbatasan sumber daya manusia dapat berdampak terhadap kualitas pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan beban kerja petugas farmasi, yang meliputi tugas dan ketersediaan sumber daya manusia, terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Tgk Abdullah Syafii Tahun 2026. Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas farmasi di instalasi farmasi Rumah Sakit Tgk Abdullah Syafii sebanyak 30 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 20 responden (66,7%). Tuntutan tugas terbanyak berada pada kategori sedang sebanyak 14 responden (46,6%), sedangkan ketersediaan sumber daya manusia sebagian besar dinilai cukup sebanyak 21 responden (70%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kebutuhan tugas dengan kualitas pelayanan kefarmasian dengan nilai p-value 0,000, serta terdapat hubungan signifikan antara ketersediaan sumber daya manusia dengan kualitas pelayanan kefarmasian dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: adalah beban kerja dan ketersediaan sumber daya manusia yang berhubungan dengan kualitas pelayanan kefarmasian. Disarankan rumah sakit melakukan evaluasi beban kerja dan menambah kesiapan sumber daya kefarmasian saat bencana
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA : STUDI DESKRIPTIF DI PLKB MEURAXA Safrizan Safrizan; Rahmat Akbar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5933

Abstract

Reproductive health education for adolescents is a promotive and preventive effort to improve adolescents’ knowledge and awareness of reproductive health. This community service activity aimed to increase adolescents’ understanding through health education at PLKB Meuraxa. The methods used were lectures, material presentations, and interactive discussions. The results showed an improvement in adolescents’ understanding of reproductive health, puberty, reproductive organ hygiene, and prevention of risky sexual behavior. Reproductive health education is expected to help adolescents apply healthy and responsible lifestyles.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Alamsyah Alamsyah; Eva Rosdiana; Rahmat Akbar; Febri Yusnanda; Mira Abdullah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5949

Abstract

Latar Belakang : Masalah gizi pada balita masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang serius baik secara global maupun nasional. Gizi buruk berkontribusi besar terhadap angka kematian anak, dan kekurangan gizi pada usia di bawah lima tahun berdampak pada wasting, underweight, dan stunting. Di Indonesia, meskipun prevalensi stunting mengalami penurunan, angkanya masih berada di atas target nasional. Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Nagan Raya, masih mencatat adanya kasus gizi buruk balita yang menunjukkan perlunya upaya penanganan berkelanjutan. Peran ibu sebagai pengasuh utama anak, khususnya terkait pengetahuan dan sikap terhadap pemenuhan gizi, sering dianggap sebagai faktor penting dalam menentukan status gizi balita. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap status gizi balita di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya tahun 2026. Metode Penelitian : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita (p = 0,752) maupun antara sikap ibu dengan status gizi balita (p = 0,313). Mayoritas balita berada pada kategori gizi kurang, baik pada ibu dengan pengetahuan dan sikap yang rendah maupun tinggi. Kesimpulan dan Saran : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu bukan merupakan faktor determinan langsung terhadap status gizi balita. Diperlukan pendekatan intervensi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor pola asuh makan, sosial ekonomi, penyakit infeksi, dan lingkungan.
MEMBANGUN GENERASI CERDAS DAN SEHAT MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA Fauziah Andika; Asmaul Husna; Ulfa Husna Dhirah; Finaul Asyura; Rahmat Akbar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia yang perlu diketahui sejak usia remaja. Di Indonesia, banyak remaja menghadapi tantangan besar terkait kesehatan reproduksi, antara lain rendahnya akses terhadap informasi yang benar, norma budaya yang menganggap pembicaraan tentang seksualitas sebagai hal tabu, serta minimnya pendidikan formal yang membahas isu ini secara menyeluruh. Hal ini menyebabkan remaja cenderung mencari informasi dari sumber yang tidak kredibel, seperti media sosial atau teman sebaya, yang berpotensi menyesatkan dan meningkatkan risiko terhadap perilaku seksual yang tidak sehat, kehamilan di luar nikah, serta penularan infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV/AIDSKegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 14 April 2025 dengan jumlah peserta 30 orang siswa dan siswi di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap positif siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan, tampak adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, khususnya terkait dengan fungsi organ reproduksi, perubahan fisik dan emosional saat pubertas, pentingnya menjaga kebersihan alat reproduksi, serta upaya pencegahan terhadap risiko penyakit menular seksual. Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi, Pengetahuan, Penyakit Menular Seksual
BAKTI SOSIAL LINGKUNGAN DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA REMAJA DI SEKOLAH SMAN 14 KOTA BANDA ACEH TAHUN 2025 Rahmat Akbar; Ismail Ismail; Ratna Wilis; Finaul Asyura; Fauziah Andika; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan bakti sosial lingkungan dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SMAN 14 Kota Banda Aceh tahun 2025 dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah sekaligus membentuk pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah, meliputi pembersihan area sekolah, pengelolaan sampah, penataan taman, serta edukasi PHBS melalui penyuluhan interaktif. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, di mana siswa, guru, dan pihak terkait bekerja sama secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kebersihan lingkungan sekolah, terbentuknya sikap peduli terhadap lingkungan, serta bertambahnya pengetahuan siswa terkait indikator PHBS, seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan diri, dan mengonsumsi makanan sehat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang mendukung terciptanya sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. 
PEMERIKSAAN KESEHATAN DASAR DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 08 BANDA ACEH Raudhatun Nuzul ZA; Alfitri Wahyuni; Rahmat Akbar; Ulfa Husna Dhirah; Rizky Swastika Renjani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi Indonesia kasus-kasus yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi di Indonesia masih tinggi. Sebagai contoh, angka remaja wanita usia 15-19 tahun yang melahirkan pada tahun 2002-2007 mencapai 52 per 1000 orang. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada siswa-siswi di SMA negeri 08 Kota Banda Aceh yang dikumpulkan sebanyak 15 orang mereka kurang mengetahui dan memahami cara menjaga kesehatan yang baik dan benar.. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar pada remaja dan meningkatkan edukasi pada para remaja terkait pemahaman tentang menjaga Kesehatan reproduksi yang baik dan benar. Kegiatan pengabdian ini berupa pemberian tindakan berupa pemeriksaan Kesehatan dasar pada siswa-siswi dan penyampaian informasi mengenai Kesehatan reproduksi dan memberikan solusi dan penanganan pada siswa-siswi yang memioliki keluhan terhadap Kesehatan reproduksinya. Sasaran adalah siswa dan siswi SMA Negeri 08 Kotan Banda Aceh  yang berjumlah 78 orang. Tempat dilaksanakannya kegiatan ini di Ruang Lab IPA SMA Negeri 08 Kota Banda Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 April 2025. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan sebagaian besar siswa memiliki kadar HB normal, namun masih ditemukan siswa dengan Hb rendah. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena kekurangan Kadar Hemoglobin pada remaja dapat menyebabkan anemia pada remaja dan kekurang fokus dalam konsentrasi belajar serta Edukasi yang diberikan pada remaja tentang menjaga kesehatan dan penanganan pada permasalahan kesehatan reproduksi memberikan informasi yang lengkap pada siswa dan dapat merubah prilaku dalam kehidupan sehari-hari.     
EDUKASI KESEHATAN TENTANG KENALI FAKTOR RISIKO HIV/AIDS DAN PENCEGAHANNYA Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Rahmat Akbar; Miranda Miranda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. Salah satu isu kesehatan yang masih menjadi perhatian serius adalah HIV/AIDS, yang terus menunjukkan tren peningkatan kasus, terutama di kalangan remaja. Minimnya pengetahuan dan kesadaran remaja tentang faktor risiko dan cara penularan HIV/AIDS menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MAN 2 Aceh Besar dengan tujuan untuk memberikan edukasi kesehatan tentang pentingnya mengenali faktor risiko HIV/AIDS serta langkah-langkah pencegahannya sejak dini. Metode pelaksanaan mencakup ceramah edukatif, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi sebagai media informasi tambahan. Sasaran kegiatan adalah siswa-siswi tingkat SMA yang berada pada masa perkembangan penting dalam membentuk perilaku hidup sehat. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai HIV/AIDS. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif dan menjadi langkah awal dalam pencegahan penyebaran HIV/AIDS di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.   
PEMANFAATAN AMPAS KOPI SEBAGAI BAHAN DASAR KOSMETIK DI SMK FARMASI CUT MEUTIA Fitria Fitria; Siti Samaniyah; M. Deddy Harfiansyah; Rahmat Akbar; Nurhayati Nurhayati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas kopi merupakan limbah organik yang dihasilkan dalam jumlah besar dari aktivitas konsumsi kopi, khususnya di daerah penghasil kopi seperti Provinsi Aceh. Ampas kopi masih mengandung senyawa bioaktif berupa kafein, polifenol, dan senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK Farmasi Cut Meutia Kota Banda Aceh dalam pemanfaatan ampas kopi sebagai bahan kosmetik sederhana yang aman dan ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan mengenai potensi bahan alam dalam kosmetik, demonstrasi pembuatan sediaan masker wajah berbasis ampas kopi, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pemanfaatan limbah organik dan kemampuan praktik pembuatan kosmetik sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran vokasional serta mendorong inovasi produk kosmetik berbasis bahan alam lokal.
PENGABDIAN MASYARAKAT TENTANG PENGENDALIAN KECELAKAAN DAN BENCANA PADA PEKERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KOTA BANDA ACEH TAHUN 2025. Rahmat Akbar; Finaul Asyura; Novita Novita; Faradilla Safitri; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pekerja dalam pengendalian kecelakaan kerja dan bencana pada pekerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh. Pekerja BPBD memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan paparan bahaya akibat aktivitas penanggulangan bencana yang kompleks dan dinamis. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi, serta evaluasi pemahaman peserta terkait identifikasi bahaya, penilaian risiko, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan prosedur keselamatan kerja dalam situasi darurat dan bencana. Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2025 dengan melibatkan pekerja BPBD Kota Banda Aceh sebagai sasaran utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengendalian kecelakaan dan kesiapsiagaan bencana, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap aktivitas penanggulangan bencana. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kecelakaan kerja serta meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan pekerja BPBD dalam menjalankan tugasnya. Kata Kunci: Pengabdian masyarakat, Pengendalian kecelakaan, bencana, keselamatan kerja, BPBD.