Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA : STUDI DESKRIPTIF DI PLKB MEURAXA Safrizan Safrizan; Rahmat Akbar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5933

Abstract

Reproductive health education for adolescents is a promotive and preventive effort to improve adolescents’ knowledge and awareness of reproductive health. This community service activity aimed to increase adolescents’ understanding through health education at PLKB Meuraxa. The methods used were lectures, material presentations, and interactive discussions. The results showed an improvement in adolescents’ understanding of reproductive health, puberty, reproductive organ hygiene, and prevention of risky sexual behavior. Reproductive health education is expected to help adolescents apply healthy and responsible lifestyles.
ANALISIS BEBAN KERJA PETUGAS FARMASI PADA MASA TANGGAP DARURAT BENCANA BANJIR TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT TGK ABDULLAH SYAFII TAHUN 2026 Fitria Fitria; Mahya Saputri; Siti Samaniyah; Rahmat Akbar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5927

Abstract

Latar Belakang: Banjir merupakan kondisi kedaruratan yang dapat meningkatkan jumlah kunjungan pasien dan kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Pada masa tanggap darurat bencana banjir, petugas farmasi dituntut untuk bekerja cepat, tepat, dan teliti dalam memberikan pelayanan obat kepada pasien. Meningkatnya tuntutan tugas dan keterbatasan sumber daya manusia dapat berdampak terhadap kualitas pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan beban kerja petugas farmasi, yang meliputi tugas dan ketersediaan sumber daya manusia, terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Tgk Abdullah Syafii Tahun 2026. Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas farmasi di instalasi farmasi Rumah Sakit Tgk Abdullah Syafii sebanyak 30 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 20 responden (66,7%). Tuntutan tugas terbanyak berada pada kategori sedang sebanyak 14 responden (46,6%), sedangkan ketersediaan sumber daya manusia sebagian besar dinilai cukup sebanyak 21 responden (70%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kebutuhan tugas dengan kualitas pelayanan kefarmasian dengan nilai p-value 0,000, serta terdapat hubungan signifikan antara ketersediaan sumber daya manusia dengan kualitas pelayanan kefarmasian dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: adalah beban kerja dan ketersediaan sumber daya manusia yang berhubungan dengan kualitas pelayanan kefarmasian. Disarankan rumah sakit melakukan evaluasi beban kerja dan menambah kesiapan sumber daya kefarmasian saat bencana
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA Faradilla Safitri; Fauziah Andika; Ismail Ismail; Rahmat Akbar; Cut Siti Halizar; Siska Sarina Mintia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5828

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan serta aktivitas belajar. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian anemia adalah tingkat pengetahuan remaja mengenai penyebab, gejala, dan cara pencegahannya. Pengetahuan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor individu, keluarga, media sosial, dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMP Negeri 1 Lhoknga Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas IX sebanyak 36 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan rendah tentang anemia yaitu sebanyak 23 orang (63,9%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh faktor individu (p = 0,006) dan faktor media sosial (p = 0,011) terhadap pengetahuan remaja tentang anemia. Sementara itu, faktor keluarga (p = 0,292) dan faktor sekolah (p = 1,000) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan remaja tentang anemia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor individu dan media sosial memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang lebih efektif melalui berbagai media informasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan anemia.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Alamsyah Alamsyah; Eva Rosdiana; Rahmat Akbar; Febri Yusnanda; Mira Abdullah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5949

Abstract

Latar Belakang : Masalah gizi pada balita masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang serius baik secara global maupun nasional. Gizi buruk berkontribusi besar terhadap angka kematian anak, dan kekurangan gizi pada usia di bawah lima tahun berdampak pada wasting, underweight, dan stunting. Di Indonesia, meskipun prevalensi stunting mengalami penurunan, angkanya masih berada di atas target nasional. Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Nagan Raya, masih mencatat adanya kasus gizi buruk balita yang menunjukkan perlunya upaya penanganan berkelanjutan. Peran ibu sebagai pengasuh utama anak, khususnya terkait pengetahuan dan sikap terhadap pemenuhan gizi, sering dianggap sebagai faktor penting dalam menentukan status gizi balita. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap status gizi balita di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya tahun 2026. Metode Penelitian : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita (p = 0,752) maupun antara sikap ibu dengan status gizi balita (p = 0,313). Mayoritas balita berada pada kategori gizi kurang, baik pada ibu dengan pengetahuan dan sikap yang rendah maupun tinggi. Kesimpulan dan Saran : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu bukan merupakan faktor determinan langsung terhadap status gizi balita. Diperlukan pendekatan intervensi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor pola asuh makan, sosial ekonomi, penyakit infeksi, dan lingkungan.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI PLKB MEURAXA Safrizan Safrizan; Rahmat Akbar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui penyuluhan kesehatan di PLKB Meuraxa. Metode kegiatan dilakukan menggunakan ceramah, presentasi materi, leaflet edukasi, dan diskusi interaktif. Materi yang diberikan meliputi kesehatan reproduksi, pubertas, kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan perilaku seksual berisiko dan penyakit menular seksual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme peserta terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan ini diharapkan menjadi upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap kesehatan reproduks
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS ULEE KARENG BANDA ACEH Rahmat Akbar; Laura Natasya; Ismail Ismail; Ratna Wilis; Finaul Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5207

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering terjadi tanpa gejala awal dan menjadi penyebab kematian utama di dunia, termasuk Indonesia. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng, Banda Aceh, hipertensi merupakan penyakit terbanyak yang menyerang kelompok lansia. Beberapa faktor seperti riwayat keluarga, status gizi, dan pengetahuan diduga berperan dalam kejadian hipertensi pada lansia.Untuk mengetahui hubungan antara riwayat keluarga, status gizi, dan pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 82 orang lansia diambil menggunakan teknik proportional sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri serta tekanan darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- Square.Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi (p = 0,001), status gizi dengan kejadian hipertensi (p = 0,000), serta pengetahuan dengan kejadian hipertensi (p = 0,004). Lansia yang memiliki riwayat keluarga hipertensi, status gizi berisiko tinggi, dan pengetahuan kurang cenderung mengalami hipertensi yang tidak terkendali. Terdapat hubungan signifikan antara riwayat keluarga, status gizi, dan pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan edukasi kesehatan, skrining status gizi, dan memperkuat program pengendalian hipertensi bagi lansia.
PEMERIKSAAN KESEHATAN DASAR DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 08 BANDA ACEH Raudhatun Nuzul ZA; Alfitri Wahyuni; Rahmat Akbar; Ulfa Husna Dhirah; Rizky Swastika Renjani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi Indonesia kasus-kasus yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi di Indonesia masih tinggi. Sebagai contoh, angka remaja wanita usia 15-19 tahun yang melahirkan pada tahun 2002-2007 mencapai 52 per 1000 orang. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada siswa-siswi di SMA negeri 08 Kota Banda Aceh yang dikumpulkan sebanyak 15 orang mereka kurang mengetahui dan memahami cara menjaga kesehatan yang baik dan benar.. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar pada remaja dan meningkatkan edukasi pada para remaja terkait pemahaman tentang menjaga Kesehatan reproduksi yang baik dan benar. Kegiatan pengabdian ini berupa pemberian tindakan berupa pemeriksaan Kesehatan dasar pada siswa-siswi dan penyampaian informasi mengenai Kesehatan reproduksi dan memberikan solusi dan penanganan pada siswa-siswi yang memioliki keluhan terhadap Kesehatan reproduksinya. Sasaran adalah siswa dan siswi SMA Negeri 08 Kotan Banda Aceh  yang berjumlah 78 orang. Tempat dilaksanakannya kegiatan ini di Ruang Lab IPA SMA Negeri 08 Kota Banda Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 April 2025. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan sebagaian besar siswa memiliki kadar HB normal, namun masih ditemukan siswa dengan Hb rendah. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena kekurangan Kadar Hemoglobin pada remaja dapat menyebabkan anemia pada remaja dan kekurang fokus dalam konsentrasi belajar serta Edukasi yang diberikan pada remaja tentang menjaga kesehatan dan penanganan pada permasalahan kesehatan reproduksi memberikan informasi yang lengkap pada siswa dan dapat merubah prilaku dalam kehidupan sehari-hari.     
PEMULIHAN PSIKOSOSIAL, KESEHATAN DAN LOGISTIK BAGI KORBAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI WILAYAH ACEH Ferdy Hidayatullah; Rizki Julia Utama; Tibyan Asyukri; M Bayu Wibawa; Rahmat Akbar; Rizka Albar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana hidrometeorologi merupakan salah satu jenis bencana yang paling sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak multidimensional, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis bagi masyarakat terdampak. Wilayah Aceh, khususnya Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Pidie Jaya, termasuk daerah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi dan kondisi geografis wilayah. Artikel pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pemulihan psikologis dan pemenuhan kebutuhan logistik bagi korban bencana hidrometeorologi di wilayah Aceh melalui program penyaluran bantuan kemanusiaan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama tujuh hari, yaitu di Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen pada lima desa selama tiga hari, serta di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya pada lima desa selama empat hari. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan terpadu yang melibatkan masyarakat, aparatur desa, relawan, dan tenaga kesehatan. Bentuk kegiatan meliputi pembagian bantuan logistik, pendampingan pendidikan bagi anak-anak, trauma healing, pemeriksaan kesehatan, dan pembagian obat-obatan gratis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, memperbaiki kondisi psikologis terutama pada anak-anak, serta meningkatkan akses layanan kesehatan pascabencana. Pendekatan terpadu antara bantuan fisik dan psikososial terbukti efektif dalam mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS ULEE KARENG BANDA ACEH Rahmat Akbar; Laura Natasya; Ismail Ismail; Ratna Wilis; Finaul Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5207

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering terjadi tanpa gejala awal dan menjadi penyebab kematian utama di dunia, termasuk Indonesia. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng, Banda Aceh, hipertensi merupakan penyakit terbanyak yang menyerang kelompok lansia. Beberapa faktor seperti riwayat keluarga, status gizi, dan pengetahuan diduga berperan dalam kejadian hipertensi pada lansia.Untuk mengetahui hubungan antara riwayat keluarga, status gizi, dan pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 82 orang lansia diambil menggunakan teknik proportional sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri serta tekanan darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- Square.Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi (p = 0,001), status gizi dengan kejadian hipertensi (p = 0,000), serta pengetahuan dengan kejadian hipertensi (p = 0,004). Lansia yang memiliki riwayat keluarga hipertensi, status gizi berisiko tinggi, dan pengetahuan kurang cenderung mengalami hipertensi yang tidak terkendali. Terdapat hubungan signifikan antara riwayat keluarga, status gizi, dan pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan edukasi kesehatan, skrining status gizi, dan memperkuat program pengendalian hipertensi bagi lansia.
ANALISIS KESIAPSIAGAAN DAN RESPON MASYARAKAT ACEH TERHADAP BENCANA HIDROMETEOROLOGI: STUDI KASUS PASCA-BANJIR BANDANG SUMATERA TAHUN 2025 Rahmat Akbar; Finaul Asyura; Novita Novita; Faradilla Safitri; Fitria Fitria
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5741

Abstract

Banjir bandang yang terjadi di Sumatera pada tahun 2025 menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan yang signifikan, dengan lebih dari 1.000 korban meninggal dan ratusan ribu pengungsi. Bencana ini menunjukkan rendahnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi, termasuk literasi kebencanaan, perencanaan evakuasi, dan respon cepat pasca-bencana. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesiapsiagaan dan respon masyarakat pasca-banjir bandang 2025. Pendekatan kuantitatif deskriptif analitik digunakan dengan kuesioner daring berisi 30 pertanyaan dikotomis (ya/tidak) yang terbagi ke dalam tiga kategori: Pengetahuan dan Informasi Kebencanaan (Q1), Kesiapsiagaan dan Perencanaan (Q2), serta Respon Cepat Pasca Bencana (Q3). Data dianalisis melalui tabulasi skor, persentase, dan nilai rata-rata, kemudian diklasifikasikan menjadi Baik, Cukup, dan Kurang Baik. Hasil menunjukkan seluruh kategori berada di bawah nilai ideal 33,33%, dengan Q2 tertinggi (24,16%), Q3 (20,18%), dan Q1 (19,30%). Mayoritas responden berada pada kategori “Cukup” (47,36%), menandakan kesiapsiagaan dasar yang perlu ditingkatkan melalui literasi, kapasitas sosial, budaya lokal, dan dukungan kebijakan pemerintah. Kata kunci: Kesiapsiagaan masyarakat, banjir bandang, respon bencana, literasi kebencanaan, Aceh