Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Kesehatan Paket Cerdas Ibu Menyusui (PCIM) terhadap Efikasi Diri Ibu Primipara dalam Merawat Bayi Baru Lahir di Haharu, Sumba Timur Umbu Nggiku Njakatara; Lely Lusmilasari; Anik Rustiyaningsih
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.945 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.49351

Abstract

Background: Maternal self-efficacy is a mother's ability to manage her role. This ability has a positive impact towards children’s safety and development. Knowledge to take care of newborn will increase maternal self-efficacy, especially for primiparous (a woman who is pregnant or gives birth for the first time). Health education may be one effective way, among others, to deliver this knowledge.Objective: To examine the effect of a health education module called Paket Cerdas Ibu Menyusui/PCIM (translated as breastfeeding smart package) toward self-efficacy of primiparous in caring newborns. The second objective is to examine the corelation between social support and maternal self-efficacy.Method: This research used a quasi-experimental with pre-test and post-test for comparing intervention, and a control grup. There were 60 primiparous who became participants which were selected by consecutive sampling techniques. Research instruments were PSES scale for primiparous self-efficacy and PSSP for social support measurement. Data analysis were using paired t-test, independent t-test and Spearman test with significance level or p value <0,05.Results: PCIM health education module affected maternal self-efficacy score. Respondents received scores of 3,51 before intervention and increased into 5,49 after intervention (p=0,001). The increasement in intervention group was higher than control group (p=0,001). On the other hand, there was not any significant correlation between social supprot and self-efficacy for both groups (p>0,05).Conclusion: PCIM health education module increases the self-efficacy of primiparous in caring for newborns. But, there is not any correlation between social support and the self-efficacy of primiparous in caring for newborns. ABSTRAKLatar Belakang: Efikasi diri ibu merupakan keyakinan seorang ibu akan kemampuannya dalam menjalankan peran yang dapat memberi pengaruh positif terhadap keselamatan dan perkembangan anaknya. Untuk meningkatkan keyakinan ibu, khususnya pada ibu primipara (perempuan yang pertama kali hamil atau melahirkan bayi) diperlukan pengetahuan dalam merawat bayi baru lahir yang dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan paket cerdas ibu menyusui terhadap efikasi diri ibu primipara dalam merawat bayi baru lahir, dan hubungan dukungan sosial dengan efikasi diri ibu primipara.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experiment pre-test and post-test dengan kelompok kontrol. Subjek penelitian berjumlah 60 ibu primipara yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen PSES untuk mengukur efikasi diri ibu primipara dalam merawat bayi baru lahir dan PSSP untuk melihat hubungan dukungan sosial dengan efikasi diri ibu. Analisis data menggunakan uji paired t-test, independent t-test dan Spearman dengan tingkat kemaknaan p<0,05.Hasil: Edukasi kesehatan paket cerdas ibu menyusui berpengaruh terhadap efikasi diri ibu primipara dalam merawat bayi baru lahir dengan nilai 3,51 sebelum intervensi, menjadi 5,49 setelah intervensi dengan nilai (p=0,001). Peningkatan efikasi diri pada kelompok intervensi lebih tinggi dari kelompok kontrol (p=0,001). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan efikasi diri pada kedua kelompok (p>0,05).Kesimpulan: Edukasi kesehatan paket cerdas ibu menyusui memengaruhi peningkatan efikasi diri ibu primipara dalam merawat bayi baru lahir. Dukungan sosial tidak berhubungan dengan peningkatan efikasi diri ibu primipara.
PEMBENTUKAN KADER DETEKSI DINI PENYAKIT TB PARU DI KELURAHAN LAMBANAPU Domianus Namuwali; Maria Kareri Hara; Umbu Nggiku Njakatara
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit TB Paru masih merupakan adalah satu dari 10 penyebab kematian. Pada tahun 2018 WHO memperkirakan jumlah penderita Tuberkulosis Paru sebanyak 10 juta orang. Jumlah Penderita TB Paru di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2019 sebanyak 398 kasus. Salah upaya yang dilakukan agar Indonesia Bebas TB Paru di tahun 2030 adalah peningkatan penemuan Kasus Baru penyakit TB Paru. untuk meningkatkan penemuan Kasus Baru penyakit TB Paru perlu dilakukan pembentukan dan Pemberdayaan Kader Deteksi Dini Penyakit TB Paru di Kelurahan Lambanapu Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pembentukan Kader Deteksi Dini Penyakit TB Paru di Kelurahan Lambanapu. Sasaran sasaran pada kegiatan ini adalah kader kesehatan kelurahan Lambanapu. Kegiatan yang dilakukan antara lain Pelatihan dan pembentukan kader Deteksi penyakit TB Paru. Hasil dari kegiatan ini adalah telah terbentuk kader Deteksi Dini Kelurahan Lambanapu sebanyak 10 orang kader kesehatan.
Pengalaman Stigma Penderita Covid-19 selama Menjalani Isolasi Mandiri Domianus Namuwali; Maria Kareri Hara; Umbu Nggiku Njakatara
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.552 KB)

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Sampai dengan tanggal 19 Juli 2022 secara global jumlah penderita covid-19 terkonformasi positif sebanyak 559.469.605 dan penderita Covid-19 terkonfirmasi positif di Indonesia sebanyak 6.138.346. masalah lain yang timbul akibat covid-19 adalah adanya stigma pada penderita Covid-19. Stigma timbul karena kurangnya informasi mengenai covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengalaman stigma penderita Covid-19 selama menjalani isolasi mandiri di Kelurahan Kambajawa Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pemilihan informan dilakukan secara purposive. jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dilakukan secara wawancara langsung pada informan dengan menggunakan panduan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Kambajawa pada Bulan Februari 2022. Pengolahan data dilakukan dengan Transkrip data, Kategorisasi, Verifikasi, Interpretasi dan Deskripsi. Sebagai besar informan menyatakan bahwa ada masyarakat yang memberikan label sebagai penderita Covid-19, mantan penderita covid-19 dan ada yang menjauhkan diri dari mereka supaya tidak tertular covid-19 walaupun informan sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Akibat adanya label dari masyarakat tersebut menyebabkan keluarga terdekat maupun tetangga tidak berkunjung ke rumah penderita
Upaya Pencegahan Covid-19 Kelurahan Lambanapu Kecamatan Kamberan Kabupaten Sumba Timur Domianus Namuwali; Maria Kareri Hara; Umbu Nggiku Njakatara
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus Corona merupakan penyakit yang disebabkan virus corona yang termasuk dalam genus Coronavirus dari keluarga Coronavirida. Di Indonesia, masih terus untuk melawan penyakit ini. virus corona memiliki daya tular yang sangat tinggi. perkembangan wabah COVID-19 di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan Posko Covid – 19 Kabupaten Sumba Timur angka kejadian kasus Covid-19 pertanggal 15 Juni 2021 jumlah kasus positif sebanyak 1. 531 dengan total kematian 50 kasus. untuk mencegah penyakit Covid-19 perlu dilakukan upaya pencegahan penularan covid-19 pada masyarakat. tujuan dari pengadian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat dan perilaku masyarakat dalam pencegahan covid-19 di Kelurahan Lambanapu Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur. metode pada pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi, pendidikan kesehatan, demonstrasi cuci tangan dengan benar, demonstrasi cara pemakaian masker dengan benar dan pembagian masker. kegiatan ini melibat Puskesmas Kambaniru, Kader dan Masyarakat Kelurahan Lambanapu. Hasil dari kegiatan ini didapatkan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan dilakukan Pendidikan kesehatan tentang covid-19 mengalami peningkatan.
PENYEGARAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) DALAM MENCEGAH PUTUS OBAT PADA PASIEN TBC-PARU Njakatara, Umbu Nggiku; Landi, Melkisedek; Ridja, Tatu
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v5i2.24885

Abstract

Tuberkulosis paru (TBC Paru) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian tubuh lain manusia. Menurut WHO (2010), penyakit tuberkulosis suatu penyakit global emergency. TB paru adalah suatu penyakit yang juga mempunyai angka kematian yang tinggi secara global. Putus berobat merupakan masalah serius yang menyebabkan kematian dan kesakitan pada pasien TBC, serta menyebabkan penyebaran TBC yang lebih luas di keluarga dan masyarakat secara umum.   Tujuan kegiatan ini memberikan Penyegaran kepada Pengawas Menelan Obat (PMO) dalam upaya mencegah putus obat pada pasien TBC paru di Desa Mbatakapidu Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur. Metode kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi penyegaran pengetahuan akan fungsi dan peran PMO untuk mencegah putus obat pada pasien TBC-Paru. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan PMO mengenai peran dan fungsi serta pengetahuan tentang TB Paru setelah diberikan edukasi, dari rata-rata 35% menjadi 90%. Kesimpulan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyegaran PMO dapat menambah pengetahuan pengawas menelan obat (PMO) akan peran dan fungsi mereka dalam mendampingi pasien TBC-Paru agar tidak putus pengobatan selama menjalani program pengobatan TBC. Kata kunci: Peran; TBC Paru; Pengawas Menelan Obat (PMO).  
Promosi Kesehatan dan Modifikasi Lingkungan Dalam Pencegahan Malaria di Desa Mbatakapidu Kabupaten Sumba Timur Landi, Melkisedek; Njakatara, Umbu Nggiku; Kody, Martha Meti
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v3i2.1226

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi Parasit yang masih terus menjadi masalah di pulau Sumba. Desa mbatakapidu masih menjadi daerah dengan angka malaria yang tinggi. Banyak Kegiatan telah dilakukan, dibutuhkan tambahan alternatif usaha pencegahan malaria. Tujuan untuk Peningkatan Pengetahuan dan modifikasi lingkungan untuk mencegah malaria melalui promosi kesehatan. Pengabdian ini dilakukan pada 21 responden secara purposive. Hasil: keluarga mengalami peningkatan pengetahuan tentang Tindakan malaria : baik 90,5%, Cukup 9,5%. Pada Kegiatan Pemberantasan sarang nyamuk, setelah Pendidikan kesehatan dengan nilai rata-rata sebelum 66 % dan setelah Pendidikan kesehatan sebesar 90,5% telah merubah lingkungannya dengan menghilangkan genangan air dan membersihkan semak-semak. Kepemilikan tanaman anti nyamuk pada awal kegiatan hanya 2 responden atau 9,5% yang memiliki tanaman anti nyamuk, menjadi akhirnya 21 kk atau 100% memiliki tanaman anti nyamuk. Kesimpulannya promosi kesehatan bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan modifikasi lingkungan. Perlu perhatian yang continue agar dapat dievaluasi. Sarannya diharapkan kepada pemerintah desa dan Puskesmas terus membantu meningkatkan pengetahuan dan modifikasi lingkungan guna mendukung eliminasi malaria.
Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Penderita Malaria Njakatara, Umbu Nggiku; Kareri Hara, Maria; Landi, Melkisedek
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 6 No Special Edition (2021): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v6iSpecial Edition.1771

Abstract

Background:  Malaria is a persistent public health issue caused by the Plasmodium parasite and transmitted by female Anopheles mosquitoes. Treatment aims to eradicate the parasite in all stages, curing patients and breaking transmission. The Indonesian government is working toward a malaria-free target by 2030, reducing Annual Parasite Incidence (API). Vector control efforts include indoor spraying, insecticide-treated nets, larvicides, and modifying mosquito breeding habitats. Objective: To determine the relationship between family support and medication adherence for malaria sufferers. Method: This research is a descriptive quantitative research with a research design using a sectional design. The number of samples used was 30 respondents using purposive sampling with survey techniques. Data were analyzed univariately and bivariately on the characteristics of respondents and the relationship between the two research variables using the Spearman-Rho test. Results: The results of the study showed that there was a significant relationship between family support and Malaria patients' compliance in taking Malaria medication.
Perilaku Orang Tua dalam Pemberian Obat Malaria pada Anak Njakatara, Umbu Nggiku; Landi, Melkisedek; Radandima, Ester
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 8 No Special Edition (2023): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v8iSpecial Edition.1795

Abstract

Background:  Malaria is a contagious infectious disease caused by parasites from the genus Plasmodium which is transmitted through the bite of female Anopheles mosquitoes infected with the parasite. Objective: To determine the behavior of parents in giving malaria medication to children in Mbatakapidu Village. Method: Non-Random Sampling with consecutive sampling according to the researcher's needs. 30 families were determined as samples that met the inclusion criteria. The instrument used is a questionnaire. Results: data analysis shows the behavior of parents in giving malaria medication to children from 30 respondents, there were 24 partisipants (80%) had good behavior, 5 partisipants (17%) had good behavior and the least had 1 partisipant (3%) with poor behavior.
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Efikasi Diri Merawat Bayi Baru Lahir pada Ibu Primipara Njakatara, Umbu Nggiku; Namuwali, Domianus
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 7 No 1 (2022): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v7i1.607

Abstract

Introductions: A mother's self-confidence or self-efficacy is self-confidence in her ability to show behavior that leads to the results to be achieved. Increasing the self-confidence of a primiparous mother requires support from the closest family, especially partners in increasing the mother's ability to care for newborns. The aims of this research was to estimate family social support and self-confidence correlation for primiparous mothers to carry out newborns. Methods:  A cross-sectional design was used in this research. 54 primiparous mothers as total sample of the study, and determined by the total sampling technique. The PSES (Parental Self-Efficacy Scale)   instrument was used to establish the self-efficacy of primiparous in caring for newborns, and Family Social Support Questionnaire to show family social support for primiparous mothers. The data was analized with person correlation test with a significance level of p value <0.05. Results: Study result was showed a significant correlation between family support and self-efficacy of primiparous mothers, with p value <0.024. Conclusion: It was founded a significant correlation between primiparous mother self-efficacy and family social support in caring for newborns. Keywords: Family support; mother's self-efficacy; social support  
Perilaku Orang Tua dalam Pemberian Obat Malaria pada Anak Njakatara, Umbu Nggiku; Landi, Melkisedek; Radandima, Ester
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 8 No Special Edition (2023): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v8iSpecial Edition.1795

Abstract

Background:  Malaria is a contagious infectious disease caused by parasites from the genus Plasmodium which is transmitted through the bite of female Anopheles mosquitoes infected with the parasite. Objective: To determine the behavior of parents in giving malaria medication to children in Mbatakapidu Village. Method: Non-Random Sampling with consecutive sampling according to the researcher's needs. 30 families were determined as samples that met the inclusion criteria. The instrument used is a questionnaire. Results: data analysis shows the behavior of parents in giving malaria medication to children from 30 respondents, there were 24 partisipants (80%) had good behavior, 5 partisipants (17%) had good behavior and the least had 1 partisipant (3%) with poor behavior.