Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

LITERATURE REVIEW: “STRATEGI PENDAMPINGAN KELUARGA UNTUK MENCAPAI LINGKUNGAN BEBAS MALARIA DENGAN PENDEKATAN KOMUNITAS BERBASIS PEMBERDAYAAN DI INDONESIA Rija, Tatu; Rohi, Yublina; Hara, Maria Kareri; Njakatara, Umbu Nggiku; Noviana, Ineke
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 10 No 1 (2025): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v10i1.1805

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah endemis. Upaya pemberantasan malaria telah menjadi prioritas dalam agenda nasional kesehatan dan sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mengakhiri epidemi penyakit menular pada tahun 2030. Tujuan: Mencapai lingkungan bebas malaria melalui strategi pendampingan keluarga berbasis pemberdayaan masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pencarian data melalui Google Scholar menggunakan kata kunci “Strategi Pendampingan Keluarga Untuk Mencapai Lingkungan Bebas Malaria Dengan Pendekatan Komunitas Berbasis Pemberdayaan Di Indonesia.” Kriteria inklusi meliputi artikel jurnal nasional dan internasional tahun 2023–2024, menggunakan metode kuantitatif, kualitatif, atau review, serta tersedia dalam format PDF full-text. Hasil: Strategi pendampingan keluarga belum sepenuhnya berhasil mewujudkan lingkungan bebas malaria. Hambatan yang dihadapi antara lain lingkungan yang tidak sehat, kurangnya SDM dan infrastruktur, keterbatasan dana, minimnya keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan, serta factor geografis dan perilaku masyarakat. Keberhasilan eliminasi malaria membutuhkan peningkatan kapasitas lokal dan nasional, penguatan kompetensi tenaga kesehatan, kolaborasi multisektoral, pendekatan holistik berbasis keluarga dan masyarakat, serta peningkatan investasi dalam riset dan teknologi eliminasi malaria.  
PEER ASSISTED LEARNING (PAL) PROGRAM AT SKILLS-LAB, WAINGAPU NURSING STUDY PROGRAM, HEALTH POLYTECHNIC, KUPANG Landi, Melkisedek; Prabandari, Yayi Suryo; Tridjoko Hadianto; Umbu Nggiku Njakatara; Umbu Putal Abselian
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 10 No 1 (2025): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v10i1.2084

Abstract

Background: Many studies have reported efficacy of the PAL, but the application has not been a lot of diploma programs. Purpose: To determine differences between PAL tutor guidance and skills lab perception. Method: Quantitative studies, randomized control trial the first year nursing diploma students (N=94). PAL tutor students second year, 5 experimental groups and 5 control group, for both of skills PAL tutor guidance and skills lab perception within 2 weeks. Results: Mean first intervention group 83.15 and the control group 78.91 Mean second intervention group 91.24 and the control group 79.79. Mann-Whitney first intervention 0.238 and second 0.001. Mean perception PAL 4.45 to 4.67 of the range 5. Spearman Correlation first perception 0.173. and perception of both -0.265. Conclusions and Recommendations: Students who attend PAL value higher than that do not follow PAL. Student perceptions about the PAL is good. Further research needs to be done PAL relationships between learning styles, GPA, good motivation for PAL tutors and participants.
Pendampingan keluarga dalam memodifikasi lingkungan bebas malaria di Desa Mbatakapidu Njakatara, Umbu Nggiku; Abselian, Umbu Putal; Landi, Melkisedek; Radandima, Ester; Gracela, Gracela; Theresa, Theresa; Arnesta, Arnesta
Penamas: Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2025): Penamas: Journal of Community Service
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/penamas.v5i4.2553

Abstract

The prevalence of malaria in East Sumba Regency reached 2,184 cases in 2023. In 2022, there were 135 cases in the Waingapu Community Health Center's work area, including Mbatakapidu Village. This raises the urgency of immediate action to address partner issues. Waingapu Community Health Center data show that 12 malaria cases were reported in 2020 and 58 in 2021. The main contributor to cases came from Mbatakapidu Village. Therefore, malaria promotion and prevention activities are focused on that village. This community service activity aims to provide assistance and health education to families about mosquito-repellent plants, namely citronella trees. The implementation method involves counselling, introducing, and distributing mosquito-repellent plant seeds. This activity was carried out with a pre-test and post-test, with average scores of 62% and 92%, respectively, resulting in a 30% increase in knowledge. The target output of this community service activity is articles and activity videos that can be published in journals and online mass media.
DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP KESEHATAN MENTAL DI ASRAMA PUTRI PRODI KEPERAWATAN WAINGAPU 2025 Melkisedek Landi; Umbu Nggiku Njakatara; Martha Meti Kody; Umbu Putal Abselian
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswi keperawatan merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan mental akibat tuntutan akademik, praktik klinik, serta adaptasi sosial, khususnya bagi mereka yang tinggal di asrama. Dukungan teman sebaya dipandang sebagai salah satu faktor protektif yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan teman sebaya terhadap kesehatan mental mahasiswi keperawatan penghuni asrama putri. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan sequential explanatory. Tahap kuantitatif melibatkan 34 responden dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan teman sebaya (4 item) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji Spearman Rank. Tahap kualitatif dilakukan melalui pertanyaan terbuka untuk memperdalam hasil kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan teman sebaya yang tinggi, namun kecemasan masih menjadi masalah kesehatan mental yang dominan. Uji Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan stres, kecemasan, dan depresi. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya berperan sebagai faktor protektif dalam menjaga kesehatan mental mahasiswi keperawatan penghuni asrama.
PENGARUH PERILAKU KELUARGA TERHADAP PENCEGAHAN MALARIA DI DESA MBATAKAPIDU KABUPATEN SUMBA TIMUR Umbu Putal Abselian; Umbu Nggiku Njakatara; Melkisedek Landi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 12: Mei 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i12.10217

Abstract

Introduction. Malaria is one of the public health problems in Indonesia, with a frequent increase in the number of cases and a wider spread. According to data from the World Health Organization (WHO), there were 219 million malaria cases worldwide in 2019. The spread of malaria is also influenced by the community’s low level of knowledge about the causes of transmission; knowledge of malaria prevention significantly affects its spread. Many people do not understand that malaria can be transmitted from parent to child. They believe that malaria is transmitted through shared blood or heredity.Objective.To determine the influence of family behavior on the prevention of malaria in Mbatakapidu Village, East Sumba Regency. Method. This research is a correlational study using a purposive sampling technique with 30 respondents. The instrument used was a questionnaire. Results. The results showed that in Mbatakapidu Village, 17 people (57%) had good behavior regarding malaria prevention, 11 people (37%) had moderate behavior, and 2 people (6%) had poor behavior. Conclusion. Based on this study, most of the families in Mbatakapidu Village demonstrated good behavior in preventing malaria. Recommendation.It is recommended that Waingapu Health Center continue providing malaria education by involving healthcare workers and the community.