Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN TEH MENIRAN ANEKA RASA PENAMBAH SISTEM KEKEBALAN TUBUH MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Kosnayani, Ai Sri; Sari, Novia Komala; Nursani, Rosi; Al Huseiny, Muhammad Syarief
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v6i2.2186

Abstract

Pandemi COVID-19 adalah pandemi penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang dapat menjadi faktor risiko menurunnya ketahanan pangan tingkat keluarga sehingga menimbulkan masalah gizi (kekurangan gizi). Tujuan kegiatan PbMSK ini adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu posyandu dalam peningkatan kekebalan tubuh untuk melawan Pandemi Covid-19 dengan memperhatikan asupan makanan bergizi, status gizi dan konsumsi minuman kesehatan berbasis bahan alam (meniran). Mitra pengabdian adalah kelompok Posyandu Pengkolan (25 orang) dan Posyandu Pasir Ipis 1 (25 orang). Setiap  mitra diberikan dua kali penyuluhan, yaitu tanggal 12 dan 19 September 2020 di Posyandu Pengkolan dan 13 dan 20 September 2020 di Posyandu Pasir Ipis 1. Pelaksanaan penyuluhan menerapkan protokol kesehatan, seperti pengecekan suhu, menjaga jarak, memakai masker dan hand sanitizer. Materi yang disampaikan tentang pola makan seimbang, pengukuran status gizi, pembuatan minuman kesehatan berbasi meniran. Kedua kelompok mitra sangat antusias mengikuti pelatihan dan sebagian besar  peserta menyukai minuman kesehatan berbasis meniran. Untuk sosialisasi kepada keluarga, setiap peserta dibekali leaflet materi penyuluhan serta paket bahan minuman kesehatan berbasis meniran,  sehingga penambahan pengetahuan tentang teh meniran dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dalam masa pandemi Covid 19.Kata Kunci: teh meniran; kekebalan tubuh;  jahe; madu; covid-19
Identifikasi Kondisi Eksisting Situ Cidanti untuk Memenuhi Kebutuhan Air Bagi Masyarakat di Desa Gunung Sari Sari, Novia Komala; Nursani, Rosi; Mahdi, Indra; Handiman, Iman
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijaya Kusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i3.452

Abstract

Air merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia. Pemanfaatan air secara maksimal dapat dilakukan terutama ketika musim kemarau. Oleh karena itu dibutuhkan bangunan air untuk menyimpan air ketika musim hujan. Bangunan air seperti situ dapat difungsikan sebagai reservoir untuk menampung air sehingga dapat dimanfaatkan pada musim kemarau. Situ Cidanti berada di desa Gunung Sari kecamatan Cikatomas. Sumber air situ Cidanti berasal dari air hujan dan aliran air tanah. Situ dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air baku oleh masyarakat desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Gunung Sari bertujuan untuk melakukan identifikasi kondisi eksisting Situ Cidanti. Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam rangka mengoptimalkan fungsi Situ Cidanti. Investigasi lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting Situ Cidanti. Hasil diskusi dan sosialisasi yang dilakukan di kantor Kepala Desa diperoleh gambaran bahwa Situ Cidanti dimanfaatkan untuk keperluan irigasi, perikanan, peternakan, dan kebutuhan air baku bagi masyarakat Desa Gunung Sari. Hasil investigasi lapangan menunjukan kerusakan pada Situ Cidanti terutama pada bagian outlet work, pipa distribusi masih belum lengkap, situ tidak dilengkapi dengan spillways, dan akses jalan belum ada perkerasan.
Evaluasi Perilaku Struktur Baja Pada Gedung Bertingkat Dengan Bracing Tipe X Dan Diagonal Akibat Beban Gempa Dinamik Alfanhuri, N. Putri Lestari; Nursani, Rosi; Herlina, Nina
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v5i2.2205

Abstract

Abstract— Indonesia is one of the regions that frequently experiences earthquakes, and the occurrence of earthquakes can impact infrastructure damage.  The main focus for buildings that can withstand earthquakes is materials with high ductility.  One way to increase the strength of a building structure is by adding braces.  With the use of bracing, the performance of the building can be improved.  The bracing frame is a steel structural frame added diagonally to the building frame system.  It functions as a brace to withstand lateral earthquake forces.  This research was conducted to analyze the comparison between modeling a building structure without bracing, X bracing type, and single diagonal bracing type, in terms of displacement values, shear forces, and the connections used.  The method used in this research is the planning analysis method focused on the comparison of steel structures to determine the structural response that occurs in each modeling.  Based on the analysis results conducted on each structural modeling, it was found that the SRBK with X bracing produced smaller displacement values compared to the other three models, with displacement values of 64.84 mm (X direction) and 45.92 mm (Y direction).  This indicates that the SRBK with X bracing has better stability compared to the other models when subjected to seismic forces. Keywords — Base Shear, Earthquake, Displacement, Concentric Braced Frame System, Steel Structure Abstrak— Indonesia merupakan salah satu wilayah yang kerap mengalami kejadian gempa bumi, terjadinya gempa bumi dapat berdampak pada kerusakan infrastruktur. Fokus utama untuk bangunan yang mampu menahan gempa yaitu material yang memiliki daktailitas tinggi. Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan suatu struktur bangunan yaitu dengan menambahkan pengaku/bracing. Dengan penggunaan bracing, dapat meningkatkan kinerja bangunan. Rangka bracing merupakan rangka struktur baja yang ditambahkan secara diagonal pada sistem rangka bangunan. Memiliki fungsi sebagai pengaku untuk menahan gaya lateral gempa. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbandingan antara pemodelan struktur gedung tanpa bracing, tipe X bracing dan tipe single diagonal bracing yang ditinjau dari nilai simpangan, gaya geser, dan sambungan yang dipakai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis perencanaan yang dipusatkan pada perbandingan struktur baja untuk mengetahui respons struktur yang terjadi dalam setiap pemodelan. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada setiap pemodelan struktur, diperoleh bahwa SRBK dengan X bracing menghasilkan nilai simpangan yang lebih kecil dibanding ketiga pemodelan lainnya dengan nilai simpangan 64,84 mm (arah X) dan 45,92 (arah Y). Hal ini menunjukkan bahwa SRBK dengan X bracing memiliki kemampuan stabilitas yang lebih baik dari pemodelan lainnya ketika diberikan gaya gempa. Kata kunci — Gaya Geser Dasar, Gempa, Simpangan, Sistem Rangka Bracing Konsentrik, Struktur Baja
Pembuatan Filtrasi Air untuk Meningkatkan Kualitas Air Bersih di Perumahan Bumi Endah Residence Herlina, Nina; Sari, Novia Komala; Nursani, Rosi; Irawan, Pengki; Al-Huseiny, Mohammad Syarif
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.663

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi sangat berdampak terhadap ketersediaan air. Kekeringan dan krisis air bersih menjadi bencana tersendiri. Selain itu, kualitas air yang sesuai standar perlu menjadi perhatian. Perumahan Bumi Endah Residence merupakan salah satu perumahan yang ada di Kota Tasikmalaya. Kondisi eksisting sumber air warga berasal dari sumur gali yang sudah disediakan oleh developer. Akan tetapi, permasalahan mitra terletak pada kualitas air yang kurang baik. Air sumur pada Perumahan Bumi Endah Residence keruh sehingga tidak sesuai dengan standar yangditetapkan. Penerapan teknologi filtrasi air perlu dilakukan untuk menambah pengetahuan mitra mengenai teknik penjernihan air. Dengan begitu, air yang keruh dapat melalui filtrasi sehingga air menjadi layak untuk digunakan. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi dan demonstrasi. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan informasi tentang teknik filtrasi air, sedangkan kegiatan demonstrasi dilakukan dengan membuat alat filtrasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa demonstrasi alat yang dirancang mampu menjernihkan air.
Analisis Pengaruh Penambahan Dinding Geser terhadap Perilaku Struktur Gedung Sistem Ganda Nursani, Rosi; Noor, Dheni Elyana
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.8.02.105-114

Abstract

Beban gempa merupakan beban yang harus sangat diperhitungkan dalam merencanakan kekuatan struktur gedung terutama di daerah rawan gempa. Beban gempa dapat mengakibatkan bangunan mengalami gerakan pada arah horizontal dan menyerang titik lemah struktur. Dinding geser merupakan salah satu komponen struktural pada gedung yang dapat meningkatkan kekakuan gedung. Terdapat struktur gedung 7 lantai yang menggunakan sistem ganda dengan dinding geser di bagian lift. Penelitian dilakukan dengan menambahkan dinding geser pada struktur dengan tujuan membandingkan perilaku struktur sebelum dan setelah penambahan dinding geser. Perhitungan analisis struktur menggunakan bantuan perangkat lunak untuk membuat pemodelan dan mendapatkan hasil gaya dalam yang terjadi. Output gaya dalam digunakan untuk menghitung kapasitas struktur. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbandingan antara perilaku struktur sebelum dan setelah penambahan dinding geser. Apabila simpangan horizontal, gaya geser dasar dan waktu getar alami melebihi syarat aman, maka gedung berpotensi mengalami kerusakan sampai keruntuhan. Struktur dengan penambahan dinding geser dapat menimalisir simpangan antar lantai sehingga kekakuan struktur lebih besar.
Kajian Redesign Struktur Gedung 5 Lantai Balai Pengobatan Universitas Siliwangi Al Huseiny, Mohammad Syarif; Nursani, Rosi
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v5i2.10155

Abstract

 The Siliwangi University Medical Center is a simple building consisting of 1 floor which requires redesign to improve the quality of health services at Siliwangi University. High-rise buildings require precise and thorough structural calculations. The building must be able to withstand axial forces and lateral loads including earthquake loads. The results of the calculation of structural strength are made as optimal as possible so that it becomes a strong and stable building that can provide security and comfort for its users. Based on these problems, it is necessary to conduct research studies on the structure of the Siliwangi University Medical Center building. The dimensions of the structural components are determined by preliminary design first, then the building structure is analyzed using the SAP 2000 v.22.0.0 program. The next step is design control to determine whether the structural design meets the planning requirements and safety factor regulations or not. The results showed that the reinforced concrete structure in the Siliwangi University Medical Center building had strength control which qualify to the requirements, so the Siliwangi University Medical Center Building could be a safe and comfortable infrastructure that the health service process could run smoothly.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KARET SOL SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT LENTUR Nursani, Rosi; Hasna Arsalani, Ismi; Kurnia Hidayat, Asep
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v3i1.1184

Abstract

Abstract—Concrete is the most widely consumed building material product besides water. More environmentally friendly concrete (green concrete) is defined as concrete that at least uses waste materials as one of its components, or its production does not cause environmental damage. In rigid pavements the strength against traffic loads is expressed by the flexural tensile strength of the concrete. If reinforcement is used, it is for crack control only and not for traffic loading. Rubber sole waste is used as a substitute for coarse aggregate in concrete mixtures. This research was conducted to determine the effect of the addition of rubber sole waste on the flexural strength of concrete. The test specimens were in the form of blocks with dimensions of 15 x 15 x 60 cm with variations in the addition of rubber sole waste of 0%, 4%, 8% and 12% of the volume of coarse aggregate. The design concrete quality is 25 MPa with flexure tests at the ages of 7, 14, 21 and 28 days. The results of the study at 28 days of concrete flexural strength showed that a mixture with a percentage of rubber sole waste 4% of coarse aggregate produced a flexural strength value of 5.44 MPa 6.88% higher than normal concrete which produced a flexural strength value of 5.09 MPa. While the percentage of 8% and 12% experienced a decrease in flexural strength compared to normal concrete which resulted in flexural strength values of 4.71 MPa and 4.18 MPa. Substitution of rubber sole waste in the concrete mixture of 4% by weight of coarse aggregate can increase the value of the flexural strength of concrete and is a mixture that produces optimal strength in concrete. Keywords — Concrete, Flexural Strength, Rubber Sole Waste. Abstrak—Beton merupakan produk bahan bangunan yang paling banyak dikonsumsi selain air. Beton yang lebih ramah lingkungan (green concrete) didefinisikan sebagai beton yang setidaknya menggunakan bahan limbah sebagai salah satu komponennya, atau produksinya tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Dalam perkerasan kaku kekuatan terhadap beban lalu lintas dinyatakan dengan kuat tarik lentur dari beton. Jika penulangan digunakan, penulangan hanya untuk mengontrol retak dan bukan untuk memikul beban lalu lintas. Limbah karet sol digunakan untuk substitusi agregat kasar pada campuran beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah karet sol terhadap kuat lentur beton. Benda uji berupa balok dengan dimensi 15 x 15 x 60 cm dengan variasi penambahan limbah karet sol sebesar 0%, 4%, 8% dan 12% dari volume agregat kasar. Mutu beton rencana yaitu 25 Mpa dengan uji lentur pada umur 7, 14, 21 dan 28 hari. Hasil penelitian pada umur 28 hari, kuat lentur beton menunjukkan bahwa campuran dengan persentase limbah karet sol 4% dari agregat kasar menghasilkan nilai kuat lentur 5,44 Mpa lebih tinggi 6,88% dibandingkan dengan beton normal yang menghasilkan nilai kuat lentur 5,09 Mpa. Sedangkan presentase 8% dan 12% mengalami penurunan kuat lentur dibandingkan dengan beton normal, yang menghasilkan nilai kuat lentur 4,71 Mpa dan 4,18 Mpa. Substitusi limbah karet sol pada campuran beton sebesar 4% dari berat agregat kasar dapat meningkatkan nilai kuat lentur beton dan merupakan campuran yang menghasilkan kekuatan optimal pada beton. Kata kunci—Beton, Kuat Lentur, Limbah Karet Sol.
ANALISIS PERBANDINGAN PERILAKU STRUKTUR GEDUNG DENGAN KOLOM KOMPOSIT DAN KOLOM NON KOMPOSIT Nursani, Rosi; Al Huseinny, Mohammad Syarif
Jurnal Teknik Sipil Vol 21, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v21i2.50218

Abstract

Kolom merupakan salah satu komponen struktur utama dalam sebuah bangunan gedung yang berfungsi sebagai pemikul beban dari bagian atas dan meneruskannya sampai ke pondasi. Kekuatan sebuah gedung sangat didipengaruhi oleh kekuatan kolom. Kolom harus memiliki kapasitas yang baik diantaranya tahan terhadap bahaya tekuk akibat pembebanan. Desain kolom menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan agar memiliki kapasitas yang sesuai dengan pembebanan. Dalam perkembangan saat ini, kolom tidak hanya menggunakan material beton atau baja saja akan tetapi banyak digunakan material komposit baja-beton. Material komposit baja-beton digunakan dengan tujuan untuk mendapat kombinasi keuntungan dari kedua material yaitu baja dan beton sehingga dapat meningkatkan kapasitas kolom. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku gedung dengan menggunakan kolom komposit dan non komposit. Penelitian dilakukan dengan memodelkan gedung yang sama dengan variasi kolom yang berbeda yaitu kolom dengan menggunakan material beton, baja dan komposit beton-baja. Gedung yang dimodelkan merupakan gedung 6 lantai dengan dimensi, peruntukan gedung dan pembebanan yang sama yaitu gedung rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolom komposit pada penelitian ini memiliki kapasitas terhadap momen dan geser yang lebih besar dari pada kolom nonn komposit
Analisis Laju dan Pemetaan Erosi Lahan DAS Citanduy Hulu Berbasis SIG dengan Metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) Euis Khallilah; Pengki Irawan; Asep Kurnia Hidayat; Herianto Herianto; Rosi Nursani; Hidayanto Hidayanto
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2024): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i1.11850

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Citanduy Hulu Memiliki luas 71.544,24 ha. DAS Citanduy Hulu memiliki topografi kemiringan lereng dengan kategori agak curam karena letaknya diantara lima gunung diantaranya Gn. Cakrabuana, Gn. Sadakeling, Gn. Telaga Bodas, Gn. Galunggung, dan Gn. Sawal. Tutupan lahan, curah hujan dan sedimentasi menjadi tiga permasalahan pokok penyebab terjadinya erosi pada DAS Citanduy Hulu. Tutupan Lahan pada wilayah DAS Citanduy Hulu mengalami penurunan luas pada hutan (33,27%), semak belukar (45,25%), dan badan air (47,59%). Curah hujan pada DAS Citanduy hulu berada pada kategori tinggi menyebabkan semakin banyak partikel sedimen yang terangkut dan mengendap di hilir. Sedimentasi pada DAS Citanduy Hulu mengalami peningkatan cukup tinggi dalam kurun waktu satu tahun. Adanya permasalahan tersebut, diperlukan pendugaan laju erosi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah erosi dan hasil pelepasan sedimen menggunakan metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) dan persamaan Sediment Delivery Ratio (SDR) dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis menunjukkan bahwa erosi yang terhitung pada DAS Citanduy Hulu sebesar 450,26 ton/ha/tahun dengan kelas bahaya erosi berat. Jumlah pelepasan sedimen yang terjadi pada DAS Citanduy Hulu sebesar 2.448.226,72 ton/tahun atau 7,6% dari total erosi yang terjadi di lahan.
Analisis Kapasitas Lateral Fondasi Tiang Pancang dengan Metode Broms dan Metode P-y Yuli Yulianti; Iman Handiman; Zakwan Gusnadi; Fitriana Sarifah; Rosi Nursani
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17582

Abstract

Dalam perencanaan sebuah pembangunan harus dilakukan perhitungan dari struktur atas sampai struktur bawah bangunan. Struktur bawah bangunan dipengaruhi oleh kondisi tanah di lapangan, maka perlu dilakukan analisis kondisi tanah di lapangan. Selain analisis tanah terdapat beberapa perencanaan pada fondasi bangunan yang dapat dilakukan berupa analisis penurunan, stabilitas tanah, daya dukung tanah dan analisis lainnya. Daya dukung merupakan aspek penting dalam perencanaan fondasi tiang pancang, daya dukung yang dianalisis berupa daya dukung aksial dan daya dukung lateral. Daya dukung lateral merupakan kemampuan struktur menahan beban lateral yang akan diterima oleh fondasi. Beban lateral berupa beban yang berasal dari gempa bumi, angin, lalu lintas dan beban lainnya. Dalam analisis daya dukung lateral terdapat beberapa metode yang dapat digunakan, berdasarkan metode analitik untuk tiang panjang dapat menggunakan metode Broms dan hanya dapat digunakan untuk kondisi tanah homogen. Sedangkan berdasarkan metode numerik dapat menggunakan metode P-y yang dapat memberikan nilai tekanan tanah lateral (p) dan defleksi lateral (y) pada sepanjang tanah yang akan dilakukan analisis metode ini memperkuat metode Broms karena metode P-Y dapat dilakukan pada semua jenis kondisi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas lateral tiang pancang dengan metode Broms dan metode P-y dengan hasil akhir akan dibandingkan dengan hasil uji lateral statis. Hasil dari penelitian ini didapatkan hasil perhitungan pada metode P-y lebih mendekati dengan hasil uji lateral statis dengan metode Broms memiliki nilai defleksi yang jauh lebih besar dengan kenaikan yang linear. Maka berdasarkan hasil perhitungan analisis metode P-y dapat digunakan sebagai alternatif perhitungan pada perencanaan daya dukung lateral tanah.