Claim Missing Document
Check
Articles

The LAMBDA Organization and the Role of G Magazine (Gaya Hidup Ceria) in the Struggle of the LGBTQ+ Community in Indonesia (1982–1986) Muhammad Yazid Al Busthomi; Wisnu
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 7 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v7i2.7813

Abstract

Salah satu bentuk orientasi seksual sendiri yakni homoseksual. LAMBDA Indonesiamerupakan salah satu organisasi gay pertama di Kawasan Asia dan merupakanorganisasi gay pertama di Indonesia setelah kemerdekaan. Penelitian ini memilikitujuan untuk mengetahui bagaimana proses berdirinya hingga bubarnya sertatantangan LAMBDA Indonesia pada jangka waktu 1982-1986, serta untukmengetahui perkembangan Majalah G: Gaya Hidup Ceria selama terbitan 1982-1984. Metode penelitian sejarah yang dilakukan dalam penelitian ini yakni melaluitahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian dilakukandengan menggunakan sumber tertulis yakni Majalah G: Gaya Hidup Ceria dankoran, serta wawancara dengan pendiri LAMBDA, dan pelanggan Majalah G:Gaya Hidup Ceria. Pendiri LAMBDA Indonesia sendiri yakni Dede Oetomo,Chandra, dan Yongki, akan tetapi keunikan dalam pendiriannya yang dimanaterdapat Franz yang merupakan orang heteroseksual yang ikut berdiskusi terkaitdengan isu homoseksual. LAMBDA Indonesia sendiri berdiri pada 1 Maret 1982 diSurakarta dan pada bulan Agustus 1982 resmi menerbitkan Majalah G: GayaHidup Ceria yang merupakan majalah yang terbit hanya untuk anggota organisasisehingga untuk mendapatkannya sendiri harus bergabung ke komunitas. MajalahG: Gaya Hidup Ceria sendiri terbit sebanyak delapan kali yang pada edisi pertamasampai keenam konsisten selama dua bulan sekali, akan tetapi pada edisi ketujuhdan kedelapan sendiri terbit satu tahun sekali karena masalah internal danakhirnya berhenti terbit pada tahun 1984. LAMBDA Indonesia sendiri bubar padatahun 1986 dan anak-anak organisasinya sendiri mendirikan organisasi gay dikota masing-masing.
SISTEM PENGENDALI PH DAN SUHU PADA KOLAM IKAN LELE DENGAN METODE LOGIKA FUZZY Wisnu; Oktriza Melfazen; Anang Habibi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/p06r4259

Abstract

Kualitas air merupakan faktor penting dalam budidaya ikan lele, terutama parameter pH dan suhu. Perubahan pH dan suhu yang tidak terkendali dapat menyebabkan stres dan menurunkan tingkat kelangsungan hidup ikan. Penelitian ini merancang sistem pengendalian pH dan suhu kolam ikan lele berbasis Internet of Things (IoT) dan logika fuzzy Mamdani menggunakan mikrokontroler ESP32. Sistem menggunakan sensor pH, sensor suhu DS18B20, dan sensor level air sebagai input, serta pompa pH up, pompa pH down, heater, dan valve air sebagai aktuator. Proses pengendalian dilakukan melalui tahapan fuzzifikasi, inferensi, dan defuzzifikasi, dengan pemantauan kondisi kolam secara daring melalui Arduino IoT Cloud. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sensor memiliki nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) di bawah 10%. Sistem mampu mempertahankan pH air pada nilai 7 ± 0,5 dan suhu air pada 26,5°C ± 2,5°C dengan waktu respon 1–2 detik. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem yang dirancang efektif dan andal dalam menjaga kestabilan kualitas air kolam ikan lele secara real-time.
Analisis Klaster dan Prediksi Dinamika Produksi Padi Sawah menggunakan K-Means dan Adams-Bashforth-Moulton di Kabupaten Banyumas Wisnu; Winarni, Ambar; Hayati, Istifada Nurul
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i1.8065

Abstract

This study aims to classify rice-farming areas in Banyumas Regency based on differences in rice production characteristics between regions that have the potential to influence rice production planning and distribution. This study was conducted to support food security in line with Indonesia's national development vision for 2045. The data used included rice production volume and rice field area. Cluster analysis was performed using the K-Means method with the determination of the optimal number of clusters through the Elbow method, resulting in three regional clusters, namely low, medium, and high rice production clusters, which reflect the differences in rice production characteristics between subdistricts in Banyumas Regency. Rice production dynamics were modeled using the Verhulst growth model, which was solved numerically using the fourth-order Runge Kutta method, followed by the Adams-Bashforth-Moulton method to predict rice production. Predictions were made for 2025, 2030, and 2045 to illustrate rice production trends over several time periods. The main analysis of this study focused on the period up to 2030 because the model did not include several important external factors that could potentially affect rice production in the long term. The error analysis results showed that the error values in the predictions for the 2025 and 2030 periods were relatively small, indicating that the model was able to represent rice production dynamics well during those periods. Predictions up to 2045 are presented as a mathematical illustration of long-term trends and are not used as the main basis for error evaluation or drawing conclusions. The results of this study are expected to be used as preliminary considerations for local governments in formulating rice production plans, taking into account the different characteristics of regional clusters and the predicted rice production in Banyumas Regency.