Claim Missing Document
Check
Articles

PERKEMBANGAN PERUSAHAAN OTOBUS HARAPAN JAYA TAHUN 1977 – 2000 TIOFANI, ARDIAN; , WISNU
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masuknya kendaraan mesin pada tahun 1970-an di Tulungagung, menjadikan becak, dokar dan oplet tidak lagi menjadi satu-satunya alat transportasi umum bagi warga Tulungagung. Kendaraan mesin yang kemudian digunakan sebagai sarana transportasi ini di pelopori oleh Perusahaan Otobus Harapan Jaya. Sejarah PO harapan jaya sendiri juga tidak lepas dari kerja keras Harjaya Cahyana. Diawal pendiriannya tahun 1977, PO Harapan Jaya hanya mengandalkan 3 unit armada saja. Tiga bus ini digunakan untuk melayani trayek Surabaya-Kediri-Tulungagung PP. Namun berkat ketekunan dan usaha keras Harjaya, PO Harapan Jaya mampu melebarkan jangkauannya dan menjadikan PO ini menjadi kebanggaan masyarakat Tulungagung.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk menjelaskan perkembangan Perusahaan Otobus Harapan Jaya di Tulungagung pada tahun 1977?2000 (2) Untuk mendeskripsikan peranan Perusahaan Otobus Harapan Jaya dalam menunjang kehidupan sosial ekonomi masyarakat Tulungagung pada tahun 1977 ? 2000.Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Metode sejarah merupakan cara yang digunakan untuk mengadakan penelitian terhadap data dan fakta yang objektif agar sesuai dengan tujuan penelitian dengan proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dari masa lampau yang mendasarkan pada empat tahapan yaitu : Heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.Dengan semakin mudahnya mobilitas, maka interaksi yang terjadi antar warga luar Tulungagung dan warga Tulungagung menjadi lebih mudah. Mudahnya transportasi juga membuka daerah pedalaman terhadap dunia luar sehingga modernisasi dapat merambah sampai pedesaan.Secara tidak langsung, keberadaan PO harapan Jaya membawa dampak positif bagi perkembangan kehidupan masyarakat Tulungagung dalam kurun waktu 1977 ? 2000Kata kunci : Perkembangan dan Perusahaan PO Harapan Jaya
PERKEMBANGAN PERUSAHAAN OTOBUS HARAPAN JAYA TAHUN 1977 – 2000 TIOFANI, ARDIAN; , WISNU
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masuknya kendaraan mesin pada tahun 1970-an di Tulungagung, menjadikan becak, dokar dan oplet tidak lagi menjadi satu-satunya alat transportasi umum bagi warga Tulungagung. Kendaraan mesin yang kemudian digunakan sebagai sarana transportasi ini di pelopori oleh Perusahaan Otobus Harapan Jaya. Sejarah PO harapan jaya sendiri juga tidak lepas dari kerja keras Harjaya Cahyana. Diawal pendiriannya tahun 1977, PO Harapan Jaya hanya mengandalkan 3 unit armada saja. Tiga bus ini digunakan untuk melayani trayek Surabaya-Kediri-Tulungagung PP. Namun berkat ketekunan dan usaha keras Harjaya, PO Harapan Jaya mampu melebarkan jangkauannya dan menjadikan PO ini menjadi kebanggaan masyarakat Tulungagung.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk menjelaskan perkembangan Perusahaan Otobus Harapan Jaya di Tulungagung pada tahun 1977?2000 (2) Untuk mendeskripsikan peranan Perusahaan Otobus Harapan Jaya dalam menunjang kehidupan sosial ekonomi masyarakat Tulungagung pada tahun 1977 ? 2000.Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Metode sejarah merupakan cara yang digunakan untuk mengadakan penelitian terhadap data dan fakta yang objektif agar sesuai dengan tujuan penelitian dengan proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dari masa lampau yang mendasarkan pada empat tahapan yaitu : Heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.Dengan semakin mudahnya mobilitas, maka interaksi yang terjadi antar warga luar Tulungagung dan warga Tulungagung menjadi lebih mudah. Mudahnya transportasi juga membuka daerah pedalaman terhadap dunia luar sehingga modernisasi dapat merambah sampai pedesaan.Secara tidak langsung, keberadaan PO harapan Jaya membawa dampak positif bagi perkembangan kehidupan masyarakat Tulungagung dalam kurun waktu 1977 ? 2000Kata kunci : Perkembangan dan Perusahaan PO Harapan Jaya
Eksistensi Penghayat Kepercayaan Kejawen Di Tengah Arus Modernisasi Setianingsih, Agnes Tutut; Drakel , Julia Kumala Asri; Mely Tri Octavina; Wisnu
The Indonesian Journal of Social Studies Vol 5 No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijss.v5n2.p155-162

Abstract

One of the local beliefs that has survived to this day is the Javanese belief. Kejawen is one of the ancestral beliefs of the Javanese people who adhere to Javanese teachings and culture. Although until now the belief in kejawen still exists, it is possible that this trust has begun to erode over time. The purpose of this study is to determine the existence of followers of the Kejawen belief in the current modernization era. The research method of library research (library research). The author conducts studies from various sources ranging from historical records, previous journals and the latest mass media. All data obtained is then compiled and studied carefully to find the problems discussed. The results obtained from this study are that some of the practices of Kejawen beliefs are still often carried out, but as time goes by, the Kejawen people experience an existential crisis due to the swift currents of modernization. According to modern society, kejawen is an ancient culture that does not need to be preserved. The focus of society in this modern era is western culture so that in the process of building civilization, slang is the goal of life.
Penguatan Wawasan Kebangsaan Bagi Warga Negara Indonesia di Filipina Mudzakkir, Moh; Wisnu; Meirinawati; Rahaju, Tjitjik; Sitohang, Lidya Lestari; Sekardani, Puspita Sari; Marganda, Iman Pasu; Rohman, Abdur
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v9i3.26183

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat wawasan kebangsaan warga negara Indonesia yang berada di Filipina, seiring meningkatnya keterlibatan warga negara Indonesia di Filipina. Dengan mengadakan kegiatan seminar dan lokakarya, pengabdian ini berfokus pada pemahaman identitas kebangsaan, budaya setempat, dan akses informasi bagi diaspora Indonesia di Filipina. Kegiatan dimulai dengan studi literatur dan analisis kebutuhan, yang memungkinkan identifikasi tantangan utama yang dihadapi oleh warga negara Indonesia di Filipina. Selanjutnya, dirancanglah program yang melibatkan berbagai kegiatan untuk mengatasi tantangan tersebut. Selain itu, melalui penyebaran berita dan artikel, proyek ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penguatan identitas kebangsaan di tengah diaspora. Kemudian, tahapan pelaksanaan mencakup pra-pelaksanaan, pelaksanaan kegiatan, pasca-pelaksanaan, serta evaluasi dan pelaporan. Proyek pengabdian ini berhasil memberikan dampak positif terhadap warga negara Indonesia di Filipina. Melalui rangkaian agenda pengabdian ini, para peserta mampu memperkuat rasa identitas dan nasionalisme mereka sebagai diaspora Indonesia. Luaran berupa artikel tentang diaspora Indonesia di Filipina juga telah dipublikasikan sebagai bahan referensi keberlanjutan program pengabdian di masa akan datang.
Enhancing Public Accountability through AIS Audits in Tegal Regency Wisnu
Journal of Principles Management and Business Vol. 4 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Scimadly Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55657/jpmb.v4i02.281

Abstract

This study examines the role of accounting information system (AIS) audits in fraud control within the Tegal Regency Local Government. The research synthesizes findings from multiple empirical studies conducted between 2021 and 2025, focusing on the interaction between AIS, internal control, internal audit, and transparency in preventing fraudulent practices. Results indicate that effective AIS audits strengthen internal control mechanisms, enhance data accuracy, and improve financial accountability. Empirical evidence shows that well-designed AIS can minimize opportunities for manipulation and misappropriation, aligning with the fraud triangle theory that links fraud occurrence to pressure, opportunity, and rationalization. The findings also highlight that digital-based auditing practices and good governance contribute significantly to building transparency and public trust. Some studies report mixed results regarding the mediating effect of internal control on AIS and audit roles. This implies that fraud prevention effectiveness depends on institutional readiness, auditor competence, and system integration. The study recommends that the Tegal Regency Local Government adopt integrated, transparent, and digitalized audit mechanisms to enhance fraud detection and prevention capacity. Future research should include broader regional comparisons and evaluate the long-term impact of AIS audit reforms on governance performance.
Deres Temple: a hidden gem for optimizing social studies learning Arif, Syarifuddin; Harmanto; Wisnu
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol. 12 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v12i2.90744

Abstract

Deres Temple is a historical testament to the journey of Majapahit in East Java. Although not as famous as the others, Deres Temple is a valuable investment for social science learning. Located in the Gumuk Mas sub-district, several schools serve as educational institutions. Deres Temple serves as empirical evidence for social science learning, particularly regarding kingdoms in the archipelago. As an effort to bridge theoretical concepts, Deres Temple's existence is growing. The potential of Deres Temple is explored based on the spirit of intellectual values, which are integrated into discussions of student curiosity and the preservation of Deres Temple. With knowledge, teachers can explore Deres Temple's potential as a teaching medium that is easily accessible to students. Deres Temple's potential is explored for educational purposes. The subjects of this study were students of Gumuk Mas Junior High School. Thus, Deres Temple is very representative for exploring its potential to achieve learning objectives. This study used a descriptive qualitative approach. Data collection was carried out through participatory observation, interviews, and documentation. The data obtained were analyzed in three stages. More than 80% of the students involved showed active participation by asking questions related to Candi Deres. This paper contributes to the field by demonstrating how Deres Temple can be integrated as an accessible, context-based learning resource that enhances student curiosity and supports social science education through active engagement with local historical heritage.
RITUAL CAP GO MEH DI KLENTENG ENG AN KIONG MALANG TAHUN 1978-1988 Pria Bagus Pratama; Wisnu
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 01 Januari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika dan pengaruh pelaksanaan ritual Cap Go Meh terhadap interaksi sosial, budaya, dan ekonomi etnis Tionghoa ditengah pembatasan ekspresi budaya Tionghoa di Klenteng Eng An Kiong Malang dari tahun 1978-1988. Fokus utamanya adalah memahami proses perubahan dan segala dinamika yang mempengaruhi ritual Cap Go Meh oleh komunitas Tionghoa, lalu bagaimana pengaruhnya terhadap interaksi sosial budaya Tionghoa serta aktivitas perdagangan disekitar klenteng Eng An Kiong. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi empat tahap yaitu heuristi atau pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi, dan historigrafi. Sumber yang di peroleh, pada sumber tertulis seperti, arsip tentang Klenteng Eng An Kiong dan perayaan ritual Cap Go Meh seperti monografi Klenteng, surat undangan sembahyang, penanggalan Cina sebagai penanda tahun baru Imlek dan perayaan Cap Go Meh pada malam ke lima belas, dan beberapa arsip lain di masa yang telah di tentukan, lalu pada sumber lisan di peroleh dari wawancara ketua yayasan klenteng selaku tokoh sejarah yang masih ada, beberapa tokoh pengurus klenteng yang juga masih hidup, jemaat klenteng, serta pustaka relevan yang mendukung tentang ritual Cap Go Meh dan klenteng Eng An Kiong. Hasil penelitian menunjukan bahwa ritual Cap Go Meh mengalami dinamika yang cukup signifikan setiap tahunnya, walaupun ditengah-tengah mengalami banyak hambatan dan rintangan dalam proses pelaksanaanya. Segala dinamika ini tidak dapat mempengaruhi solidaritas komunitas Tionghoa yang sangat kuat sesama umat beragama, momentum ini menjadikan semangat bagi para jemaat dan pengurus klenteng dalam mempertahankan ritual Cap Go Meh sebagai identitas budaya untuk keberlangsunganya ke depan bagi generasi muda. Ritual Cap Go Meh menjadi simbol nilai, makna, dan penguat tali solidaritas bagi komunitas Tionghoa klenteng Eng An Kiong, walaupun diterjang dengan berbagai tantangan, para pengurus klenteng tetap berusaha merangkul para masyarakat Malang untuk berpartisipasi pada perayaan Klenteng sebagai bentuk penguatan hubungan sosial sesama penduduk kota Malang yang sama-sama memiliki proses dan perjalanan sejarah panjang di kota yang penuh dengan berbagai macam etnis. Hal ini menjadika ritual Cap Go Meh sebagai jembatan memperkuat dan mempertahankan identitas budaya Tionghoa di Klenteng Eng An Kiong dengan berbagai dinamika pelaksanaanya
SISTEM PENGENDALI PH DAN SUHU PADA KOLAM IKAN LELE DENGAN METODE LOGIKA FUZZY Wisnu; Oktriza Melfazen; Anang Habibi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/p06r4259

Abstract

Kualitas air merupakan faktor penting dalam budidaya ikan lele, terutama parameter pH dan suhu. Perubahan pH dan suhu yang tidak terkendali dapat menyebabkan stres dan menurunkan tingkat kelangsungan hidup ikan. Penelitian ini merancang sistem pengendalian pH dan suhu kolam ikan lele berbasis Internet of Things (IoT) dan logika fuzzy Mamdani menggunakan mikrokontroler ESP32. Sistem menggunakan sensor pH, sensor suhu DS18B20, dan sensor level air sebagai input, serta pompa pH up, pompa pH down, heater, dan valve air sebagai aktuator. Proses pengendalian dilakukan melalui tahapan fuzzifikasi, inferensi, dan defuzzifikasi, dengan pemantauan kondisi kolam secara daring melalui Arduino IoT Cloud. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sensor memiliki nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) di bawah 10%. Sistem mampu mempertahankan pH air pada nilai 7 ± 0,5 dan suhu air pada 26,5°C ± 2,5°C dengan waktu respon 1–2 detik. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem yang dirancang efektif dan andal dalam menjaga kestabilan kualitas air kolam ikan lele secara real-time.
Peran Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII dalam Mewujudkan Pemilu Daerah 1951 di Yogyakarta Risqy Indah Sari; Wisnu
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan analisis terhadap peran dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII selaku elit tradisional yang mewujudkan Pemilu Daerah 1951 di Yogyakarta. Keberadaan mereka dalam proses aktualisasi demokrasi pada awal kemerdekaan bukan hanya sekedar simbolis saja, namun sekaligus menjadi aktor politik sentral jalannya demokrasi di tanah Yogyakarta. Pemilu Daerah 1951, seringkali dikatakan sebagai pilot project demokrasi lokal tingkat provinsi pertama di Indonesia. Hal ini menjadi fenomena yang unik karena pemilu daerah kali ini dilaksanakan di tengah masyarakat yang menganut sistem monarki. Fokus penelitian adalah untuk melihat bagaimana peran elit tradisional dalam mewujudkan penyelenggaraan Pemilu dan bagaimana hubungan antara peran elit tradisional dan tingginya partisipasi masyarakat.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah milik Kuntowijoyo, yang terdiri atas tahapan heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber (verivikasi dan otentisitas), interpretasi (analisis), dan historiografi (penulisan sejarah). Sumber-sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi arsip, surat kabar sezaman, dan buku-buku yang terkait dengan tema penelitian. Analisis berdasarkan pada Teori Demokrasi dan Teori Otoritas Elit Tradisional. Hasil penelitian menunjukan bahwasannya peran kedua elit tradisional sangat penting dalam Pemilu Daerah 1951. Keduanya secara aktif terlibat baik dalam urusan birokrasi, menjabat ketua KPPP, penyusunan persiapan, turun langsung melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap jalannya pemilu. Keberadaan tokoh monarki dalam proses pemilu terlihat mampu mendorong tingkat partisipasi masyarakat hiingga mencapai 88%. Tingginya partisipasi ini dapat di jelaskan melalui faktor kultural loyalitas masyarakat kepada elit tradisional. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwasannya keberhasilan Pemiu Daerah 1951 di Yogyakarta merupakan manifestasi dari kemampuan para elit tradisional beradaptasi, melakukan kolaborasi, dan memanfaatkan legitimasi kultural untuk mendukung jalannya pemilu ini. Pengalaman Yogyakarta membuktikan bahwasannya elit tradisional tidak selamanya menjadi penghambat demokrasi, namun ternyata elit tradisional dapat menjadi mitra efektif dalam membangun sistem demokrasi.
Kerusuhan Sosial 12 Januari 2002 Di Sidoarjo Khoirotun Nisa; Wisnu
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kerusuhan sosial 12 Januari 2002 yang terjadi di Desa Tenggulunan dan Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui situasi wilayah kerusuhan, kronologi kerusuhan, dan upaya penanganan yang dilakukan oleh pihak terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan empat tahapan, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusuhan sosial 12 Januari 2002 di Sidoarjo dipicu oleh pembunuhan seorang warga Desa Durungbedug sebagai aksi balas dendam atas pembunuhan yang terjadi pada 13 Desember 2001. Pembunuhan tersebut memicu kemarahan warga yang kemudian berkembang menjadi aksi kerusuhan hingga mengakibatkan kerusakan pada tujuh rumah warga asal Madura di Desa Tenggulunan dan Sepande. Upaya penanganan dilakukan melalui pengamanan wilayah kerusuhan, penegakan hukum oleh aparat kepolisian, serta upaya perdamaian yang melibatkan tokoh masyarakat.