Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Inovasi Model Pembelajaran Pai Menggunakan Media Audio Visual dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Smpn 1 Purwosari Mutmainah; Muhammad Nur Hadi; M. Anang Solikhudin; Muhammada
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 4 No. 3 (2024): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v4i3.2839

Abstract

Acquiring knowledge Islamic Religious Education is a methodical endeavor to develop into a strong person capable of putting Islamic teachings into practice in daily life in order to reach human perfection. The goal of the learning process is to help each student reach their full potential and become as capable as possible. In the classroom, an instructor's or teacher's function is identical to that of a mentor and motivator who supports students' growth. Determining learning outcomes and student engagement when utilizing manual and audio-visual media is the aim of this study. Here, qualitative research methodologies are employed by the researchers, and the goal of the learning process is to maximize each student's potential. In a classroom setting, an instructor or teacher plays the same function as a mentor and motivator who
PEMBENTUKAN KARAKTER IDIOLOGI MODERAT DI PESANTREN NGALAH PURWOSARI PASURUAN Nafilatul Fitriyah; Muhammada
AL MURABBI Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Al-Murabbi
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/amb.v4i2.1555

Abstract

Every human being must have different characters. From these different characters can also make a difference that can lead to division. However, if the character differences can be harmonized with the formation of characters that are continuous and are continuous. Because of the formation of characters that are only half-done, it will make someone not only misunderstood but understand wrong. Based on the results of the data obtained stating the character of the santri can be formed with several attitudes to make it towards moderate character. As with applying the attitude of love of God, and all its creation, honesty / trust, respect and courtesy, tolerance, please help and mutual cooperation / cooperation, fairness, the spirit of nationalism, love of peace. The attitude is applied in the daily activities of the santri, the weekly activities of the santri, the monthly activities of the santri, the annual activities of the santri and activities that are incidental.
PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI PEMBIASAAN PROGRAM UBUDIYAH DI MADRASAH IBTIDAIYAH DARUT TAQWA SENGONAGUNG Alif Masruri Abdul Haq; M. Anang Sholikhudin; M. Nur Hadi; Muhammada
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 2 (2024): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi dengan kurangnya tingkat kedisiplinan siswa. betapa pentingnya sikap kedisiplinan bagi manusia terutama seorang siswa yang masih duduk dibangku sekolah. Dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dapat dilakukan melalui program pembiasaan ubudiyah terutama dalam hal sholat berjamaah. serupa yang sudah dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Darut Taqwa Sengonagung dengan membiasakan siswa-siswinya dengan kegiatan ubudiyah sholat berjamaah Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan dalam pembiasaan program ubudiyah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MI Darut Taqwa Sengonagung. (2) Mendeskripsikan hambatan dalam pembiasaan program ubudiyah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MI Darut Taqwa Sengonagung. (3) Mendeskripsikan solusi untuk mengatasi kendala dalam pembiasaan program ubudiyah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MI Darut Taqwa Sengonagung. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan keikutsertaan, observasi yang tekun observasi, triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: (1) Pelaksanaan dalam pembiasaan program ubidiyah di MI Darut Taqwa Sengonagung yaitu, keteladanan, praktik langsung/lapangan, pembiasaan (2) Hambatan dalam pelaksanaan pembiasaan program ubudiyah di MI Darut Taqwa Sengonagung yaitu, menyampaikan kesadaran siswa, sikap malas, sikap tidak jujur ​​(3) Solusi dalam mengatasi hambatan dalam pelaksanaan pembiasaan program ubidiyah di MI Darut Taqwa Sengonagung yaitu, memberikan pengajaran, memberikan hukuman berupa teguran nasehat yang baik, memberikan sedikit kultum seusai melaksanakan sholat Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kedisiplinan siswa. betapa pentingnya sikap disiplin bagi manusia khususnya seorang siswa yang masih duduk di bangku sekolah. Dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dapat dilakukan melalui pembiasaan program ubudiyah khususnya dalam hal shalat berjamaah. Seperti yang telah dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Darut Taqwa Sengonagung dengan membiasakan siswa terhadap kegiatan ubudiyah shalat berjamaah. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembiasaan program ubudiyah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MI Darut Taqwa Sengonagung. (2) Mendeskripsikan kendala-kendala dalam pembiasaan program ubudiyah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MI Darut Taqwa Sengonagung. (3) Mendeskripsikan solusi untuk mengatasi kendala-kendala dalam pembiasaan program ubudiyah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MI Darut Taqwa Sengonagung. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan partisipasi luas, pengamatan cermat, triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi dalam pembiasaan program ubidiyah di MI Darut Taqwa Sengonagung yaitu keteladanan, praktik langsung/lapangan, pembiasaan (2) Kendala dalam pelaksanaan pembiasaan program ubidiyah di MI Darut Taqwa Sengonagung yaitu kurangnya kesadaran siswa, sikap malas, sikap tidak jujur ​​(3) Solusi dalam mengatasi kendala dalam pelaksanaan pembiasaan program ubidiyah di MI Darut Taqwa Sengonagung yaitu memberikan pengajaran, memberikan hukuman berupa teguran nasihat yang baik, memberikan sedikit cultum setelah berdoa.
Inovasi Model Project Based Learning Berbasis Gamifikasi dalam Pembelajaran PAI di SDN Gerbo II Purwodadi Alifatul Izzah; Ahmad Ma’ruf; Muhammada
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i3.1428

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan secara detail keefektifan project based learning dengan pendekatan gamifikasi dalam pembelajaran PAI. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif melalui wawancara dengan pihak yang bersangkutan. Penggunaan model ini digabungkan dengan memasukkan elemen-elemen permainan didalamnya, sebagai bentuk inovasi atau pengembangan dari model tersebut. Model project based learning berbasis gamifikasi di SDN Gerbo II telah terbukti dapat memberikan keefektifan dalam proses belajar, memberikan hasil yang maksimal dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Serta dapat membuat kerja tim berjalan dengan baik dan harmonis. Menambah kreativitas dan berpikir kritis peserta didik dalam memecahkan masalah. Sehingga mendapatkan hasil atau produk yang diinginkan. Dan penggunaan model project based learning melalui pendekatan gamifikasi ini juga mempunya kelebihan dan kelemahan dalam penggunaannya. Kelebihannya dapat membuat peserta didik lebih aktif dan kreatif, serta membuat peserta didik tidak bosan dalam menerima pembelajaran. Sedangkan kelemahannya adalah membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya.
Implementasi Konsep TIGA-SA dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an Siswi di MTs Al-Ishlahiyyah Wonorejo Pasuruan Zahrotul Laili; Ali Muhtarom; Muhammada
Jurnal Semiotika Quran Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v5i2.26920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi konsep TIGA-SA (Dipaksa, Terpaksa, Terbiasa) dalam meningkatkan hafalan al-Qur'an siswi di sekolah. Konsep TIGA-SA memanfaatkan tahapan perubahan perilaku yang diawali dengan unsur paksaan (dipaksa), diikuti dengan kebiasaan yang tumbuh dari keterpaksaan (terpaksa), hingga akhirnya membentuk kebiasaan positif (terbiasa) dalam menghafal al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan siswi dan guru sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan proses implementasi dan hasil dari konsep TIGA-SA. TIGA-SA ini merupakan salah satu inovasi yang dimunculkan oleh para guru di MTs Al-Ishlahiyyah Wonorejo Pasuruan untuk memperbaiki dan meningkatkan    hafalan al-Qur’an siswi disekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep TIGA-SA secara signifikan membantu siswi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalan al-Qur'an. Melalui tahapan dipaksa dan terpaksa, siswi berhasil membangun disiplin, sementara pada tahap terbiasa, proses hafalan menjadi lebih mandiri dan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep TIGA-SA benar-benar meningkatkan kualitas hafalan al-Qur'an siswi. Salah satu kontribusinya adalah meningkatnya keinginan dan minat siswi untuk mempe-lajari dan menghafal al-Qur'an. Hal ini terlihat dari peningkatan partisipasi mereka dalam kegiatan tahfidz harian, peningkatan jumlah setoran hafalan secara sukarela, dan peningkatan jumlah siswi yang memiliki kemampuan untuk menambah target hafalan di luar jadwal yang ditentukan. Selain itu, siswi lebih disiplin dalam hal hafalan dan akademik secara keseluruhan.