Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PEMAKNAAN MAHASISWA TERHADAP RISIKO AKTIVITAS KENCAN DARING MELALUI APLIKASI BUMBLE Rizkia Ramadhan, Anindya; Masrukin, Masrukin; Mintarti, Mintarti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4723-4732

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pemahaman mahasiswa terhadap dinamika interaksi sosial yang terjadi dalam aplikasi Bumble karena terdapat tantangan yang muncul dalam aktivitas kencan daring melalui Bumble, seperti pengalaman negatif yang pernah dialami di dalam aplikasi tersebut. Hal ini menjadi penting agar di masa depan, mahasiswa dapat terhindar dari risiko-risiko pengalaman negatif yang muncul saat melakukan aktivitas kencan daring khususnya di aplikasi ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk menentukan informan yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan dan wawancara mendalam. Penelitian ini mengambil lokasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, dengan mewawancarai sebanyak enam informan yang merupakan mahasiswa aktif FISIP Universitas Jenderal Soedirman. Ditemukan bahwa informan dapat memperkirakan risiko-risiko yang sekiranya akan menimpa mereka ketika sedang beraktivitas di dalam aplikasi kencan daring. Jenis risiko yang paling sering ada adalah pelecehan verbal dan nonverbal, penipuan, tindakan kriminal, dan ghosting. Selain itu, mahasiswa mengalami pengalaman negatif dalam aktivitas kencan daring melalui aplikasi Bumble, seperti di-ghosting dan pelecehan seksual.
Pemberdayaan Pelaku Usaha Ikan Asap melalui Penguatan Modal Sosial: Studi Kasus di Sentra Asap Indah, Desa Wonosari, Demak Wulandari, Ayu; Masrukin, Masrukin; Santoso, Joko
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 2 (2025): JUPIN Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1076

Abstract

Usaha pengasapan ikan di Sentra Asap Indah, Desa Wonosari, Demak memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan akses permodalan, rendahnya kapasitas manajerial pelaku usaha, dan lemahnya kolaborasi antarpelaku. Permasalahan ini menunjukkan pentingnya penguatan modal sosial sebagai strategi pemberdayaan yang berkelanjutan. Penelitian ini mengkaji proses pelaksanaan modal sosial oleh para pelaku usaha ikan asap untuk meningkatkan perekonomian mereka. Peneliti memanfaatkan 9 narasumber, terdiri dari 2 pengelola di Sentra Asap Indah, 3 pelaku usaha ikan asap, 1 pemasok ikan, 1 pemasok janggel jagung, dan 2 pelanggan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan teori modal sosial Putnam yang mengidentifikasi 3 elemen utama modal sosi al yaitu nilai-norma, jaringan sosial, dan kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan pelaku usaha ikan asap di Sentra Asap melibatkan penguatan modal sosial melalui tiga aspek utama. Pertama, nilai-norma berupa prinsip dan aturan bersama dari keluarga dan KUB Asap Indah berguna mendukung kelancaran produksi, distribusi, dan pemasaran. Kedua, jaringan sosial yang diperluas melalui keberadaan KUB Asap Indah, dengan interaksi langsung (offline) dan media sosial (online) seperti Facebook dan WhatsApp. Ketiga, kepercayaan yang terbentuk dari interaksi berulang dan pengalaman positif, memperkuat komunikasi, pertukaran informasi, dan penyelesaian konflik, sehingga mendukung keberlanjutan usaha.
“CANTIK” Ala Beauty Vlogger (Analisa Representasi Cantik dalam Konten Youtube Tasya Farasya) Fitriyana, Retno; Masrukin, Masrukin; Wuryaningsih, Tri
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Interaksi Volume 1 Nomor 2 2022 (Back Issue April 2022)
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v1i2.8288

Abstract

ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana youtube sebagai bentuk sosial media baru dalam membentuk konstruksi kecantikan. Secara spesifik media yang digunakan adalah kanal youtube milik Tasya Farasya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Metode tersebut digunakan untuk membaca konten dalam kanal youtube Tasya Farasya. Selain kualitatif, cara pembacaan Roland Barthes juga digunakan untuk membaca tanda dalam konten-konten youtube tersebut. Temuan dari artikel ini adalah bahwa perempuan cantik adalah perempuan yang menggunakan make up yang tepat dan bahwa tuntutan tersebut membawa perempuan menjadi konsumtif Kata kunci: Youtube, Konstruksi kecantikan, Youtuber ABSTRACT This article aims to reveal how YouTube as a new form of social media shapes the construction of beauty. Specifically, the media used is Tasya Farasya's YouTube channel. The method used is descriptive qualitative. This method is used to read content on the Tasya Farasya YouTube channel. Apart from being qualitative, Roland Barthes' reading method is also used to read the signs in the YouTube content. The findings of this article are that beautiful women are women who use the right make-up and that these demands make women consumptive Keywords: Youtube, Beauty Construction, Youtuber
Perilaku Konsumtif Kalangan Remaja Penggemar Korean Pop (K-Pop) di Bogor Rusdi, Araminta Samara; Masrukin, Masrukin; Rizkidarajat, Wiman
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Interaksi Volume 3 Nomor 1 2023
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v3i1.9202

Abstract

Kehadiran K-Pop menciptakan gaya hidup baru yang konsumtif di kalangan penggemarnya yang didominasi oleh remaja. Rasa cinta yang berlebihan terhadap idola K-Pop membuat para penggemar ingin membeli segala sesuatu yang berhubungan dengan idolanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumtif kalangan remaja penggemar K-Pop di Bogor yang ditinjau dari aspek pembelian impulsif, pemborosan, dan pembelian tidak rasional. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggemar K-Pop di Bogor terindikasi melakukan pembelian tidak rasional pada kategori tinggi (58,3%). Indikasi pembelian tidak rasional didasari oleh motif kesenangan yang didapatkan dari membeli merchandise. Sedangkan pada aspek pembelian impulsif dan pemborosan menunjukkan hasil bahwa penggemar K-Pop di Bogor terindikasi pada kategori sedang dengan persentase masing-masing sebesar 62,5% dan 65,6%. Indikasi pembelian impulsif dan pemborosan dilihat dari ketertarikan mengikuti kegiatan atau membeli merchandise, pengaruh member favorit terhadap keputusan pembelian, kepahaman terhadap tujuan mengikuti kegiatan atau pembelian merchandise, dan tidak mempermasalahkan biaya yang dikeluarkan untuk membeli merchandise.
The Implementation of Community Empowerment Model as a Harmonization in the Village Traumatized by Terrorism Case Sulaiman, Adhi Iman; Masrukin, Masrukin; Suswanto, Bambang
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v7i1.257

Abstract

There is a negative stigma toward Islamic boarding school (Pesantren) in the village suspected as supporting radicalism and the place of terrorist linked to bomb-blasting events in Indonesia between 2000-2017. The research used qualitative method of participatory learning action (PLA). Data were collected through interviews, and documentation, observation and focus group discussions and use participatory analysis technique. Informants heve been purposively selected namely community and religious leaders, groups of empowerment, village apparatus and Islamic boarding school management. The research took place in village of Pasuruhan, Cilacap in Central Java and village of Cikoneng, Ciamis in West Java. The results showed the community empowerment model could be mediation of trauma and disharmony through community-based economic activities of village resources potential, namely farming and livestock groups, business groups and cooperative business economy. The model of community empowerment should be developed to perform a comprehensive program ranging from the identification of the problem, the potential of human resources, natural resources and the economy of rural communities up to the analysis solution in the form of extension program, assistance and partnerships.
PEMANFAATAN APLIKASI PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN AGAMA ISLAM PADA GENERASI Z Masrukin, Masrukin; Maesur, Ahmad; Afuwah, Rifa '
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.42809

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran agama Islam. Generasi Z, yang tumbuh di era digital, lebih tertarik pada metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis teknologi dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas aplikasi pembelajaran digital dalam meningkatkan pemahaman agama Islam pada generasi Z, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods, dengan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 200 responden pengguna aplikasi pembelajaran digital, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan guru agama dan pengembang aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78% responden mengalami peningkatan pemahaman agama setelah menggunakan aplikasi pembelajaran digital, menandakan bahwa teknologi digital dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif. Selain itu, 65% responden lebih menyukai pembelajaran berbasis video dan animasi dibanding teks, menunjukkan preferensi generasi Z terhadap metode visual dan interaktif. Namun, masih terdapat tantangan dalam mempertahankan keterlibatan pengguna, di mana hanya 50% pengguna yang menyelesaikan modul pembelajaran. Kendala akses internet juga menjadi hambatan bagi 40% pengguna, terutama di daerah dengan infrastruktur digital terbatas. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penerapan microlearning, gamifikasi, dan fitur offline learning dalam pengembangan aplikasi agar lebih efektif dan inklusif. Dengan optimalisasi fitur tersebut, aplikasi pembelajaran digital dapat menjadi sarana yang lebih menarik dan efisien dalam meningkatkan pemahaman agama Islam pada generasi Z
PEMAKNAAN MAHASISWA TERHADAP RISIKO AKTIVITAS KENCAN DARING MELALUI APLIKASI BUMBLE Rizkia Ramadhan, Anindya; Masrukin, Masrukin; Mintarti, Mintarti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4723-4732

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pemahaman mahasiswa terhadap dinamika interaksi sosial yang terjadi dalam aplikasi Bumble karena terdapat tantangan yang muncul dalam aktivitas kencan daring melalui Bumble, seperti pengalaman negatif yang pernah dialami di dalam aplikasi tersebut. Hal ini menjadi penting agar di masa depan, mahasiswa dapat terhindar dari risiko-risiko pengalaman negatif yang muncul saat melakukan aktivitas kencan daring khususnya di aplikasi ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk menentukan informan yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan dan wawancara mendalam. Penelitian ini mengambil lokasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, dengan mewawancarai sebanyak enam informan yang merupakan mahasiswa aktif FISIP Universitas Jenderal Soedirman. Ditemukan bahwa informan dapat memperkirakan risiko-risiko yang sekiranya akan menimpa mereka ketika sedang beraktivitas di dalam aplikasi kencan daring. Jenis risiko yang paling sering ada adalah pelecehan verbal dan nonverbal, penipuan, tindakan kriminal, dan ghosting. Selain itu, mahasiswa mengalami pengalaman negatif dalam aktivitas kencan daring melalui aplikasi Bumble, seperti di-ghosting dan pelecehan seksual.
Pola Konsumsi Digital: Persepsi Mahasiswa FISIP Unsoed terhadap Praktik Akun Sharing Netflix dari Penjual Non resmi Loen, Haura Sabitta Zikra; Masrukin, Masrukin; Santoso, Joko
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/k5zvfc20

Abstract

Perkembangan teknologi menyebabkan meningkatnya permintaan dan keragaman konten digital. Salah satu perkembangan teknologi yang saat ini populer digunakan adalah aplikasi streaming. Aplikasi streaming berbasis langganan pada kenyataannya menimbulkan praktik ilegal, yaitu akun sharing di masyarakat terutama di kalangan generasi Z sebagai pengguna terbanyak aplikasi streaming. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengguna akun sharing ilegal aplikasi streaming Netflix di kalangan mahasiswa FISIP Unsoed. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara. Informan dipilih dengan menggunakan metode snow ball. Teori yang digunakan untuk menganalisis fenomena pengguna akun sharing aplikasi Netflix adalah teori interaksionisme simbolik dari Mead. Teori interaksionisme simbolik merupakan pendekatan sosiologis yang berfokus pada bagaimana individu menciptakan makna melalui interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dan lingkungan sosial terdekat seperti keluarga dan teman sebaya memiliki peran penting pada pembentukan pola konsumsi digital mahasiswa, termasuk dalam memperkenalkan dan menyebarluaskan penggunaan akun sharing aplikasi Netflix. Pengalaman mahasiswa menggunakan akun sharing aplikasi Netflix menunjukkan sebuah konsumsi digital yang tidak resmi memiliki struktur sosial dan logika perilaku yang kompleks. Fenomena penggunaan akun sharing aplikasi Netflix di kalangan mahasiswa menunjukkan bahwa norma kolektif dan logika sosial lebih dominan membentuk persepsi tindakan.
DINAMIKA FRONT STAGE DAN BACKSTAGE KEHIDUPAN PENYANYI DANGDUT LOKAL PEREMPUAN Ngafifah, Ida Zumrotul; Masrukin, Masrukin; Wuryaningsih, Tri
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v11i1.1334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika front stage dan back stage kehidupan penyanyi dangdut lokal perempuan dalam perspektif sosiologi seni dan gender. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis berbagai literatur, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu terkait teori dramaturgi Erving Goffman, musik dangdut, serta isu-isu sosial dan budaya yang dihadapi penyanyi dangdut perempuan. Hasil telaah menunjukkan bahwa penyanyi dangdut perempuan berada dalam posisi dilematis, di satu sisi harus memenuhi tuntutan profesional di depan publik (front stage) dengan menjaga citra dan perilaku sesuai norma, namun di sisi lain menghadapi tekanan, stigma, dan stereotip negatif dari masyarakat yang masih memegang nilai tradisional dan religius (back stage). Penelitian ini juga menemukan bahwa para penyanyi dangdut perempuan memiliki strategi adaptasi dan pengelolaan kesan untuk mempertahankan identitas profesional dan memperoleh pengakuan sosial, baik melalui interaksi di panggung, pemanfaatan media sosial, maupun negosiasi peran dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya destigmatisasi profesi penyanyi dangdut perempuan serta memperluas pemahaman tentang dinamika sosial budaya di masyarakat lokal.
The Structure and Culture of Negotiating Child Victims’ Rights in Cases of Sexual Violence Mahfiana, Layyin; Masrukin, Masrukin; Zahro, Diana; Santoso, Lukman
Legality : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 34 No. 1 (2026): March
Publisher : Faculty of Law, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/ljih.v34i1.42348

Abstract

This article discusses the structure and culture of negotiating children's rights in sexual violence in Surakarta. This study employed a qualitative research method, collecting data through interviews and document analysis. The research writing was structured by data reduction, data presentation, and conclusions. Empirical and legal-philosophical approaches were applied to analyse the data, revealing significant weaknesses that require further attention. The lack of protection, justice, and recovery for child victims remains an issue, which hampers the functions of law enforcers, including the police, the prosecutor's office, and the judicial system. Justice in the system is procedural and formalistic in the context of the burden of proof, overlooking the best interests of the child and leaving child victims without justice and fair access to justice and restitution, while being burdened by procedural formalities. As studied, the majority of people in Surakarta are not fully aware of this matter. Stigmatisation lays the blame on the victims, while inadequate psychosocial support for child victims silences them. Without properly addressing these issues, many children experience discrimination and pressure that only hinders their recovery. This study concludes that to provide the necessary protection for child victims of violence and neglect, different sectoral responses need to be coordinated more effectively. Key recommendations include developing child-sensitive skills among law enforcement officials and other agencies, increasing public understanding of children's rights, simplifying regulations to eliminate duplication, and improving integrated, community-based victim services.