Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Kecerdasan Emosional Mahasiswa Tingkat II Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon Annisa, Rully
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Edisi Juli - Desember 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.038 KB) | DOI: 10.32534/jik umc.v9i2.1681

Abstract

Analisis Kecerdasan EmosionalMahasiswa Tingkat II Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah CirebonRully Annisa11 Dosen Prodi Sarjana Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Cirebon Email: rullyannisa20@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu yang dapat mengendalikan perasaan diri sendiri dan orang lain, serta dapat mengelola pikiran dan tindakan. Individu yang memiliki kecerdasan emosional tinggi akan mempunyai sikap yang tenang dalam menghadapi sesuatu, tidak khawatir, tidak mudah takut dan selalu berfikir matang sebelum bertindak.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan TotalSampling berjumlah 65mahasiswa aktif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Kecerdasan Emosional dengan 42 item pernyataan.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan yang memiliki kecerdasan emosionalkategori sedang sebanyak 21mahasiswa, dan mahasiswa yang memiliki kecerdasan emosional kategori tinggi sebanyak 44mahasiswa.Kesimpulan: Terdapat 65mahasiswa yang memiliki kecerdasan emosionalpadamasing-masingkategoriSedangdanTinggi.Mahasiswa dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung dapat mengelola dan mengendalikan emosi untuk beradaptasi dengan perubahan. Kecerdasan emosional mencakup kemampuan individu dalam mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain (empati) dan membina hubungan dengan orang lain. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Mahasiswa, Program SarjanaKeperawatan
Deteksi Dini Peningkatan Kadar Asam Urat dan Edukasi Pola Makan Pada Warga Aisyiyah Kebasen Riyaningrum, Wahyu; Azizah, Atika Nur; Annisa, Rully
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 5 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Asam urat adalah senyawa pemecah purin dalam tubuh yang memiliki fungsi mengatur pertumbuhan sel dan menyediakan energi. Asam urat akan dikeluarkan melalui urin apabila penumpukan asam urat terjadi. Asam urat berlebih terakumulasi dan membentuk kristal tajam seperti jarum di persendian dan jaringan sekitarnya, hal ini bisa menyebabkan sensasi nyeri, peradangan, dan pembengkakan pada sendi. Pola makan yang tidak sehat berkaitan dengan kandungan asam urat dalam darah. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar asam urat dan pengetahuan pola makan pada warga Aisyiyah Kebasen. Metode: Pengabdian masyarakat dilakukan pada 30 responden dan menggunakan desain observasional analitik. Hasil: Karakteristik responden sebagian besar berusia Muda Tua (61-74 tahun) 12 responden (40%), tingkat pendidikan Perguruan Tinggi yaitu sebanyak 15 responden (50%), kadar asam urat ≥6 mg/dL sebanyak 15 responden (50%) dan tingkat pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan dalam kategori baik sejumlah 24 responden (80%). Kesimpulan: Pengetahuan tentang kadar asam urat dalam darah meningkat setelah edukasi pada partisipan. Sebagian partisipan memiliki kadar asam urat di atas nilai normal dengan mayoritas memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Kata kunci: asam urat, aisyiyah, deteksi dini, edukasi, pola makan ________________________________________________________________________________ Background: Uric acid is a metabolic byproduct of purine breakdown in the body, playing a role in cell growth regulation and energy provision. Under normal conditions, uric acid is excreted through urine; however, excessive accumulation may occur. Elevated uric acid levels can lead to the formation of sharp, needle-like crystals in the joints and surrounding tissues, resulting in pain, inflammation, and swelling. Unhealthy dietary patterns are associated with increased uric acid levels in the blood. Objective: This community service program aimed to assess the profile of uric acid levels and dietary knowledge among members of the Aisyiyah community in Kebasen. Method: This community-based program involved 30 respondents and employed a descriptive-analytic design. Result: The majority of respondents were aged 61–74 years (12 respondents; 40%). In terms of educational level, 15 respondents (50%) had attained higher education. Elevated uric acid levels (≥6 mg/dL) were observed in 15 respondents (50%). Following the educational intervention, 24 respondents (80%) demonstrated a good level of knowledge. Conclusion: Participants’ knowledge regarding blood uric acid levels improved after the educational intervention. A proportion of participants had uric acid levels above the normal range, although the majority demonstrated good knowledge levels. Keywords: uric acid, Aisyiyah, early detection, education, dietary pattern