Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Bisnis Model Kanvas pada Perusahaan Distribusi Produk Herbal PT X Utami, Ayuni Nanda; Sadiyah, Fitria Naimatu; A'yuni, Nur Rohmah Lufti
MARGIN ECO Vol. 9 No. 1 (2025): Margin Eco: Jurnal Ekonomi dan Perkembangan Bisnis
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/margin.v9i1.5777

Abstract

Industri herbal di Indonesia mengindikasikan pertumbuhan yang baik dalam beberapa tahun terakhir, dengan proyeksi peningkatan penjualan yang signifikan. Pertumbuhan ini didorong oleh kecenderungan masyarakat untuk kembali ke bahan alami dan peningkatan produsen herbal. Meskipun demikian, persaingan yang ketat antar perusahaan dalam mendistribusikan produk herbal menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, strategi usaha yang tepat diperlukan agar perusahaan dapat berkompetisi dengan baik, salah satunya dengan menggunakan Bisnis Model Kanvas atau Business Model Canvas (BMC). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memetakan model bisnis PT X, sebuah perusahaan distribusi produk herbal yang baru beroperasi, melalui BMC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi langsung. Hasil penelitian menyajikan analisis sembilan elemen BMC pada PT X, yang meliputi segmentasi pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan, arus pendapatan, sumber daya utama, aktivitas kunci, kemitraan utama, dan struktur biaya.
Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kampus terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Pertanian di Polbangtan Yogyakarta Magelang Annisa Wirrdiana Yuniasih; Hafidz Adnin Al Ghoza; Ridi Antyaningrum; Scantya Aulya Rahma; Wahyu Istiqomah; Nur Rohmah Lufti A'yuni
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v9i4.1292

Abstract

Unemployment is a severe problem for a country and has quite an enormous impact on the economic sector. The government must devise ways to address Indonesia's growing unemployment rate. The increasing number of unemployed in Indonesia requires the government to devise solutions to overcome this. An alternative that can be done is to increase the number of entrepreneurs by building an entrepreneurial spirit in prospective educated graduates. A survey must determine how interested students are in becoming entrepreneurs, particularly those in the Polbangtan Yogyakarta Magelang Agriculture Department. This will become a benchmark for entrepreneurship education at Polbangtan Yogyakarta Magelang in building entrepreneurial motivation in the campus environment. This study aimed to ascertain how students' interest in agricultural entrepreneurship was influenced by their campus environment and motivation at Polbangtan Yogyakarta Magelang. The research was conducted in October-November 2023 and used quantitative methods. The study's population comprised 132 students in the 2020 class from Polbangtan Yogyakarta Magelang's Department of Agriculture. Simple random sampling was employed to establish the sample, and 57 students who met the criteria using the Slovin formula were included. The method used is Multiple Linear Regression with t-test (partial), F-test (simultaneous), and coefficient of determination. The data analysis tool used SPSS 22.0 for Windows software. Equation Y = 2.351 + 0.500X1 + 0.422X2, with a coefficient of determination of 0.876, was displayed in the computation results. This means that 87.6% of the motivation variables (X1) and campus environment (X2) can show the entrepreneurial interest variable (Y), and other variables explain the remaining 12.4%. In light of the t-test and F-test findings, it was determined that the motivation and campus environment variables each significantly and simultaneously influenced students' interest in entrepreneurship in the agricultural sector.
REFORMULASI PRODUK COROWANGGI DENGAN VARIASI GULA DAN MALTODEKSTRIN: UJI HEDONIK DAN ANALISIS KELAYAKAN USAHA Devi Rahmawati; Geraldo Adinugra Rimartin; Nur Rohmah Lufti A'yuni
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i2.23588

Abstract

ABSTRACTCorowanggi is an instant traditional drink typical of Pati Regency produced by PT Prameswari Karsa Abadi. The company faces obstacles in standardizing raw material formulations that cause production cost inefficiencies. This study aims to analyze the feasibility of reformulation of Corowanggi products using variations of sugar and maltodextrin through hedonic tests and financial analysis. The research was carried out at PT Prameswari Karsa Abadi, Sleman, Yogyakarta, using the purposive sampling method with 30 non-standard panelists. Three formulations were tested: A1 (granulated sugar + 15% maltodextrin), A2 (palm sugar + 15% maltodextrin), and A3 (coconut sugar + 15% maltodextrin). The results of the hedonic test showed that the A3 formulation was the most popular overall with the highest average score (3.674) and the most consistent acceptance rate (SD 0.9478). Financial analysis on the selected formula (A3) shows the Cost of Production (HPP) of IDR 1,860.82, the Product Selling Price of IDR 2,977 with a margin of 60%, and a profit of IDR 48,009.24 per one production. The R/C ratio value of 1.6 (> 1) indicates that the Corowanggi reformulation business is feasible. Keywords: business feasibility, corowanggi, hedonic test, maltodextrin, reformulation. ABSTRAKCorowanggi adalah minuman tradisional instan khas Kabupaten Pati yang diproduksi oleh PT Prameswari Karsa Abadi. Perusahaan menghadapi kendala dalam standarisasi formulasi bahan baku yang menyebabkan inefisiensi biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan reformulasi produk Corowanggi menggunakan variasi gula dan maltodekstrin, melalui uji hedonik dan analisis keuangan. Penelitian dilakukan di PT Prameswari Karsa Abadi, Sleman, Yogyakarta, dengan menggunakan metode purposive sampling dengan 30 panelis non-standar. Tiga formulasi diuji: A1 (gula pasir + 15% maltodekstrin), A2 (gula aren + 15% maltodekstrin), dan A3 (gula kelapa + 15% maltodekstrin). Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa formulasi A3 adalah yang paling populer secara keseluruhan dengan skor rata-rata tertinggi (3,674) dan tingkat penerimaan paling konsisten (SD 0,9478). Analisis keuangan pada formula yang dipilih (A3) menunjukkan Biaya Produksi (HPP) sebesar Rp 1.860,82, Harga Jual Produk Rp 2.977 dengan margin 60%, dan laba Rp 48.009,24 per satu produksi. Nilai rasio R/C sebesar 1,6 (> 1) menunjukkan bahwa bisnis reformulasi Corowanggi layak. Kata kunci: kelayakan bisnis, corowanggi, tes hedonik, maltodekstrin, reformulasi.
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Kripnyos dengan Pendekatan Business Model Canvas di PT Nuwansa Glorie Grup Sabrina Nilasari Br Silaban; Nur Rohmah Lufti A'yuni; Fitria Naimatu Sadiyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha produk Kripnyos (keripik salak) di PT Nuwansa Glorie Grup dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis dilakukan menggunakan Business Model Canvas untuk memetakan model bisnis perusahaan, serta analisis SWOT, Internal Factor (IFE), External Factor Evaluation (EFE), dan Blue Ocean Strategy untuk merumuskan strategi pengembangan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IFE sebesar 2,64 yang menunjukkan bahwa kondisi internal perusahaan berada pada kategori cukup kuat. Sementara itu, nilai EFE sebesar 2,88 menunjukkan bahwa perusahaan mampu merespons peluang dan ancaman dari lingkungan eksternal dengan cukup baik. Berdasarkan analisis SWOT, posisi perusahaan berada pada kuadran Strength–Opportunity (SO), yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kekuatan internal yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan peluang yang ada di pasar. Strategi yang dapat diterapkan antara lain pengembangan inovasi produk, peningkatan kualitas pemasaran, pemanfaatan teknologi digital dalam promosi, serta perluasan jaringan distribusi. Dengan demikian, penerapan strategi yang tepat melalui pendekatan Business Model Canvas diharapkan mampu mendukung pengembangan usaha Kripnyos secara berkelanjutan dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar.
Pengaruh Suhu Pengeringan Daun Kenikir (Cosmos caudatus K.) terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Teh Herbal Celup Widhi Aiman Zakiy; R. Hermawan; Nur Rohmah Lufti A’yuni
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 4 No. 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v4i1.948

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of drying temperature on the chemical and organoleptic properties of formulated kenikir (Cosmos caudatus K.) herbal tea bags. The experiment was arranged using a Completely Randomized Design (CRD) with a single factor, namely drying temperature at 40, 50, 60, 70, and 80°C with three replications, resulting in 15 experimental units. Kenikir leaves were dried prior to formulation with green tea (50%), kenikir leaves (30%), and jasmine (20%). Treatments at 40°C and 50°C were not further analyzed due to moisture content exceeding the standard limit (>8%). The analyses included moisture content, yield, total phenolic content (Folin–Ciocalteu method), total flavonoid content (AlCl₃ method), antioxidant activity (DPPH method), and sensory evaluation (color, aroma, and taste). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at a 5% significance level followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The results showed that increasing drying temperature significantly decreased moisture content and yield (p<0.05), while increasing total phenolic and flavonoid contents. The highest antioxidant activity was observed at 60°C with an inhibition value of 33.68%, although it was not significantly different among treatments (p>0.05). Meanwhile, the highest phenolic and flavonoid contents were obtained at 80°C. Sensory evaluation indicated that the 80°C treatment had the highest level of panelist preference. In conclusion, drying temperature significantly affects the chemical and sensory characteristics of formulated herbal tea, with 60–80°C considered the optimal range depending on the evaluated parameters.
Partisipasi Kelompok Wanita Tani dalam Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik di Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Sleman Diamu Diamu; Sukadi; Nur Rohmah Lufti A`Yuni
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.6547

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi isu penting di berbagai daerah, termasuk di Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memberdayakan kelompok wanita tani (KWT) dalam pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi KWT Subur Lestari dalam pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik, yang ditinjau dari aspek kesadaran, kemauan, dan kebutuhan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen kuisioner dan wawancara terhadap 33 anggota KWT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran anggota KWT berada pada kategori tinggi dengan persentase rata-rata 80,13%, kemauan anggota juga tinggi dengan rata-rata 84,5%, dan kebutuhan terhadap pupuk organik sangat tinggi dengan rata-rata 88,83%. Temuan ini menunjukkan bahwa anggota KWT memiliki pemahaman dan motivasi yang kuat dalam pengolahan sampah, serta melihat nilai ekonomi dan lingkungan dari penggunaan pupuk organik. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan dan penyuluhan, serta keterlibatan pemerintah desa dan penyuluh pertanian guna menjaga semangat dan memperkuat kapasitas produksi pupuk berbasis rumah tangga. Partisipasi aktif KWT dalam kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang mendorong pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan lokal.
Composition, structure, and physicochemical characteristics of pigeon pea (Cajanus cajan) starches from Indonesia Nur Rohmah Lufti A'yuni; Yustinus Marsono; Djagal Wiseso Marseno; Priyanto Triwitono
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 22 No. 8 (2021)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d220840

Abstract

Abstract. A’yuni NRL, Marsono Y, Marseno DW, Triwitoyo P. 2021. Composition, structure, and physicochemical characteristics of pigeon pea (Cajanus cajan) starches from Indonesia. Biodiversitas 22: 3430-3439. Information on the characteristics of pigeon pea (Cajanus cajan (L.) Millsp.) starch would provide a scientific basis for developing its application. However, data about characteristics of pigeon pea starch, especially from the Southeast Asia region, has been limited. This study determined the composition, structure, and physicochemical characteristics of pigeon pea starches from three different Indonesian regions, i.e., Bali, Yogyakarta, and West Nusa Tenggara (NTB). We also investigated the potential application of Indonesian pigeon pea starches. Pigeon pea starch was extracted using a wet method, and then pigeon pea starch was characterized. The yield of pigeon pea starches ranged from 29.83-31.68%. Pigeon pea starches showed a significant difference (P&lt;0.05) in amylose content (54.74-58.51%), relative crystallinity (24.20-28.97%), water-binding capacity (0.70-0.76 g/g), oil binding capacity (0.55-0.58 g/g), swelling power (13.19-14.52 g/g), and solubility (9.48-11.15%). The pasting properties (except for final viscosity) and thermal properties (except for onset temperature and gelatinization enthalpy) differed significantly. Granules of pigeon pea starch were oval to elliptical, with a mean granule diameter of 18.41-19.98 µm. According to X-ray diffraction patterns, pigeon pea starches showed CA type, contained orthorhombic and hexagonal crystals. Pigeon pea starches also showed the same FTIR spectra. The results revealed that the differences in pigeon pea growing locations affect pigeon pea starch's composition and physicochemical properties. The highest amylose content and lowest relative crystallinity were found in Yogyakarta pigeon pea starch. In the future, our findings could be used to develop pigeon pea starch for various food applications.
Pengembangan Produk Minuman Marqualoe (Markisa Lidah Buaya) Instan (Studi Kasus di KWT Mekar Sari Temanggung) Rizky Dyah Anggraeni; Nur Rohmah Lufti Ayuni; Siti Astuti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 32 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v32i2.287

Abstract

The Marqualoe product (passion fruit aloe vera) is a ready-to-drink product produced by KWT Mekar Sari. It has a disadvantage of relatively short shelf life, innovation was carried out to developed the product into instant Marqualoe with extended shelf life. The research aims to determine the best formulation of instant Marqualoe products based on organoleptic testing, identify the most preferred packaging attribute combination of instant Marqualoe products based on conjoint analysis., and determine the selling price of the instant Marqualoe product. This research was conducted at KWT Mekar Sari carried out from December 2023 to May 2024. The research used organoleptic test methods, conjoint analysis, and cost-plus pricing with a full costing approach. The obtained data was processed using Microsoft Excel and SPSS 26 analysis tools. The results showed that selected instant Marqualoe formulation was formulation 1 (500 g of aloe vera, 1000 g of sugar, 250 ml of passion fruit juice with a preference percentage of 87%. The combination of product packaging attributes that consumers like most is standing pouch flat bottom packaging, aluminum foil material, packaging label 2, and a net weight of 125 grams. The selling price of this product is set at IDR 9.884,82.
REFORMULASI PRODUK COROWANGGI DENGAN VARIASI GULA DAN MALTODEKSTRIN: UJI HEDONIK DAN ANALISIS KELAYAKAN USAHA Devi Rahmawati; Geraldo Adinugra Rimartin; Nur Rohmah Lufti A&#039;yuni
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 2 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i2.23588

Abstract

ABSTRACTCorowanggi is an instant traditional drink typical of Pati Regency produced by PT Prameswari Karsa Abadi. The company faces obstacles in standardizing raw material formulations that cause production cost inefficiencies. This study aims to analyze the feasibility of reformulation of Corowanggi products using variations of sugar and maltodextrin through hedonic tests and financial analysis. The research was carried out at PT Prameswari Karsa Abadi, Sleman, Yogyakarta, using the purposive sampling method with 30 non-standard panelists. Three formulations were tested: A1 (granulated sugar + 15% maltodextrin), A2 (palm sugar + 15% maltodextrin), and A3 (coconut sugar + 15% maltodextrin). The results of the hedonic test showed that the A3 formulation was the most popular overall with the highest average score (3.674) and the most consistent acceptance rate (SD 0.9478). Financial analysis on the selected formula (A3) shows the Cost of Production (HPP) of IDR 1,860.82, the Product Selling Price of IDR 2,977 with a margin of 60%, and a profit of IDR 48,009.24 per one production. The R/C ratio value of 1.6 (> 1) indicates that the Corowanggi reformulation business is feasible. Keywords: business feasibility, corowanggi, hedonic test, maltodextrin, reformulation. ABSTRAKCorowanggi adalah minuman tradisional instan khas Kabupaten Pati yang diproduksi oleh PT Prameswari Karsa Abadi. Perusahaan menghadapi kendala dalam standarisasi formulasi bahan baku yang menyebabkan inefisiensi biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan reformulasi produk Corowanggi menggunakan variasi gula dan maltodekstrin, melalui uji hedonik dan analisis keuangan. Penelitian dilakukan di PT Prameswari Karsa Abadi, Sleman, Yogyakarta, dengan menggunakan metode purposive sampling dengan 30 panelis non-standar. Tiga formulasi diuji: A1 (gula pasir + 15% maltodekstrin), A2 (gula aren + 15% maltodekstrin), dan A3 (gula kelapa + 15% maltodekstrin). Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa formulasi A3 adalah yang paling populer secara keseluruhan dengan skor rata-rata tertinggi (3,674) dan tingkat penerimaan paling konsisten (SD 0,9478). Analisis keuangan pada formula yang dipilih (A3) menunjukkan Biaya Produksi (HPP) sebesar Rp 1.860,82, Harga Jual Produk Rp 2.977 dengan margin 60%, dan laba Rp 48.009,24 per satu produksi. Nilai rasio R/C sebesar 1,6 (> 1) menunjukkan bahwa bisnis reformulasi Corowanggi layak. Kata kunci: kelayakan bisnis, corowanggi, tes hedonik, maltodekstrin, reformulasi.
Pengaruh Penambahan Konsentrasi Coklat Terhadap Karakteristik Sensoris Arrowroot Cookies di UMKM Artoita Rita, Elegia; Khoiriyah, Annisa; A’yuni , Nur Rohmah Lufti
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3996

Abstract

Pengembangan produk pangan berbasis bahan-bahan lokal merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing UMKM. Tepung garut memiliki potensi sebagai pangan fungsional, namun pemanfaatan olahan seperti arrowroot cookies masih terbatas karena kurangnya variasi rasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penambahan coklat pada karakteristik sensoris arrowroot cookies. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan penambahan coklat, yaitu 10, 20, dan 30%. Penilaian dilakukan melalui uji sensoris dengan menggunakan skala hedonik yang melibatkan 30 panelis yang tidak terlatih dengan parameter warna, aroma, rasa, tekstur, dan aftertaste. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan coklat memberikan pengaruh signifikan terhadap warna, rasa, dan tekstur, namun tidak menunjukkan pengaruh nyata pada aroma dan aftertaste. Perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan coklat sebesar 30% yang menghasilkan nilai rerata keseluruhan 4,12 yang termasuk kategori disukai. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi coklat mampu memperbaiki kualitas sensoris dan penerimaan konsumen terhadap produk. Dengan demikian, pengembangan formulasi berbasis tepung garut berpotensi meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pangan lokal, khususnya pada skala UMKM.