Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGGALAN SARKOFAGUS DAN NEKARA DI DESA PAKRAMAN MANIKLIYU, KINTAMANI, BANGLI, BALI (STUDI TENTANG BENTUK, FUNGSI DAN POTENSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA) Ni Komang Sukasih .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bentuk sarkofagus dan nekara yang terdapat di Desa Pakraman Manikliyu; (2) fungsi sarkofagus dan nekara yang terdapat di Desa Pakraman Manikliyu; dan (3) sarkofagus dan nekara yang ada di Desa Pakraman Manikliyu sebagai media pembelajaran sejarah di SMA sesuai dengan RPP berbasis Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara dan studi dokumen); (3) teknik pengolahan data/analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) sarkofagus di Desa Pakraman Manikliyu memiliki bentuk persegi panjang dengan sisi berbentuk lengkung, masing-masing sisi memiliki tonjolan berbentuk persegi empat dan nekara memiliki bentuk seperti sebuah dandang terbalik, bagian atasnya tertutup dan bagian bawahnya (kaki) terbuka dengan tutup berbentuk silinder, (2) sarkofagus dan nekara berfungsi sebagai peti jenazah atau sebagai kuburan atau peti mayat, sarkofagus digunakan oleh orang yang memiliki kedudukan atau status sosial yang tinggi seperti kepada petinggi, ketua suku, atau kaum bangsawan dari penduduk setempat di masa itu, sedangkan nekara pada umumnya kebanyakan ditemukan dipura-pura sebagai tempat media pemujaan roh leluhur. Akan tetapi, nekara di Desa Pakraman Manikliyu ditemukan diluar pura dan memiliki fungsi yang berbeda yaitu sebagai wadah kubur, (3) aspek-aspek yang terdapat pada peninggalan sarkofagus dan nekara di Desa Pakraman Manikliyu yang bisa dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah di SMA sesuai dengan RPP berbasis Kurikulum 2013 yaitu, aspek bentuk fisik bangunan, aspek historis, aspek keyakinan atau kepercayaan, dan aspek budaya. Kata Kunci : Sarkofagus dan Nekara, Media Pembelajaran Sejarah. The purposes of this study are to determine (1) The shape of the sarcophagus and nekara contained in Pakraman Manikliyu; (2) the function of the sarcophagus and nekara contained in Pakraman Manikliyu; and (3) the sarcophagus and nekara in Pakraman Manikliyu as a medium of teaching history in high school curriculum-based lesson plans in accordance with 2013. This study used qualitative approach, namely: (1) a technique of determining the informant; (2) The data collection method (observation, interviews and document study); (3) engineering data processing / data analysis. The results showed that, (1) the sarcophagus in Pakraman Manikliyu has a rectangular shape with sides curved, each side has protrusions rectangular and nekara has a shape like a cormorant upside down, top closed and bottom (foot) open with closed cylindrical, (2) the sarcophagus and nekara serve as a coffin or a grave or coffin, sarcophagus used by people who have a position or a high social status as the top brass, the head of the tribe, or the nobility of the local population in that period while nekara generally found mostly dipura posed as a media worship ancestral spirits. However, nekara in Pakraman Manikliyu found outside the temple and have different functions, namely as a container tomb, (3) the aspects contained in the relics of a sarcophagus and nekara in Pakraman Manikliyu that could be developed into a medium of learning history in school according to RPP based curriculum in 2013, namely, the physical aspects of the building, the historical aspect, the aspect of belief or faith, and cultural aspects keyword : Sarcophagus And Nekara, Median Learning History
MIGRASI ORANG-ORANG SERAYA KARANGASEM DI DESA GEROKGAK, BULELENG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH SOSIAL- EKONOMI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH PEMINATAN DI SMA KELAS X BERBASIS KURIKULUM 2013 Ni Putu Tika Indrayanti .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar Belakang Sejarah maupun proses migrasi Orang-orang Seraya-Karangasem di Gerokgak; (2) Nilai-nilai balik peristiwa migrasi orang-orang Seraya-Karangasem yang bisa di aplikasikan dalam pembelajaran sejarah di SMA kelas X berbasis kurikulum 2013; dan (3) kisah migrasi orang-orang Seraya-Karangasem di Gerokgak serta nilai-nilai yang bisa di masukkan ke dalam pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui langkah-langkah berikut ini : Jenis penelitian, Penentuan lokasi penelitian, Teknik penentuan informan, Instrumen penelitian, Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumen, Metode penjaminan keabsahan data, Metode analisis data, dan Metode penulisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Kedatangan orang-orang Seraya-Karangasem ke Buleleng khususnya di Desa Gerokgak dilatarbelakangi oleh faktor kesulitan ekonomi yang dialami oleh orang-orang Seraya-Karangasem. Latar belakang migrasi orang-orang Seraya-Karangasem ke Desa Gerokgak terbagi menjadi beberapa periode diantaranya yaitu Periode tahun 1660 -1697 (Masa Kerajaan), Periode tahun 1848-1849 (Kalahnya Buleleng dari Belanda), Periode tahun 1917 (Bencana Genjong / gempa bumi yang dasyat), Periode Pasca Kemerdekaan 1945 (Buleleng menjadi ibukota Sunda Kecil) dan Periode tahun 1963 (Bencana Meletusnya Gunung Agung); (2) Nilai-nilai di balik peristiwa migrasi orang-orang Seraya-Karangasem yaitu: nilai religius, nilai toleransi, nilai kerja keras, nilai kreatif, nilai bersahabat / komunikatif, nilai cinta damai dan nilai tanggung jawab; (3) Pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam peristiwa migrasi orang-orang Seraya-Karangasem sebagai sumber pembelajaran sejarah dapat dijabarkan pada ranah kognitif, ranah afektif, silabus sebagai acuan guru dalam merencanakan pembelajaran dan RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran) sebagai alat dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Kata Kunci : Migrasi, Nilai-nilai, Sumber belajar sejarah This study aims to determine (1) Historical Background and the process of migrating Seraya- Karangasem people in Gerokgak; (2) The values behind the events of migration Seraya- Karangasem people that can be applied in teaching high school history class X-based curriculum, 2013; and (3) the story of the migration Seraya- Karangasem people in Gerokgak and values that can be entered into the teaching of history in high school. This study used qualitative research methods through the steps below: Type of research, Location research, technique of determining the informant, research instrument, method of data collection by observation techniques, interviews and documents, methods guarantee the validity of data, data analysis method, and Method writing. The results showed that (1) The arrival of the Seraya- Karangasem to Buleleng, especially in the village of Gerokgak motivated by factors of economic difficulties experienced by people Seraya-Karangasem. Background migration of people to the village of Seraya- Karangasem people in Gerokgak divided into several periods among which period of the year 1660 -1697 (The period of the Kingdom), Period 1848-1849 year (Buleleng defeat of the Netherlands), Period 1917 (Genjong disasters / earthquakes terrible), Post-Independence Period 1945 (Buleleng became the capital of the Sunda Kecil ) and Period of 1963 (Disaster eruption of Mount Agung); (2) The values behind the migration event Seraya- Karangasem namely: religious values, values of tolerance, the value of hard work, creative value, the value of friends / communicative, the value of peace and the values of responsibility; (3) Integration of the values of characters in the event of migration of people Seraya-Karangasem as a source of learning history can be described in the cognitive, affective, syllabus as a reference for teachers in planning learning and RPP (Draft Lesson) as a tool in conveying the material to learners.keyword : Migration, values, source of learning history
Pura Pabean, Desa Banyupoh, Kec. Gerokgak, Buleleng-Bali (Sejarah, Struktur dan Potensinya Sebagai Media Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah di SMA) Ni Kadek Ari Indrayani .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah Berdirinya Pura Pabean Pulaki, Buleleng, Bali. (2) Struktur dan Fungsi Dari Pura Pura Pabean Pulaki, Buleleng, Bali (3) Nilai-Nilai Karakter di balik Sejarah Pura Pabean Pulaki, Buleleng, Bali yang dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan Karakter dalam pembelajaran Sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah melalui beberapa langkah yakni (1) Heuristik (2) Kritik Sumber : Kritik ekstern dan Kritik intern (3) interpretasi (4) Historiografi Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, (1) Pura Pabean ini dibuat oleh warga lokal untuk menghargai jasa para pedagang antar pulau yang telah mengembangkan Teluk Pulaki hingga menjadi pelabuhan perdagangan/persinggahan.(2) Struktur Pura Pabean ini menggunakan konsep Tri Mandala yang terdiri dari Nista Mandala (Jaba Sisi), Madya Mandala (Jaba Tengah), dan Utama Mandala (Jaroan) yang dari segi arsitekturnya merupakan percampuran antara arsitektur Bali dan Cina di dalamnya yang dicirikan dengan dominan warna merah. (3) Nilai-nilai karakter yang dapat dipetik dari segi historis pura dan perpaduan kebudayaan antara kebudayaan Hindu-Budha di Pura Pabean ini yaitu : Religius, Toleransi, Kerjasama, Kerja Keras, Cinta Damai, Bersahabat dan Cinta Tanah Air. Nilai-nilai karakter tersebut kemudian di integrasikan ke dalam pembelajaran Sejarah yang tercermin dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).Kata Kunci : Pura Pabean, Kebudayaan Hindu-Budha, Pendidikan Karakter This research was aimed to know the1 history of pabean pulaki tample buleleng bali, 2 the structure and function of pabean pulaki tample buleleng bali, the character values bhind the history of pabean pulaki tample buleleng bali which could be made use as character education media in the history learning of senior high school. This study uses historical research, trough several steps that (1) Heuristic, (2) Criticism of sources: internal criticism and external criticism, (3) interpretation, and (4) historiography. The result of this research showed that (1) Pabean Tample Customs is made by local residents for appreciate the services of the inter-island traders who have developed Gulf Pulaki to be a trading port / stopover. (2) The structure of the temple Customs uses the concept of Tri Mandala consisting of Nista Mandala (Jaba Sisi), Madya Mandala (Jaba Central), and Utama Mandala (Jeroan) the terms of its architecture is a mixture of Balinese and Chinese architecture in it that is characterized by the dominant red color. (3)The character values that could be gained from the historical view and the mix of culture of hindu and budha, were: religious, tolerance, cooperation, hard working, peace, friendly, and love the nation. Then, the character values were integrated to the history teaching and learning which was reflected in lesson plan.keyword : Pabean Tample, The Culture of Hindu Buddha, Character Education
Biografi Pejuang I Gusti Ayu Rija (Studi Tentang Pewarisan Nilai-Nilai Karakter Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Berbasis Kurikulum 2013) Qori Bayyinaturrosyi .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7062

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Biografi I Gusti Ayu Rija; (2) nilai-nilai karakter yang tersurat dan tersirat dari sosok I Gusti Ayu Rija; dan (3) nilai-nilai karakter dari I Gusti Ayu Rija yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA berbasis kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode penulisan sejarah yaiutu: (1) pengumpulan sumber (heuristic); (2) kritik sumber; (3) interpretasi; dan (4) penulisan sejarah (historiografi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa I Gusti Ayu Rija adalah putri ke-3 dari 7 bersaudara dari pasangan I Gusti Bagus Negara (putra generasi ke XI puri Anyar) dengan I Gusti Ngurah Rai dari Katiasa. I Gusti Ayu Rija lahir di puri Anyar, masa kecilnya kebanyakn dihabiskan bergaul dengan masyarakat biasa sehingga tumbuh besar menjadi seorang pejuang masa revolusi fisik di Buleleng 1946-1949. Nilai-nilai karakter yang terkandung pada sosok I Gusti Ayu Rija antara lain: (1) relegius; (2) jujur; (3) disiplin; (4) bertanggung jawab; (5) kerja keras; (6) percaya diri; (7) mandiri; (8) sadar diri; (9) patuh pada aturan sosial; (10) respek; (11) demokratis; (12) nasionalis; (13) suka menolong; (14) tangguh; dan (15) berani mengambil resiko. Nilai-nilai karakter I Gusti Ayu Rija dapat dimasukkan dalam sumber belajar sejarah SMA berbasis kurikulum 2013 kelas XI pada materi pokok “Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari ancaman sekutu dan Belanda”.Kata Kunci : Biografi, Nilai-Nilai Karakter, Kurikulum 2013 This study aims to know (1) I Gusti Ayu Rija’s biography; (2) the values of explicit and implicit character of the figure I Gusti Ayu Rija; and (3) of character values of I Gusti Ayu Rija which can be used as a source of learning in high school history curriculum based on 2013. This study uses historical writing namely: (1) the collection of resources (heuristic); (2) source criticism; (3) interpretation; and (4) the writing of history (historiography). The results showed that I Gusti Ayu Rija is the daughter of the 3rd of seven children of the couple I Gusti Bagus Negara (son generation to Anyar castle XI) with I Gusti Ngurah Rai from Katiasa. I Gusti Ayu Rija was born in the castle Anyar, mostly spent her childhood mingle with ordinary people that grow up to be a fighter the physical revolution in Buleleng 1946-1949. Character values embodied in the figure of I Gusti Ayu Rija, among others: (1) religious; (2) to be honest; (3) discipline; (4) is responsible; (5) hard work; (6) self-reliant; (7) independently; (8) self-conscious; (9) comply with social rules; (10) respect; (11) democratic; (12) nationalist; (13) prefer; (14) resilient; and (15) take risks. The values of I Gusti Ayu Rija characters can be entered in the source-based high school curriculum learning the history of class XI in 2013 on the subject matter "The struggle to defend the independence of the threat of allies and the Netherlands".keyword : Biography, Values Character, Curriculum 2013
SEJARAH MIGRASI ORANG-ORANG KRISTEN PROTESTAN DI DESA BLIMBINGSARI, KECAMATAN MELAYA, KABUPATEN JEMBRANA, BALI DAN NILAI-NILAI KARAKTER SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA I Putu Yudi Permana Saputra .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7377

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui mengapa masyarakat Kristen Protestan migrasi ke Desa Blimbingsari (2) Untuk mengetahui proses terbentuknya komunitas Kristen Protestan di Desa Blimbingsari (3) Untuk mengetahui nilai-nilai karakter dan aspek-aspek apa saja yang ada pada peristiwa migrasinya Umat Kristen Protestan di Desa Blimbingsari yang bisa di aplikasikan dalam pembelajaran Sejarah di SMA kelas XI yang berbasis Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) Heuristik (tekhnik observasi, teknik wawancara dan studi dokumen), (2) kritik sumber (kritik eksteren dan kritik internal), (3) interpretasi, (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah migrasi orang-orang Kristen Protestan di Blimbingsari dilatar belakangi oleh adanya kekacauan yang terjadi di desa-desa yang ada di Bali akibat perpindahan agama dan kemudian terjadi konflik. Untuk meredam konflik itu pemerintah Belanda kemudian mengambil kebijakan untuk memindahkan mereka ke Desa Blimbingsari. Nilai-nilai karakter yang ada pada sejarah migrasi ini ada tiga yaitu (1) nilai religius, (2) peduli Sosial, dan (3) gotong royong dan aspek-aspek yang bisa di pakai sebagai sumber belajar sejarah ada dua yaitu gereja dan monumen Blimbingsari dan Jubelium 80 Tahun GKPB.Kata Kunci : Kata Kunci : Sejarah, Migrasi, Sumber Belajar This research aim (1) to know why Protestan people migrated to Blimbingsari Vilage (2) to know the forming process of protestan community in Blimbingsari Village (3) to know the character values and aspects that are existed in the migration of Protestan People in Blimbingsari Village that can be applied in history subject learning process in XI grade of Senior High School based on curriculum 2013. This research used qualitative approach such as: (1) Heuristict (observation technique, interview technique and document study), (2) criticism source (extern criticism and intern criticism), (3) interpretation, (4) historiography. Research result showed that the migration history of Protestan people in Blimbingsari caused by the chaos that was happening in some villages in Bali as the consequence of religion changed done by the society and then there is a conflict, to muffled the conflict Holland government then took policy to move them to Bllimbingsari village. There are three character values that existed in this migration, they are (1) religious value, (2) Social awareness, and (3) mutual cooperation and there are two aspects that can be used as history learning they are Blimbingsari monument and Jubelium 80 years of GKPB.keyword : History, Migration, Learning Material
PURI SOMA NEGARA PEJENG, GIANYAR, BALI (PERSPEKTIF SEJARAH, STRUKTUR SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL ) Putu Agustina Setiawan .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7378

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan Latar Belakang Sejarah Berdirinya Puri Soma Negara Pejeng, Gianyar, Bali, (2) Mendeskripsikan Struktur bangunan Puri Soma Negara Pejeng Sampai Saat Ini, (3) Mendeskripsikan Aspek – Aspek yang terdapat di Puri Soma Negara Pejeng yang dapat dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Heuristik (tehnik observasi, tehnik wawancara, dan studi dokumen) (2) Kritik sumber (kritik eksteren dan kritik internal), (3) Interpretasi, (4)Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Latar Belakang Sejarah Berdirinya Puri Soma Negara Pejeng akibat dari Pemberontakan I Gusti Agung Maruti di Gelgel, Dalem Jambe berhasil merebut kembali Gelgel, Dalem Pemayun memulai perjalanan yang berakhir di Bukit Tampaksiring. Dalem Pemayun memiliki tiga putra salah satunya yakni Dewagung Mayun PutraDewagung Mayun membuat Puri Baru yang terletak di Desa Pejeng, Struktur fisik Puri Soma Negara Pejeng menggunakan konsep Sanga Mandala yang terbagi menjadi tiga yakni Utama Mandala, madya Mandala, dan Nista Mandala, Aspek-aspek yang dapat dikembangkan di dalam Puri Soma Negara Pejeng yang dapat di jadikan sumber belajar sejarah adalah sebagai berikut: Aspek Historis, Aspek Budaya, dan Aspek Pendidikan.Kata Kunci : Sejarah, Puri Soma Negara Pejeng This study aimed (1) to describe the background of Historical background of the establishment of Puri Soma State Pejeng, Gianyar, Bali, (2) Describe the Castle Soma State Pejeng to date, (3) Describe the aspects which was found in Puri Soma State Pejeng that can be developed as a learning source of local history in high school. This study uses a qualitative method by stages; (1) Heuristic (observation techniques, interview techniques, and study documents) (2) source criticsm (external criticsm dan internal criticsm), (3) Interpretation, (4)Historiography.The results showed that, The Historical Background of the establishment of Puri Soma State Pejeng originated result of I Gusti Agung Maruti Rebellion in Gelgel. Dalem Pemayun embarked on a journey that ended in Bukit Tampaksiring. Dalem Pemayun had three sons one of them is Dewagung Mayun Putra Dewagung Mayun Putra made New Puri situated in Pejeng, The Puri was named Puri Soma State Pejeng, The physical structure Puri Soma State Pejeng used the concept of Sanga Mandala which divided into three namely of Utama Mandala, Madya Mandala, and Nista Mandala, The aspects that can be developed in Puri Soma State Pejeng which can be used as a source of learning history which follows: historical aspects, aspects of Culture, and aspect Education.keyword : History, Puri Soma State Pejeng
BULAN SABIT DI KOTA SEMARAPURA (STUDI TENTANG LATAR BELAKANG MASUKNYA ISLAM DI KAMPUNG LEBAH, KLUNGKUNG, BALI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA) Rini Anggraini .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7379

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan LatarBelakang Sejarah masuknya Agama Islam di Kampung LebahKlungkungBali,(2)MendeskripsikanAspek-aspek apa saja dari sejarah Islam di Kampung Lebah Klungkung yang dapatdi gunakan sebagai sumber belajar SejarahdiSMA.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Heuristik (tehnik observasi, tehnik wawancara, dan studi dokumen)(2) Kritik sumber (kritik eksteren dan kritik internal),(3) Interpretasi, (4)Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa,LatarBelakang Sejarah masuknya Agama Islam di Kampung LebahKlungkungBaliyaituDisaat pusat pemerintahan kerajaan Gelgel mengalami kemunduran kemudian pusat kerajaan (pemerintahan) dari Kraton Suecapura (Gelgel) dipindahkan ke Kraton Semarajaya (Klungkung) sekitar tahun 1651-1686 dan sebagian masyarakat muslim yang berada di Suecapura (gelgel) ikut pindah dan diberi tempat di sebelah timur kota Klungkung yang sekarang bernama Kampung Lebah.Aspek-aspek dari sejarah Islam di Kampung Lebah Klungkung yang dapatdi gunakan sebagai sumber belajar SejarahdiSMAsebagaiberikut: Aspek Historis,Aspek Toleransi, danAspek Budaya.Kata Kunci : Sejarah, Kampung Lebah, SumberBelajarSejarah This study aimed (1) to describe the background of Historical background of how Moslem entered Kampung Lebah Klungkung Bali, (2) Describe the aspects of Moslem history in Kampung Lebah Klungkung which can be used as a learning source of History in Senior High School.This study uses a qualitative method by stages;(1) Heuristic (observation techniques, interview techniques, and study documents) (2) source criticsm (external criticsm dan internal criticsm),(3) Interpretation, (4)Historiography.The results showed that, The Historical Background of the entranced of Moslem in Kampung Lebah, Klungkung Bali was while the royal administrative center Gelgel setback, then afterwards the center of the kingdom (government) of Kraton Suecapura (Gelgel) was transferred to the Palace Semarajaya (Klungkung) around 1651- 1686 and most of the Moslem community who were in Suecapura (Gelgel) was also moved and given a place in the east of the town of Klungkung which now called as Kampung Lebah. Aspects of the history of Moslem in Kampung Lebah Klungkung which can be used as a learning resource history in Senior High School are as follows: Historical Aspects, Aspects of Tolerance and Cultural Aspects.keyword : History, Kampung Lebah, Historylearning source
PURA MAJAPAHIT (SEJARAH,STRUKTUT DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA) I Made Reynaldi Ambara Gita .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.7415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah terkait dengan tujuan penelitian: 1) Sejarah pendirian Pura Majapahit di Desa Baluk, Negara, Jembrana, 2) Struktur/jajaran pelinggih Pura Majapahit di Desa Baluk, Negara, Jembrana, 3) Aspek- aspek apa saja dari Pura Majapahit di Desa Baluk, Negara, Jembrana yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan menggunakan langkah-langkah: Heuristik (pengumpulan data) dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumen, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa (1) Berdirinya Pura Majapahit di Desa Baluk, Negara, Jembrana tidak dapat dipisahkan kaitanya dengan tiga buah kerajaan yaitu Kerajaan Mengwi, Jembrana dan Blambangan. Hubungan ketiga kerajaan inilah yang nantinya akan mendirikan tempat suci yang ada di Desa Baluk, Negara Jembrana (2) Struktur /jajaran pelinggih Pura Majapahit berjumlah sembilan pelinggihyakni , (1) Taksu (2) Manjang Seluang (3) Meru Tumpeng Tiga (4) Padmasana (5) Meru Tumpeng Lima (6) Gedong Bata (7) Panglurah (8) Bedogol (9) Papelik.(3) Pura Majapahit memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah.Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek Pura Majapahit.Dari setiap aspek-aspek Pura Majapahit dapat dimasukan dalam setiap kompetensi inti.PelinggihGedong Bata dan Meru Tumpeng Lima merupakan aspek yang paling menonjol yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah.Kata Kunci : Sejarah, Struktur Pelinggih, Sumber Pembelajaran This research is aimed at solving problems related to the research objectives: 1) The history of the establishment of Pura Majapahit in Baluk Village, Negara, Bali, 2) Structural / range shrine temple Majapahit in Baluk Village, Negara, Bali, 3) any aspects of the Pura Majapahit in Baluk Village, Negara, Bali which can be used as a source of learning history. The method used in this research is the historical method by using these steps: Heuristics (data collection) by using observation, interview, study documents, source criticism, interpretation and historiography. From these results it can be seen that (1) The establishment of the temple Majapahit in Baluk Village, Negara, Bali inseparable relation to the three kingdoms of the Kingdom Mengwi, Jembrana and Blambangan. Third link kingdom is what will set up a shrine in the village Baluk, Negara, Bali (2) Structure / range pelinggih Pura Majapahit of nine pelinggih namely, (1) Taksu (2) Manjang Seluang (3) Meru Tumpeng Three (4) Padmasana (5) Meru Tumpeng Lima (6) Gedong Bata (7) Panglurah (8) Bedogol (9) Papelik. (3) Pura Majapahit has potential as a source of learning history. It can be seen from the aspects of Pura Majapahit. From every aspect Majapahit temple can be entered in each of its core competencies. Bricks and Meru Gedong shrine Tumpeng Lima is the most prominent aspect that can be used as a source of learning history.keyword : History, Structure Pelinggih, Learning Resources
MAKAM SUNAN SENDANG DI DESA SENDANG DUWUR, PACIRAN, LAMONGAN, JAWA TIMUR (LATAR BELAKANG SEJARAH, STRUKTUR BANGUNAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA) Harisuddin .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.8841

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui latar belakang sejarah Makam Sunan Sendang, (2) Mengetahui struktur bangunan Makam Sunan Sendang, (3) Mengetahui aspek-aspek yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah terkait dengan Makam Sunan Sendang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian deskriptif kualitatif yaitu: (1) Penentuan lokasi penelitian yaitu di Makam Sunan Sendang, (2) Teknik penentuan informan dengan cara menggunakan teknik purposive sampling dan teknik snowball, (3) Teknik pengumpulan data dengan cara menggunakan beberapa teknik yaitu wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen (4) Teknik analisis data dengan cara reduksi data, menyajikan, menafsirkan dan menarik simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Latar belakang sejarah Makam Sunan Sendang yaitu makam dibangun untuk menghormati Raden Nur Rahmat, tokoh penyebar agama Islam di pantai utara yang telah wafat. (2) Struktur bangunan Makam Sunan Sendang merupakan sebuah kompleks makam yang memiliki corak akulturasi Hindhu-Islam pada Gapura Bentar dan Paduraksa, hal tersebut terlihat dari relief yang sudah di setelir sesuai budaya Islam. Nisan pada kompleks Makam Sunan Sendang memiliki ukiran yang bertulisan Arab dan Simbol Surya Majapahit. (3) Aspek-aspek yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah terkait dengan Makam Sunan Sendang yaitu (a) Aspek kognitif tentang pengetahuan struktur bangunan makam, sejarah Makam Sunan Sendang, biografi tokoh Sunan Sendang, pengaruh kebudayaan pada bangunan makam, dan fungsi Makam Sunan Sendang. (b) Aspek afektif yaitu siswa bisa belajar menghormati dan menghari antar umat beragam, dan (c) Aspek psikomotorik yaitu siwa bisa membuat tugas atau proyek dari guru untuk melakukan penelitian kecil tentang latar belakang sejarah Makam Sunan Sendang dan siswa bisa mempresentasikan hasil karya penelitian kecil tentang Makam Sunan Sendang. Kata Kunci : Makam Sunan Sendang, Struktur Bangunan Makam, Sumber Belajar Sejarah. ABSTRACT This study aims to (1) know the historical background of Sunan Sendang, (2) Determine the structure Sunan Sendang, (3) Knowing the aspects that can be used as a learning resource associated with the history of Sunan Sendang. This research is a qualitative descriptive study. The stages are carried out in a qualitative descriptive study are: (1) Determination of research location is in Sunan Sendang, (2) Mechanical determination of informants by using purposive sampling and snowball technique, (3) Techniques of data collection by using several techniques ie in-depth interviews, observation and document study (4) the data were analyzed by means of data reduction, present, interpret and draw conclusions. The results showed: (1) The historical background is the grave of Sunan Sendang built to honor Raden Nur Rahmat, figures propagator of Islam on the north coast has died. (2) The structure of Sunan Sendang is a tomb complex pattern that has Hindu-Muslim acculturation in Gapura Bentar and Paduraksa, it is visible from the relief that has been in setelir appropriate Islamic culture. Nisan at Sunan Sendang complex has a carving that read Arabic and Symbols Surya Majapahit. (3) The aspects which can be used as a source of learning the history associated with Sunan Sendang namely (a) The cognitive aspect of the knowledge of the structure of the tomb building, the history of Sunan Sendang, biographies of Sunan Sendang, cultural influences on the tomb building, and functions Sunan sendang. (b) Aspects of affective that students can learn to respect among people of diverse, and (c) aspects of psychomotor namely Student could create a task or a project from teacher to do a little research about the historical background Sunan Sendang and students can present the results of research work small about Sunan Sendang. keyword : Tomb of Sunan Sendang, Tomb Building Structure, History Learning Resources
SEJARAH INDUSTRI KERAJINAN BAMBU DI DESA KAYUBIHI, BANGLI, BALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA I Wayan Roy Adnyana Putra .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.11404

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah; (1) Mengetahui latar belakang munculnya industri kerajinan bambu di Desa Kayubihi, Bangli, Bali; (2) Mengetahui proses produksi kerajinan bambu di Desa Kayubihi, Bangli, Bali; (3) Mengetahui potensi kerajinan bambu di Desa Kayubihi, Bangli, Bali Sebagai Sumber Belajar Sejarah lokal di SMA kelas X Peminatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif eksploratif. Dalam penentuan informan peneliti menggunakan “purposive sampling”. Instrument yang digunakan meliputi peneliti sendiri sebagai alat pengumpul data utama dengan bantuan pedoman wawancara. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Setelah mendapatkan data yang relevan, maka data yang terkumpul itu dibaca, diteliti, deverifikasi, dipelajari dengan seksama, sehingga mendapatkan data yang siap untuk dimasukan ke dalam proses analisis. Dalam proses analisis data peneliti menggunakan prosedur deskriptif dengan teknik ekploratif Hasil penelitian ini adalah (1) Awalnya kerajinan anyaman bambu hanya diproduksi dengan model yang masih sederhana namun seiring dengan berkembangnya permintaan dan ekonomi, model serta motif baru bermunculan. Adapun faktor yang mempengaruhinya: (1) Faktor Budaya; (2) Faktor ekonomi; (3) Faktor lingkungan; (4) Tidak Membutuhkan Pendidikan Tinggi; (5) Faktor Keturunan; (6) Faktor Sumber Daya Alam (SDA). (2) Adapun alat yang digunakan dalam produksi adalah sebagai berikut: Golok, Geregaji, Pengutik, Penegteg, Pisau, Gunting, Meteran, Palu, Bor, Kuas, Pusut, Busur. Sedangkan bahan utama yang digunakan adalah bambu. Pada tahun 1998-2016 perkembangan kerajinan bambu sangat pesat, dengan banyaknya bermunculan model dan permintaan yang meningkat. (3) Sejarah perkembangan kerajinan bambu juga relevan digunakan sebagai bahan ajar yang meliputi aspek pemanfaatan sumber daya alam, aspek kewirausahaan dan aspek sosial budaya. Kata Kunci : sejarah industri, kerajinan bambu, sumber belajar sejarah This study aims to investigate: (1) Knowing the background of the emergence of bamboo craft industry in Kayubihi Village, Bangli, Bali; (2) To know the production process of bamboo handicrafts in Kayubihi Village, Bangli, Bali; (3) Knowing the potency of bamboo handicrafts in Kayubihi Village, Bangli, Bali as a Learning Resource History of local high school class X of Specialization. This research used descriptive explorative research approach. In the determination of informant, researcher used "purposive sampling". The instrument used includes the researcher himself as a primary data collection tool with the help of interview guidelines. The data collections used in this study were observation techniques, interviews and document studies. After obtaining the relevant data, then the collected data was read, researched, verified, studied carefully, so get the data ready to be included into the analysis process. In the process of data analys is the researcher used a descriptive procedure with explorative technique. The results of this research were (1) Initially bamboo woven crafts only produced with a model that was still simple but along with the growing demand and economy, new models and motifs were emerging. The factors that influence it: (1) Cultural Factors; (2) Economic factors; (3) Environmental factors; (4) No Need for Higher Education; (5) Heredity Factor; (6) Natural Resources Factors (SDA). (2) The tools used in production are as follows: Machete, saw, Pengutik, Penegteg, knives, scissors, meters, hammer, drill, brush, Pusut, and bow. Moreover, the main material used was bamboo. In 1998-2016 the development of bamboo crafts was very rapid, with many emerging models and increasing demand (3) the history of bamboo handicraft development was relevant as a teaching material which includes aspects of natural resource utilization, entrepreneurship aspect and socio-cultural aspects. keyword : bamboo craft, historical sources, industrial history.
Co-Authors ., AHMAD ROMLI ., ASVIANI ., DAFID RAHMAN ., ENI ILYANI ., FAJAR MAGHDA ., Febri Dwi Cahyo ., FIRDAUS RAMADANI ., FITRIYANAH ., Harisuddin ., I Made Ardi Sanjaya ., I Made Reynaldi Ambara Gita ., I Putu Yudi Permana Saputra ., I Wayan Roy Adnyana Putra ., INDRA SAPUTRA ., Jro Kadek Mudiartha ., Made Pradnyana Putra ., NAJI SHOLEH ., Ni Luh Sulandari ., NI MADE ERMAWATI ., Ni Putu Budiartini ., Nur Azizah ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., Putu Agustina Setiawan ., Qori Bayyinaturrosyi ., RAHAYU ARINI ., Rini Anggraini ., RISTI OKDIYANI MISRAN ., SITI ROSIDAH ., USI HARIYADI ., USWATUN HASANAH A.A. Istri Pradnyana Asrama P. . Abd. Rasyid Syamsuri Abdullah . AHMAD ROMLI . Alista Lusia Viana Anjali, Alina Ratna ASVIANI . Both, Lusitiana Cala, Maria Ulda DAFID RAHMAN . Dedi . Desak Made Suprayanti . Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Duwi Maulida Agistin DWI SURYANTO ENI ILYANI . Fahrizal Yunus FAJAR MAGHDA . Febri Dwi Cahyo . FIRDAUS RAMADANI . FITRIYANAH . Gusti Ayu Padmawati . Harisuddin . Hasan Herlina I Gede Oka Parwata . I Gede Putra . I Gede Raka Hariwarmajaya . I Gusti Made Aryana I Kadek Meiana Adi Putra I Kadek Parmadi . I Ketut Arya Sentana Mahartha I Ketut Suartana . I Made Ardi Sanjaya . I Made Pageh I Made Reynaldi Ambara Gita . I Putu Eka Arimbawa I Putu Gede Anom . I Putu Hendra Mas Martayana I Putu Yudi Permana Saputra . I Wayan Eka Juliartha . I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Roy Adnyana Putra . I Wayan Suastra I Wayan Widiarta . Ida Bagus Putu Arnyana Ifandy, M. Rizal Ikhsan Maulana Putra Prasetyo . Ikhsan Maulana Putra Prasetyo ., Ikhsan Maulana Putra Prasetyo Indah Ayu Novita Sari INDRA SAPUTRA . Jro Kadek Mudiartha . Kadek Virgotama Krissanta . Ketut Sedana Arta Luh Ayu Martasari Luttfy Chateriyan, Ivan M Al Qautsar Pratama . M Al Qautsar Pratama ., M Al Qautsar Pratama M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Angga Setiawan . Made Arya Jini Setiawan . Made Pradnyana Putra . Mathias Maranata Surbakti Muhammad Rivai NAJI SHOLEH . Nama, Ida Bagus Putu Adi Ni Kadek Ari . Ni Kadek Ari Indrayani . Ni Kadek Ari Indrayani ., Ni Kadek Ari Indrayani Ni Komang Sukasih . Ni Komang Sukasih ., Ni Komang Sukasih Ni Luh Gede Lisiana . Ni Luh Made Ari Darmini . Ni Luh Sulandari . Ni Made Ary Wahyuni . Ni Made Cristia Dewi . NI MADE ERMAWATI . Ni Made Wibhu Satyayu Ni Nyoman Murdani . Ni Nyoman Tri Cahyani . Ni Putu Budiartini . Ni Putu Satya Oka Dewi Ni Putu Tika Indrayanti . Ni Putu Tika Indrayanti ., Ni Putu Tika Indrayanti Ni Wayan Astini . Ni Wayan Dewi Lasmi ., Ni Wayan Dewi Lasmi Ni Wayan Fany Juniasih Ni Wayan Ratih Paramita NUR AZIZAH . Pande Nyoman Suastawan . Paramita, Ni Wayan Ratih Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar Putu Agustina Setiawan . Putu Eka Audria Maharani Putu Sulistyawati Qori Bayyinaturrosyi . Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa RAHAYU ARINI . Rahayuni, Luh Sulistia Rini Anggraini . RISTI OKDIYANI MISRAN . Satyayu, Ni Made Wibhu Seruni, Yuri Sekar SITI ROSIDAH . Suadnyana, Kadek Nova Sulistyawati, Putu Susanti . Sutiarsana, Putu Rian USI HARIYADI . USWATUN HASANAH . Viana, Alista Lusia Widiani, Ni Kadek Yiena Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Yunia Wulandari Yunus, Fahrizal Yuri Sekar Seruni