Drs.Gede Batan,MA .
Unknown Affiliation

Published : 134 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

AN ANALYSIS OF CODE MIXING IN FACEBOOK STATUS USED BY 8TH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 1 SERIRIT AND ITS IMPLICATIONS IN LEARNING ENGLISH ., Luh Putu Pipin Dwineta; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis jenis campur kode dalam status facebook digunakan oleh siswa kelas 8 di SMP Negeri 1 Seririt, (2) menganalisis tipe dominan campur kode dalam status facebook, (3) menganalisis alasan siswa dalam menggunakan campur kode, (4) menjelaskan implikasinya dalam belajar bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan subjek guru bahasa Inggris dan siswa 8E dan 8F di SMP Negeri 1 Seririt. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini: mengamati, wawancara, dan merekam. Data primer diperoleh melalui facebook status dari sampel penelitian, dan data sekunder diperoleh melalui wawancara. Ada 6 jenis campur kode dalam status facebook digunakan oleh siswa-8 berdasarkan Ho (2007) yaitu: 1) Letter of alphabet 19 kode (13,1%), 2) Short forms: 1 kode (0,6 %), 3) Proper nouns: 2 kode (1,3%), 4) Lexical words: 68 kode (46,8%), 5) Incomplete sentence: 26 kode (17,9%), 6) Single full sentence: 29 kode (20%). Jenis dominan adalah lexical words. Alasan siswa menggunakan campur kode: 1) membantu pengguna facebook lain untuk memahami topik; 3) kebiasan; 4) menunjukkan identitas kelompok mereka; 5) mengutip ungkapan terkenal; 6) membicarakan topik tertentu. Implikasi positif: 1) meningkatkan kosakata bahasa Inggris; 2) menggungkapkan makna. Implikasi negatif: 1) siswa menggunakan pola bahasa Inggris yang tidak sesuai; 2) siswa tidak mampu berkomunikasi secara efektif.Kata Kunci : Campur Kode, Status Facebook, Implikasi dalam Belajar Bahasa Inggris This study aimed at (1) analyzing the types of code mixing in facebook status were used by 8th grade students at SMP Negeri 1 Seririt, (2) analyzing dominant type of code mixing in facebook status, (3) analyzing students’ reasons in using code mixing, (4) describing its implications in learning English. This study was descriptive research with the subjects were English teacher and students of 8E and 8F at SMP Negeri 1 Seririt. The data was obtained through observation and interview. The methods was used in this study were observing, interviewing, and recording. Primary data was obtained through facebook status of the study sample, and secondary data was obtained through interview. There were 6 types of code mixing in facebook status used by 8th students based on Ho‘s (2007) namely: 1) Letter of alphabet: 19 items (13.1%), 2) Short forms: 1 item (0.6%) , 3) Proper nouns: 2 items (1.3%), 4) Lexical words: 68 items (46.8%), 5) Incomplete sentence: 26 items (17.9%), 6) Single full sentence: 29 items (20%). The dominant type was Lexical words. The students’ reasons in using code mixing such as: 1) Helping the other facebook users to understand the topic; 2) student’s habit; 3) Expressing group identity; 4) Quoting the famous expressions; 5) Talking about particular topic. The positive implications such as: 1) Improving English vocabularies; 2) Understanding the meaning of English sentence. The negative implications such as: 1) The students used inappropriate English pattern; 2) The students were not able to communicate effectively. keyword : Code mixing, Facebook Status, Implications in Learning English
A COMPARATIVE STUDY ON THE EFFECT OF JIGSAW AND STAD OF THE STUDENTS’ READING COMPREHENSION AT THE TENTH GRADE OF SMA NEGERI 2 BANJAR IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Irene Puspita Sari; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki perbedaan antara prestasi pemahaman membaca siswa yang diajarkan dengan menggunakan Jigsaw dan diajarkan dengan menggunakan STAD. Populasi penelitian ini adalah siswa di kelas X SMA Negeri 2 Banjar pada tahun akademik 2013/2014. Enam puluh dua siswa terpilih menjadi sampel melalui Cluster Random Sampling di mana siswa kelas X 1 ditetapkan sebagai eksperimen kelompok-X diperlakukan dengan teknik Jigsaw dan siswa di kelas X 2 ditetapkan sebagai eksperimen berbeda. Rerata prestasi siswa dalam pemahaman membaca yang diajarkan dengan menggunakan Jigsaw adalah 78.71 dan rata-rata siswa dalam pemahaman membaca yang diajarkan dengan menggunakan STAD adalah 77.74.kelompok-Y diperlakukan dengan teknik STAD. Penelitian ini mempergunakan desain post test saja. Sebagai hasilnya, nilai probabilitas atau Sig. (2-tailed) adalah 0.682. Ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi pemahaman membaca antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan Jigsaw dan yang diajarkan dengan menggunakan STAD. Namun, nilai rata-rata dari masing-masing kelompok.Kata Kunci : Teknik Jigsaw, Teknik STAD dan Pemahaman Membaca This study aimed at investigating the different between students’ reading comprehension achievement taught by using Jigsaw and taught by using STAD. The population of this study was students at the tenth grade of SMA Negeri 2 Banjar in academic year 2013/2014. Sixty two students were selected to be the sample through Cluster Random Sampling in which students in class X 1 were assigned as the experimental group-X treated by Jigsaw technique and those at class X 2 were assigned as the experimental group-Y treated by STAD technique. This research applied post test only design. As the result, probability value or Sig. (2-tailed) was 0.682. It means that there was no significant difference in reading comprehension achievement between the students taught by using Jigsaw and those taught by using STAD. However, the mean score of each group is different. The mean of the students’ reading comprehension achievement taught by using Jigsaw was 78.71 and the mean of the students’ reading comprehension achievement taught by using STAD was 77.74. keyword : Jigsaw Technique, STAD technique and Reading Comprehension
IMPROVING STUDENTS’ WRITING COMPETENCY BY USING ‘THE IDEA-DETAILS’ TECHNIQUE IN CLASS XI IA 2 OF SMA NEGERI 4 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Ni Wayan Diantini; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4422

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kompetensi menulis siswa kelas sebelas bisa ditingkatkan dengan menggunakan teknik ide dan detel atau tidak. Penelitian ini megikutsertakan siswa dari kelas XI IA2 di SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2013/2014. Jumlah total dari siswa adalah 38 orang yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 28 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Ada beberapa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yakni skenario mengajar, tes tulis, dan kuesioner. Dalam pre-tes, jumlah siswa yang mencapai nilai standar yang diterapkan di SMA Negeri 4 Singaraja hanya 2 (6%) orang, dimana nilai rata-ratanya adalah 5.6 dengan standar deviasi 8.5. Jumlah tersebut meningkat pada pada hasil siklus 1. Terdapat 8 (21%) siswa yang memenuhi nilai standar, dimana nilai rata-ratanya mencapai 68 dengan standar deviasi 7.9. Bagaimanapun, dalam siklus terakhir atau siklus ke 2, jumlah siswa yang mencapai nilai standar sebanyak 29 (76%) orang. Nilai rata-rata di siklus ke 2 mencapai 79 dengan standar deviasi 4. Hasil penelitian diatas menunjukan bahwa penerapan teknik ide dan detel dapat meningkatkan kompetensi menulis siswa. Dalam proses pembelajaran ini, siswa juga memeberikan respon yang baik.Kata Kunci : kompetensi menulis, teknik ide dan detel The study was conducted in order to know whether the writing competency of eleventh grade students could be improved by using the Idea-Details technique or not. The subjects of this study are the students in class XI IA2 at SMA Negeri 4 Singaraja in the academic year 2013/2014. There were 38 students in this class which consisted of 10 male students and 28 female students. The study was conducted using a classroom action research design. This study was done in two cycles. The instruments used in this study were teaching scenario, written test, and questionnaire. In the pre-test, the number of students who could pass the standard score was only 2 (6%) students, in which the mean score was 5.6 and the standard deviation was 8.5. In the first cycle, there were 8 (21%) students who were pass the standard score which is used in SMA Negeri 4 Singaraja, in which the mean score was 68 and the standard deviation was 7.9. However, in the last cycle or cycle 2, the number of students who could pass the standard score increased a lot. It was about 29 (76%) students who could pass the standard score. The mean score was 79 and the standard deviation was 4. The results of the study indicated that the use of the Idea-Details technique could improve students’ writing competency. The students also gave positive responses during the teaching-learning process.keyword : writing competency, the idea-details technique
IMPROVING STUDENTS’ WRITING COMPETENCY BY USING ‘THE IDEA-DETAILS’ TECHNIQUE IN CLASS XI IA 2 OF SMA NEGERI 4 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Ni Wayan Diantini; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4423

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kompetensi menulis siswa kelas sebelas bisa ditingkatkan dengan menggunakan teknik ide dan detel atau tidak. Penelitian ini megikutsertakan siswa dari kelas XI IA2 di SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2013/2014. Jumlah total dari siswa adalah 38 orang yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 28 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Ada beberapa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yakni skenario mengajar, tes tulis, dan kuesioner. Dalam pre-tes, jumlah siswa yang mencapai nilai standar yang diterapkan di SMA Negeri 4 Singaraja hanya 2 (6%) orang, dimana nilai rata-ratanya adalah 5.6 dengan standar deviasi 8.5. Jumlah tersebut meningkat pada pada hasil siklus 1. Terdapat 8 (21%) siswa yang memenuhi nilai standar, dimana nilai rata-ratanya mencapai 68 dengan standar deviasi 7.9. Bagaimanapun, dalam siklus terakhir atau siklus ke 2, jumlah siswa yang mencapai nilai standar sebanyak 29 (76%) orang. Nilai rata-rata di siklus ke 2 mencapai 79 dengan standar deviasi 4. Hasil penelitian diatas menunjukan bahwa penerapan teknik ide dan detel dapat meningkatkan kompetensi menulis siswa. Dalam proses pembelajaran ini, siswa juga memeberikan respon yang baik.Kata Kunci : kompetensi menulis, teknik ide dan detel The study was conducted in order to know whether the writing competency of eleventh grade students could be improved by using the Idea-Details technique or not. The subjects of this study are the students in class XI IA2 at SMA Negeri 4 Singaraja in the academic year 2013/2014. There were 38 students in this class which consisted of 10 male students and 28 female students. The study was conducted using a classroom action research design. This study was done in two cycles. The instruments used in this study were teaching scenario, written test, and questionnaire. In the pre-test, the number of students who could pass the standard score was only 2 (6%) students, in which the mean score was 5.6 and the standard deviation was 8.5. In the first cycle, there were 8 (21%) students who were pass the standard score which is used in SMA Negeri 4 Singaraja, in which the mean score was 68 and the standard deviation was 7.9. However, in the last cycle or cycle 2, the number of students who could pass the standard score increased a lot. It was about 29 (76%) students who could pass the standard score. The mean score was 79 and the standard deviation was 4. The results of the study indicated that the use of the Idea-Details technique could improve students’ writing competency. The students also gave positive responses during the teaching-learning process.keyword : writing competency, the idea-details technique
TYPES OF REINFORCEMENT GIVEN BY A TEACHER IN TEACHING AT K2A CLASS IN TAMAN RAMA KINDERGARTEN ., Windy Louisa Rosang; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis penguatan yang digunakan oleh guru di Taman Rama Denpasar TK, (2) menggambarkan pada situasi seperti apa penguatan digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar, (3) mendeskripsikan efektivitas penguatan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah: panduan wawancara, perekam video, kamera, dan lembar observasi. Subjek penelitian ini adalah salah satu guru di Taman Rama Denpasar TK. Berdasarkan data yang dikumpulkan dalam studi ini ditemukan bahwa guru menggunakan empat jenis penguatan dalam proses belajar mengajar, mereka adalah hadiah, pujian, hak istimewa, penguatan negatif, dan hukuman yang digunakan untuk memberikan umpan balik kepada siswa yang bisa menjawab dengan benar, untuk membangun suasana yang positif di dalam kelas, untuk mengapresiasi siswa yang sudah melakukan tugas mereka dengan baik dan untuk menangani perilaku siswa yang menghambat proses pembelajaran di kelas. Dalam penelitian ini, pujian adalah penguatan yang paling sering digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar, sedangkan penguatan negatif cukup sering digunakan, dan tiga jenis penguatan lainnya jarang diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Strategi Penguatan terbukti efektif untuk diterapkan didalam mengelola kelas di TK Taman Rama karena siswa akan menjadi termotivasi dan terdorong untuk mengerjakan tugasnya dengan baik serta berperilaku tepat dalam kelas.Kata Kunci : Penguatan, Mengajar, TK This study aimed at (1) describing types of reinforcement using by the teacher in Taman Rama Kindergarten Denpasar, (2) describing the circumstances of certain types of reinforcement used by the teacher in teaching and learning process, (3) describing the effectiveness of reinforcement in teaching and learning process. This research was made in the form of descriptive qualitative. The instruments used in collecting the data were: an interview guide, video recorder, camera, and observation sheet. The subject of this study was one of teacher in Taman Rama Kindergarten Denpasar. The findings of the study shows that the teacher uses four types of reinforcement in teaching and learning process, namely reward, praise, privilege, negative reinforcement, and punishment which used in order to give feedback to the students who could answer correctly, to build positive atmosphere in classroom, to reward them for doing their task and to handle students’ inappropriate behaviors in classroom. In this study, praise was the most commonly reinforcement used by the teacher in teaching and learning process, while negative reinforcement was quite commonly used, and the other three are rarely applied by the teacher in the teaching and learning process. Reinforcement strategy was effectively applied in managing classroom at Taman Rama Kindergarten since the students began to be motivated and encouraged to keep on task and behave appropriately in the classroom.keyword : Reinforcement, Teaching, Kindergarten
CLASSROOM INTERACTION IN ENGLISH LANGUAGE INSTRUCTION USING FLINT SYSTEM AS THE BASIS OF ANALYSIS IN RELATION TO STUDENT’S COMPETENCY AT ELEVENTH GRADE IN SMA N 4 SINGARAJA ., Wisnu Saputra; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kategori dari interaksi kelas yang terjadi di kelas sebelas SMA N 4 Singarja berdasarkan Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System, kategori yang paling sering muncul, dan level dari kompetensi siswa setelah proses belajar mengajar. Subjek dari penelitian ini adalah dua orang guru dan siswa di kelas XI MIA 2 dan XI MIA 3. Peneliatian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menjunjukkan bahwa: (1) seluruh kategori dari interaksi kelas berdasarkan FLINT system ditemukan selama proses belajar mengajar. Kategori-kategori kersebut adalah Deals with Feeling, Praise and Encourages, Jokes, Uses Ideas of Student, Repeats Student Response Verbatim, Asks questions, Gives information, Corrects without Rejection, Gives Direction, Direct Pattern Drills, Criticizes Student Behavior, Criticizes Student Response, Student Response Specific, Student Response Choral, Student Response Open-Ended or Student Initiated, Silence, Silence AV, Confusion Work-Oriented, Confusion non work-oriented, Laughter, Uses of Native Language and Nonverbal. (2) Kategori dari teacher talk yang sering terjadi adalah asking question sedangkan kategori dari student talk yang sering muncul adalah student response, open ended or student initiated. (3) rata-rata nilai dari kompetensi siswa dari seluruh observasi adalah 79. Itu berarti kategori dari nilai tersebut adalah B-. Walaupun hasil dari observasi menujukkan bahwa student talk lebih dari teacher talk, namun penggunaan bahasa ibu sangat sering digunakan ketika observasi.Kata Kunci : Foreign Language Interaction (FLINT) system, Interaksi Kelas, Kompetensi Bahasa Inggris, Pembelajaran Bahasa Inggris This study aimed at finding the classroom interaction categories occurring in the eleventh grade of SMA N 4 Singaraja based on Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System, category which most frequently occurred, and level of the student’s competency after teaching and learning process. The subjects of the study were two teachers and students in XI MIA 2 and XI MIA 3. This study was designed by using descriptive qualitative research. The result of the research shows that: (1) all categories of classroom interaction based on FLINT system exist during the teaching learning process. Those are Deals with Feeling, Praise and Encourages, Jokes, Uses Ideas of Student, Repeats Student Response Verbatim, Asks questions, Gives information, Corrects without Rejection, Gives Direction, Direct Pattern Drills, Criticizes Student Behavior, Criticizes Student Response, Student Response Specific, Student Response Choral, Student Response Open-Ended or Student Initiated, Silence, Silence AV, Confusion Work-Oriented, Confusion non work-oriented, Laughter, Uses of Native Language and Nonverbal. (2) The teacher talk category that mostly occurs is asking question while student talk category that mostly appears is student response, open ended or student initiated (3) the average score of the students’ competency from all of the observation is 79. It means the category of the average score was B-. Even the result of all the observation shows that the students talk more than the teacher talk, but the use of native language is very highly used in the observation.keyword : Classroom interaction, English Language Instruction, English Language Competency, Foreign Language Interaction (FLINT) system
An Analysis of a Textbook Entitled “Step into the English World: A Character-Based English Textbook for Junior High School Grade VIII” Used in the Teaching English at the Eight Grade Students of SMP Negeri 2 Singaraja ., Wayan Cherrie Hana Melati; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5454

Abstract

Perubahan kurikulum di Indonesia memberi dampak yang signifikan pada sistem pendidikan serta pengembangan materi. Kurikulum 2013 yang mendasari perkembangan buku teks dalam pendidikan di Indonesia terlibat dalam polemik. Meski demikian terdapat banyak penelitian tentang pengembangan bahan ajar berdasarkan kurikulum ini, khususnya buku teks. Sebagai contoh, buku berjudul “Step into the English World: A Character-based Textbook for Junior High School Grade VIII” yang dikembangkan oleh seorang mahasiswa dari Universitas Pendidikan Ganesha berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini, sama halnya dengan penelitian sejenis terkait analisis buku teks bertujuan untuk mengetahui masalah yang guru dan siswa hadapi dalam pelaksanaan buku pelajaran, kualitas umum buku teks dan kesesuaiannya dengan penerapan kurikulum 2013. Penelitian ini menunjukkan bahwa buku teks yang berkualitas harus menekankan pada kelebihannya dan membatasi kekurangan berdasar teori Richards (2001). Selanjutnya, buku teks harus memenuhi kriteria buku teks yang baik untuk setiap aspek evaluasi yang tersaji pada checklist yang telah divalidasi oleh beberapa evaluator ahli. Temuan penelitian ini menentukan apakah buku teks yang dikembangkan berdasarkan kurikulum 2013 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap masalah pelaksanaan pada kurikulum ini. Hasil penelitian ini akan membawa beberapa kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia secara umum, dan khususnya dalam pengembangan buku teks berdasarkan kurikulum 2013.Kata Kunci : kurikulum 2013, analisis buku teks, kualitas buku teks, checklist The curriculum reform in Indonesia gave a significant effect on the education system as well as the material development. Although the latest change into the Curriculum 2013 which provides the blue print for the development of the textbooks nationally in Indonesian education is caught in polemic, there are many books designed in accordance with this curriculum. One of the examples was a textbook entitled “Step into the English World: A Character-based Textbook for Junior High School Grade VIII” which was written by a student of Ganesha University of Education. The recent study was aimed at finding out the problems that the teacher and students encountered in the implementation of the textbook, the textbook’s general quality and its suitability to the recently applied curriculum 2013. This research found out that there were still many problems in the implementation of the textbook, even though the textbook’s general quality was classified as good and was relevant with the curriculum 2013. This study suggests that in order to bring out a quality textbook, the advantages of the textbook should be strengthened and the disadvantages should be limited. Furthermore, textbook should meet the criteria of good textbook for each the evaluated aspects presented on checklist which had been validated by some judges. The findings of this research will be significant in determining whether or not the textbook developed laid down by the curriculum 2013 contributes a significant effect to the current issues of the curriculum 2013 implementation problems. The result will bring out some significant contributions on the development of the Indonesian education in general, the textbook development in regard to the curriculum 2013 in particular.keyword : curriculum 2013, textbook analysis, quality textbook, checklist
TEACHERS’ PERCEPTION TOWARD THE USE OF SCIENTIFIC APPROACH IN TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM 2013 IN RELATION TO STUDENTS’ COMPETENCY AT SMA NEGERI 1 SAWAN ., Ni Made Ayu Ratna Sulistya Dewi; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan persepsi guru- guru terhadap penggunaan pendekatan sientifik dalam mengajar bahasa inggris berdasarkan kurikulum 2013 yang berhubungan dengan kompetensi siswa-siswa di SMAN 1 Sawan dan kompetensi ssiwa setelah diajar menggunakan pendekatan sientifik berdasrkan kurikulum 2013. Subjek dari penelitian ini adalah dua orang guru dan 52 siswa di kelas XI BABUD 1 dan XI BABUD 2. Peneliatian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menjunjukkan bahwa: (1) guru-guru memiliki perspesi yang positive terhadap terhadap penggunaan pendekatan sientifik dalam mengajar bahasa inggris berdasarkan kurikulum 2013 yang berhubungan dengan kompetensi siswa-siswa di SMAN 1 Sawan. Guru-guru tersubut juga sudah mengimplementasikan konsep dari pendekatan sientifik dan konsep dari kurikulum 2013 pada proses belajar mengajar mereka. Skore komulative juga menunjukan bahwa guru-guru tersebut memiliki perspsi yang positive terhadap penggunaan pendekatan sientifik dalam mengajar bahasa inggris berdasarkan kurikulum 2013 yang berhubungan dengan kompetensi siswa-siswa, (2) hasil nilai afektif, kognitive, dan psikomotor dari siswa-siswa guru 1 dan 2 buruk. Hasil dari kompetensi siswa-siswa guru 1 menunjukan bahwa murid-murid mendapatkan kategori C- untuk nilai kognitive mereka berdasarkan nilai rata-rata. Mereka juga mendapatkan kategori B- untuk nilai psikomotor mereka dan kategori C (cukup) untuk nilai afektive mereka. Hasil dari kompetensi siswa-siswa guru 2 menunjukan bahwa murid-murid mendapatkan categoro B- untuk nilai psikomotor mereka, kategori B untuk nilai kognitive mereka, dan kategori C (cukup) untuk nilai afektive mereka. Kata Kunci : Persepsi guru-guru, Pendekatan sientifik, Kurikulum 2013, Kompetensi Bahasa Inggris This study aimed at finding the teachers’ perception toward the use of scientific approach in teaching English based on Curriculum 2013 in relation to students’ competency at SMA Negeri 1 Sawan and the student’s competency after teaching and learning process using scientific approach based on Curriculum 2013. The subjects of the study were two teachers and 52 students in XI BABUD 1 and XI BABUD 2. This study was designed by using descriptive qualitative research. The result of the research shows that: (1) the teachers had positive perception toward the use of scientific approach in teaching English based on curriculum 2013 in relation to students’ competency at SMA Negeri 1 Sawan. Those teachers had also implemented the concept of scientific approach and Curriculum 2013 in their teaching learning process. The cumulative score also showed that those teachers had a very positive perception toward the use of scientific approach in teaching English based on Curriculum 2013 in relation to students’ competency, (2) the T1 and T2’s students affective, cognitive, and psychomotor result was bad. The result of T1’s competency of students showed that the students got C- category for their cognitive from their average score. They also got B- for their psychomotor and C (sufficient) for their affective. The T2’s competency of students showed that the students got B- for their psychomotor category, B category for their cognitive and C (sufficient) category for their affective.keyword : Teachers’ Perception, Scientific Approach, Curriculum 2013, Students’ English Language Competency
AN ANALYSIS OF THE TEXTBOOK USED IN TEACHING ENGLISH FOR THE TENTH GRADE STUDENTS OF COMPUTER TECHNOLOGY AND NETWORKING SUPPORT OF SMK NEGERI 3 SINGARAJA BASED IN CURRICULUM 2013 ., Ni Luh Denmacika Widiary; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5460

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis (1) masalah guru dan siswa ditemui ketika menggunakan buku teks yang berjudul "Bahasa Inggris UNTUK SMA / MA / SMK / MAK Kelas X" yang digunakan oleh siswa jurusan kelas sepuluh teknologi komputer dan jaringan di SMK Negeri 3 Singaraja pada tahun akademik 2014/2015 dari, (2) relevansi buku teks dengan penerapan kurikulum 2013, (3) kualitas umum buku teks, dan (4) penilaian buku teks berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang memanfaatkan kuesioner dan checklist. Hasil penelitian ini adalah (1) buku guru dan siswa memiliki masalah ketika menggunakan buku teks, (2) buku teks dengan pelaksanaan kurikulum 2013 adalah cukup relevan, (3) kualitas umum dari buku itu baik, dan (4) penilaian buku teks itu cukup tepat berdasarkan kurikulum 2013. dibutuhkan pembekalan kemampuan guru dan kewenangan untuk menentukan materi pembelajaran berkualitas berdasarkan kurikulum 2013.Kata Kunci : buku teks, kurikulum 2013, penilaian, jurusan teknik komputer dan jaringan This research was conducted to analyze (1) the problems teachers and students encountered when using the textbook entitled “Bahasa Inggris untuk SMA/MA/SMK/MAK kelas X” used by the tenth computer technology and networking support department grade students in SMK Negeri 3 Singaraja in the academic year of 2014/2015, (2) the relevancy textbook with the implementation of curriculum 2013, (3) the general quality of textbook, and (4) the assessment materials of textbook based on curriculum 2013. This research was a descriptive qualitative research which utilizing questionnaires and checklist. The result of this research were (1) the teacher’s textbook and student’s textbook have problems their meet when using textbook, (2) the relevancy of textbook with the implementation of curriculum 2013 was sufficient, (3) the general quality of textbook was good, and (4) the assessment material of textbook was sufficiently appropriate based on curriculum 2013. There was a need equip teachers ability and authority to do effort in the attempt to established good quality learning materials and assessment based on curriculum 2013.keyword : textbook, curriculum 2013, assessment, computer technology and networking support department
Developing Computer-Based Reading Materials for Teaching Reading to the Eighth Graders of the Second Semester at SMP Negeri 2 Banjar ., Gede Anna Putra; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media membaca Bahasa Inggris berbasis komputer untuk siswa kelas VIII semester II yang dapat digunakan untuk memotivasi siswa dalam belajar membaca Bahasa Inggris. Penelitian ini memakai desain R & D yang diajukan oleh Dick, Carey and Carey pada tahun 2005. Dalam penelitian ini, desain tersebut diterjemahkan ke dalam tiga tahap utama, diantaranya: (1) menganalisis masalah, (2) mengembangkan produk, dan (3) mengevaluasi produk. Untuk mengevaluasi konsep produk awal, penelitian ini memakai dua orang ahli, dan setelah itu uji coba terbatas dilakukan sebagai bagian dari evaluasi. Pada tahap evaluasi dari para ahli, penelitian ini memakai 2 orang ahli untuk mengevaluasi tiga aspek yaitu isi, instruksi, dan multimedia dengan memakai rubrik yang berbeda untuk tiap aspek pada materi membaca berbasis komputer. Hasil dari penilaian ahli menunjukkan bahwa kualitas materi membaca berbasis komputer tergolong sangat bagus dengan nilai rata-rata 4,46 dalam rentang nilai 5,0. Sementara itu, tahap uji coba terbatas memakai 15 siswa sebagai peserta dan hasil dari angket yang diberikan kepada siswa menunjukkan bahwa 57,3% dari jawaban keseluruhan menandakan bahwa kualitas materi membaca Bahasa Inggris berbasis computer adalah bagus dan 22.67% menandakan kualitas materi membaca Bahasa Inggris berbasis computer adalah sangat bagus. Hasil dari penilaian ahli dan uji coba terbatas menandakan bahwa materi membaca Bahasa Inggris berbasis komputer yang dikembangkan mungkin bisa digunakan sebagai materi membaca tambahan dan bisa memotivasi siswa dalam pembelajaran membaca.Kata Kunci : Membaca dalam Konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, Materi Membaca Berbasis Komputer, Motivasi Siswa, Sekolah Menengah Pertama This study aimed at developing computer-based English interactive reading materials for eighth graders of junior high school in the second semester that can be used to motivate the students in their learning of English reading. This study adopted the Research and Development design proposed by Dick, Carey and Carey in 2005. In this study, the design was translated into three major steps, i.e.: (1) needs analysis, (2) product development, and (3) product evaluation (formative evaluation). To evaluate the initial draft of the product, this study employed two experts, and after that a limited field try-out was conducted as part of the formative evaluation. In the stage of experts’ judgment, this study used two experts to evaluate three domains namely content, instruction and multimedia through different English interactive reading materials assessment rubrics for each domain. The results of experts’ judgment showed a very good quality of the draft with the mean score of 4.46 out of the 5.0 range of score. Meanwhile, the limited field try-out employed 15 students as the participants and the results from the questionnaires given to the students showed that 57.3% of total responses indicated a good quality and 22.67% indicated a very good quality of the computer-based English interactive reading materials. Both the results of the experts’ evaluation and the limited field try-out indicated that the computer-based English interactive reading materials developed are feasible to be used as supplementary reading materials and are able to motivate the students in their learning of reading.keyword : Efl Reading, Computer-Based Reading Materials, Students’ Motivation, Junior High School
Co-Authors ., Anak Agung Raka Candra Dewi ., Anak Agung Raka Candra Dewi ., Dewa Gde Panji Prasetya ., Dewa Gde Panji Prasetya ., Dwi Putri Widiantari Ni Made ., Dwi Putri Widiantari Ni Made ., Gusti Ayu Made Dwi Adi Susanti ., Gusti Ayu Made Dwi Adi Susanti ., Gusti Ayu Putu Taharyanti ., Gusti Ayu Yulia Andarini ., Gusti Ayu Yulia Andarini ., I Dw Ayu Okky Widyarini Laras ., I Dw Ayu Okky Widyarini Laras ., Ida Bagus Made Ari Dwitya Senjaya ., Ida Bagus Made Ari Dwitya Senjaya ., Komang Savitri Putri ., Komang Savitri Putri ., Luh Gede Hesti Parwati ., Luh Gede Hesti Parwati ., Luh Putu Nia Arnida Putri ., Luh Putu Nia Arnida Putri ., Luh Putu Relita Wijayanti ., Luh Putu Relita Wijayanti ., Made Ayu Rizky Dewanti ., Made Ayu Rizky Dewanti ., Md Gd Dwi Susantha s ., Md Gd Dwi Susantha s ., Ni Kadek Yuli Widyastuti ., Ni Luh Devi Wimayanti ., Ni Luh Devi Wimayanti ., Ni Luh Made Ayu Nuriyastuti ., Ni Luh Made Ayu Nuriyastuti ., Ni Made Ayu Ratna Sulistya Dewi ., Ni Made Pastiyari ., Ni Made Pastiyari ., Ni Nengah Raniasih ., Ni Nengah Raniasih ., Ni Putu Novita Sukasari Kurniadi ., Ni Putu Novita Sukasari Kurniadi ., Ni Putu Widya Kristy Yanti ., Ni Putu Widya Kristy Yanti ., Ni Wayan Aristiya Dewi ., Ni Wayan Aristiya Dewi ., Ni Wayan Devi Astuti ., Ni Wayan Devi Astuti ., Ni Wayan Widiarini ., Ni Wayan Widiarini ., Ni Wayan Wita Astiti S. ., Putu Agus Septiyana ., Putu Agus Septiyana ., Putu Dina Amelia ., Putu Dina Amelia ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Indah Darmayani ., Putu Indah Darmayani ., Putu Pande Novita Sari ., Putu Pande Novita Sari ., Putu Widya Savitri ., Putu Widya Savitri Annisa Fitri ., Annisa Fitri Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Drs. Asril Marjohan,MA . Dwi Kadek Heryana ., Dwi Kadek Heryana G.A.P. Suprianti Gede Anna Putra ., Gede Anna Putra Gusti Ngurah Rai Dwijantara . I Gede Budasi I Gede Prasetyo Wibisana . I Gst. Ayu Agung Mirah Meyliana . I Nyoman Adi Jaya Putra I Putu Ngurah Wage Myartawan I Wayan Heri Sumardika ., I Wayan Heri Sumardika Ida Ayu Putri Brahmantini ., Ida Ayu Putri Brahmantini Ida Ayu Utari Wasundari ., Ida Ayu Utari Wasundari Irene Puspita Sari . Kadek Nina Harnin ., Kadek Nina Harnin Kadek Yuda Widnyana ., Kadek Yuda Widnyana Laras Wahyurini . Luh Diah Surya Adnyani Luh Melin Udayanti ., Luh Melin Udayanti Luh Putu Artini Luh Putu Pipin Dwineta . Luh Sri Damayanti ., Luh Sri Damayanti Luh Tiwika Praba . M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Made Seni Ryana . Ni Kadek Ary Nova Wardani . Ni Km Ari Widyasih . Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Ayu Sunaryati . Ni Komang Yuli Arisma Dewi . Ni Luh Denmacika Widiary ., Ni Luh Denmacika Widiary Ni Luh Putu Maya Apsari ., Ni Luh Putu Maya Apsari Ni Made Ratminingsih Ni Wayan Cintya Prayogi ., Ni Wayan Cintya Prayogi Ni Wayan Diantini . Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Karina Wedhanti Petrus I Wayan Brahmadyantara . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Kerti Nitiasih S.Pd. I G A Lokita P Utami . S.Pd. I Putu Ngurah Wage M . S.Pd. M.Pd. Ni LP. Eka Sulistia Dewi . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Wayan Cherrie Hana Melati ., Wayan Cherrie Hana Melati Windy Louisa Rosang . Wisnu Saputra . Wulan Trisna Siska .