Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH STRATEGI ACTIVE LEARNING TYPE FIRING LINE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SINGARAJA A.A. Istri Diah Maharani .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .; I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa dibelajarkan dengan strategiActive Learning Type Firing Line lebih tinggi daripada siswa dibelajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2014/2015, yaitu 405 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII I sebanyak 32 siswa dan seluruh siswa kelas VII J sebanyak 33 siswa. Kelas VII I merupakan kelas eksperimen dan kelas VII J merupakan kelas kontrol. Kelas tersebut ditentukan dengan menggunkan teknik random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika berbentuk soal uraian dengan jumlah lima butir soal. Data hasil tes dianalisis menggunakan uji-t. Hasil pengujian hipotesis mendapatkan thitung = 5,2082dan ttabel = 1,9983. Hasil pengujian hipotesis menujukan bahwa tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi Active Learning Type Firing Line lebih tinggi daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Ini berarti terdapat pengaruh strategi Active Learning Type Firing Lineterhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.Kata Kunci : Strategi Active Learning Type Firing Line, kemampuan pemecahan masalah. This research is aimed to investigate whether the problem solving ability between students which are taught by using Active Learning Type Firing Linestrategy is higher than students which are taught by conventional learning strategy. The research is done in the design of Post-test Only Control Group Design. The population of this research is all 7th Grade students of SMPN 3 Singaraja in academic year 2014/2015, which there are 405 students. Samples are VII I class, with 32 students and all students of VII J Class, as much as 33 students. VII I Class takes place as experimental class and VII J is the control class. Those classes are determined by using random sampling technique. The students’ problem solving data are gathered through problem solving tests which are formed in 5 essay tests. The students’ problem solving data are analyzed by using t-test. The result of hypothesis testing gets taritmatic = 5,2082 dan ttable = 1,9983. The result of hypothesis testing shows the students ‘level of mathematics problem solving ability which is treated by Active Learning Type Firing Line is higher than treated with conventional learning strategy. Thus, it can be concluded that Active Learning Type Firing Line can influence students’ problem solving ability.keyword : Active Learning Type Firing Line Strategy, Problem Solving Ability.
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 BANJAR JAWA SINGARAJA Deviana .; Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5773

Abstract

PPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa Kelas IV SD Negeri 3 Banjar Jawa Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas IVB dan IVC yang diambil menggunakan teknik sampel rumpun secara acak. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika yang dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian. Data penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=4,007 dan ttabel = 1,6730 sehingga diperoleh nilai t_hitung>t_tabel maka berdasarkan hal tersebut H_0 ditolak. Hal ini berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini diperkuat oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video mendapatkan pengalaman lebih banyak dalam menjawab permasalahan sehingga dapat meningkatkan pengetahuannya. Kata Kunci : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Pemecahan Masalah Matematika This study aimed to determine whether the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. The study was a quasi experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this research was the 4th grade students of SD Negeri 3 Banjar Jawa on the academic year 2014/2015 in Singaraja. The selected sample was the class IVB and IVC, which were taken by using cluster random sampling technique. The data of this research was the mathematical problem solving ability, which was collected by essay test and analyzed using one tail independent t-test with 5% significance level. The results showed that tscore = 4.007 is greater than ttable = 1.6730. It consequently means that the Null Hypothesis must be rejected. It is concluded that the mathematical problem solving ability of students who took blended learning based on whiteboard animation video is better than those who take conventional learning. This conclusion is supported by the empirical finding that students who took blended learning based on whiteboard animation videos had more experience in problem solving activity. This is why those student performed better than their counterpart.keyword : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Mathematical Problem Solving
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII NON UNGGULAN SMP NEGERI 2 SINGARAJA Desak Made Pindari Dwi Putra .; Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dan menggunakan Post Test Only Control Group Design. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa Kelas VII Non Unggulan SMP Negeri 2 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII 8 dan VII 9 yang berjumlah 75 orang yang diambil menggunakan teknik pemilihan sampel rumpun secara random. Data dikumpulkan melalui tes prestasi belajar matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes objektif dan diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung = 6,280 > ttabel = 1,992. Akibatnya Ho harus ditolak. Hal ini berarti bahwa prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Lebih lanjut penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih besar dari rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini beralasan karena dukung oleh temuan lapangan bahwa siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih aktif, memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, lebih termotivasi, dan bersemangat dalam belajar matematika dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensionalKata Kunci : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Prestasi belajar matematika This study aimed at finding out whether the mathematical learning achievement of students who joined with blended learning based on whiteboard animation video is better than those who joined with conventional learning. This study was a quasi experiment and using a Post Test Only Control Group Design. The population of this research was the regular class of grade 7 of SMP N 2 in Singaraja. The selected sample was the class VII 8 and VII 9, which were taken by using cluster random sampling technique. The data of this research was the mathematical learning achievement test, which was gathered by objectif test and analyzed using one tail independent t-test with the 5% of significance level. The result indicated that the tscore = 6,280 is greater than ttable = 1,992. It implied that the null hypothesis must be rejected. It can be concluded means that the mathematical learning achievement of students who joined with blended learning based on whiteboard animation video is better than those who joined with conventional learning. It furthermore it is shown that the average score of the students’ mathematical learning achievement who joined with blended learning based on whiteboard animation video is better than those who joined with conventional learning. This result was strengthen by the fact that the students who joined with blended learning based on whiteboard animation video were more active, more curious, more motivated and more enthusiastic in learning mathematics than those who joined with conventional learning.keyword : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Mathematical learning achievement
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COLLABORATIVE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII B1 SMP NEGERI 4 SINGARAJA Maria Ni Made Ilia Yudi Rosita .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .; I Made Suarsana, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5901

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII B1 SMP Negeri 4 Singaraja dan mengetahui tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran Collaborative. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 33 orang siswa kelas VIII B1 SMP Negeri 4 Singaraja pada semester ganjil tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Data awal kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes awal kemampuan pemecahan masalah matematika berbentuk soal uraian dan data tanggapan siswa dikumpulkan melalui angket tanggapan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dari 20,00 (kategori rendah) pada refleksi awal terus meningkat dari siklus ke siklus menjadi 76,44 (kategori tinggi) pada siklus III. Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran Collaborative dalam pembelajaran matematika tergolong positif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Collaborative dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII B1 SMP Negeri 4 Singaraja. Kata Kunci : Collaborative, kemampuan pemecahan masalah The research was conducted in order to improve the ability of mathematics problem solving of grade VIII B1 students in SMP Negeri 4 Singaraja and to know students' responses to the Collaborative learning model application.This research was a classroom action research that involved a subject of 33 students of grade VIII B1 SMP Negeri 4 Singaraja in the first semester of the school year 2014/2015. This research was conducted in three steps, each step consisting of action planning stage, action, observation and evaluation, and also reflections.Preliminary data of students’ mathematical problem solving ability was collected using an early test of mathematical problem solving abilities in the form of description test and the data of students’ responses were collected through student responses questionnaires. The results showed that the average score of students' mathematical problem solving abilities from 20.00 (low category) at the beginning of the reflection increasing from cycle to cycle into 76.44 (high category) in the third cycle. Students’ responses to the application of Collaborative Learning Model in mathematics relatively positive.Based on these results, it can be concluded that the application of Collaborative learning model could improve the mathematical problem solving abilities of grade VIII B1 of SMP Negeri 4 Singaraja. keyword : Collaborative, problem solving skills
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DENGAN PENERAPAN MODEL LAPS-HEURISTIK DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA Ni Luh Ayu Sarastuti .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa, dan tanggapan siswa Kelas VIII A1 SMP Negeri 6 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaran LAPS-Heuristik dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 26 orang siswa Kelas VIII A1 SMP Negeri 6 Singaraja pada semester genap tahun 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi, dan refleksi. Data kemampuan berpikir kreatif siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian, sedangkan data tanggapan siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan berpikir kreatif siswa pada siklus I sebesar 44,15, pada siklus II 66,30, dan pada siklus III 78,3. Hal ini disebabkan oleh : 1) kegiatan pembelajaran pada model pembelajaran LAPS-Heuristik cenderung berpusat pada siswa (student centered), dimana siswa diberikan kesempatan untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, 2) pada fase pemahaman masalah siswa diberi kesempatan menggali pengetahuan mengenai materi pembelajaran, sumber-sumber belajar yang sudah mereka dapat untuk menyelesaikan bahan kajian yang diberikan, 3) pada fase perencanaan, pengetahuan berupa konsep mulai dikontruksi oleh siswa berdasarkan pengalaman pada fase pemahaman masalah, 4) pada fase solusi, konsep yang telah terbentuk diinternalisasi ke dalam struktur kognitif siswa (proses pendalaman konsep), dan 5) pada fase pengecekan, dilakukan penyimpulan materi dan pengkajian alternatif jawaban siswa (keluwesan dan keaslian). Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran LAPS-Heuristik dalam pembelajaran matematika tergolong positif.Kata Kunci : Model Pembelajaran LAPS-Heuristik, kemampuan berpikir kreatif The objectives of this study were to know the improvement of the creative thinking skill by using LAPS-Heuristic teaching model on eighth grade students at SMP Negeri 6 Singaraja. This study was classroom action research involving 26 students on eighth grade at SMP Negeri 6 Singaraja on second semester in academic year 2014/2015 as subject of this study. This study was conducted in three cycles which was in each cycles consist of planning, acting, observing and reflecting phase. The data of students’ creative thinking skill were collected by using essay test and the data of students’ response were collected by using questionnaire. The data analyzed descriptively. The result of this study indicated that the means score of students’ creative thinking skill 44,15 on cycle I, 66,30 on cycle II, and 78,3 on cycle III. This was caused by: 1) the activity of LAPS-Heuristic tended focus on students (student centred), in which students were given opportunity to construct their knowledge, 2) in problem understanding phase, the students were given opportunity to explore knowledge about the learning materials, the learning sources to complete their study material, 3) in planning phase, the concept of knowledge began to be constructed by students based on experience of problem understanding phase, 4) in solving phase, the concepts were internalized into students’ cognitive structure (deepening concept process), and 5) in checking phase was done by concluding the material and assessment of students’ alternative answers (flexibility and originality). The students’ response toward the implementation LAPS-Heuristic teaching model in learning mathematics had positive response.keyword : LAPS-Heuristic teaching model, creative thinking skill
PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS DISERTAI UMPAN BALIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUKASADA I Wayan Suardita .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas disertai umpan balik segera lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pemberian tugas disertai umpan balik tunda. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016, yaitu sebanyak 102 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling untuk mendapatkan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Skor tes prestasi belajar matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata skor prestasi belajar kelas eksperimen adalah 80 sedangkan pada kelas kontrol adalah 71,6. Hasil pengujian dengan uji-t diperoleh nilai thitung adalah 2,62471 dan nilai ttabel adalah 1,68488 sehingga, thitung > ttabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas disertai umpan balik segera lebih baik daripada pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas disertai umpan balik tunda.Kata Kunci : Metode pemberian tugas, umpan balik, prestasi belajar matematika This study is aimed to determine whether the mathematics achievement of students who learned with the method of assignment with immediate feedback is better than the mathematics achievement of students who learned with the method of assignment with delayed feedback. The population of this study were all students of class X SMA Negeri 1 Sukasada 2015/2016 academic year, as many as 102 people. Sampling was done by random sampling techniques to obtain one control group and one experimental group. The research design used in this study is the Post-test Only Control Group Design. Mathematics learning achievement test scores of students were analyzed using one-tailed t-test. Based on the analysis it is obtained that average score of learning achievement experimental class is 80, while the control group was 71.6. Result of testing by t-test, it is obtained that tcount is 2,62471 and the values ttable is 1,68488 so that, tcount > ttable. So it can be concluded that the mathematics achievement of students who learned by using the method of assignment with immediate feedback is better than students achievement who learned by using the method of assignment with delayed feedback.keyword : The method of assignment, feedback, mathematics achievement
Pengaruh Evaluasi Diri Dalam Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Matematika Dan Self Efficacy Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada Ni Made Rasminiati .; Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8164

Abstract

Penelitian semu ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika dan self efficacy antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan evaluasi diri dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah post test only control group design. Populasi penelitan adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016. Sampel penelitian dipilih dengan teknik random sampling, sebelum memilih dua kelas secara acak dilakukan uji kesetaraan dengan menggunakan ANAVA satu jalur untuk mengetahui bahwa populasi setiap kelas setara. Data skor prestasi belajar matematika siswa diperoleh melalui tes yang berbentuk uraian dan skor self efficacy siswa diperoleh melalui angket. Analisis data menggunakan uji MANOVA. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika dan self efficacy antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan melakukan evaluasi diri dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F = 58,052 dan Sig = 0,000 ;p < 0,05); kedua, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan melakukan evaluasi diri dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F = 77,183 dan Sig = 0,000 ;p < 0,05); ketiga, terdapat perbedaan self efficacy antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan melakukan evaluasi diri dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F = 54,669 dan Sig = 0,000 ;p < 0,05). Dengan demikian, pembelajaran dengan melakukan evaluasi diri berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika dan self efficacy siswa. Kata Kunci : Kata kunci: evaluasi diri, prestasi belajar matematika, self efficacy This quasi research was aimed to know the differences mathematics learning achievement and self efficacy between students who learned with self evaluation and students who learned with conventional learning. This research used post-test only control group design. The population of this research was students of VII of SMP Negeri 1 Sukasada in academic year 2015/2016. Samples was selected by random sampling technique, before choosing two classes of random testing should be performed using ANOVA one way equality test of the similar population. Data of mathematics learning achievement was collected through test and data of self efficacy was collected through questionnaires. The data was analyzed by using MANOVA test. The data analysis found that; first, there was differences mathematics learning achievement and self efficacy between students who learned with self evaluation and students who learned with conventional learning (F = 58,052 dan Sig = 0,000 ;p < 0,05); second, there was differences mathematics learning achievement between students who learned with self evaluation and students who learned with conventional learning (F = 77,183 dan Sig = 0,000 ;p < 0,05); third, there was differences self efficacy between students who learned with self evaluation and students who learned with conventional learning (F = 58,052 dan Sig = 0,000 ;p < 0,05). Therefore, can be concluded that learned with self evaluation give positive effect to mathematics learning achievement and self efficacy.keyword : Keywords: self evaluation, mathematics learning achievement, self efficacy
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII 4 SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) Putu Sinta Ari Utami .; Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan yang optimal pemahaman konsep matematika siswa dan tanggapan siswa kelas VII 4 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja yang dicapai melalui model pembelajaran auditory intellectually repetition. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII 4 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja pada semester genap tahun ajaran 2015/2016, sebanyak 31 orang. Pada penelitian ini pengumpulan data pemahaman konsep matematika siswa menggunakan tes uraian dan tanggapan siswa menggunakan angket. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan optimal terjadi pada siklus III dengan rata – rata skor mencapai 80,10, daya serap 80,10% dan ketuntasan belajar 77,41%. Pelaksanaan yang optimal terjadi pada siklus III dikarenakan diawal pembelajaran dilakukan pengklarifikasian jawaban siswa oleh guru terkait apersepsi, selama proses pembelajaran guru berusaha secara maksimal memberikan kesempatan kepada siswa menyampaikan kembali konsep dengan bahasa sendiri dan memberikan contoh atau bukan contoh supaya mampu memahami konsep yang diperoleh dengan memberikan motivasi, pendekatan secara langsung, menunjuk siswa secara acak dan memberikan penghargaan yang lebih kepada kelompok siswa yang unggul diakhir pelajaran. Selain itu, tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran auditory intellectually repetition ditinjau dari rata – rata skor tanggapan siswa sebesar 65,06 berada dalam kategori sangat positif karena siswa tertarik dengan adanya diskusi dan pengulangan.Kata Kunci : model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition, pemahaman konsep matematika This research was aimed to know enhancement conceptual understanding of mathematics students and students responses VII 4 grade students of SMP Laboratorium Undiksha Singaraja achieved through Auditory Intellectualy Repetition learning model. The types of this research was classroom action research implemented in three cycles. The research subject was VII 4 grade students of SMP laboratorium Undiksha Singaraja in academic year 2015/2016, as many as 31 students. The data of conceptual understanding of mathematics was collected by test description and students responses was collected by responses questionnaire. Then, the data of conceptual understanding of mathematics and students responses were analyzed by using descriptive analysis. The result showed that conceptual understanding of mathematics had optimal in cycle III with average scores reached 80,10, absorption were 80,10%, and completeness learning were 77,41%. It because in early learning has been clarified answers to students by teacher about apersepsi and during the learning process, teacher was strive providing opportunity for students to describe concepts in their own words and identify or give examples and nonexamples so that understand it with give a motivation, random appointment, and given gift to group of students at the end of the lesson. Other than that, students responses to the Auditory Intellectualy Repetition learning model in terms of the average score of the students respond by 65,06 were in very positive category, because students interested in their discussion and repetition.keyword : Auditory Intellectually Repetition learning model, conceptual understanding of mathematics
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berorientasi Masalah Ekonomi Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas X Keuangan/Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja Ni Luh Sudiartini .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah berorientasi masalah ekonomi lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah ekperimen semu dengan desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X Keuangan/Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2015/2016 yaitu sebanyak 128 siswa. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah yang diberikan di akhir penelitian. Data dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5% dan dk 83. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah berorientasi masalah ekonomi adalah 72 sedangkan rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional adalah 64. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung = 2,79 dan ttabel = 1,66. Jika dibandingkan nilai thitung > ttabel sehingga H0 ditolak. Berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah berorientasi masalah ekonomi lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berorientasi masalah ekonomi berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X Keuangan/Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja. Kata Kunci : Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Berorientasi Masalah Ekonomi, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika This study is aimed at determining whether the mathematical problem solving ability of students who learned using problem-based learning with economic problem oriented model were better than the problem solving ability of students who learned using conventional learning. This research is a quasi-experiment research which used a post-test only control group design. The population of this study was all students of Class X Finance / Accounting in SMK Negeri 1 Singaraja in the academic year 2015/2016, for about 128 students. The sampling technique used was random sampling technique to determine the sample. Data of mathematics problem solving ability of students obtained through problem solving ability test given at the end of the study. The data were analyzed using one-tailed t-test with a significance level of 5% and dk 83. The post-test results showed that the average score of mathematical problem solving ability of students that learned with problem based learning with economic problem-oriented is 72 while the average score mathematical problem solving ability of students that learned with conventional learning is 64. From the analysis of the data, obtained tcount = 2.79 and ttable = 1.66. When compared t count > t table so H0 is rejected. Means that the mathematical problem solving ability of students who learned using problem-based learning with economic problem oriented model were better than in the problem solving ability of students which is learned by using conventional learning. Therefore, it can be concluded that the model of problem-based learning with economic problem-oriented positively affects the ability of mathematical problem solving class X Finance / Accounting SMK Negeri 1 Singaraja.keyword : Problem Based Learning model, Economic Problem Oriented, Mathematical Problem Solving Ability.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERORIENTASI MASALAH MATEMATIKA TERBUKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 3 SINGARAJA I Wayan Kumarayasa .; Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berorientasi masalah matematika terbuka lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group Design. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 3 yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dianalisis menggunaan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=1,86491 >〖 t〗_tabel= 1,68595. Hal ini menjelaskan bahwa H_(0 ) ditolak, yang berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berorientasi masalah matematika terbuka lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini terjadi karena adanya fakta-fakta empiris bahwa siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berorientasi masalah matematika terbuka lebih aktif bertanya, lebih bersemangat dalam memecahkan masalah matematika, dan lebih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model pembelajaran generatif, masalah matematika terbuka, pemecahan masalah matematika This study was aimed at investigating whether mathematical problem solving ability of students who were taught with generative learning model oriented on open-ended mathematical problem was better than those who were taught with conventional learning model. This study was a quasi experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this study was all students of XI MIPA class at SMA Negeri 3 Singaraja in the academic year 2015/2016. Cluster random sampling was used as the sampling technique in this study, in which XI MIPA 1 and XI MIPA 3 classes were selected randomly as the samples of the study. Essay test was used to gather the students’ mathematical problem solving ability as the data of this research. One tail independent t-test with 5% significance level was used to analyze the data. The result of the study showed that the tscore = 1,86491 > ttable = 1,68595. Based on the data analysis, it can be concluded that the nul hypothesis was rejected. This means that the students’ mathematical problem solving ability who were taught with generative learning model oriented on open-ended mathematical problem was better than the one of students who were taught with conventional learning model. This result was supported by the findings that the students who were taught with generative learning model oriented on open-ended mathematical problem were more active, enthusiastic, and curious than those who were taught with conventional learning model.keyword : Generative learning model, open-ended mathematical problem, mathematical problem solving
Co-Authors ., Cok Istri Tirta Parhayani ., I Gede Eva Purwanta Wijaya ., I Wayan Dipta Samsidim ., I Wayan Kumarayasa ., Kadek Purna Bawa ., Komang Putra Astrawan ., Made Ayu Rita Budiarweni ., Ni Luh Sudiartini ., Ni Made Nur Widowati Rustiana ., Ni Made Rasminiati ., Ni Made Tyagita Viviana ., Ni Putu Diah Pita Loka ., Putu Sinta Ari Utami A.A. Istri Diah Maharani . A.A. Istri Diah Maharani ., A.A. Istri Diah Maharani Adhiatma, Ida Bagus Kade Agus Adiarta,ST,MT . Andayani, Made Susi Lissia Ardiyanti, N M D Artanayasa, Wayan Arya Melyana Setiawati, Luh Putu Budiarta, I Kadek Dwi CIPTAWATI., L.P.E Cok Istri Tirta Parhayani . Cokorda Dalem Dahana Desak Made Pindari Dwi Putra . Desak Made Pindari Dwi Putra ., Desak Made Pindari Dwi Putra Deviana . Deviana ., Deviana Dewa Ayu Krisna Apriyanti Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewi, N. K. M. S Dewi, Ni Komang Tri Yunita Dian Puspita Putri, Luh Putu Dinasty, Arga Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Gayatri, Sri Amertha Gede Suweken Githa, P. S Gusti Ayu Ari Primandani . Gusti Ayu Ari Primandani ., Gusti Ayu Ari Primandani Gusti Ayu Mahayukti Hadi, Muhtar Syamsul I Gede Eva Purwanta Wijaya . I Gst Putu Sudiarta I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Putu Suharta I Ketut Sudiarta I Komang Aditya Saptayana . I Komang Aditya Saptayana ., I Komang Aditya Saptayana I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suarsana I Made Suarsana I Nyoman Gita I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Wisna Ariawan I Wayan Dipta Samsidim . I Wayan Kumarayasa . I Wayan Puja Astawa I Wayan Suardita . I Wayan Suardita ., I Wayan Suardita I Wayan Suastra Ida Bagus Putu Arnyana Ida Bagus Putu Mardana Ida Fitria Kadek Purna Bawa . Komang Putra Astrawan . Kurniawan, I G. D Luh Putu Arya Melyana Setiawati Luh Putu Arya Putri Adnyani . Luh Putu Dian Puspita Putri M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Made Adi Cahya Dewi . Made Adi Cahya Dewi ., Made Adi Cahya Dewi Made Ayu Rita Budiarweni . Maria Ni Made Ilia Yudi Rosita . Maria Ni Made Ilia Yudi Rosita ., Maria Ni Made Ilia Yudi Rosita N M D Ardiyanti Ni Luh Ayu Sarastuti . Ni Luh Ayu Sarastuti ., Ni Luh Ayu Sarastuti Ni Luh Sudiartini . Ni Made Nur Widowati Rustiana . Ni Made Rasminiati . Ni Made Sri Mertasari Ni Made Tyagita Viviana . Ni Nyoman Parwati Ni Putu Anik Ayu Dhana . Ni Putu Anik Ayu Dhana ., Ni Putu Anik Ayu Dhana Ni Putu Diah Pita Loka . Ni Putu Widya Purnamawati Nia Erlina P. S Githa Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Putu Pasek Suryawan Putu Sinta Ari Utami . Putu Wika Purwani . Putu Wika Purwani ., Putu Wika Purwani S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sariyasa . Sri Amertha Gayatri SUARSANA, I.M Sugiharni, Gusti Ayu Dessy Suharta, I. G. P Sukawijana, I Komang Gede Suryawan, Putu Pasek Suweken, G Utami, Eka Sulistya