I Wayan Wendra
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 144 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN METODE COOPERATIVE SCRIPT DI KELAS X IPS 1 Perayani, Kadek; Sriasih, Sang Ayu Putu; Wendra, I Wayan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perencanaan pembelajaran teks laporan hasil observasi dengan metode cooperative script di kelas X IPS 1 SMAN N 3 Singaraja, (2) pelaksanaan pembelajaran teks laporan hasil observasi dengan metode cooperative script di kelas X IPS 1 SMAN 3 Singaraja, (3) evaluasi pembelajaran teks laporan hasil observasi dengan metode cooperative script di kelas X SMAN 3 Singaraja.  Objek penelitian ini yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran dengan metode cooperative script. Subjek penelitian ini  guru bahasa Indonesia di SMAN 3 Singaraja. Rancangan penelitain menggunakan deskripstif kualitatif. Pengumpulan data  menggunakan metode (1) observasi,(2) wawancara, (3) dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran teks laporan hasil observasi dengan metode cooperative script sudah sesuai dengan pembelajaran berdasarkan karakteristik metode cooperative script juga sejalan dengan ketentuan Kurikulum 2013, namun perlu ditambahkan sumber belajar yang sesuai dengan pembelajaran, media pembelajaran seharusnya disesuaikan dengan karakteristik siswa (2) pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan sudah sesuai dengan skenario pembelajaran berdasarkan karakteristik metode cooperative script, namun terdapat hal yang masih luput yaitu apersepsi dan  pemanfaatan alokasi, (3) evaluasi pembelajaran sudah sesuai dengan prinsip metode cooperative script. Namun ada beberapa yang masih luput dari perhatian guru yaitu petunjuk soal dan rentangan skor pada butir soal.Kata Kunci: Pembelajaran Teks laporan hasil observasi, metode Cooperative Script.
REPRESENTASI NILAI KARAKTER DAN KEARIFAN LOKAL (LOCAL GENIUS) PADA CERPEN SURAT KABAR BALI POST (SEBAGAI DASAR MENENTUKAN CERPEN YANG LAYAK DITERBITKAN) Wendra, I Wayan; yasa, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah berikut. Bagaimana representasi keberadaan nilai karakter pada cerpen yang termuat pada surat kabar Bali Post? Kearifan lokal apa saja yang dipresentasikan pada cerpen yang termuat pada surat kabar Bali Post? Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerpen yang diambil dari surat kabar Bali Post mulai Januari-Maret 2020. Objek penelitiannya adalah representasi keberadaan nilai karakter pada cerpen dan kearifan lokal  yang dipresentasikan pada cerpen.  Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen. Data dianalisis dengan metode  induktif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Presentasi keberadaan nilai karakter  pada cerpen  telah mencakup sebagian besar  nilai karakter yang harus ditanamkan kepada anak bangsa dan relevan dengan nilai-nilai karakter yang harus ditanamkan dan sesuai dengan ideologi yang diusung Bali Post yakni Pancasila dan prinsip Ajeg Bali. Nilai karakter yang dipresentasikan  secara berurut sebagai berikut:  nilai tanggung jawab, nilai cinta tanah air, nilai kerja keras, nilai religius, nilai toleransi, nilai bersahabat/komunikatif, nilai semangat kebangsaan, nilai peduli sosial, nilai disiplin,  nilai cinta damai,  nilai mandiri,  nilai peduli lingkungan,  nilai jujur dan nilai kreatif.  Keberadaan nilai karakter  yang mendominasi adalah nilai tanggung jawab dan nilai cinta tanah air. Kearifan lokal yang direpresentasikan dalam cerpen ada lima  yakni: kearifan lokal sebagai pedoman bertindak agar teliti, pedoman bertindak waspada, pedoman berbuat ikhlas, pedoman sikap bertanggung jawab dan  pedoman sikap ingin berprestasi. Keberadaan cerpen yang termuat di Bali Post konsisten dengan idelogi yang diusung yakni Pancasila dan Prinsip Ajeg Bali. Hal in memberi peluang bagi guru dalam memilih materi teks yang autentik dan kontekstual dalam pembelajaran dan bagi dosen pengampu mata kuliah kejurnalistikan untuk pertimbangan pemikiran dalam pembelajaran menulis teks cerpen yang layak dimuat . Juga sebagai  alternatif dasar pertimbangan  dalam memilih teks cerpen yang layak dimuat sesuai dengan ideologi yang diusung sebuah mediaKata Kunci: Representasi, Nilai karakter, Kearifan lokal, Cerpen
ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN PERSETERUAN ANTARA POLRI DENGAN KPK PADA HARIAN BALI POST DAN KOMPAS ., Ida Bagus Herry Yudha Prawira; ., Drs. I Wayan Rasna,M.Pd; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6247

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) kosakata pada media Bali Post dan Kompas dalam mengonstruksi pemberitaan perseteruan anatara Polri dengan KPK dan (2) tata bahasa pada media Bali Post dan Kompas dalam mengonstruksi pemberitaan perseteruan antara Polri dengan KPK ditinjau dari analisis wacana krtitis Roger Fowler, dkk. Subjek dalam penelitian ini adalah media cetak Bali Post dan Kompas. Sementara itu, objek penelitian ini adalah pemberitaan perseteruan antara Polri dengan KPK. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi yang digunakan untuk mencari data yang berupa pustaka. Data pustaka tersebut berupa harian Bali Post dan Kompas edisi bulan Januari-Februari 2015, berita yang terdapat di dalam harian Bali Post dan Kompas tersebut adalah Pemberitaan Perseteruan Polri dengan KPK. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kartu data. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis wacana kritis Roger Fowler, dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bali Post lebih banyak menggunakan kosakata membuat klasifikasi dalam mengontruksi pemberitaanya,sedangkan Kompas lebih menonjolkan kosakata marjinalisasi dalam mengonstruksi pemberitaan perseteruan antara Polri dan KPK (2) Bali Post dan Kompas lebih banyak menggunakan tata bahasa pemasifan: penghilangan pelaku dalam mengonstruksi pemberitaan perseteruan antara Polri dengan KPK. Berdasarkan simpulan penelitian tersebut, disampaikan beberapa saran sebagai berikut. Mengingat semakin sengitnya persaingan media massa, disarankan kepada pembaca agar dapat memilah informasi secara kritis dan cermat, tidak hanya menelan informasi tersebut secara mentah-mentah. Pengelola media juga hendaknya selalu berusaha bersikap sesuai kode etik jurnalistik sehingga tidak dapat menimbulkan ambiguitas maupun kesimpangsiuran dari suatu peristiwa yang dapat membingungkan khalayakKata Kunci : analisis wacana kritis Roger Fowler, dkk. This reasearch is about descriptive qualitative research that purpose (1)to describe and analyze the vocabulary in Bali Post and Kompas media to contrruct the report of hostility between the Polri and KPK (2)to describe and analyze the grammatical in the Bali Post and Kompas media when contruct the report of hostylity between the Polri and KPK according the Roger Fowler teory . The subject of this research is Bali Post and Kompas media .The Object of this research the report of hostility between the Polri and KPK.The gathering of the data done by documentation method such as literature. The instrument in the gathering of the data in this research is card of data . Then the data analyzed by the critis reading of Roger Fowler.The result of this research explain about (1) The Bali Post use more vocabulary that make the clasification in contruct it news , whereas Kompas shown about marginalisation vocabulary in contruct the news of hostility between the Polri and KPK (2) Bali Post and Kompas use more passive grammatical: to lose the character in contruct the report of hostylity between the Polri and KPK. Based on the inference of the research, told some some suggestion such as. To remember the more stinging insect of the competition in the media, told the sugetion to the reader in other to get the information criticality. Seriously and accurate, not to consume the information that. The mediator should be stand at attention. Like the code of ethnic of the journalism. So cannot cause the ambiguity and phenomenon that make the people confused. keyword : Roger Fowler critical discourse analysis.
KESULITAN BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS IXC SMP NEGERI 3 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Ni Putu Eva Fransiska Dewi; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8619

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan (1) kesulitan belajar keterampilan menulis cerita pendek dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang dialami oleh siswa kelas IXC di SMP Negeri 3 Singaraja, (2) faktor yang menyebabkan kesulitan belajar keterampilan menulis cerita pendek dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang dialami oleh siswa kelas IXC di SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IXC dan guru bahasa Indonesia. Objek penelitian ini adalah kesulitan dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar dalam keterampilan menulis cerita pendek siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan yakni model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada delapan kesulitan belajar dalam keterampilan menulis cerita pendek yang dialami oleh siswa kelas IXC. Kesulitan tersebut yaitu a) kesulitan dalam menentukan topik, b) kesulitan dalam menentukan tema, c) kesulitan dalam membuat kerangka tulisan, d) kesulitan dalam mengembangkan kerangka, e) kesulitan dalam merangkai peristiwa menjadi alur cerita, f) kesulitan dalam menentukan konflik dari peristiwa, g) kesulitan dalam menyusun kalimat yang efektif, dan h) kesulitan dalam menyusun paragraf yang baik. (2) Ada tiga faktor yang menyebabkan adanya kesulitan belajar. a) Faktor yang bersumber dari lingkungan sekolah, b) faktor yang bersumber dari lingkungan keluarga, dan c) faktor yang bersumber dari lingkungan masyarakat. Secara umum, siswa memiliki kesulitan belajar dan faktor penyebab kesulitan belajar dalam keterampilan menulis cerita pendek. Dengan adanya kesulitan dan faktor penyebab kesulitan belajar tersebut, guru diharapkan mampu meretas kesulitan yang dialami oleh siswa dan mengatasi faktor penyebab kesulitan belajar tersebut. Kata Kunci : diagnosis, menulis, cerita pendek This study describes (1) the difficulty of learning the skills to write short stories in Indonesian language learning experienced by students in grade IXC at SMP Negeri 3 Singaraja, (2) factors that cause difficulty learning the skills to write short stories in Indonesian language learning experienced by students in grade IXC in SMP Negeri 3 Singaraja. This study used a qualitative descriptive design. The subjects were grade students and teacher Indonesian IXC. The object of this research is the difficulty and the factors that learning difficulties in students' skills of writing short stories. Collecting data in this study using observation and interviews. Analysis of the data used Miles and Huberman analysis model. The results of this study indicate that (1) there are eight learning difficulties in the skills of writing short stories experienced by students in grade IXC. These difficulties, namely the difficulty in determining the topic, making a writing frame, developing the framework, arranging the events into the storyline, determining a conflict of events, formulating an effective sentence, and compiling good paragraph. (2) There are three factors that cause learning difficulties. a) Factors to be sourced from school environment, b) factors derived from the family environment, and c) factors that originates from the environmental community. General, students have learning difficulties and the factors that cause learning difficulties short story writing skills. Given the difficulty and the factors causing learning difficulties, teachers are expected to pave the difficulties experienced by the students and address the factors that cause learning difficulties.keyword : diagnosis, writing, short story
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENULIS KARYA ILMIAH DI KELAS XII AP I SMK NEGERI 1 SERIRIT ., Made Hela Irawadi; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4778

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) langkah-langkah yang ditempuh dalam penerapan metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), (2) peningkatan hasil belajar siswa hingga tercapainya tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada kegiatan menulis karya ilmiah, (3) respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XII AP I SMK Negeri 1 Seririt dan objek yang dikaji adalah langkah-langkah penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), kemampuan siswa menulis karya ilmiah, dan respons siswa terhadap penggunaan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam pembelajaran menulis karya ilmiah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, kuesioner, dan wawancara. Data dianalisis dengan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) langkah-langkah pembelajaran yang tepat dalam penelitian ini dititikberatkan pada tiga hal, yaitu pemberian wacana yang sesuai dengan jumlah masing-masing anggota kelompok, pemberian tema wacana yang dekat dengan lingkungan siswa, dan mengajak siswa menganalisis contoh proposal secara konkret; (2) penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat meningkatkan hasil belajar menulis karya ilmiah siswa. Hal ini dapat dilihat dalam perbandingan skor rata-rata klasikal, yakni pada pratindakan skor rata-rata klasikal 68,2 (cukup), siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 75,7 (baik), sedangkan pada siklus II nilai rata-rata klasikal siswa menjadi 82,2 (baik); (3) siswa memberikan respons sangat setuju terhadap penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam pembelajaran menulis karya ilmiah yakni dengan skor 45,3. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada peningkatan aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis karya ilmiah dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Peneliti menyarankan agar hasil penelitian ini dapat diterapkan oleh guru bahasa Indonesia untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis karya ilmiah. Kata Kunci : CIRC, hasil belajar, karya ilmiah This study is aimed to describe (1) the steps which were taken in implementing the Teaching Learning method of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), (2) the improvement of students learning result to the achievement of completeness level in the students learning result on an activity of writing a scientific esay, (3) the students response toward the implementation of Teaching Learning method of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). This study is a classroom action research. The subject of this study is teacher and students of XII AP I SMK Negeri 1 Seririt and the object which was examined is the steps in implementing the Teaching Learning method of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), students capability in writing a scientific esay and the students response toward the use of the Teaching Learning method of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), in learning to write a scientific esay. The methods of collecting data which were used are observation, test, questionnaire and interview. The data was analyzed by data analysis technique in quantitatively and qualitatively. The result of this research was (1) the learning steps was done in this research was in three steps, they were; the given text in accordant to group numbers, the theme of text which familiar to students’ environment, and invite students to analyze the given proposal concretely; (2) the implementation of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) could increase students’ scientific writing achievement. It could be seen on their average score of classical term, it was about 68.2 (adequate), the classical average score on the first cycle was 75.7 (good), meanwhile the classical average score on the second cycle was 82.2 (good); (3) Students gave a good response on the implementation of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) toward the scientific writing study with score 45.3. The result of this research showed the enhancement of teacher and students’ activity in scientific writing learning process with the implementation of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). The researcher suggests that the result of this research to be implemented in scientific writing learning process by the teacher. keyword : CIRC, the result of learning, scientific esay
PENULISAN TAJUK RENCANA : KAJIAN BERBASIS TAHAPAN PENALARAN, TEKNIK INTERPRETASI DAN ISI (Sebagai Upaya Pemilihan Materi Teks Autentik Dalam Pembelajaran Jurnalistik) I Wayan Wendra
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol. 14 No. 01 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.808 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v14i1.17892

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memecahkan masalah berikut. (1) Bagaimana tahapan penalaran penulisan tajuk rencana,(2) Teknik interpretasi apa yang digunakan dalam penulisan tajuk rencana, dan (3) Bagaimana pola pengembangan isi tajuk rencana pada surat kabat Bali Post? Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah teks tajuk rencana yang diambil dari surat kabar Bali Post mulai Maret- Mei 2018. Objek penelitiannya adalah tahapan penalaran penulisan tajuk rencana, teknik interpretasi yang digunakan dalam penulisan tajuk rencana dan pola pengembangan isi tajuk rencana pada surat kabat Bali Post?Data penelitian dikumpulkan metode pencatatan dukumen.  |  PRASI | Vol. 14| No. 01 | Januari - Juni 2019 |     24Data dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Tajuk rencana harian Bali Post dalam penulisannya menggunakan tujuh model tahapan penalaran yaitu tahapan penalaran A-B-C-D-E-F-G-H sebanyak 27 (38,57%), tahapan penalaran A-B-C-D-E-F-H sebanyak 18 (25,71%),  tahapan penalaran A-B-C-D-E-H sebanyak 10(14,29%), tahapan penalaran A-B-C-D-E-G-H sebanyak 5 (7,14%), tahapan penalaran A-B-C-D-G-H sebanyak 4 (5,71%), tahapan penalaran A-B-C-D-F-G-H sebanyak 3(4,29%), dan tahapan penalaran A-B-C-D-F-H sebanyak 3 (4,29%).  Penggunaan tahapan penalaran yang mendominasi adalah tahapan penalaran yang komplit yakni penggunaan tahapan penalaran A-B-C-D-E-F-G-H : (A) Pernyataan masalah pokok atau topic,(B) Alasan mengapa hal atau masalah itu penting,(C) Penyajian fakta-fakta yang bersangkutan dengan topic,(D) Pernyataan sikap yang diambil terhadap topik tersebut, (E) Evaluasi terhadap mereka yang mengambil sikap lain, (F) Pernyataan alternatif lain, (G) Pembuatan perbandingan atau analogi dengan isu-isu atau topik-topik lain dan (H), Akhirnya menarik kesimpulan dan disususul oleh tahapan penalaranA-B-C-D-E-F-H. Sedangkan tahapan penalaran yang lain jumlahnya relatif kecil. Teknik interpretasi yang digunakan dalam penulisan tajuk rencana yaitu teknik interpretasi deduktif  sebanyak 37 (52,86%), teknik interpretasi sebab-akibat sebanyak 19 (27,14%),  teknik interpretasi induktif sebanyak 8 (11,43%), dan teknik interpretasi sifat manusia  sebanyak 6 (8,57%). Penggunaan yang mendominasi adalah teknik interpretasi deduktif dan sebab-akibat sedangkan teknik induktif dan sifat manusia persentasenya kecil.Sedangkan pola pengembangan isi penulisan tajuk rencana yaitu yang bersifat khusus sebanyak 53 buah(  76 %) dan  yang bersifat umum sebanyak 17 buah( 24%).  Sebagian besar pola pengembangan isi tajuk renacana harian Bali Post menggunakan pengembangan pola  khusus yakni mengulas atau mengomentari berita yang termuat pada saat harian itu terbit. Sebagian kecil saja mengulas atau mengomentari berbagai topik berita baik terbit saat itu maupun terbitan sebelumnya.Kata kunci: penulisan, tajuk rencana, penalaran, interpretasi, isi.
IUSAN PANGAWIGUNAAN PIRANTI GAMBAR (MONOPOLI) MABASA BALI RING PAPLAJAHAN NGWACEN AKSARA BALI RING SISIA KELAS V SDK MARSUDIRINI Made Dwi Adipraya .; Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.4938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang (1) pengaruh penggunaan media gambar (monopoli) berbahasa Bali dalam pembelajaran membaca aksara Bali pada siswa kelas V SDK Marsudirini serta (2) kendala-kendala yang dihadapi siswa kelas V SDK Marsudirini dalam pembelajaran membaca aksara Bali. Objek dalam penelitian adalah pengaruh penggunaan media gambar (monopoli) berbahasa Bali dalam pembelajaran membaca aksara Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitaif, dan deskriptif komparatif karena penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh penggunaan media gambar (monopoli) berbahasa Bali dalam pembelajaran membaca aksara Bali dan kendala-kendala yang dihadapi siswa dalam pembelajaran membaca aksara Bali. Penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data, yaitu test dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan, yaitu: (1) reduksi data, (2) deskripsi data, (3) klasifikasi data, (4) kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini, yaitu (1) kemampuan siswa meningkat, dilihat dari rata-rata nilai kelas yang diperoleh setelah diajarkan menggunakan media gambar (monopoli) berbahasa Bali dalam pembelajaran membaca aksara Bali, (2) pelajaran bahasa Bali dianggap susah dan membosankan, materi pasang aksara Bali dianggap susah karena mengandung banyak aturan, tidak mampu membaca wacana beraksara Bali karena tidak hafal, tidak tahu tentang bagian-bagian dari aksara Bali, bingung terhadap nama dan bentuk dari pangangge dalam aksara Bali. Jurusan Bahasa Bali menggunakan skripsi Bahasa Bali Tetilikan puniki matetujon anggen nlatarang indik (1) iusan pangawigunaan piranti gambar (monopoli) mabasa Bali ring paplajahan ngwacen aksara Bali ring sisia kelas V SDK Marsudirini lan (2) pikobet-pikobet sane wenten ring sisia kelas V SDK Marsudirini ring paplajahan ngwacen aksara Bali. Panandang tetiliknyane inggih punika iusan pangawigunaan piranti gambar (monopoli) mabasa Bali ring paplajahan ngwacen aksara Bali. Tetilikan puniki nganggen palihan deskriptif-kualitatif, deskriptif-kuantitaif, lan deskriptif-komparatif santukan tetilikan puniki nelatarang indik iusan pangawigunaan piranti gambar (monopoli) mabasa Bali ring paplajahan ngwacen aksara Bali lan pikobet-pikobet sisia ring paplajahan ngwacen aksara Bali. Tetilikan puniki nganggen kalih kramaning mupulang data, inggih punika kramaning pepintonan lan kramaning sadu wicara. Data tureksanyane sane kaaanggen, inggih punika: (1) reduksi data, (2) deskripsi data, (3) klasifikasi data, (4) panyutetan. Pikolih ring tetilikan puniki, inggih punika (1) kawagedan sisia sayan nincap, kacingak saking rata-rata biji kelas sesampun kajahin nganggen piranti gambar (monopoli) mabasa Bali ring paplajahan ngwacen aksara Bali, (2) paplajahan basa Bali katarka keweh lan ngemedin, paplajahan pasang aksara Bali katarka keweh santukan akeh madaging uger-uger, ten prasida ngwacen sesuratan maaksara Bali santukan ten hapal, ten uning indik pah-pahan aksara Bali, bingung ring wastan lan wangun pangangge ring aksara Bali.Kata Kunci : Gambar Monopoli, Membaca, Aksara Bali This study aims are describe about (1) the effect of using picture media (monopoly) by using Balinese Language into reading lesson of aksara Bali at V class in SDK Marsudirini, (2) the problems of students at V class in SDK Marsudirini into reading lesson of aksara Bali. The object of this study is the effect of using picture media (monopoly) by using Balinese Language into reading lesson of aksara Bali. This study using research plan such as, qualitative descriptive, quantitative descriptive and comparative descriptive, because this study describe about the effect of using picture media (monopoly) by using Balinese Language into reading lesson of aksara Bali. While submit of data using two methods, such as test and interview. In analyzing the data, the research uses (1) data reduction, (2) data description, (3) data classification, and (4) conclusion. The result of this study to show that: (1) improving student’s ability, looking for average of class value that got after taught using picture media (monopoly) by using Balinese Language into reading lesson of aksara Bali, (2) the students perception are Balinese lesson to make bored and difficult, especially pasang aksara Bali material is difficult and have many roles, can’t to read aksara Bali text, because they can’t remember aksara Bali very well, don’t know about part of aksara Bali, confuse about name and form pangangge aksara Bali.keyword : Picture of Monopoly, Reading, Aksara Bali
SOR SINGGIH BASA BALI RING PARUMAN SUBAK ABIAN DESA ADAT ASAHDUREN, KECAMATAN PEKUTATAN, JEMBRANA Ni Kadek Lady Lokita Dewi .; I Ketut Paramarta, S.S.,M.Hum. .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.5410

Abstract

Tetilik puniki matetujon nlatarang indik (1) wangun sor singgih basa Bali sane kanggen ring paruman subak abian Desa Adat Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana (2) parindikan sane ngawinang sor singgih basa Bali kanggen ri tatkala mabebaosan ring paruman subak abian Desa Adat Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Jejering tetilik puniki inggih punika wantah krama subak abian Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Panandang tetiliknyane inggih punika wantah sor singgih basa Bali lan sane mawinan wentennyane sor singgih basa Bali ring paruman subak abian Desa Adat Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Tetilik puniki nganggen palihan tetilik deskriptif kualitatif. Ring tetilik puniki nganggen tetiga kramaning mupulang data inggih punika: 1) kramaning pratiaksa (observasi), 2) kramaning sadu wicara (wawancara), 3) kramaning dokumentasi lan suara basa. Data tureksa sane kanggen minakadi: 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penyimpulan. Pikolih ring tetilik puniki inggih punika (1) wangun sor singgih basa Bali sane kanggen ring paruman subak abian Desa Adat Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana inggih punika: basa Bali Alus Sor (ASO), basa Bali Alus Singgih (ASI), miwah basa Bali Alus Madia (AMA). (2) parindikan sane ngawinang sor singgih basa Bali kanggen ri tatkala mabebaosan ring paruman subak abian Desa Adat Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana inggih punika: mabebaosan ring kawentenan utawi situasi formal, mabebaosan ring ajeng jadma akeh, miwah ngajinin mitra baos utawi sang sane kaajak mabebaosan.Kata Kunci : sor singgih basa, ring, paruman. The aim of this study describes (1) the form sor singgih Balinese language used at the meeting Subak abian Asahduren Village, District Pekutatan, Jembrana (2) the reasons which led sor singgih Balinese language used at meeting Subak abian Asahduren Village, District Pekutatan, Jembrana. The subjects were residents of the Subak abian Asahduren, District Pekutatan, Jembrana. The object of this study was sor singgih Balinese language and which led to the sor singgih Balinese language at meetings Subak abian Asahduren Village, District Pekutatan, Jembrana. This study used a qualitative descriptive. In this study using three methods of data collection are: 1) observation, 2) interview, 3) methods of documentation and sound recordings. Data analysis methods used are: 1) reduction of data, 2) the presentation of data, 3) inference. The results in this study were (1) form sor singgih Balinese language used at the meeting Subak Abian Asahduren Village, District Pekutatan, Jembrana are: Balinese language Alus Sor (ASO), the Balinese language Alus Singgih (ASI), and the Balinese language Alus Madia (AMA). (2) the reasons which led sor singgih Balinese language used at meeting Subak abian Asahduren Village, District Pekutatan, Jembrana is: speaking in formal situations, speaking in front of crowds, and appreciate people in to talk to.keyword : sor singgih languange, in, meeting.
SOR SINGGIH BASA BALI RING PARUMAN SUBAK ABIAN DESA ADAT ASAHDUREN, KECAMATAN PEKUTATAN, JEMBRANA Ni Kadek Lady Lokita Dewi .; I Ketut Paramarta, S.S.,M.Hum. .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.5411

Abstract

Tetilik puniki matetujon nlatarang indik (1) wangun sor singgih basa Bali sane kanggen ring paruman subak abian Desa Adat Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana (2) parindikan sane ngawinang sor singgih basa Bali kanggen ri tatkala mabebaosan ring paruman subak abian Desa Adat Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Jejering tetilik puniki inggih punika wantah krama subak abian Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Panandang tetiliknyane inggih punika wantah sor singgih basa Bali lan sane mawinan wentennyane sor singgih basa Bali ring paruman subak abian Desa Adat Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Tetilik puniki nganggen palihan tetilik deskriptif kualitatif. Ring tetilik puniki nganggen tetiga kramaning mupulang data inggih punika: 1) kramaning pratiaksa (observasi), 2) kramaning sadu wicara (wawancara), 3) kramaning dokumentasi lan suara basa. Data tureksa sane kanggen minakadi: 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penyimpulan. Pikolih ring tetilik puniki inggih punika (1) wangun sor singgih basa Bali sane kanggen ring paruman subak abian Desa Adat Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana inggih punika: basa Bali Alus Sor (ASO), basa Bali Alus Singgih (ASI), miwah basa Bali Alus Madia (AMA). (2) parindikan sane ngawinang sor singgih basa Bali kanggen ri tatkala mabebaosan ring paruman subak abian Desa Adat Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana inggih punika: mabebaosan ring kawentenan utawi situasi formal, mabebaosan ring ajeng jadma akeh, miwah ngajinin mitra baos utawi sang sane kaajak mabebaosan.Kata Kunci : sor singgih basa, ring, paruman. The aim of this study describes (1) the form sor singgih Balinese language used at the meeting Subak abian Asahduren Village, District Pekutatan, Jembrana (2) the reasons which led sor singgih Balinese language used at meeting Subak abian Asahduren Village, District Pekutatan, Jembrana. The subjects were residents of the Subak abian Asahduren, District Pekutatan, Jembrana. The object of this study was sor singgih Balinese language and which led to the sor singgih Balinese language at meetings Subak abian Asahduren Village, District Pekutatan, Jembrana. This study used a qualitative descriptive. In this study using three methods of data collection are: 1) observation, 2) interview, 3) methods of documentation and sound recordings. Data analysis methods used are: 1) reduction of data, 2) the presentation of data, 3) inference. The results in this study were (1) form sor singgih Balinese language used at the meeting Subak Abian Asahduren Village, District Pekutatan, Jembrana are: Balinese language Alus Sor (ASO), the Balinese language Alus Singgih (ASI), and the Balinese language Alus Madia (AMA). (2) the reasons which led sor singgih Balinese language used at meeting Subak abian Asahduren Village, District Pekutatan, Jembrana is: speaking in formal situations, speaking in front of crowds, and appreciate people in to talk to.keyword : sor singgih languange, in, meeting.
SESELEH BASITA PARIBASA MIWAH GUNA SARAT PAAJAH-AJAH KARAKTER SAJERONING DOLANAN RING GONG KEBYAR ALIT-ALIT DUTA KABUPATEN GIANYAR WARSA 2014 I Putu Adi Darmadi .; Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.6174

Abstract

Tetilikan puniki matetujon nguningin indik (1) basita paribasa sane kaanggen sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta Kabupaten Gianyar tahun 2014 (2) guna sarat paajah-ajah karakter sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta kabupaten Gianyar warsa 2014 (3) pikenoh basita paribasa sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta Kabupaten Gianyar warsa 2014 sareng pengajahan. Jejering tetilikan puniki dolanan ring gong kebyar alit-alit duta kabupaten Gianyar warsa 2014. Penandang tetilikan puniki basita paribasa sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta kabupaten Gianyar warsa 2014 miwah guna sarat paajah-ajah karakter sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta kabupaten Gianyar warsa 2014. Tetilik puniki nganggen palihan tetilik deskriptif kualitatif. Tetilik puniki nganggen kalih kramaning mupulang data inggih punika (1) kramaning transkripsi (2) kramaning dokumentasi. Data tureksa sane kaanggen minakadi: (1) identifikasi data (2) reduksi data (3) klasifikasi data (4) deskripsi data (5) interpretasi data lan (6) pamicutet. Pikolih ring tetilik puniki inggih punika (1) Basita paribasa sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta kabupaten Gianyar warsa 2014 wenten lelima, minakadi: sesawangan; pepindan; wewangsalan; peparikan; lan bebladbadan. (2) Guna sarat paajah-ajah karakter sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta kabupaten Gianyar warsa 2014 wenten molas minakadi: parama tatwa (religius), arjawa (jujur), eling ring sesana (tanggung jawab), plapan (disiplin), seleg makarya(kerja keras), seleg mareragragan (kreatif), pikayun sane meled uning (rasa ingin tahu), demokratis, ngajiang kawijayan (menghargai prestasi), pasawitran (bersahabat/komunikatif), sarating sukerta (cinta damai), urati ring makrama (peduli sosial), wira negara (bela negara), seneng ngwacen (gemar membaca), urati ring palemahan (peduli lingkungan). (3) Pikenoh basita paribasa sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta Kabupaten Gianyar warsa 2014 sareng pengajahan inggih punika sesolahan dolanan marupa silih sinunggil piranti sane kanggen maosang indik kaweruhan utawi sastra ring jamane sakadi mangkin, kacingak saking sesolahan dolanan sane madaging basita paribasa sampun pastika madue paiketan sareng pangajahan santukan dolanan pinaka piranti sane kanggen maosang indik basita paribasa punika taler maosang indik sastra-satra sane lianan sane madue kawigunan majeng para kramane. Kata Kunci : seseleh, basita paribasa, gunasarat, dolanan. This study aimed in describing (1) basita paribasa those were used in the dolanan of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014 (2) the value contained in the character education of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014. (3) the benefits of using Basita paribasa of the dolanan of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014 in education. The subjects of this study were dolanan of of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014. The object of this study was basita paribasa those were used in the dolanan of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014, and the value which were contained in the character education of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014. This study used a qualitative descriptive. Data collection method which was used was the method of transcription of this research and methods of documentation. Data analysis method used was descriptive method with the procedure (1) identification of the data (2) reduction of data (3) classification of data (4) description of the data (5) data interpretation and (6) inference. There were 5 results foud in this study, namely: sesawangan; pepindan; wewangsalan; peparikan; and bebladbadan. (2) there were fifteen values of character education contained in dolanan of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014, namely: religious, honest, responsibility, discipline, hard work, creativity, curiosity, democratic, recognize excellence, friendship / communicative, love of peace, social care, to defend the state, like reading, caring environment. (3) The benefit of basita paribasa those were used in the dolanan of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014 in the eduction in which the dolanan was used as a tool to investigate the skill and literature in this era, it could be seen that in the dolanan which contained the basita paribasa had a strong relationship to the eduction in which the dolanan was used as a media to promote the basita paribasa and investigate another literature which usefull for the human.keyword : analysis, Basita paribasa, value, dolanan.
Co-Authors ., Baiq Laily Septiana Anggraini ., I Komang Gede Wahyu Gunawan ., I Made Wisnawa ., I Putu Widhi Astika ., Ida Ayu Gede Pramiari ., Kadek Desy Indah Sari ., Kt Juni Adi Purnawan ., Made Novi Ismayanti ., Made Rospita Pradnya Dewi ., Ni Kadek Ratna Wati ., Ni Ketut Mudiani ., Ni Komang Yuni Tri Antari ., Ni Luh Eka Sumiarti ., Ni Luh Putu Ayu Ariani ., Ni Putu Eva Fransiska Dewi ., Ni Wayan Herayati ., Putu Yoko Andriawan ., Putu Yudi Mahendra ., Safitri Nurul Wahyuni ., Yuniarti Rahmalia Hapsari Aminatuzzahro . Asgav, Irhas Maulana Astika, I Putu Widhi Baiq Laily Septiana Anggraini . Dewi, Kadek Siska Yulia Dewi, Ni Putu Kusma Diyanti, Kadek Risma Drs. I Nyoman Merdhana, M.Pd . Dw.Ayu Made Risna Gde Artawan Gede Gunatama Gst A A Dyah Puspitasari Hilmi, Muhammad Imam I Dewa Gede Budi Utama I Gede Nurjaya I Gusti Ayu Komang Lili Absari . I Gusti Ayu Sinta Ardi Lestari I Kadek Fendy Permana Merta I Kadek Murdika . I Kadek Murdika ., I Kadek Murdika I Ketut Adi Purnawan I Ketut Paramarta I Komang Agus Aryanta . I Komang Gede Wahyu Gunawan . I Made Astika I MADE SUJANA . I Made Wisnawa . I Nengah Martha I Nengah Suandi I Nyoman Yasa I Putu Adi Darmadi . I Putu Adi Darmadi ., I Putu Adi Darmadi I Putu Ari Utama Irawan . I Putu Widhi Astika I Putu Widhi Astika . I Wayan Artika I Wayan Pasek Widiantara . I.B.Made Ludy Paryatna Ida Ayu Gede Pramiari Ida Ayu Gede Pramiari . Ida Bagus Herry Yudha Prawira . Ida Bagus Herry Yudha Prawira ., Ida Bagus Herry Yudha Prawira Ida Bagus Putrayasa Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd . Ida Bagus Sutresna Kadek Desy Indah Sari . Kadek Perayani Kadek Risma Diyanti KOMANG TRISNA DEWI . Layinah, Sahlatul Luh Ayu Cinthya Herliyanti . M.Pd Drs. I Nyoman Merdhana . M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . M.Pd S.S. Ida Bagus Rai . Made Astika Made Astika Made Dwi Adipraya . Made Hela Irawadi . Made Novi Ismayanti . Made Rospita Pradnya Dewi . Made Sri Indriani Mariani, Ni Putu Eka Mega Tri Utami Ni Dewi Januria . Ni Kadek Lady Lokita Dewi . Ni Kadek Lady Lokita Dewi ., Ni Kadek Lady Lokita Dewi Ni Kadek Ratna Wati . Ni Kadek Sri Wedari . Ni Ketut Mudiani . Ni Komang Widya Santi Ni Komang Yuni Tri Antari . Ni Luh Eka Sumiarti Ni Luh Eka Sumiarti . Ni Luh Gede Wahyuni Lestari . Ni Luh Putu Ayu Ariani . Ni Made Dwijayanti Rahayu . Ni Made Dwijayanti Rahayu ., Ni Made Dwijayanti Rahayu Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Yuliani Warlina . Ni Pt. Yani Puji A. Ni Putu Desy Damayanthi . Ni Putu Eka Mariani Ni Putu Eva Fransiska Dewi . Ni Putu Kusma Dewi Ni Putu Riana Cipta Somantari Ni Wayan Herayati . Ni Wayan Wistari . Ni Wayan Wistari ., Ni Wayan Wistari Noval Amanda Firdaus . Noval Amanda Firdaus ., Noval Amanda Firdaus Nurul Hanifah . Pande Made Denny Sanjaya Paryatna, I.B.Made Ludy Perayani, Kadek Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Puji A., Ni Pt. Yani Puspitasari, Gst A A Dyah Putu Kartika Sari . Putu Kartika Sari ., Putu Kartika Sari Putu Rima Ruspitayanti . Putu Suryani . Putu Wiwin Meliana Dewi . Putu Wiwin Meliana Dewi ., Putu Wiwin Meliana Dewi Putu Yoko Andriawan . Putu Yudi Mahendra . Risna, Dw.Ayu Made S.A. Putu Sriasih Safitri Nurul Wahyuni . Sang Ayu Putu Sriasih Santi, Ni Komang Widya Setiawati, Veronika Ni Ketut Sri Devi Maharani . Sri Devi Maharani ., Sri Devi Maharani Sriasih, S.A. Putu Sumiarti, Ni Luh Eka Tantri, Ade Asih Susiari Thessalonica, Vero Utami, Mega Tri Veronika Ni Ketut Setiawati Wisnu, I Wayan Gede Yuniarti Rahmalia Hapsari .