Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN IKRAR (INISIASI, KONTRUKSI-REKONTRUKSI, APLIKASI DAN REFLEKSI) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., Dewa Putu Widiartana; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2061

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) deskripsi hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional, 2) deskripsi hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model IKRAR, 3) perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran IKRAR (Inisiasi, Konstruksi-rekonstruksi, Aplikasi dan Refleksi) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan post tes only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD gugus II Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 158 orang. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 76 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 4 Penarukan yang berjumlah 40 orang dan siswa kelas V SD Negeri 3 Penarukan yang berjumlah 36 orang. Tes hasil belajar matematika yang digunakan adalah tes uraian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional tergolong kriteria tinggi dengan rata-rata (M) = 29,00 , 2) Hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model IKRAR tergolong kriteria sangat tinggi dengan rata-rata (M) = 31,15, 3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran IKRAR (Inisiasi, Kontruksi-rekontruksi, Aplikasi dan Refleksi) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model ( thitung = 6,33 dan ttab = 1,980). Dilihat dari rata-rata hasil belajar matematika, diketahui rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen adalah 33,15 dan rata-rata hasil belajar kelompok kontrol adalah 29,00. Berdasarkan rata-rata tersebut, dapat disimpulkan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran IKRAR (Inisiasi, Konstruksi-rekonstruksi, Aplikasi dan Refleksi) lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model IKRAR, hasil belajar matematika Abstract The research aimed to know about 1) description the result of the math students who join conventional 2) description the result of the math students who join learning models IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) 3) The difference result between of the math students who join learning models IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) and the result of the math students who join conventional. This research was about abstract experiments and used Post test only control group design. Populations of this research is five grade students of elementary school cluster II in Buleleng sub-district in academic year 2013-2014 with total value is 158 students. And the students’ examples were used in this observation around 76 people. The examples models of this research was five grade students in SD Negeri 4 Penarukan with total 40 students, and students in SD Negeri 3 Penarukan with total 36 people. The result of learning mathematics test was used descriptive test. Data was analyzed with statistic descriptive and inferential statistic ( test-t ). The result of analysis shown 1) The result of math students who join conventional learning have high classified criteria with average ( M ) = 29,00, 2) The result of math for the groups of students were used learning model IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) have high classified criteria with average ( M ) =31,15, 3) There are significant differences between The result of math for the groups of students were used learning model IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) and The result of math students who join conventional learning ( count =6,33 and tab = 1,980 ). From the average of result of mathematic, it’s shown about the experiment group is 33,15 and the average of control group is 29,00. According to that average, it can be concluded that the groups of students were used learning model IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) more higher than the groups student who join conventional learning.keyword : Model IKRAR, Mathematic Learning Result
Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Berbantuan Alat Peraga Kartu Huruf Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas I ., Ida Ayu Komang Suartini; ., Drs. Made Sumantri; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara Pembelajaran Kontektual Berbantuan Alat Peraga Kartu Huruf Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas I Semester I di Gesa Panji Kecamatan Sukasada Tahun Pelajaran 2013/2014 Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Post Test Only with Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SD di Desa Panji tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah 51 orang. Sampel penelitian ini diambil dengan tehnik random sampling dan diperoleh sebanyak 25orang siswa yaitu siswa kelas I SD Negeri 1 Panji sebagai kelompok eksperimen dan sebanyak 26 orang siswa kelas I SD Negeri 2 Panji sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah keterampilan membaca yang dikumpulkan dengan instrumen lembar observasi. Data yang telah terkumpul dianalisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan penguasaan keterampilan membaca antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran kontekstual dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 87,22 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 64,25. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan membaca siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kontekstual lebih baik dari keterampilan membaca siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran konvensional, dengan kata lain terdapat pengaruh penerapan pembelajaran kontekstual terhadap keterampilan membaca permulaan siswa kelas I di Desa Panji. Kata Kunci : pembelajaran kontekstual dan keterampilan membaca This study aims to determine significant differences between contextual Assisted Learning Letter To The Viewer Tool Card Reading Skills At the onset of the first semester of the first grade students in the District Flag Gesa Sukasada Academic Year 2013/2014 This research is a quasi-experimental research design with Post Test Only with Non- Equivalent Control Group Design . The study population was all students in the elementary class I Panji Village school year 2013/2014 the number of 51 people . The research sample was taken with a random sampling technique and obtained by 25orang students are first graders SD Negeri 1 Panji as the experimental group and 26 students of class I SD State Flag as a control group 2 . The data collected in this study were collected with the reading skills of observation sheet instruments . The data has been collected and analyzed descriptive statistics inferential statistics ( t-test ) . The results showed there were differences in mastery of reading skills among a group of students who study using contextual learning and group of students who are taught using conventional teaching methods . The average value for the experimental class was 87.22 while the control class is 64.25 . This suggests that the reading skills of students who learned with better contextual learning of reading skills of students who learned with conventional learning methods , in other words there is the influence of the application of contextual learning reading skills beginning first grade students in the village of Panji . keyword : contextual learning and reading skills
Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dan Kebiasaan Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa SD Kelas IV Semester Genap di Kecamatan Melaya-Jembrana ., Fitria Rahmawati; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan: (1) pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar, (2) kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar, (3) secara bersama-sama antara pola asuh orang tua dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa SD kelas IV semester genap di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah ex post facto. Besarnya populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV semester genap di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 1.055 orang siswa. Sampel atau sensus dalam penelitian ini berjumlah 285 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode kuesioner untuk mengukur pola asuh orang tua dan kebiasaan belajar, dan metode pencatatan dokumen untuk mencatat prestasi siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang signifikan pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa dengan kontribusi sebesar 18,23%, (2) terdapat hubungan yang signifikan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa dengan kontribusi sebesar 10,6%, (3) secara bersama-sama terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa dengan kontribusi sebesar 70,56% dengan kategori sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pola asuh orang tua dan kebiasaan belajar mempengaruhi prestasi belajar siswa. Kata Kunci : pola asuh orang tua, kebiasaan belajar, dan prestasi belajar. This research aim to to know relation: (1) pattern take care of old fellow to achievement learn, (2) habit learn to achievement learn, (3) by together between pattern take care of old fellow and habit learn to achievement learn class student of IV even semester in District Of Melaya, Sub-Province of Jembrana school year 2012 / 2013. This Research type is facto post ex. Level of population in this research is entire/all class student of IV even semester in District Of Melaya, Sub-Province of Jembrana school year 2012 / 2013 amounting to 1.055 student people. Sampel or census in this research amount to 285 student. used Method data collecting that is method of kuesioner to measure pattern take care of old fellow and habit learn, and method record-keeping of document to note student achievement. Technique analyse data the used is descriptive analysis and analysis of regresi.Result of research indicate that (1) There are relation which is pattern signifikan take care of old fellow to achievement learn student with contribution equal to 18,23%. (2) There are relation which is habit signifikan learn to achievement learn student with contribution equal to 10,6%. (3) By together there are relation which is signifikan between pattern take care of old fellow and habit learn to achievement learn student with contribution equal to 70,56% with category very strong. Pursuant to result of research, please conclude that pattern take care of old fellow and habit learn to influence achievement learn student. keyword : pattern take care of old fellow, habit learn, and achievement learn
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VCT BERBANTUAN CERITA MAHABHARATA TERHADAP NILAI KARAKTER SISWA KELAS 5 PADA MATA PELAJARAN PKn SEMESTER I GUGUS 5 MANDARA GIRI TAMBLANG KECAMATAN KUBUTAMBAHAN TAHUN AJARAN 2013/2014 ., Ni Luh Gede Paramita Hervinovira; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai karakter siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran value clarification technique (VCT) berbantuan cerita Mahabharata dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Langsung pada mata pelajaran PKn kelas V gugus V Mandara Giri Tamblang Semester I Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di gugus V yang berjumlah 87 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No 2 Tamblang yang berjumlah 22 orang dan siswa kelas V SD Negeri 6 Tamblang yang berjumlah 24 orang. Data tentang nilai karakter dikumpulkan dengan menggunakan angket/kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) nilai karakter siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi dengan rata-rata (M) 85,77. (2) nilai karakter siswa kelompok kontrol tergolong cukup dengan rata-rata (M) 72,95. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai karakter siswa kelas V semester I antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model value clarification technique (VCT) berbatuan cerita Mahabharata dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Langsung (thit > ttab, thit = 7,367 dan ttab = 2,000).Kata Kunci : VCT, Cerita Mahabharata, Nilai Karakter This study is aimed at determining the differences of students character score between students who were though through value clarification technique ( VCT) assisted with Mahabrata story and students who were though through direct learning model on Pkn class for the fifth grade students of Gugus V Mandara Giri Tamblang in the first semester of academic years 2013/2014 This research was a quasi experiment. The populations were the entire fifth grade students in Gugus V. the population were 87 students. The samples of the study were the fifth grade student of SD 2 Tamblang ang the fifth grade of the student of SD 6 Tamblang. The sample of the both school were, 22 from SD 2 Tamblang and 24 from SD 6 Tamblang. The data was collected through questionnaire. The data was analyzed through descriptive statistic analysis and inferential statistic t- test. The study found that (1) the character score for experiment group student was high, (M=85,77), (2) the character score for control group student was average (M= 72,99). (3) There was a significant different in student’s character score between student who were tough through value clarification technique assisted with Mahabarata story and student who were tough through direct learning model (to, > tcv. to = 7,367and tcv = 2,000).keyword : VCT, Mahabharata Story, Caracter Value
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STARTER EKSPERIMENT APPROACH TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS ., Ni Kadek Indrayati; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3226

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini mengenai rendahnya keterampilan proses sains siswa kelas V SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran SEA dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen/eksperimen semu dengan jumlah populasi seluruh siswa kelas V di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng berjumlah 280 orang dari 11 kelas. Jumlah sampel penelitian 46 orang siswa. Data tentang keterampilan proses sains siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk tes esay. Data yang sudah diperoleh setelah memberikan tes kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa thitung = 4,091 dan ttabel = 2,000 (taraf signifikasi 5%). Hal ini berati thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Starter Eksperiment Approach (SEA) dan kelompok siswa yang dibelajarakan menggunakan model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata hasil post-test keterampilan proses sains, diketahui bahwa kelompok eksperimen berada pada kategori sangat tinggi dengan M = 23,13 dan kelompok kontrol berada pada kategori tinggi dengan M = 18,30. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Starter Eksperiment Approach (SEA) berpengaruh positif terhadap keterampilan proses sains siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : starter eksperiment approach, keterampilan proses sains The problem in this research was about the low science process skills student in grade V Elementary School. This research aimed at investigating differences of science process skills between students taught with Starter Eksperiment Approach (SEA) and those taught with conventional learning model at grade V Elementary School Gugus I KecamatanBuleleng. This research is categorized as Quasi Experimental, post-test only control group design which population was all the students at grade V Elementary School Gugus I KecamatanBulelengKabupatenBuleleng, with total number of 280 students. Sample research is 46 students. The data was collected through science process skills test and analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic, t-test. The result showed t value= 4,091 and t table = 2,000 (significance level 5%). It showed t value > t table, which could be interpreted as a significant difference between students taught with Starter Experiment Approach (SEA) and those taught with conventional learning model. From the average post test results, it could be recognized that experiment group was categorized as high, with M = 23,13 and control group as well, with M = 18,30. To sum up, the implementation of Starter Experiment Approach (SEA) positively influenced the science process skills of 5th graders at Elementary School Gugus I KecamatanBuleleng in Academic Year 2013/2014.keyword : starter experiment approach (SEA), science process skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR 5E BERBANTUAN MEDIA MAGIC PAPER TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ., Ketut Kris Cintya Devi; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3503

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika siswa, dan dalam proses belajar mengajar siswa, jarang menggunakan media pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran siklus belajar 5E berbantuan media magic paper dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Sekolah Dasar di Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 261 orang. Sampel penelitiannya yaitu kelas Va di SD N 1 Banyuning sebagai kelompok kontrol sebanyak 31 siswa dan kelas Vb di SD N 1 Banyuning sebagai kelas eksperimen sebanyak 30 siswa. Data hasil belajar Matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa t-hitung 10,68 > t-tabel 2,000 (dengan taraf signifikan 5%), maka H1 diterima, jadi terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar Matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran siklus belajar (5E) berbantuan media magic paper dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Sekolah Dasar di Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : siklus belajar 5E, hasil belajar matematika The problem in this research was the low of student mathematics learning outcomes, and in learning process students rarely use instructional media. Therefore, this research aimed to determine the difference of the understanding mathematics learning outcomes between students who were taught by using 5E learning cycle model of learning assisted media magic paper and the students who were taught by using conventional way in fifth grade students at Gugus I Buleleng District in the academic year 2013/2014. The study was the quasi experiment. The populations in this study were the fifth grade students at Gugus I Buleleng District in the academic year 2013/2014 who consisted of 261 students. The samples of this experiment were A fifth grade in SD N 1 Banyuning as much as the control group with 31 students and in the B fifth grade in SD N 1 Banyuning as a experimental group with 30 students. The data of students’ understanding science concept was collected by essay test. The collected data was analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic analysis (t-test). The result of the data indicate that t-hitung 10,68 > t-tabel 2.000 (with significance level of 5%), so that the H1 is accepted, so there is significant difference of understanding mathematics learning outcomes between students who are taught by using 5E learning cycle model of learning assisted media magic paper and students who are taught by using conventional way in fifth grade elementary school at Gugus I Buleleng District in the academic year 2013/2014. keyword : 5E learning cycle, mathematics learning outcomes.
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., I Wayan Rediarta; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan hasil belajar IPA setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif TSTS, 2) mendeskripsikan hasil belajar IPA setelah menggunakan model pembelajaran konvensional, dan 3) mengetahui adanya perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TSTS dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di Gugus 13 Kecamatan Buleleng pada Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus 13 Kecamatan Buleleng yang berjumlah 190 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB dan VA SD Mutiara yang masing-masing berjumlah 36 dan 37 orang siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling sehingga diperoleh kelas VB sebagai kelompok eksperimen dan VA sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes yaitu tes hasil belajar IPA yang berupa tes objektif. Data yang dikumpulkan berupa skor hasil belajar IPA kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar siswa dengan model TSTS tergolong kualifikasi sangat baik (X ̅=28,11), 2) hasil belajar siswa dengan model konvensional tergolong kualifikasi baik (X ̅=24,08), dan 3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TSTS dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari perhitungan dengan menggunakan uji-t yang memperoleh hasil thitung=53,22>ttabel (α=0,05) =2,00. Melalui perbedaan tersebut, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran kooperatif TSTS berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Model Kooperatif, TSTS, Hasil Belajar IPA The purpose of this research was: 1) to describe the results of science learning after using TSTS cooperative learning model, 2) to describe the results of science learning after using conventional learning models , and 3) to know the differences of science learning outcome between the group of students who are learning with TSTS cooperative learning model and a group of students who are learning with conventional learning models in class V at cluster 13 sub district Buleleng the Academic Year 2013 / 2014. Kind of this research is a quasi experimental study. The population in this study are 190 students of fifth grade elementary school students at Cluster 13 sub district Buleleng. The samples in this study were students of class VB and VA at Mutiara elementary school each of which accounted by 36 and 37 students. Samples were taken using techniques random sampling in order to obtain the VB class as experimental group and VA as a control group. Data collected by the test method that tests science learning outcomes in the form objective test. Data collected in the form scores of science learning outcomes were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis. The results showed: 1) learning outcomes of students with TSTS model classified as excellent qualifications (X ̅= 28.11), 2) student learning outcomes with conventional models classified as good qualifications (X ̅ = 24.08), and 3) there are significant differences of science learning outcomes between the groups of students who are learning TSTS cooperative learning model and groups of students who are learning with conventional learning models. The difference can be seen from the calculations using the t-test results gained tcount = 53.22 >ttable (α = 0.05) = 2.00. Through these results, it can be said that the TSTS cooperative learning model give positive effects on science learning outcomes.keyword : Cooperative Model, TSTS, Science Learning Outcomes
Pengaruh Model Pembelajaran Problem-Bassed Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas IV Semester 1 SD Gugus Belantih Kecamatan Kintamani ., I Komang Brata; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem-Bassed Learning dan model pembelajaran Konvensional di kelas IV Semester I Sekolah Dasar Gugus Belantih Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas iv di sd gugus belantih tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri atas 4 sekolah dengan jumlah siswa 134 orang. Sampel penelitian terdiri atas 2 kelas dengan jumlah siswa 56 orang yang ditentukan dengan cara simple random sampling. Data hasil belajar siswa dalam penelitian ini dikumpulkan dengan tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian hasil belajar menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran problem bassed learning dengan rata-rata skor hasil belajar sebesar 46 dan model pembelajaran konvensional dengan rata-rata skor hasil belajar sebesar 25. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas IV SD No. 1 Belantih yang diberi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem bassed learning lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, penulis menyarankan kepada guru matematika di SD No. 2 Belantih agar melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem bassed learning.Kata Kunci : model pembelajaran problem bassed learning, hasil belajar This study aimed to examine differences in learning outcomes between students who are learning mathematics by using a model of learning problem-bassed Conventional Learning and teaching model in class IV Semester Primary School Cluster Belantih Kintamani District Academic Year 2013/2014. This research was a quasi-experimental design with Post -test Only Control Group Design. The study population was all students in the class iv sd Belantih cluster school year 2013/2014 which is comprised of 4 schools with 134 students . The study sample consisted of 2 classes with 56 students the number of which is determined by simple random sampling. Student learning outcomes data in this study were collected with the achievement test. Data analysis techniques used are descriptive statistics and inferential analysis. The results indicate that the learning outcomes are significant differences in learning outcomes between students who are taught using learning bassed Learning Model problem with the average score was 46 and the learning outcomes of conventional learning model with an average score of 25 learning outcomes. Based on these results it can be concluded that the results of learning mathematics No. fourth grade student 1 Belantih given learning problem by using a model of learning is better than learning bassed mathematics learning outcomes of students who received conventional learning. Therefore, the authors suggest to teachers of mathematics in elementary school No. 2 Belantih order to implement learning by using learning models bassed learning problem.keyword : learning models bassed problem learning , learning outcomes
Pengaruh Model Pembelajaran Generatif dengan Setting Kelompok Belajar Kompetitif terhadap Keterampilan Proses IPA Kelas V ., Ni Made Rini Anggraeni; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses IPA yang signifikan antara kelompok siswa di Gugus 3 Kecamatan Buleleng yang mengikuti pembelajaran model generatif dengan setting kelompok belajar kompetitif terhadap kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan desain post-test only control group design. Populasi penelitian adalah kelas V SD di Gugus 3 Kecamatan Buleleng pada tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD No. 5 Jinengdalem dan SD No. 1 Poh Bergong. Data keterampilan proses sains diperoleh melalui tes keterampilan proses sains. Data dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung = 6,583 dan ttabel = 2,000 (taraf signifikasi 5%). Hal ini berati thitung > ttabel. Dan dari rata-rata hasil post-test keterampilan proses sains, diketahui bahwa kelompok eksperimen berada pada kategori sangat tinggi dengan M = 42,19 dan kelompok kontrol berada pada kategori sedang dengan M = 31,92. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran generatif dengan setting kelompok belajar kompetitif berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa kelas V SD di gugus 3 Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : generatif, kelompok belajar kompetitif, keterampilan proses sains. The purpose of this research is to recognize the difference significant science process skills among groups of students in Gugus 3 Buleleng which follows generative learning model with a competitive group settings and the students who followed the conventional model learning 2013/2014 period. This research is a Quasi Experimental Research and using the post - test only control group design. The study population is a fifth grade elementary school in Gugus 3 Buleleng in 2013/2014 period. The sample is a fifth grade students of SD No. 5 Jinengdalem and SD No. 1 Poh Bergong . The data of science process skills acquired through science process skills test. The data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and t-test . The results showed that tarithmetic is 6.583 and the ttable is 2.000 (5% significance level). This means tarithmetic more than ttable. And the average post-test results of science process skills, note that the experimental group is at extremely high category with M = 42.19 and control groups in middle category with M = 31.92. So, it can be concluded that the generative learning model with a competitive group settings affect learning science process skills of fifth grade students of elementary schools in the Gugus 3 Buleleng 2013/2014 period.keyword : generative, competitive learning groups, science process skills.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING TERHADAP HASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD SEMESTER GANJIL DI GUGUS V KECAMATAN TEGALLALANG KABUPATEN GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Putu Inten Cahaya Dewi; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem solvingdengan siswa yang belajar dengan model konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Gugus V Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian berjumlah 71 orang dari siswa kelas IV SD Gugus V Kecamatan Tegalalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini yaitu berjumlah 35 orang dari kelas IV SD Negeri 1 Pupuan sebagai kelompok eksperimen dan 36 orang dari kelas IV SD Negeri 2 Pupuansebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tipe statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) hasil belajar matematika siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi dengan dengan rata-rata M 15,5, (2) hasil belajar matematika siswa kelompok kontrol tergolong sedang dengan rata-rata M 10,44, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran problrm solving dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester I di SD Gugus V Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar (thitung> ttabel, thitung = 6,667 dan ttabel = 2,000). Kata Kunci : Model Pembelajran problem solving, hasilbelajarMatematika. This research aims to know the differences of students’ achievement significantlybetween studnents who learn through problem solving learning model with the students who learn through conventional learning model of four grade elementary school at five cluster Tegallalang subdistrict Gianyar regency in academic year 2013/2014. Kind of this research is quasi-experiment. The populations of this research were 71 students from four grade of five cluster in Tegallalang subdistrict Gianyar regency in academic year 2013/2014. Samples of this research were 35 students from four grade students of Negeri 1 Pupuan elementary school as experiment group and 36 students of Negeri 2 Pupuan elementary school as control group. The data of students’ achievement were collected by using multiple choice test. The data obtainedwere analized by using analysis technique descriptive statistic type and inferential statistic that is t-test. The result of this research found that: (1) the result of students’ mathematic learning of experiment group was high with the mean score M 15,5, (2) the result of students’ mathematic learning of control group was moderate with the mean score M 10,44, (3) there was significant difference between students who were taught using problem solving learning model and students’ who were taught using conventional learning model of four grade students in semester I at five cluster of Tegallalang subdistrict Gianyar regency (tcount> ttable, tcount= 6,667 dan ttable= 2,000). keyword : Problem solving learning model, students’ mathematic achievement.
Co-Authors ., A.A.SRI MIRAH NOVAYANTI ., Agus Delon P. Putu ., Ahmad Faisol Mansur ., Ahmad Faisol Mansur ., Ana Maulida ., Gama Sugiyo Prayoga ., Gama Sugiyo Prayoga ., GEDE DONI HARTA SAGI ., Gede Kusuma Yasa ., Gusti Ayu Made Lestari ., I Gusti Ayu Agiari ., I Gusti Ayu Murniati ., I Gusti Ayu Murniati ., I Kadek Yoga Adi Putra Wirawan ., I Made Deni Gunarsa ., I Made Suarthika ., I NYOMAN SANJAYA ADIPUTRA ., I Putu Dede Juliana ., I Putu Dede Juliana ., I Wayan Eka Santika Putra ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya ., IGA Fifi Widyanti ., Kadek Ayu Herlin Mudarini ., Kadek Krisna Nanda ., Ketut Eli Mariadeni ., Luh Putu Ratna Dewi ., Luh Rika Sukayanti ., MIFTAHUL RISKY ., Ni Kadek Desi Aristini ., Ni Ketut Ari Sudarwati ., NI KETUT SRIDANA ., Ni Komang Wahyu Trisna Dewi ., Ni Luh Hery Hapryantini ., Ni Luh Widi Hariani ., Ni Made Ari Giri Widayanti ., Ni Made Dwi Kurni Astuti ., Ni Made Lastri Karsiani Putri ., NI NYOMAN SUKARMINI ., Ni Putu Ayu Samiasih ., Ni Putu Candra Prastya Dewi ., Ni Putu Eka Restiti Aniati ., Ni Putu Raina Saraswati ., Ni Putu Raina Saraswati ., Ni Wayan Januk Parwati ., Ni Wayan Yulia Haruminati ., Nur Fatimah ., Nur Fatimah ., Nyoman Dewi Septiani ., Pande Bagus Andika Suarmika ., PROF. DR SUKADI, M.Pd. ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si. ., Pt Jerry Radita p ., Putu Darma Wisada ., Putu Wida Sri Martini Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Alexander Hamonangan Simamora Anak Agung Gde Agung Dwi Angga Nirarta Aritonang, Rido Desak Putu Parmiti Dewa Gede Agus Putra Prabawa Dewa Nyoman Sudana Dewa Putu Widiartana . Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd. . Drs. Ndara Tanggu Renda . Drs. Nyoman Wirya . Fitria Rahmawati . I Dewa Kade Tastra I Gede Ardi Suryadharma I Gede Astawan I Gede Bendesa Subawa I Gede Eric Cantona I Gede Sadhu Satwika Pasek I Gede Wahyu Suwela Antara I Gusti Agung Ayu Novia Cahyani ., I Gusti Agung Ayu Novia Cahyani I Gusti Ayu Irma Dewi Jumaheni I Gusti Ngurah Japa I Gusti Putu Suharta I Kadek Suartama I Komang Brata . I Made Andreano Deny Putra ., I Made Andreano Deny Putra I Made Budihariawan . I Made Citra Wibawa I Made Suarjana I Made Sukerata . I Made Tegeh I Nengah Mariana ., I Nengah Mariana I Nyoman Jampel I Nyoman Kanca I Nyoman Laba Jayanta I Nyoman Saputra Wahyu Wijaya I Wayan Ilia Yuda Adrianus I Wayan Oviyana . I Wayan Rediarta . I Wayan Santyasa I Wayan Sukra Warpala I Wayan Yudiarta . Ida Ayu Komang Suartini . Ignatius I Wayan Suwatra Josapat Eleaser Kadek Ashadi Putra ., Kadek Ashadi Putra Kadek Deni Kurniawiguna ., Kadek Deni Kurniawiguna Ketut Agustini Ketut Ayu Purnami . Ketut Kris Cintya Devi . Ketut Pudjawan Komang Damayasa ., Komang Damayasa Komang Eny Kusuma Wardani . Lena Walunguru Luh Anggreyoni . Luh Putu Tuti Ariani Lussy, Nova M.Hum Dra. Ni Nyoman Garminah . M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd. Dra. Made Sulastri . M.Pd. S.Pd. Putu Nanci Riastini . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Haya Putri Darmawan Made Indah Prabanitha Made Rasmiadi . Made Sumantri Marliana ., Marliana Mirayanti, Ni Made Mutiara Magta Naswan Suharsono Ngakan Putu Sindu Wija Putra ., Ngakan Putu Sindu Wija Putra Ni Kadek Epa Listiana Ni Kadek Indrayati . Ni Kadek Prideni . Ni Ketut Suarni Ni Komang Ayu Sri Andini . Ni Komang Gina Astuti Ni Komang Utariani . Ni Luh Gede Paramita Hervinovira . Ni Luh Putu Sri Nariastini ., Ni Luh Putu Sri Nariastini Ni Made Okty Purwani . Ni Made Penawati ., Ni Made Penawati Ni Made Rini Anggraeni . Ni Made Sintya Novita Dewi ., Ni Made Sintya Novita Dewi Ni Nengah Ayu Wangi Ni Putu Ayu Samiasih ., Ni Putu Ayu Samiasih Ni Putu Lia Ariati . Ni Putu Sri Wahyu Dewi, Dewi Ni Wayan Anisa Rianti Ni Wayan Eka Widiastini Ni Wayan Marti Ni Wayan Rati Nice Maylani Asril Nijma Hidayati . Nyoman Agus Susanta . Nyoman Ayu Putri Lestari Pande Made Meiza Putra Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Putu Agus Dikantara Putra ., Putu Agus Dikantara Putra Putu Agus Yoga Permana . Putu Ersa Septiani Putu Hermayanti Putu Inten Cahaya Dewi . Putu Priska Putra Pratama . Putu Yogi Santosa . Putu Yulan Ariani . Ratu Ayu Astri Desiani ., Ratu Ayu Astri Desiani S.Pd.,M.Pd ., I Gede Astawan, S.Pd.,M.Pd Sang Putu Supradnyana . Sarah O. Y. Aklili Sembiring, Rinawati Setiawan, I Kadek Dwi Indra Yulian Abdullah