Claim Missing Document
Check
Articles

Instrumen Penilaian Hasil Belajar Berbasis Higher Order Thinking Skill Pada Tema Kepemimpinan Ni Komang Gina Astuti; I Ketut Dibia; I Komang Sudarma
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 2 (2021): Augustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i2.36221

Abstract

Masih banyaknya guru yang tidak menggunakan instrumen penilaian sesuai dengan syarat instrumen penilaian dan belum mampu membuat instrumen penilaian yang sesuai dengan prosedur. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian hasil belajar kelas VI pada tema kepemimpinan yang berupa soal tes berbasis Higher Order Thinking Skills yang valid dan reliabel. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4D oleh Thiagarajan yang terdiri dari tahap mendefenisikan, tahap merancang, tahap mengembangkan dan tahap menyebarluaskan. Keempat tahap model ini dijadikan pedoman dalam memvalidasi instrumen yang dikembangkan. Data dikumpulkan menggunakan metode tes. Instrumen tes yang digunakan ialah berupa tes objektif untuk menilai hasil belajar siswa Hasil penelitian ini yaitu uji validitas isi sebesar 1.00 termasuk kategori sangat tinggi, uji validitas butir dihasilkan 27 butir tes valid, uji reliabilitas tes sebesar 0,72 termasuk kriteria tinggi, analisis daya beda soal diperoleh 14,8 % soal dengan kriteria kurang baik, 55,5 % dinyatakan cukup baik, 14,8 % terdapat dengan kriteria baik, dan 14,8% dinyatakan sangat baik, analisis tingkat kesukaran diperoleh hasil terdapat 9 soal dengan kategori mudah dan 12 soal dengan kategori sedang kemudian 6 soal dengan kategori sukar, hasil analisis kualitas pengecoh  diperoleh hasil terdapat 85 pengecoh kriteria baik dan 5 pengecoh kriteria kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa instrumen yang penilaian hasil belajar tema 7 berbasis Higher Order Thinking valid dan layak digunakan sebagai instrumen penilaian pada siswa.
The Assessment Instrument of Mathematics Learning Outcomes Based on HOTS Toward Two-Dimensional Geometry Topic I Gede Wahyu Suwela Antara; I Komang Sudarma; I.Ketut Dibia
Indonesian Journal Of Educational Research and Review Vol. 3 No. 2: July 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.717 KB) | DOI: 10.23887/ijerr.v3i2.25869

Abstract

This study aims to (1) developing a mathematics assessment instrument based on Higher Order Thinking Skills (HOTS); and describe the quality of the instrument. This study was a research and development study adapting 4D model from Thiagarajan. The model including the following steps : (1) define, (2) design, (3) develop, and (4) desseminate. Due to limited of time, this research was only carried out until the developing step.The result shows that the instrument that consists of 18 essay test item are valid and appropriate to be used. The instrumen’s reliability coefficients are 0.659 (High). The instrument has the average of item discrimination  0.44 (Very Good) and the average of item difficulty of the instrument are 0.584 (Medium). The conclusion is the assessment instrument is feasibel being as an assessment instrumen to measure the high order thinking skill toward two-dimentional geometry topic.
Interactive Learning: The Use of Multimedia with Hybrid Models in Balinese Language Subjects for Grade VII Students I Gede Ardi Suryadharma; I Nyoman Jampel; I Komang Sudarma
Indonesian Journal Of Educational Research and Review Vol. 4 No. 3: October 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.291 KB) | DOI: 10.23887/ijerr.v4i3.40280

Abstract

The cultural shift in the era of globalization has greatly influenced the Balinese culture which is deeply ingrained for the Balinese. Therefore, innovative learning media is needed as an effort to prevent this cultural shift. This study aims to develop an interactive multimedia hybrid learning model in Balinese language subjects for seventh-grade junior high school students. Interactive learning multimedia developed using the Articulate Storyline 3 application because this application has features that are easy to use. This interactive multimedia development uses the ADDIE development model which consists of the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The results of the validity of interactive multimedia development will be presented in five main points which include: subject matter experts, learning design experts, learning media experts, individual trials, and small group trials. The subjects of this study included experts, namely 1 subject matter expert, 1 learning design expert, 1 learning media expert, 3 individual test subjects, and 9 small group trial subjects. The methods used in collecting data are observation methods, interview methods, and questionnaire methods. The data analysis technique in this research is descriptive qualitative and descriptive quantitative. The data collection instrument in this study was using a questionnaire. The results of the calculation of the value of the experts (subject experts, instructional design, instructional media), individual trials, and small group trials get very good qualifications. Based on these qualifications, it can be concluded that the interactive multimedia hybrid learning model in Balinese class VII subjects is feasible to be applied to support the learning process.
E-Modul Berbasis Inkuiri Pada Muatan IPA Tema 5 Subtema 2 Kelas V Sekolah Dasar Ni Wayan Anisa Rianti; I Komang Sudarma; I Made Citra Wibawa
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2021): September
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v2i3.50962

Abstract

Materi yang dipaparkan dalam buku guru dan siswa kurang lengkap sehingga guru masih memerlukan sumber lain untuk membantu siswa dalam memahami muatan IPA. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan dan menganalisis efektifitas modul berbasis inkuiri ada muatan IPA Tema 5 Subtema 2 untuk kelas 5 Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini yaiu pengembangan dengan model ADDIE. Subjek penelitian yaitu 1 ahli isi mata pelajaran, 1 ahli desain pembelajaran dan 1 ahli media pembelajaran. Subjek uji coba produk yaitu siswa kelas V SD yang terdiri dari 3 siswa (uji perorangan), dan 9 siswa (uji kelompok kecil). Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan metode observasi, metode wawancara, dan metode kuesioner. Instrumen pengumpulan data yaitu lembar kuesioner/angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif, dan statistic inferensial. Hasil penelitian yaitu nilai perhitungan dari ahli isi mata pelajaran yaitu 98,52% (sangat baik), ahli desain pembelajaran yaitu 94,65% (sangat baik), ahli media pembelajaran yaitu 95,30% (sangat baik). Hasil uji coba perorangan yaitu 93,33%, uji coba kelompok kecil yaitu 90,55%, uji kelompik besar yaitu 90,50% (sangat baik) sehingga mendapatkan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan Hasil Uji Non Parametrik Wilxocon berbantuan SPSS 17.0, diketahui nilai Asymp. Sig (2 tailed) = 0,000 < 0,05, artinya terdapat perbedaan rata-rata nilai responden sebelum dan sesudah menggunakan e-modul berbasis inkuiri. Disimpulkan pula bahwa e-modul berbasis inkuiri efektif meningkatkan hasil belajar muatan IPA di kelas V sekolah dasar.
E-Modul Berbasis Android untuk Siswa Kidal pada Pembelajaran Tematik Kelas IV Sekolah Dasar Setiawan, I Kadek Dwi Indra; I Komang Sudarma; I Wayan Ilia Yuda Adrianus
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2021): September
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v2i3.50978

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan validitas e-modul berbasis android untuk siswa kidal kelas IV. Keadaan dilapangan menggambarkan bahwa belum adanya media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa kidal menjadi permasalahan utama dalam penelitian ini. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin and Peck. Subjek penelitian ini adalah ahli isi ahli desain, ahli media, 3 orang siswa kidal sebagai uji coba perorangan, dan 6 orang siswa kidal sebagai uji coba kelompok kecil. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Diperoleh hasil uji ahli isi pembelajaran sebesar 94%, uji ahli desain pembelajaran sebesar 98%, uji ahli media pembelajaran 95%, uji coba perorangan sebesar 94,67%, dan uji coba kelompok kecil sebesar 95,33% yang keseluruhan persentase skornya dikualifikasikan sangat baik. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan kenyamanan belajar siswa kidal serta memotivasi guru untuk memperhatikan keragaman karakteristik siswa sehingga tercipta pembelajaran yang ideal.
Problem-Based Learning-Oriented Animated Learning Videos in Fifth-Grade Elementary School Science Content Josapat Eleaser; I Made Tegeh; I Komang Sudarma
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v11i1.58728

Abstract

The lack of teacher ability to facilitate innovative learning media for students then impacts low student learning outcomes, so to overcome these problems, it is necessary to use innovative media in the learning process. This research aimed to describe the design and know the validity of problem-based learning-oriented animation videos in the science content of class V SD. This research belongs to the type of development research which was developed using the ADDIE model. The subjects involved in this study were educational technology experts, content experts, design experts, media experts, and trial students. Data collection in this study was carried out using the questionnaire method and the test method, with research instruments in the form of product validity sheets and tests of student learning outcomes. The data obtained in the study were then analyzed using qualitative descriptive analysis techniques, quantitative descriptive analysis, and t-test inferential statistical analysis. The results of the research analysis show that the review results of content experts are very well qualified (90.9%), design experts are very well qualified (92.3%), media experts are very well qualified (92.3%), individual test results are very well qualified (96.1%), and the results of the small group trials were very well qualified (91.4%). Based on these results, the animated video media developed are very good qualifications and can improve the learning outcomes of fifth-grade elementary school students.
Pengembangan Video Pembelajaran Berbasis Microlearning Pada Muatan IPAS Kelas IV SD Negeri 4 Panji Aritonang, Rido; Desak Putu Parmiti; I Komang Sudarma
Jurnal Media dan Teknologi Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmt.v3i2.63538

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh minimnya media pembelajaran khususnya dalam muatan IPAS, yang menyebabkan siswa sulit untuk memahami materi. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan video pembelajaran berbasis microlearning. Jenis penelitian ini yaitu penelitian pengembangan dengan menggunakan prosedur model ADDIE. Subek uji coba penelitian ini yaitu 1 orang ahli isi pembelajaran, 1 orang ahli desain pembelajaran, 1 orang ahli media pembelajaran, 3 orang uji coba perorangan, 6 orang uji coba kelompok kecil, dan 30 orang uji coba lapangan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara, pencatatan dokumen dan kuesioner. Instrument yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu kuesioner. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yaitu hasil review ahli isi pembelajaran memperoleh skor 90% (berkualifikasi sangat baik), hasil review ahli desain pembelajaran memperoleh skor 93,3% (berkualifikasi baik), hasil review ahli media pembelajaran memperoleh skor 94% (berkualifikasi sangat baik), hasil uji coba perorangan memperoleh persentase skor 96,6% (berkualifikasi sangat baik), hasil uji kelompok kecil memperoleh persentase skor 95,5% (berkualifikasi sangat baik), dan hasil uji lapangan memperoleh persentase skor 94,6%  Jadi media video pembelajaran berbasis microlearning pada muatan IPAS layak untuk digunakan. Implikasi penelitian ini yaitu media yang dikembangkan dapat digunakan oleh guru dalam meningkatkan pemahaman siswa pada muatan IPAS.
PENGARUH STRATEGI PROBLEM SOLVING BERBANTUAN KARTU KERJA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI DESA TEJAKULA ., Komang Eny Kusuma Wardani; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1957

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja, (2) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi ekspositori, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi ekspositori pada siswa kelas V SD di desa Tejakula tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di desa Tejakula yang berjumlah 163 orang. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 58 orang. Teknik pengambilan sampel adalah teknik Probability Sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar matematika kelompok eksperimen dengan menggunakan strategi problem solving berbantuan kartu kerja menunjukkan skor rata-rata 42,10 berada pada kategori sangat tinggi (2) hasil belajar matematika kelompok kontrol dengan menggunakan strategi ekspositori rata-rata skor siswa adalah 32,64 berada pada kategori sedang. (3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja dan kelompok dengan strategi ekspositori pada siswa kelas V sekolah dasar di desa Tejakula. Perbedaan tersebut dilihat dari thit > ttab (thit = 4,623. > ttab = 2,003). Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa strategi problem solving berbantuan kartu kerja berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika dibandingkan dengan strategi ekspositori.Kata Kunci : problem solving, hasil belajar matematika. The purpose of this study was (1) to describe mathematics learning outcomes of students who were taught with card-assisted problem solving strategy, (2) describe mathematics learning outcomes of students were taught with expository strategy, (3) determine significant differences of mathematics learning outcomes between group of students who taught with card-assisted problem solving strategy and group of students who were taught with expository strategy of fifth grade elementary school students in Tejakula Village in academic year 2013/2014. This study was a [quasi-experimental] with a post-test only control on group design. Population of study was 163 students and sample of this study were 58 students who were determined by using Probability Sampling technique. The obtained data was analyzed in two stages, namely descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (t-test independent sample). The results of this study showed that: (1) mathematics learning outcomes of experimental group students who were taught with card-assisted problem solving strategy revealed an average score 42.10 that was in very high category (2) mathematics learning outcomes of controlled group by using expository strategies had average score 32.64 that was in medium category (3) there were significant differences in mathematics learning outcomes between group that was taught by using card-assisted problem solving strategy and group that was taught by using expository strategy in fifth grade elementary school students in the Tejakula Village. The differences were seen from tcount> ttab ( tcount = 4.623 . > Ttab = 2.003). Based on the findings, it was concluded that the card-assisted problem solving strategy had more positive effect on mathematics learning outcomes than expository strategy.keyword : problem solving , result of mathematic study.
PENGARUH METODE SOSIODRAMA BERBANTUAN CERITA RAKYAT TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS V ., Ketut Ayu Purnami; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1959

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara penerapan metode sosiodrama berbantuan cerita rakyat dengan penerapan metode konvensional terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan desain post test only control group design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 236 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 58 orang yang terdiri dari 29 siswa di kelas eksperimen dan 29 siswa di kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel adalah teknik ProbabilitySampling dengan tehnik random berkelompok. Data dikumpulkan dengan instrumen tes keterampilan berbicara berupa tes tindakan. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode sosiodrama berbantuan cerita rakyat dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode konvensional (thitung = 16,22 dan ttab = 2,003). Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa metode sosiodrama berbantuan cerita rakyat berpengaruh positif terhadap keterampilan berbicara siswa. Dilihat dari rata-rata keterampilan berbicara, diketahui rata-rata keterampilan berbicara kelompok eksperimen adalah 21,78 dan rata-rata keterampilan berbicara kelompok kontrol adalah17,10. Berdasarkan rata-rata tersebut, dapat disimpulkan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode sosiodrama berbantuan cerita rakyat lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode konvensional.Kata Kunci : sosiodrma, konvensional, keterampilan berbicara The purpose of this study was to determine the difference between the application of the method sociodramas folklore aided by the application of conventional methods to the speaking skills of fifth grade students of the school year 2013/2014. This research is a quasi-experimental research design and use of post-test only control group design. Populasi this study were all fifth grade students in elementary Cluster I Buleleng academic year 2013/2014, amounting to 236 people. The sample used in this study amounted to 58 people consisting of 29 students in the experimental class and 29 students in the control class. The sampling technique is a technique by technique ProbabilitySampling random groups. Data collected by the instrument test speaking skills in the form of test action. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics ( t-test ). The analysis showed a significant difference between groups speaking skills of students who are taught using the method sociodramas aided folklore and groups of students who are taught using conventional methods ( of t = 16.22 and ttab = 2.003 ). Based on this analysis it can be concluded that the method assisted sociodramas folklore positive effect on students' speaking skills. Judging from the average speaking skills, known to the average speaking skills experimental group was 21.78 and the average speaking skills is 17.10 the control group. Based on this average, it can be concluded that the group of students who learned with folklore aided sociodramas method is better than the group of students who learned with the conventional method.keyword : sociodramas, conventional, speaking skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HEURISTIK VEE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD GUGUS II KECAMATAN MENDOYO ., Ni Made Okty Purwani; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran heuristik vee, (2) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA siswa kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, (3) mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran heuristik vee dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus II Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 249 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 66 orang. Sampel diambil dengan teknik group random sampling. Data pemahaman konsep IPA dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, yaitu tes objektif yang diperluas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) skor rata-rata pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen adalah 29,72 yang berada pada kategori tinggi, (2) skor rata-rata pemahaman konsep IPA kelompok kontrol adalah 23,03 yang berada pada kategori sedang, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 5,54 > ttabel 2,00) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran heuristik vee dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Dengan demikian, kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran heuristik vee menunjukkan pemahaman konsep yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : model heuristik vee, pemahaman konsep This observation aims to: (1) describe comprehension of student science concept in group experiment which is taught with heuristic vee learning model, (2) describe comprehension of student science concept in control group which is taught with direct learning model, (3) know differences comprehension of science concept among the students that follow heuristic vee learning and students that follow learning with direct learning model. This kind of observation is apparent experiment observation with design post-test only control group design. This observation population is all of fifth grade students in fifth cluster elementary school in Mendoyo sub-district in 2013/2014 in which engange 247 students. Sample that participated in the study were 66 students. Sample that taken by sampling random technique. Science concept comprehension data is gethered by test method, which is wider objective test. Then data will be analyzed by using descriptive statistic analysis technique and t-test. Result of observation points that, (1) average score of student science concept comprehension in group experiment is 29,72 that is different in high category, (2) average score of student science concept comprehension in control group 23,03 that is different in medium category, (3) result of t-test analysis is obtained tcount is bigger than ttable (tcount 5,54 > ttable 2,00) it means that there is significant differences in science concept comprehension among the students who follow the learning by using heuristic vee and students that follow learning with direct learning model. Thus, the group of students who learned with vee heuristic learning model showed a better understanding of the concept compared to a group of students that learned to use direct instructional model.keyword : heuristic vee learning, concept comprehension
Co-Authors ., A.A.SRI MIRAH NOVAYANTI ., Agus Delon P. Putu ., Ahmad Faisol Mansur ., Ahmad Faisol Mansur ., Ana Maulida ., Gama Sugiyo Prayoga ., Gama Sugiyo Prayoga ., GEDE DONI HARTA SAGI ., Gede Kusuma Yasa ., Gusti Ayu Made Lestari ., I Gusti Ayu Agiari ., I Gusti Ayu Murniati ., I Gusti Ayu Murniati ., I Kadek Yoga Adi Putra Wirawan ., I Made Deni Gunarsa ., I Made Suarthika ., I NYOMAN SANJAYA ADIPUTRA ., I Putu Dede Juliana ., I Putu Dede Juliana ., I Wayan Eka Santika Putra ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya ., IGA Fifi Widyanti ., Kadek Ayu Herlin Mudarini ., Kadek Krisna Nanda ., Ketut Eli Mariadeni ., Luh Putu Ratna Dewi ., Luh Rika Sukayanti ., MIFTAHUL RISKY ., Ni Kadek Desi Aristini ., Ni Ketut Ari Sudarwati ., NI KETUT SRIDANA ., Ni Komang Wahyu Trisna Dewi ., Ni Luh Hery Hapryantini ., Ni Luh Widi Hariani ., Ni Made Ari Giri Widayanti ., Ni Made Dwi Kurni Astuti ., Ni Made Lastri Karsiani Putri ., NI NYOMAN SUKARMINI ., Ni Putu Ayu Samiasih ., Ni Putu Candra Prastya Dewi ., Ni Putu Eka Restiti Aniati ., Ni Putu Raina Saraswati ., Ni Putu Raina Saraswati ., Ni Wayan Januk Parwati ., Ni Wayan Yulia Haruminati ., Nur Fatimah ., Nur Fatimah ., Nyoman Dewi Septiani ., Pande Bagus Andika Suarmika ., PROF. DR SUKADI, M.Pd. ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si. ., Pt Jerry Radita p ., Putu Darma Wisada ., Putu Wida Sri Martini Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Alexander Hamonangan Simamora Anak Agung Gde Agung Dwi Angga Nirarta Aritonang, Rido Desak Putu Parmiti Dewa Gede Agus Putra Prabawa Dewa Nyoman Sudana Dewa Putu Widiartana . Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd. . Drs. Ndara Tanggu Renda . Drs. Nyoman Wirya . Fitria Rahmawati . I Dewa Kade Tastra I Gede Ardi Suryadharma I Gede Astawan I Gede Bendesa Subawa I Gede Eric Cantona I Gede Sadhu Satwika Pasek I Gede Wahyu Suwela Antara I Gusti Agung Ayu Novia Cahyani ., I Gusti Agung Ayu Novia Cahyani I Gusti Ayu Irma Dewi Jumaheni I Gusti Ngurah Japa I Gusti Putu Suharta I Kadek Suartama I Komang Brata . I Made Andreano Deny Putra ., I Made Andreano Deny Putra I Made Budihariawan . I Made Citra Wibawa I Made Suarjana I Made Sukerata . I Made Tegeh I Nengah Mariana ., I Nengah Mariana I Nyoman Jampel I Nyoman Kanca I Nyoman Laba Jayanta I Nyoman Saputra Wahyu Wijaya I Wayan Ilia Yuda Adrianus I Wayan Oviyana . I Wayan Rediarta . I Wayan Santyasa I Wayan Sukra Warpala I Wayan Yudiarta . Ida Ayu Komang Suartini . Ignatius I Wayan Suwatra Josapat Eleaser Kadek Ashadi Putra ., Kadek Ashadi Putra Kadek Deni Kurniawiguna ., Kadek Deni Kurniawiguna Ketut Agustini Ketut Ayu Purnami . Ketut Kris Cintya Devi . Ketut Pudjawan Komang Damayasa ., Komang Damayasa Komang Eny Kusuma Wardani . Lena Walunguru Luh Anggreyoni . Luh Putu Tuti Ariani Lussy, Nova M.Hum Dra. Ni Nyoman Garminah . M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd. Dra. Made Sulastri . M.Pd. S.Pd. Putu Nanci Riastini . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Haya Putri Darmawan Made Indah Prabanitha Made Rasmiadi . Made Sumantri Marliana ., Marliana Mirayanti, Ni Made Mutiara Magta Naswan Suharsono Ngakan Putu Sindu Wija Putra ., Ngakan Putu Sindu Wija Putra Ni Kadek Epa Listiana Ni Kadek Indrayati . Ni Kadek Prideni . Ni Ketut Suarni Ni Komang Ayu Sri Andini . Ni Komang Gina Astuti Ni Komang Utariani . Ni Luh Gede Paramita Hervinovira . Ni Luh Putu Sri Nariastini ., Ni Luh Putu Sri Nariastini Ni Made Okty Purwani . Ni Made Penawati ., Ni Made Penawati Ni Made Rini Anggraeni . Ni Made Sintya Novita Dewi ., Ni Made Sintya Novita Dewi Ni Nengah Ayu Wangi Ni Putu Ayu Samiasih ., Ni Putu Ayu Samiasih Ni Putu Lia Ariati . Ni Putu Sri Wahyu Dewi, Dewi Ni Wayan Anisa Rianti Ni Wayan Eka Widiastini Ni Wayan Marti Ni Wayan Rati Nice Maylani Asril Nijma Hidayati . Nyoman Agus Susanta . Nyoman Ayu Putri Lestari Pande Made Meiza Putra Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Putu Agus Dikantara Putra ., Putu Agus Dikantara Putra Putu Agus Yoga Permana . Putu Ersa Septiani Putu Hermayanti Putu Inten Cahaya Dewi . Putu Priska Putra Pratama . Putu Yogi Santosa . Putu Yulan Ariani . Ratu Ayu Astri Desiani ., Ratu Ayu Astri Desiani S.Pd.,M.Pd ., I Gede Astawan, S.Pd.,M.Pd Sang Putu Supradnyana . Sarah O. Y. Aklili Sembiring, Rinawati Setiawan, I Kadek Dwi Indra Yulian Abdullah