Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Pemberian Sugesti Positif dengan Model SAVI Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V ., Nyoman Dewi Septiani; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika dengan menerapkan sugesti positif dengan model SAVI pada siswa kelas V tahun pelajaran 2015/2016 di SD Mutiara Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang terdiri atas empat kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V tahun pelajaran 2015/2016 di SD Mutiara Singaraja, yang berjumlah 24 siswa. Objek penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar Matematika. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa terjadi peningkatan persentase hasil belajar Matematika pada siswa kelas V di SD Mutiara Singaraja. Berdasarkan hasil tes, pada siklus I rata-rata hasil belajar Matematika siswa yang diperoleh sebesar 78,5% (kategori cukup). Rata-rata hasil belajar Matematika siswa pada siklus II sebesar 88% (kategori tinggi). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pemberian sugesti positif dengan pembelajaran model SAVI dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas V SD Mutiara Singaraja.Kata Kunci : Model SAVI, Sugesti Positif, Hasil Belajar Matematika This research aims to improve learning outcomes by implementing positive suggestions Mathematical with model SAVI in class V students in academic year 2015/2016 in SD Mutiara Singaraja. This research is a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, implementation of the action, test and evaluation, and reflection. Implementation of the action of each cycle is four meetings. The subjects were fifth grade students in the academic year 2015/2016 in SD Mutiara Singaraja, totaling 24 people . The object of this study is to increase learning outcomes in Mathematics. Collecting data in this study conducted with test method. Data were analyzed with descriptive statistical analysis techniques. The results showed that an increase in the percentage of learning mathematics in grade V in SD Mutiara Singaraja. Based on the test results , in the first cycle the average result of learning mathematics is 78.5% (category enough). The average result of learning mathematics students in the second cycle of 88% (high category). Based on these results it can be concluded that the application of the provision of positive suggestions with SAVI models can improve learning outcomes Mathematical fifth grade students of SD Mutiara Singaraja.keyword : SAVI Models, Suggestions positive, Learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VCT BERBANTUAN CERITA MAHABHARATA TERHADAP NILAI KARAKTER SISWA KELAS 5 PADA MATA PELAJARAN PKn SEMESTER I GUGUS 5 MANDARA GIRI TAMBLANG KECAMATAN KUBUTAMBAHAN TAHUN AJARAN 2013/2014 ., Ni Luh Gede Paramita Hervinovira; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai karakter siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran value clarification technique (VCT) berbantuan cerita Mahabharata dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Langsung pada mata pelajaran PKn kelas V gugus V Mandara Giri Tamblang Semester I Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di gugus V yang berjumlah 87 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No 2 Tamblang yang berjumlah 22 orang dan siswa kelas V SD Negeri 6 Tamblang yang berjumlah 24 orang. Data tentang nilai karakter dikumpulkan dengan menggunakan angket/kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) nilai karakter siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi dengan rata-rata (M) 85,77. (2) nilai karakter siswa kelompok kontrol tergolong cukup dengan rata-rata (M) 72,95. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai karakter siswa kelas V semester I antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model value clarification technique (VCT) berbatuan cerita Mahabharata dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Langsung (thit > ttab, thit = 7,367 dan ttab = 2,000).Kata Kunci : VCT, Cerita Mahabharata, Nilai Karakter This study is aimed at determining the differences of students character score between students who were though through value clarification technique ( VCT) assisted with Mahabrata story and students who were though through direct learning model on Pkn class for the fifth grade students of Gugus V Mandara Giri Tamblang in the first semester of academic years 2013/2014 This research was a quasi experiment. The populations were the entire fifth grade students in Gugus V. the population were 87 students. The samples of the study were the fifth grade student of SD 2 Tamblang ang the fifth grade of the student of SD 6 Tamblang. The sample of the both school were, 22 from SD 2 Tamblang and 24 from SD 6 Tamblang. The data was collected through questionnaire. The data was analyzed through descriptive statistic analysis and inferential statistic t- test. The study found that (1) the character score for experiment group student was high, (M=85,77), (2) the character score for control group student was average (M= 72,99). (3) There was a significant different in student’s character score between student who were tough through value clarification technique assisted with Mahabarata story and student who were tough through direct learning model (to, > tcv. to = 7,367and tcv = 2,000).keyword : VCT, Mahabharata Story, Caracter Value
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PADA SISWA KELAS V ., I Gusti Ayu Agiari; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7479

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak cerita siswa setelah menerapkan model pembelajaran word square. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SDN 4 Banyuasri Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 27 orang siswa. Data dikumpulkan dengan metode tes, dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada siklus I diperoleh rata-rata keterampilan menyimak siswa 89,01% (tergolong baik) dan meningkat pada siklus II menjadi 92,96% (tergolong sangat baik). Peningkatan yang terjadi sebesar 3,95%. Ketuntasan klasikal pada siklus I yaitu 74,07% belum mencapai kriteria yang ditetapkan yaitu 85%, sedangkan pada siklus II ketuntasan klasikal yang diperoleh yaitu 88,89% dan sudah mencapai kriteria yang ditetapkan yaitu 85% serta mengalami peningkatan sebesar 14,82%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran word square dapat meningkatkan keterampilan menyimak cerita siswa kelas V SDN 4 Banyuasri Kecamatan Buleleng. Kata Kunci : word square, keterampilan menyimak, cerita This research is a classroom action research (CAR) which conducted in two cycles. This study aims to improve students listening story skill after appliyng word square learning model. The subject of this research were all of the fifth grade student at SDN 4 Banyuasri in district of Buleleng in the academic year of 2015/2016, which amount was 27 student. Data were collected by the test method, and then analyzed by quantitative descriptive analysis method. The result of this study in the first cycle was 89,01% (good category) in the average of students' listening skill and increased in the second cycle become 92,96% (very good category). The increases which have happend was 3,95%. The classical completeness in the first cycle was 74,07% have not reached the established criteria, namely 85%, whereas in the second cycle, the classical completeness was 88,89% and have reached the established criteria in 85% and have increased in 14,82%. Based on these results, it can be concluded that the application of word square learning model can improve the students' learning story skill in the fifth grade of SDN 4 Banyuasri in the district of Buleleng.keyword : word square, listening skill, story
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN IKRAR (INISIASI, KONTRUKSI-REKONTRUKSI, APLIKASI DAN REFLEKSI) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., Dewa Putu Widiartana; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2061

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) deskripsi hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional, 2) deskripsi hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model IKRAR, 3) perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran IKRAR (Inisiasi, Konstruksi-rekonstruksi, Aplikasi dan Refleksi) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan post tes only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD gugus II Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 158 orang. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 76 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 4 Penarukan yang berjumlah 40 orang dan siswa kelas V SD Negeri 3 Penarukan yang berjumlah 36 orang. Tes hasil belajar matematika yang digunakan adalah tes uraian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional tergolong kriteria tinggi dengan rata-rata (M) = 29,00 , 2) Hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model IKRAR tergolong kriteria sangat tinggi dengan rata-rata (M) = 31,15, 3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran IKRAR (Inisiasi, Kontruksi-rekontruksi, Aplikasi dan Refleksi) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model ( thitung = 6,33 dan ttab = 1,980). Dilihat dari rata-rata hasil belajar matematika, diketahui rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen adalah 33,15 dan rata-rata hasil belajar kelompok kontrol adalah 29,00. Berdasarkan rata-rata tersebut, dapat disimpulkan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran IKRAR (Inisiasi, Konstruksi-rekonstruksi, Aplikasi dan Refleksi) lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model IKRAR, hasil belajar matematika Abstract The research aimed to know about 1) description the result of the math students who join conventional 2) description the result of the math students who join learning models IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) 3) The difference result between of the math students who join learning models IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) and the result of the math students who join conventional. This research was about abstract experiments and used Post test only control group design. Populations of this research is five grade students of elementary school cluster II in Buleleng sub-district in academic year 2013-2014 with total value is 158 students. And the students’ examples were used in this observation around 76 people. The examples models of this research was five grade students in SD Negeri 4 Penarukan with total 40 students, and students in SD Negeri 3 Penarukan with total 36 people. The result of learning mathematics test was used descriptive test. Data was analyzed with statistic descriptive and inferential statistic ( test-t ). The result of analysis shown 1) The result of math students who join conventional learning have high classified criteria with average ( M ) = 29,00, 2) The result of math for the groups of students were used learning model IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) have high classified criteria with average ( M ) =31,15, 3) There are significant differences between The result of math for the groups of students were used learning model IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) and The result of math students who join conventional learning ( count =6,33 and tab = 1,980 ). From the average of result of mathematic, it’s shown about the experiment group is 33,15 and the average of control group is 29,00. According to that average, it can be concluded that the groups of students were used learning model IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) more higher than the groups student who join conventional learning.keyword : Model IKRAR, Mathematic Learning Result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR 5E BERBANTUAN MEDIA MAGIC PAPER TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ., Ketut Kris Cintya Devi; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3503

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika siswa, dan dalam proses belajar mengajar siswa, jarang menggunakan media pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran siklus belajar 5E berbantuan media magic paper dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Sekolah Dasar di Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 261 orang. Sampel penelitiannya yaitu kelas Va di SD N 1 Banyuning sebagai kelompok kontrol sebanyak 31 siswa dan kelas Vb di SD N 1 Banyuning sebagai kelas eksperimen sebanyak 30 siswa. Data hasil belajar Matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa t-hitung 10,68 > t-tabel 2,000 (dengan taraf signifikan 5%), maka H1 diterima, jadi terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar Matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran siklus belajar (5E) berbantuan media magic paper dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Sekolah Dasar di Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : siklus belajar 5E, hasil belajar matematika The problem in this research was the low of student mathematics learning outcomes, and in learning process students rarely use instructional media. Therefore, this research aimed to determine the difference of the understanding mathematics learning outcomes between students who were taught by using 5E learning cycle model of learning assisted media magic paper and the students who were taught by using conventional way in fifth grade students at Gugus I Buleleng District in the academic year 2013/2014. The study was the quasi experiment. The populations in this study were the fifth grade students at Gugus I Buleleng District in the academic year 2013/2014 who consisted of 261 students. The samples of this experiment were A fifth grade in SD N 1 Banyuning as much as the control group with 31 students and in the B fifth grade in SD N 1 Banyuning as a experimental group with 30 students. The data of students’ understanding science concept was collected by essay test. The collected data was analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic analysis (t-test). The result of the data indicate that t-hitung 10,68 > t-tabel 2.000 (with significance level of 5%), so that the H1 is accepted, so there is significant difference of understanding mathematics learning outcomes between students who are taught by using 5E learning cycle model of learning assisted media magic paper and students who are taught by using conventional way in fifth grade elementary school at Gugus I Buleleng District in the academic year 2013/2014. keyword : 5E learning cycle, mathematics learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PADA MATA PELAJARAN IPS ., I Made Suarthika; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i3.12431

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep IPS siswa diduga karena model pembelajaran yang diterapkan terlalu berpusat kepada guru, sehingga siswa kurang aktif dan kegiatan pembelajaran menjadi pasif. Dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan terhadap pemahaman konsep pada mata pelajaran IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray dengan siswa yang dibelajarkan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Tahun Pelajaran 2016/2017 di Gugus IV Kecamatan Selemadeg Timur. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Dalang yang berjumlah 25 siswa dan siswa kelas V SD Negeri 1 Gadungan yang berjumlah 22 siswa. Metode dalam pengumpulan data dilakukan dengan metode tes obyektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) rata-rata skor pemahaman konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray adalah 20,76, yang berada pada kategori tinggi, (2) rata-rata skor pemahaman konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional adalah 16,90 yang berada pada kategori sedang, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan ttabel (thitung= 3,60 > ttabel= 2,021). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray berpengaruh terhadap pemahaman konsep pada mata pelajaran IPS.Kata Kunci : model TSTS, pemahaman konsep. The low conceptual understanding of student social are thought to be due to the applied learning model is too centered on the teacher, so the students are less active and the learning activities become passive. From this problem, this study aimed to determine the difference of conceptual understanding on the subjects of social studies between students who were taught by the model of learning Two Stay Two Stray with students who were taught conventional learning model. This type of research is a quasi-experimental study, with a post-test only control group design. The population of this study is fifth grade student academic year 2016/2017 at Elementary School in Gugus IV East Selemadeg. The sample of this research is fifth grade students SD Negeri 1 Dalang consisted of 25 students and fifth grade students SD Negeri 1 Gadungan consisted of 22 students. Methods in data collection were done by objective test method. The data had been obtained were analyzed using descriptive statistical analysis technique and inferential statistic. The results of this study indicate that, (1) the average score of students using the Two Stay Two Stray learning model is 20,76 which is in the high category, (2) the average score of students using conventional learning model that is 16,90 which is in the medium category, (3) the result of t-test analysis obtained tobserved greater than tcritical (tobserved = 3,60 > tcritical = 2,021). Based on the results of this study, it can be concluded that learning model of Two Stay Two Stray have an effect on conceptual understanding on social science subject.keyword : TSTS model, conceptual understanding.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING TERHADAP HASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD SEMESTER GANJIL DI GUGUS V KECAMATAN TEGALLALANG KABUPATEN GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Putu Inten Cahaya Dewi; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem solvingdengan siswa yang belajar dengan model konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Gugus V Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian berjumlah 71 orang dari siswa kelas IV SD Gugus V Kecamatan Tegalalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini yaitu berjumlah 35 orang dari kelas IV SD Negeri 1 Pupuan sebagai kelompok eksperimen dan 36 orang dari kelas IV SD Negeri 2 Pupuansebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tipe statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) hasil belajar matematika siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi dengan dengan rata-rata M 15,5, (2) hasil belajar matematika siswa kelompok kontrol tergolong sedang dengan rata-rata M 10,44, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran problrm solving dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester I di SD Gugus V Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar (thitung> ttabel, thitung = 6,667 dan ttabel = 2,000). Kata Kunci : Model Pembelajran problem solving, hasilbelajarMatematika. This research aims to know the differences of students’ achievement significantlybetween studnents who learn through problem solving learning model with the students who learn through conventional learning model of four grade elementary school at five cluster Tegallalang subdistrict Gianyar regency in academic year 2013/2014. Kind of this research is quasi-experiment. The populations of this research were 71 students from four grade of five cluster in Tegallalang subdistrict Gianyar regency in academic year 2013/2014. Samples of this research were 35 students from four grade students of Negeri 1 Pupuan elementary school as experiment group and 36 students of Negeri 2 Pupuan elementary school as control group. The data of students’ achievement were collected by using multiple choice test. The data obtainedwere analized by using analysis technique descriptive statistic type and inferential statistic that is t-test. The result of this research found that: (1) the result of students’ mathematic learning of experiment group was high with the mean score M 15,5, (2) the result of students’ mathematic learning of control group was moderate with the mean score M 10,44, (3) there was significant difference between students who were taught using problem solving learning model and students’ who were taught using conventional learning model of four grade students in semester I at five cluster of Tegallalang subdistrict Gianyar regency (tcount> ttable, tcount= 6,667 dan ttable= 2,000). keyword : Problem solving learning model, students’ mathematic achievement.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA GRAFIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR ., Ni Wayan Januk Parwati; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media grafis, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media grafis dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 148 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV SD Negeri 2 Culik dan siswa kelas IV SD Negeri 3 Culik. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 23,81 berada pada kategori sangat tinggi, (2) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol adalah 16,65 berada pada kategori sedang, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 6,31 > ttabel 2,021) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media grafis dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model make a match, hasil belajar This research aims to (1) describe the science learning outcomes group of students that learned with cooperative learning model make a match-aided graphic media, (2) describe the science learning outcomes group of students that learned with conventional learning model, (3) determine differences in science learning outcomes among the group of students that learned with cooperative learning model make a match-aided graphic media and groups of students that learned with conventional learning models to students fourth grade in cluster IV Abang district Karangasem regency in the academic year 2015/2016. This research is a quasi-experimental with non-equivalent posttest only control group design. The population was all students in fourth grade in cluster IV Abang district Karangasem regency in the school year 2015/2016, amounting to 148 students. Sample that taken by sampling random technique. The research sample that fourth grade students of SD Negeri 2 Culik and fourth grade students of SD Negeri 3 Culik. Science learning outcome data were collected using an objective test of multiple choice form. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that (1) the average score of science learning outcomes experimental group was 23.81 are at very high category, (2) the average score of science learning outcomes control group was 16.65 in middle category, (3) results of t-test analysis, obtained tcount is bigger than ttable (tcount=6,31>ttable=2,021) this means that there are significant differences between the science learning outcomes of students that learned with cooperative learning model make a match-aided graphic media and groups of students that learned with conventional learning model.keyword : model make a match, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III KECAMATAN BULELENG ., Ni Made Dwi Kurni Astuti; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Scramble berbantuan kartu pertanyaan dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas III semester II di Gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017. Desain penelitian yang digunakan adalah non equivalent posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, sehingga didapatkan dua kelas yaitu kelas III SD Negeri 8 Banyuning berjumlah 38 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas III SD Negeri 2 Banyuning berjumlah 36 siswa sebagai kelas kontrol. Instrmen pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes uraian dengan dua tahap analisis yaitu analisis statisik deskriptif dan analisis statistik inferensial (Uji-t). Hasil penelitian ini yaitu, diperoleh perhitungan uji-t, thitung = 11,55 > ttabel = 1,671 (dengan db 72 dan taraf signifikansi 5%), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa model pembelajaran Scramble berbantuan kartu pertanyaan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Model Pembelajaran Scramble, Kartu Pertanyaan, Hasil Belajar This study aims to determine the differences in learning outcomes between Indonesian students groups that learning with learning models Scramble assisted question cards and groups of students who learning with conventional models in third grade students in the second in the first group of Buleleng District, Buleleng regency year 2016/2017. The research design used is non equivalent posttest-only control group design. The population in this research is all students of class III SD I Buleleng District, Buleleng District. Determination of sample is done by random sampling technique, so that got two class that is class III SD Negeri 8 Banyuning amounted to 38 students as experiment class and student of class III SD Negeri 2 Banyuning amounted to 36 student as control class. The data collection instrument in this research is a description test with two stages of analysis that is descriptive static analysis and inferential statistical analysis (t-test). The result of this research is t-test calculation, tct = 11,55> ttable = 1,671 (with db 72 and significance level 5%), so H0 is rejected and H1 accepted. Thus it can be stated that the instructional model of Scramble card-assisted question has a significant effect on the learning outcomes of Indonesian class III students in Buleleng District Buleleng District I Bulletin Lesson Year 2016/2017.keyword : Scramble Learning Model, Question Card, Learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI TERHADAP MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD MUTIARA SINGARAJA ., Ni Wayan Yulia Haruminati; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan minat belajar Matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Somatis, Auditori, Visual, Intelektual (SAVI) dan model pembelajaran Konvensional pada siswa kelas IV SD Mutiara Singaraja tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan populasi siswa kelas IV SD Mutiara Singaraja. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode sensus dengan jumlah sampel 62 orang siswa. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner, dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis data, diperoleh thit = 8,992 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 2,00030. Hal ini berarti thit > ttab, terdapat hasil yang signifikan. Dari rata-rata hitung, diketahui kelompok eksperimen adalah 81,86 berada pada kategori tinggi dan kelompok kontrol adalah 69,18 berada pada kategori rendah, sehingga model pembelajaran Somatis, Auditori, Visual, Intelektual (SAVI) berpengaruh terhadap minat belajar Matematika siswa kelas IV di SD Mutiara Singaraja tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Matematika, Minat Belajar, Model Pembelajaran SAVI This research was aimed to determine the difference of interest in learning mathematics between group of students who learned by Somatic, Auditory, Visual, Intellectual (SAVI) model and Conventional model in the fourth grade students SD Mutiara Singaraja in the academic year of 2015/2016. The research is a quasi experiment with fourth grade student population Mutiara Singaraja. Sampling study using census method with a sample of 62 students. The data collected by questionnaire, were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). The results of data analysis, obtained thit = 8.992 and ttab (at significance level of 5%) = 2.00030. This means thit > ttab, there is a significant result. Of the arithmetic mean, it is known the experimental group was 81.86 at the high category and the control group was 69.18 are in the low category, so Somatic, Auditory, Visual, Intellectual (SAVI) model affect the interest of studying Maths grade IV in SD Mutiara Singaraja in the academic year 2015/2016.keyword : Interest in Learning, Mathematics, SAVI Model
Co-Authors ., A.A.SRI MIRAH NOVAYANTI ., Agus Delon P. Putu ., Ahmad Faisol Mansur ., Ahmad Faisol Mansur ., Ana Maulida ., Gama Sugiyo Prayoga ., Gama Sugiyo Prayoga ., GEDE DONI HARTA SAGI ., Gede Kusuma Yasa ., Gusti Ayu Made Lestari ., I Gusti Ayu Agiari ., I Gusti Ayu Murniati ., I Gusti Ayu Murniati ., I Kadek Yoga Adi Putra Wirawan ., I Made Deni Gunarsa ., I Made Suarthika ., I NYOMAN SANJAYA ADIPUTRA ., I Putu Dede Juliana ., I Putu Dede Juliana ., I Wayan Eka Santika Putra ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya ., IGA Fifi Widyanti ., Kadek Ayu Herlin Mudarini ., Kadek Krisna Nanda ., Ketut Eli Mariadeni ., Luh Putu Ratna Dewi ., Luh Rika Sukayanti ., MIFTAHUL RISKY ., Ni Kadek Desi Aristini ., Ni Ketut Ari Sudarwati ., NI KETUT SRIDANA ., Ni Komang Wahyu Trisna Dewi ., Ni Luh Hery Hapryantini ., Ni Luh Widi Hariani ., Ni Made Ari Giri Widayanti ., Ni Made Dwi Kurni Astuti ., Ni Made Lastri Karsiani Putri ., NI NYOMAN SUKARMINI ., Ni Putu Ayu Samiasih ., Ni Putu Candra Prastya Dewi ., Ni Putu Eka Restiti Aniati ., Ni Putu Raina Saraswati ., Ni Putu Raina Saraswati ., Ni Wayan Januk Parwati ., Ni Wayan Yulia Haruminati ., Nur Fatimah ., Nur Fatimah ., Nyoman Dewi Septiani ., Pande Bagus Andika Suarmika ., PROF. DR SUKADI, M.Pd. ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si. ., Pt Jerry Radita p ., Putu Darma Wisada ., Putu Wida Sri Martini Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Alexander Hamonangan Simamora Anak Agung Gde Agung Dwi Angga Nirarta Aritonang, Rido Desak Putu Parmiti Dewa Gede Agus Putra Prabawa Dewa Nyoman Sudana Dewa Putu Widiartana . Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd. . Drs. Ndara Tanggu Renda . Drs. Nyoman Wirya . Fitria Rahmawati . I Dewa Kade Tastra I Gede Ardi Suryadharma I Gede Astawan I Gede Bendesa Subawa I Gede Eric Cantona I Gede Sadhu Satwika Pasek I Gede Wahyu Suwela Antara I Gusti Agung Ayu Novia Cahyani ., I Gusti Agung Ayu Novia Cahyani I Gusti Ayu Irma Dewi Jumaheni I Gusti Ngurah Japa I Gusti Putu Suharta I Kadek Suartama I Komang Brata . I Made Andreano Deny Putra ., I Made Andreano Deny Putra I Made Budihariawan . I Made Citra Wibawa I Made Suarjana I Made Sukerata . I Made Tegeh I Nengah Mariana ., I Nengah Mariana I Nyoman Jampel I Nyoman Kanca I Nyoman Laba Jayanta I Nyoman Saputra Wahyu Wijaya I Wayan Ilia Yuda Adrianus I Wayan Oviyana . I Wayan Rediarta . I Wayan Santyasa I Wayan Sukra Warpala I Wayan Yudiarta . Ida Ayu Komang Suartini . Ignatius I Wayan Suwatra Josapat Eleaser Kadek Ashadi Putra ., Kadek Ashadi Putra Kadek Deni Kurniawiguna ., Kadek Deni Kurniawiguna Ketut Agustini Ketut Ayu Purnami . Ketut Kris Cintya Devi . Ketut Pudjawan Komang Damayasa ., Komang Damayasa Komang Eny Kusuma Wardani . Lena Walunguru Luh Anggreyoni . Luh Putu Tuti Ariani Lussy, Nova M.Hum Dra. Ni Nyoman Garminah . M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd. Dra. Made Sulastri . M.Pd. S.Pd. Putu Nanci Riastini . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Haya Putri Darmawan Made Indah Prabanitha Made Rasmiadi . Made Sumantri Marliana ., Marliana Mirayanti, Ni Made Mutiara Magta Naswan Suharsono Ngakan Putu Sindu Wija Putra ., Ngakan Putu Sindu Wija Putra Ni Kadek Epa Listiana Ni Kadek Indrayati . Ni Kadek Prideni . Ni Ketut Suarni Ni Komang Ayu Sri Andini . Ni Komang Gina Astuti Ni Komang Utariani . Ni Luh Gede Paramita Hervinovira . Ni Luh Putu Sri Nariastini ., Ni Luh Putu Sri Nariastini Ni Made Okty Purwani . Ni Made Penawati ., Ni Made Penawati Ni Made Rini Anggraeni . Ni Made Sintya Novita Dewi ., Ni Made Sintya Novita Dewi Ni Nengah Ayu Wangi Ni Putu Ayu Samiasih ., Ni Putu Ayu Samiasih Ni Putu Lia Ariati . Ni Putu Sri Wahyu Dewi, Dewi Ni Wayan Anisa Rianti Ni Wayan Eka Widiastini Ni Wayan Marti Ni Wayan Rati Nice Maylani Asril Nijma Hidayati . Nyoman Agus Susanta . Nyoman Ayu Putri Lestari Pande Made Meiza Putra Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Putu Agus Dikantara Putra ., Putu Agus Dikantara Putra Putu Agus Yoga Permana . Putu Ersa Septiani Putu Hermayanti Putu Inten Cahaya Dewi . Putu Priska Putra Pratama . Putu Yogi Santosa . Putu Yulan Ariani . Ratu Ayu Astri Desiani ., Ratu Ayu Astri Desiani S.Pd.,M.Pd ., I Gede Astawan, S.Pd.,M.Pd Sang Putu Supradnyana . Sarah O. Y. Aklili Sembiring, Rinawati Setiawan, I Kadek Dwi Indra Yulian Abdullah