Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Nursing Students' Perceptions of New Health Law on Prior Learning Introduction Programs Intening, Vivi Retno; Fitri, Narti
Health Access Journal Vol. 1 No. 3 (2024): Vol. 1 No. 3 (October, 2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang, Campus III Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/haj.v1i3.4958

Abstract

Law Number 17 of 2023 has many pros and cons: prone to lawsuits, STRs that are afraid of being misused, and foreign health workers are allowed to work in Indonesia. The aim of this study was to know the perceptions of RPL STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta students about the issuance of Law Number 17 of 2023. Quantitative descriptive research design, population of 94 respondents with total population technique. The research instrument used a questionnaire. Univariate data analysis with a percentage formula. Characteristics of respondents based on the most age 26-35 years as many as 56 respondents (59.6%), the most female gender as many as 71 respondents (75.5%), and the most length of work 11-20 years as many as 55 respondents (58.5%). The perception category of RPL students mostly has a positive perception, as many as 93 respondents (98.9%). RPL students' perceptions of Law Number 17 of 2023 are in the positive category.
Optimalisasi Peran Kader dalam Promosi Pencegahan Penyakit Tidak Menular Melalui Manajemen Kunjungan Rumah Retno Intening, Vivi; Rianita Elfrida Sinaga, Mei; Listyaningsih, Enik; Indrayanti, Indrayanti; Isnanto, Isnanto
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i2.768

Abstract

Peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM) dikaitkan dengan perubahan gaya hidup yang disebabkan oleh modernisasi, urbanisasi, globalisasi, dan pertumbuhan penduduk yang berkembang sangat pesat. Faktor risiko terjadinya PTM termasuk merokok, kurang olahraga, pola makan yang tidak sehat, dan konsumsi alkohol. Perubahan fisiologis dalam tubuh manusia yang disebabkan oleh faktor risiko ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol darah tinggi, dan obesitas. Selain itu, PTM terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga perawatan terus menerus diperlukan. 70% kematian di seluruh dunia disebabkan oleh PTM, termasuk Indonesia, penyakit diabetes melitus dan hipertensi adalah penyebab kematian paling utama. Perlu strategi dan inovasi dalam pelaksanaan promosi pencegahan PTM. Peran kader kesehatan yang dioptimalkan untuk melaksanakan promosi pencegahan PTM melalui manajemen kunjungan rumah merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan di masyarakat. Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengoptimalkan peran kader dalam promosi pencegahan PTM melalui kunjungan rumah. Metode pengabdian dilaksanakan dengan strategi pemberdayan kader dengan tahapan pelatihan kader, focus group discussion, implementasi manajemen kunjungan rumah, dan evaluasi. Dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan bersama 30 kader kesehatan, didapatkan hasil peningkatan pengetahuan kader 76,6%, dan 100% kader melaksanakan promosi pencegahan PTM dalam rangkaian kegiatan manajemen kunjungan rumah. Pemberdayaan kader dapat memotivasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat untuk melakukan tindakan promotif dan pereventif sebagai upaya pencegahan PTM terutama hipertensi dan diabates melitus.
Implementation of Interdisciplinary Home Visit Services to Enhance the Quality of Life for Elderly with Dementia in Yogyakarta Mei Rianita Elfrida Sinaga; Vivi Retno Intening; Joel Rey Acob
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 10, No 2 (2025): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v10i2.1030

Abstract

Introduction: Dementia is rapidly increasing in low- and middle-income settings. Elderly individuals with dementia often experience a decline in quality of life due to limitations in cognitive, physical, and social functions. Interdisciplinary Home Visits (IHV) promise support for elderly dementia patients and their families, but evidence and evaluations of their implementation in Yogyakarta, Indonesia, are still scarce. This study aims to implement and evaluate the effectiveness of IHV in improving the quality of life for elderly individuals with dementia in Yogyakarta.Method: A quasi-experimental approach with a pretest-posttest design without a control group was applied in this study. The IHV team consists of nurses, physical therapists, and informal caregivers. The purposive sampling technique was applied to 30 elderly individuals with dementia who were willing to participate in the series of research activities. The IHV program intervention was conducted over four weeks, with program assessment, implementation, and evaluation stages based on the needs of elderly individuals with dementia. Quality of life assessment was conducted using the Indonesian version of the WHOQoL-BREF questionnaire, which includes four domains: physical, psychological, social, and environmental. Data analysis was performed using the Wilcoxon test.Result: There was an improvement in all domains of quality of life for the elderly, with Z (p) results of physical -4.798 (p<0.001), psychological -4.804 (p<0.001), social -4.736 (p<0.001), environmental -4.437 (p<0.001), and r values of 0.876, 0.877, 0.865, and 0.810.Conclusion: Interdisciplinary Home Visit (IHV) has a significant impact on improving the quality of life for elderly individuals with dementia across all physical, psychological, social, and environmental domains. These findings support scaling up and conducting controlled trials to ensure effectiveness and sustainability in primary care in Indonesia.
Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruang Dengan Perilaku Kerja Perawat Pelaksana Rumah Sakit Swasta Di Yogyakarta Permina, Yullya; Intening , Vivi Retno
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46815/jk.v14i2.349

Abstract

Leadership has various ways to influence members in carrying out tasks to achieve predetermined goals. Effective leadership can motivate and encourage nurses to be actively involved in their work, enabling them to complete tasks efficiently and achieve improved work results. Initial research indicates that nurses on duty primarily fulfill their roles because they follow instructions from their leaders. This study aims to identify the relationship between effective leadership styles of the Head of the Ward and the Work Behavior of Nurses in Private Hospitals in Yogyakarta. The method used in this study is quantitative with a cross-sectional study approach. The sampling technique employed is purposive sampling, with a total of 88 nurses serving as respondents. Through the Spearman rank statistical test, a p-value of less than 0.001 with a significance of α=0.05 was obtained, which indicates a relationship between the Leadership Style of the Head of the Ward and the Work Behavior of Nurses in Private Hospitals in Yogyakarta, with a correlation coefficient of 0.752, indicating that the relationship is very strong.
CASE REPORT: PENGARUH KOMBINASI RELAKSASI BENSON DAN AROMATERAPI CHAMOMILE TERHADAP GANGGUAN POLA TIDUR PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA TAHUN 2025 Ni Komang Ari Anjali; Vivi Retno Intening; Eni Purwanti
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i2.23

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang sering menyebabkan komplikasi, termasuk gangguan pola tidur. Kondisi ini dipengaruhi oleh uremia, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, nyeri, serta kram otot yang dapat menurunkan kualitas tidur pasien.Tujuan: Mengetahui pengaruh kombinasi Relaksasi Benson dan Aromaterapi Chamomile terhadap gangguan pola tidur pasien GGK di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.Gejala Utama: Pasien yang menjalani Hemodialisa mengalami kesulitan memulai tidur malam dan sering terbangun pada malam hari. Metode: Karya ilmiah ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel dipilih melalui purposive sampling sebanyak satu pasien GGK dengan gangguan pola tidur. Intervensi dilakukan pada 08, 12, 13, dan 15 November 2025. Terapi yang diberikan berupa Relaksasi Benson dan Aromaterapi Chamomile menggunakan kapas selama 15–20 menit. Penilaian kualitas tidur dilakukan menggunakan kuesioner PSQI. Hasil: Hasil intervensi sebanyak empat kali dalam dua minggu menunjukkan skor PSQI menurun dari 17, yang menggambarkan kualitas tidur sangat kurang, menjadi 8, yang menunjukkan kualitas tidur lebih baik. Kesimpulan: Terapi Relaksasi Benson dan Aromaterapi Chamomile efektif dalam menurunkan gangguan pola tidur pada pasien GGK.Saran: Intervensi komplementer ini dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan perawat, mendukung pendekatan keperawatan holistik, serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER DAN BACK MASSAGE TERHADAP GANGGUAN POLA TIDUR PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT SWASTA YOGYAKARTA TAHUN 2025: STUDI KASUS Liyanti Aldriani Elshadai; Vivi Retno Intening; Eni Purwanti
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Press Release Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v2i1.25

Abstract

Latar Belakarang: Masalah yang dialami pasien akibat gagal ginjal, salah satu diantaranya adalah gangguan pola tidur. Aromaterapi menggunakan Lavender merupakan metode sederhana untuk memasukan zat yang masuk ke dalam tubuh melalui paru-paru menuju pembuluh darah. Back Massage merupakan salah satu teknik massage pada punggung dengan mengusap secara perlahan bertujuan mengatasi gangguan tidur. Hasil pengkajian yang dilakukan didapatkan dua sampai tiga pasien memiliki masalah gangguan pola tidur dari 139 pasien yang menjalani hemodialisa rutin. Gejala Utama: Pasien dengan gagal ginjal kronik yang mengalami gangguan pola tidur karena sering terbagun di malam hari. Metode: Karya ilmiah ini menggunakan desain case report. Aromaterapi Lavender dilakukan sebanyak 3 kali saat intra hemodialisis dengan cara dihirup selama 15 menit dan Back Massage dilakukan sebanyak 4 kali saat post hemodialisis selama 10 menit. Penilaian dilakukan dengan kuesioner kualitas tidur PSQI pada hari ke empat. Hasil: Hasil sebelum intervensi skor 20 yang artinya kualitas tidur sangat kurang dan setelah intervensi skor kualitas tidur 10 yang artinya kualitas tidur kurang. Kesimpulan: Pemberian Aromaterapi Lavender dan Back Massage efektif pada pasien gagal ginjal kronik dengan gangguan pola tidur yang menjalani hemodialisa. Saran: Pemberian Aromaterapi Lavender dan Back Massage dapat diterapkan di rumah sakit sebagai intervensi terhadap pasien gagal ginjal kronik dengan gangguan pola tidur.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN FOOT MASSAGE MENGGUNAKAN MINYAK CENDANA DAN ROM PASIF UNTUK MENCEGAH KRAM PADA PASIEN CKD YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT SWASTA YOGYAKARTA : STUDI KASUS Melanie Rambu Moha; Vivi Retno Intening; Eni Purwanti
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Press Release Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v2i1.27

Abstract

Latar belakang: Pasien yang menjalani hemodialisis seperti penderita Chronic Kidney Disease (CKD) sering mengalami kram otot pada proses hemodialisa.  Proses hemodialisis bertujuan untuk mengeluarkan cairan dan racun dari tubuh. Apabila cairan yang dikeluarkan terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Sehingga perubahan kadar elektrolit secara mendadak dapat menyebabkan kram otot. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diterapkan pada pasien CKD untuk mencegah terjadinya kram otot adalah foot massage dan ROM Pasif. Foot massage memberikan pijatan yang merangsang sirkulasi darah ke area yang terdampak. Peningkatan aliran darah ini memastikan pengiriman oksigen dan nutrisi penting yang lebih baik ke otot sehingga dapat mencegah terjadinya kram. Gerakan ROM pasif membantu melancarkan aliran darah ke area otot yang terkena kram.. Gejala utama: Komplikasi yang sering terjadi pada pasien hemodialisa adalah kram otot. Metode: Metode dalam penulisan Karya Ilmiah Akhir ini adalah menggunakan studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian foot massage dan ROM Pasif yang dilakukan selama 3 kali dalam 2 minggu dengan durasi 15 menit. Pengkajian kram otot menggunakan Muscle Cramp Questionnaire. Hasil: Hasil intervensi foot massage dan ROM pasif mendapatkan perubahan yaitu tidak terjadi cram pada saat intra hemodialisa maupun post hemodialisa. Kesimpulan: Foot Massage dan ROM Pasif dapat berpengaruh dalam mencegah kram otot pada pasien CKD yang sedang menjalani hemodialisa Saran: Foot Massage dan ROM Pasif dapat dilakukan secara mandiri untuk mencegah kram otot pada pasien chronic kidney disease yang sedang menjalani hemodialisa.
PENGARUH KOMBINASI FOOT MASSAGE DAN SLOW DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP KELETIHAN PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT SWASTA YOGYAKARTA TAHUN 2025: STUDI KASUS Theresia oktavina amalia sari; Vivi Retno Intening; Eni Purwanti
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Press Release Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v2i1.28

Abstract

Latar Belakang: Chronic kidney disease (CKD) merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena terjadinya penurunan fungsi dari ginjal. Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik maka diperlukan terapi untuk menggantikan fungsi dari ginjal seperti hemodialisa. Dalam proses hemodialisa terdapat efek samping salah satunya adalah keletihan. Maka dapat diberikan tindakan non farmakologi seperti terapi kombinasi Foot Massage dan Slow Deep Breathing. Gejala Umum: Pasien CKD yang menjalani hemodialisa sering mengalami keletihan. Tujuan: mengetahui pengaruh kombinasi foot massage dan slow deep breathing exercise terhadap penurunan Tingkat keletihan pada pasien  hemodialisis. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain studi kasus. Populasi  pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa dengan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling jumlah sampel satu orang yang mengalami keletihan. intervensi yang dilakukan adalah terapi foot massage dan slow deep breathing yang dilakukan pada pasien dengan keletihan sebanyak 3 kali intervensi selama 20 menit. Penilaian dengan menggunakan lembar kuisioner FACIT. Hasil: Sebelum diberikan intervensi tingkat keletihan sedang dan setelah diberikan intervensi tingkat keletihan menjadi ringan. Kesimpulan: Berhasil mengaplikasikan terapi foot massage dan Slow Deep Breathing pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Saran : Terapi kombinasi tersebut dapat diterapkan di rumah sakit sebagai tindakan mandiri perawat