Himmawan, Didik
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Metode Mind Mapping Untuk Mengatasi Kejenuhan Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di MTS Al-Ghozali Jatibarang Kabupaten Indramayu Selviana, Sella; Himmawan, Didik; Muna, Naelul
Journal Islamic Pedagogia Vol. 2 No. 1 (2022): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.962 KB) | DOI: 10.31943/pedagogia.v2i1.72

Abstract

Perilaku jenuh siswa saat proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam membuat pembelajaran tidak terserap maksimum. Penelitian ini bertujuan untuk dapat memahami cara pengaplikasian serta tingkat efektivitas Mind Map dalam mengatasi kejenuhan yang dialami siswa saat pembelajaran SKI di MTs Al-Ghozali, sehingga pembelajaran dapat terserap maksimal. Untuk memperoleh data yang lengkap, penelitian ini memakai metode kualitatif, dengan teknik observasi, dimana pengamatan secara langsung dengan teknik pengumpulan data berupa tulisan, dokumentasi, dan tabel. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebagian besar siswa merasakan kejenuhan serta kebosanan saat proses pembelajaran SKI. Peneliti berupaya untuk mencoba salah satu metode Mind Mapping untuk melihat efek terhadap proses pembelajaran SKI. Setelah menggunakan metode Mind Mapping, siswa lebih antusias, aktif dan tidak jenuh seperti sebelumnya. Penggunaan metode Mind Mapping cukup tepat untuk mengatasi kejenuhan siswa dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Mind Mapping merupakan alternatif untuk menyelesaikan dan mengatasi masalah kejenuhan yang siswa alami dalam proses belajar SKI.
Konsep Etika Belajar Menurut Syeikh Az-Zarnuji (Studi Analisis Kitab Ta’lim Muta’allim) Ramadhan, Syahrul; Himmawan, Didik; Rusydi, Ibnu
Journal Islamic Pedagogia Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v3i2.92

Abstract

Pendidikan Islam adalah penataan individual dan sosial yang dapat menyebabkan seseorang tunduk taat pada islam dan menerapkannya secara sempurna didalam kehidupan individu dan masyarakat. Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan yang didalamnya terdiri dari pendidik (Guru) dan Peserta didik (Murid). Guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Murid adalah orang yang sedang mempelajari ilmu. Metodologi Pendidikan pada skripsi ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan objektif mengenai Bagaimana konsep Pendidikan Islam menurut Az Zarnuji dalam kitab Ta‟lim Muta‟allim dan RelevansinyaPendidikan islam saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau studi Pustaka (Library Research). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian menggunakan pendekatan Studi kepustakaan (Library Research). Dengan pendekatan studi tokoh. Menggunakan teknik pengumpulan data berupa: (1) Mencari kitab Ta’lim Al Muta’allim karya Syekh Az Zarnuji. (2) Mencari terjemahan kitab Ta’lim Al Muta’allim (bimbingan bagi penuntut ilmu pengetahuan) yang diterjemahkan oleh Drs. H. Aliy As‟ad,  M.M  terbitan  menara   kudus.  (3)   Mencari   kitab-kitab   dan   buku-buku   yang berkaitan dengan penelitian. (4) Mencari buku-buku yang berkaitan dengan penelitian yang terdapat di aplikasi Ipusnas. (5) Mencari buku-buku yang berkaitan dengan penelitian di perpustakaan uin, perpustakaan daerah, perpustakaan pasca sarjana uin su dan toko-toko buku. (6) Kemudian bertanya kepada kawan yang berada di pekan baru tentang kitab yang penulis teliti. (7) Kemudian mempelajari dan memahami kajian yang terdapat dalam buku-buku yang menjadi sumber data sekunder. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa etika menuntut ilmu menurut Syekh Az  Zarnuji  dalam  kitab  Ta‟lim  Al  Muta‟allim  ialah:  Berniat  ketika  Belajar, Berdoa, Mengahadap Kiblat, Bersifat wara’ dalam belajar, Tawakkal, Sabar, Kasih sayang, Musyawarah, Memilih ilmu, Memilih Teman, Memilih guru, Menghargai ilmu, Menghormati guru, Memuliakan kitab,dan Menghormati  teman.
Nilai-Nilai Pendidikan Spiritual Menurut Syekh Zainal Abidin Abdul Karim Al Husaini dalam Kitab Al Barzanji Faozi, Akhmad; Himmawan, Didik
Journal Islamic Pedagogia Vol. 3 No. 1 (2023): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v3i1.93

Abstract

Pendidikan spiritual adalah pendidikan yang berhubungan dengan pembentukan sikap, mental, batin, perasaan dan penjiwaan terhadap suatu hal, yang bertujuan untuk meraih kemurnian batin serta kecerdasan spiritual dalam hubungannya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kata spiritual selalu dikaitkan oleh kalbu (hati), jiwa dan akal. Ketiganya saling berhubungan satu sama lain, karena tujuan pendidikan spiritual adalah menjernihkan hati, membersihkan jiwa, dan memperbaiki akal dari gangguan-gangguan spiritual (penyakit hati). Maka adanya Pendidikan spiritual ini untuk menghilangkan dan membersihkan penyakit hati yang sering terdapat dalam seseorang ketika menjalankan pendidikan di kehidupan sehari-hari. Tujuan penyusunan skripsi ini dibuat untuk mengetahui Nilai-Nilai Pendidikan Spiritual dan Relevansinya dalam Kehidupan Sehari-hari serta penerapan pada ranah pendidikan. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Kualitatif dengan menggunakan metode Kepustakaan atau Library Research, yakni penelitian yang dilakukan melalui mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang bertujuan dengan obyek penelitian atau pengumpulan data yang bersifat kepustakaan. Dan yang dijadikan objek kajian adalah hasil karya tulis yang merupakan hasil dari pemikiran Syekh Zainal Abidin Abdul Karim Al Husaini. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah Pendidikan spiritual merupakan pondasi untuk membentuk pribadi dan mental yang diharapkan mampu memberikan pencerahan dan sikap spiritual terhadap peserta didik Hal tersebut akan berkaitan dengan sikap spiritual manusia dalam menjalankan kehidupannya. Karena pendidikan spiritual berupaya mendorong jiwa manusia melalui ketenteraman hati, pencerahan batin, dan kejelasan sikap sehingga menjadikan manusia yang berkualitas zahir dan batinnya.
Pengaruh Kegiatan Keputrian pada Ekskul Rohani Islam (ROHIS) dalam Pembentukan Akhlak Muslimah di SMA Negeri 1 Lohbener Zafirah, Mufidah; Himmawan, Didik; Umam, Ahmad Khotibul
Journal Islamic Pedagogia Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v3i2.94

Abstract

Kegiatan keputrian merupakan wadah atau sarana yang diharapkan berpengaruh positif dalam pembentukan akhlak muslimah. Proses pembentukan akhlak muslimah yang benar dapat menjadikan siswa memiliki akhlak terpuji baik terhadap Allah, diri sendiri, maupun terhadap sesama. Peneliti berusaha untuk meneliti tentang pengaruh kegiatan keputrian. Sehingga dalam kaitanya dengan penelitian ini, peneliti dapat merumuskan masalah yang akan dikaji dalam penyusunan skripsi ini. Pertama, Bagaimana gambaran kegiatan keputrian pada ekstrakurikuler rohani islam (Rohis) dalam pembentukan akhlak muslimah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Lohbener? Kedua, Bagaimana Pengaruh kegiatan keputrian pada ekstrakurikuler rohani islam (Rohis) dalam pembentukan akhlak muslimah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Lohbener? Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kegiatan keputrian dan pengaruh kegiatan keputrian dalam pembentukan akhlak muslimah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Lohbener. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisis Regresi Linear sederhana serta didukung melalui data-data penelitian yang dihimpun dari tempat penelitian. Dalam mengumpulkan data menggunakan metode angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan keputrian sebagai sarana dalam nilai-nilai ajaran agama telah berperan cukup baik. Hal ini menyatakan bahwa nilai t hitung ≤ 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat Pengaruh Pada Kegiatan Keputrian Dalam Pembentukan Akhlak Muslimah Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Lohbener. Baik terhadap Allah, diri sendiri dan akhlak terhadap sesama.
Metode Pendidikan Anak Dalam Islam Menurut Abdullah Nashih ’Ulwan Dalam Kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam Tamirih, Tamirih; Rusydi, Rusydi; Nurlaeliyah, Nurlaeliyah; Himmawan, Didik
Journal Islamic Pedagogia Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v3i2.103

Abstract

Seorang anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya, kalbunya yang masih suci bagaikan permata yang begitu polos, bebas dari segala macam pahatan dan gambaran, siap untuk menerima setiap pahatan apapun, selalu cenderung pada kebiasaan yang diberikan kepadanya. Penyusunan skripsi ini dibuat untuk mengetahui bagaimana metode pendidikan anak dalam Islam menurut Abdullah Nashih ‘Ulwan dalam Kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam serta mengetahui bagaimana proses perkembangan pendidikan anak dalam Islam yang terjadi dilingkungan masyarakat dalam Kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam.Adapun jenis metode penelitian ini ialah penelitian pustaka (library research), yaitu mengadakan studi secara teliti literatur-literatur yang berkaitan pokok permasalahan yang dalam hal ini adalah media pembelajaran metode pendidikan anak. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode pendidikan anak dalam Islam menurut Abdullah Nashih ‘Ulwan dalam Kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam memaparkan beberapa metode dalam kitabnya: mendidik dengan Keteladanan, mendidik dengan kebiasaan, mendidik dengan nasihat, mendidik dengan perhatian, mendidik dengan hukuman.
Konsep Adab Menuntut Ilmu Perspektif Muhammad Syakir Dalam Kitab Washoya Dan Relevansinya Dengan Etika Pendidikan Modern Himmawan, Didik; Khuzaimah, Khuzaimah; Evi Aeni Rufaedah
Journal Islamic Pedagogia Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v4i1.113

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan, yaitu penelitian yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada kajian kritis dan mendalam terhadap bahan pustaka yang relevan. Tinjauan pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber yang kemudian disajikan dengan cara baru atau untuk tujuan baru.baru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Washoya al-abâ li al abnâ merupakan kitab klasik yang masih digunakan di beberapa pesantren sebagai media pendidikan akhlak. Buku Washoya berisi petuah-petuah kehidupan sehari-hari yang diperuntukkan bagi para pelajar. Setiap Nasihat yang disampaikan oleh Muhammad Syakir memiliki teks yang dijadikan acuan dalam penulisan buku ini. Dengan demikian, teks-teks yang berkaitan dengan teks nasehat bersumber dari Alquran, hadits, atau teks-teks dari kitab-kitab akhlak lainnya. Kemudian dalam Kitab Washoya membahas tentang adab antar manusia seperti adab terhadap orang tua, adab terhadap guru dan adab terhadap teman. Kemudian kitab Washoya juga membahas adab kepada santri seperti adab menuntut ilmu, adab muthola'ah, adab ibadah dan adab majelis. Selain itu, panel ini menunjukkan adanya relevansi antara konsep adab menurut Muhammad Syakir dengan etika pendidikan modern. Secara umum, analisis etika manusia penting dalam konteks pendidikan modern. Pendidikan modern menekankan perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa, yang semuanya terkait dengan interaksi dan hubungan satu sama lain. Dua analisis yang peneliti temukan adalah Analisis Etika Sesama Manusia dalam Buku Washoya dengan Etika Pendidikan Modern dan Analisis Etika Sesama Siswa dalam Buku Washoya dengan Etika Pendidikan Modern.
Konsep Pluralisme Abdurrahman Wahid Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam Kurnia, Ahmad; Khoiriyah, Affy; Himmawan, Didik
Journal Islamic Pedagogia Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v4i1.115

Abstract

Penelitian ini berjudul konsep pluralisme Abdurrahman Wahid dan implikasinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pluralisme Abdurrahman Wahid dan untuk mengetahui implikasi dari pluralisme terhadap pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan yaitu library research atau penelitian perpustakaan, dimana untuk mencari data-data yang diperlukan dengan cara mencari dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, skripsi terdahulu atau pustaka-pustaka lainnya. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsep pluralisme yang ditekankan Abdurrahman Wahid adalah pluralisme dalam bertindak dan berpikir. Pluralisme dalam bertindak mensyaratkan seseorang untuk tidak membatasi pergaulan dengan orang lain (eksklusif) meskipun berbeda keyakinan. Pluralisme dalam berpikir adalah kesediaan untuk menerima atau mengambil gagasan atau pemikiran dari kalangan lain. Implikasi dari adanya pluralisme terhadap pendidikan Islam yaitu pertama, pendidikan Islam yang Humanis dan egalitarian, kedua, menghargai perbedaan, ketiga, menghargai nilai-nilai demokrasidan hak asasi manusia.