Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Cyber Bullying Pada Santri di Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Al Faraby, Ahmad Farhan; Trisiswati, Maya; Afrizal; Amiarno, Yudi
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i3.4741

Abstract

Latar Belakang: Cyber bullying adalah bentuk intimidasi digital yang kian marak di era informasi, sering terjadi di media sosial dan aplikasi chatting, serta berpotensi menimbulkan dampak psikologis serius seperti stres dan depresi. Santri di pondok pesantren, meski memiliki akses terbatas terhadap teknologi, tetap rentan mengalami cyber bullying sebagai korban atau pelaku, terutama karena kurangnya pengetahuan dan sikap yang tepat dalam penggunaan media digital. Penelitian mengenai hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku cyber bullying di pesantren masih minim di Indonesia, sehingga penelitian ini berupaya mengisi kekosongan tersebut dengan fokus pada santri di pondok pesantren. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional kuantitatif, melibatkan 82 santri Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2. Data diperoleh melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku cyber bullying, dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik mengenai cyber bullying (92,7%) dan sikap positif terhadap pencegahan tindakan tersebut (80,5%). Uji bivariat mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku (p=0,037) serta sikap dengan perilaku cyber bullying (p=0,003), menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap positif berhubungan dengan rendahnya keterlibatan dalam cyber bullying. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap positif berkontribusi pada pengurangan perilaku cyber bullying di kalangan santri. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi institusi pendidikan untuk meningkatkan edukasi mengenai bahaya cyber bullying dan pentingnya etika bermedia sosial yang sejalan dengan ajaran Islam.
Peningkatan Pemahaman HIV AIDS sebagai Salah Satu Upaya Penerimaan Diri dan Optimalisasi Produktifitas pada Perempuan HIV AIDS di Jabodetabek Maya Trisiswati; Dilfa Juniar; Ely Nurhayati; Nikie Rizka
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i3.2525

Abstract

Pelabelan dan diskriminasi terhadap ODHIV, khususnya Perempuan dengan HIV/AIDS (PDHA) dan transgender, menyebabkan mereka menutup diri, enggan mengakses layanan kesehatan, dan mengalami penurunan kondisi fisik maupun mental. Akibatnya, mereka kesulitan menjalankan peran sosial dan keluarga secara optimal. PDHA menghadapi stigma baik dari luar (eksternal) maupun dalam diri sendiri (internal), sehingga penerimaan diri rendah dan produktivitas sulit dicapai meskipun berada di usia produktif. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui pelatihan tatap muka selama dua hari dan pendampingan konseling sesuai kebutuhan. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan HIV/AIDS, mendorong penerimaan diri, dan menjaga produktivitas PDHA. Hasil menunjukkan bahwa 50 PDHA mengikuti pelatihan secara penuh dengan antusias. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang terbukti dari perbandingan nilai pre-test dan post-test. Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta terkait HIV/AIDS serta membangun kepercayaan diri dan produktivitas.
Edukasi Pemulasaraan Jenazah ODHA sebagai Aksi Sosial Mengikis Stigma melalui Pelibatan Komunitas ODHA dan Non-ODHA Maharsi, Eri Dian; Trisiswati, Maya; Basbeth, Feryal; Arsyad, M.
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.380

Abstract

Latar belakang: Stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih kuat di masyarakat, bahkan setelah kematian. Salah satu bentuk stigma yang persisten adalah ketakutan berlebihan terhadap penularan HIV dari jenazah ODHA, yang berdampak pada perlakuan diskriminatif dalam proses pemulasaraan. Padahal, secara ilmiah HIV tidak dapat bertahan lama setelah kematian dan tidak menular melalui sentuhan biasa. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta, khususnya ODHA, mengenai prosedur pemulasaraan jenazah yang aman, serta mengurangi stigma melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk edukasi interaktif pada 29 peserta (18 ODHA dan 11 non-ODHA) menggunakan media audiovisual dan praktik langsung. Efektivitas kegiatan dievaluasi melalui pre-test dan post-test pada kelompok ODHA, dan dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil: Terdapat peningkatan skor pengetahuan secara signifikan dari pre-test (mean = 4,44) ke post-test (mean = 5,22) dengan hasil uji t(17) = 4,08; p = 0,00078. Motivasi peserta beragam, didominasi oleh solidaritas, keingintahuan, dan dorongan religius. Partisipasi aktif menunjukkan efektivitas pendekatan yang digunakan. Kesimpulan: Edukasi pemulasaraan jenazah ODHA terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan mengurangi stigma berbasis miskonsepsi. Program ini relevan untuk direplikasi secara lebih luas dalam rangka membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berbasis empati terhadap ODHA.
Gambaran Kepatuhan Penggunaan Obat Antiretroviral (ARV) Pada Anak dengan HIV Di Jabodetabek dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Azharia Hapsari Putri, Rima; Trisiswati, Maya; Marhamah, Siti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i1.507

Abstract

Pendahuluan: HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sebuah virus yang menginfeksi pada sistem kekebalan tubuh manusia dan menyebabkan AIDS. HIV dapat ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh dari orang yang terinfeksi dan dari seorang ibu ke anaknya selama kehamilan dan persalinan. Pengobatan antiretroviral (ARV) menuntut ODHA untuk patuh dan menjalankan pengobatan secara teratur. Pemilihan obat serta pemberian obat belum cukup jika tidak diikuti dengan   kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obatnya. Metodologi: Penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan jenis kuantitatif dilakukan secara cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari 1.554 perempuan dengan HIV di Jabodetabek. Sampel penelitian ini terdiri dari 94 perempuan dengan HIV yang sudah memiliki anak dengan HIV dan bertempat tinggal di Jabodetabek. Teknik pengambilan sampel penelitian ini purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner online melalui google form. Jenis analisa data penelitian ini menggunakan analisa univariat untuk melihat gambaran dari semua variabel yang diteliti baik variabel dependen maupun independen.Hasil: Anak pengguna ARV sebagian besar menggunakan sediaan tablet sebanyak 27 anak (37,5%). Waktu penggunaan ARV anak yaitu pagi hari (06.00-12.00) sebanyak 47 anak (65,3%). Anak pengguna ARV rutin memiliki Riwayat penyakit selama 1 tahun terakhir sebanyak 42 anak (58,3%). Kualitas pelayanan kesehatan dalam pemberian obat dan konseling memuaskan sebanyak 44 faskes (61,1%) dan Anggota keluarga mendukung penggunaan ARV anak pengidap HIV sebanyak 53 (73,6%). Simpulan: Anak cukup patuh dalam penggunaan obat antiretroviral (ARV) setiap harinya. Namun, anak tetap terkena penyakit ringan (demam, flu, batuk dan diare) walaupun rutin meminum ARV. Pelayanan kesehatan berperan besar dalam pengobatan ARV.
Gambaran Riwayat Menyusui pada Ibu dengan HIV di JABODETABEK Nadila, Salamma; Trisiswati, Maya; Marhamah, Siti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i02.522

Abstract

Pendahuluan: Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit defisiensi imun sekunder yang paling umum di dunia. HIV dapat ditularkan dari ibu ke anak melalui pertukaran berbagai cairan tubuh, salah satunya ASI. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian ASI dari ibu dengan HIV sebagai sumber nutrisi terbaik untuk anaknya dan upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak, yaitu cara pemberian ASI, jangka waktu pemberian ASI, pemberian ARV pada ibu dengan HIV selama masa menyusui, dan pemeriksaan jumlah virus (viral load) HIV selama masa menyusui. Metodologi: Penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan jenis kuantitatif dilakukan secara cross sectional. Populasi terdiri dari 1.554 perempuan dengan HIV di JABODETABEK. Sampel penelitian terdiri dari 94 perempuan dengan HIV yang sudah memiliki anak dan bertempat tinggal di JABODETABEK. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrument pengumpulan data berupa kuesinoer online disebarkan melalui google form. Jenis analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil: Ibu dengan HIV di JABODETABEK memiliki riwayat menyusui sebanyak 57 orang (60,6%) dengan cara pemberian ASI parsial yaitu, sebanyak 46 orang (48,9%). Ibu dengan HIV di JABODETABEK menyusui anaknya selama enam bulan sebanyak 40 orang (42,6%), selama masa menyusui mendapatkan dan rutin mengonsumsi ARV sebanyak 64 orang (68,1%). Hasil pemeriksaan jumlah virus HIV yang tidak terdeteksi selama masa menyusui yaitu, sebanyak 50 orang (53,2%).Simpulan: Perlu diberikan edukasi tentang menyusui pada ibu dengan HIV melalui cara pemberian ASI, jangka waktu pemberian ASI, pemberian ARV, dan pemeriksaan jumlah virus HIV selama masa menyusui.
Hubungan Depresi Dengan Stigma dan Diskriminasi Diri Sendiri Pada Perempuan Dengan Hiv Aids (PDHA) di Jabodetabek Trisiswati, Maya; Mardyudhiyanto, Liko; BK, Airindya
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3058

Abstract

Stigma diri sendiri merujuk pada persepsi negatif yang timbul ketika individu menerima cap sosial buruk dari masyarakat akibat kondisi kesehatannya, yang kemudian menyebabkan rasa malu atau rendah diri terkait dengan identitas tersebut. Stigma ini berdampak pada diskriminasi terhadap individu, dan HIV/AIDS telah lama diidentifikasi sebagai kondisi yang menghasilkan stigma dan diskriminasi. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan lebih banyak mengalami stigma dan diskriminasi dalam berbagai bentuk. Untuk mengatasi hal ini, beberapa individu menghindari kegiatan sosial (11,9%), layanan kesehatan (10,75%), dan hubungan seksual (13,4%). Masalah kesehatan mental menyumbang 13% dari beban penyakit global dan sangat terkait dengan HIV/AIDS. Depresi adalah gangguan kejiwaan yang paling sering didiagnosis pada orang dengan HIV, dengan prevalensi 2-10 kali lipat dari populasi umum. Dampak signifikan dari depresi adalah turunnya kesejahteraan dan penurunan kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional), di mana data diperoleh melalui wawancara terpimpin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran depresi pada Penderita HIV/AIDS (PDHA) terdiri dari gejala ringan 20%, sedang 11%, dan berat 7%. Sebanyak 19% responden melaporkan memiliki ide bunuh diri. Mengenai stigma dan diskriminasi, status HIV+ tetap mempengaruhi kepercayaan diri (58%) dan harga diri (41%) responden. Karakteristik responden menunjukkan bahwa 97% berada dalam usia produktif, 73% adalah ibu rumah tangga, dan 65% memiliki pendidikan SMA. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara depresi dengan stigma dan diskriminasi pada diri sendiri pada PDHA, dengan p = 0,01 atau p < 0,05.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Tingkat Kesakitan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Perempuan Kelas II Pondok Bambu Jihan Rahmawati; Trisiswati, Maya
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7611

Abstract

Research on the relationship between physical activity and morbidity levels of inmates, particularly in women's prisons, is still very limited. This study aims to provide empirical data that can be used as a basis for developing better physical training programs in women's prisons, while also supporting improvements in the quality of life of inmates and their readiness to return to society. This study used a quantitative design with a cross-sectional study approach. Activities carried out included data collection and measurement of the independent and dependent variables. This study analyzed variables related to the relationship between physical activity and morbidity levels among inmates at the Class II Pondok Bambu Women's Prison, East Jakarta. The results of the study showed (1) variations in the distribution of physical activity levels were relatively balanced between the low (34.6%), medium (33.3%), and high (32.1%) categories. (2) Morbidity rates in the sample indicated a significant burden of disease, the proportion of prisoners with low levels of morbidity was 39.7%, medium 24.4%, and high 35.9%. (3) Statistical analysis showed a significant relationship between physical activity levels and levels of morbidity in prisoners, the bivariate test (Chi-Square) produced p < 0.001, so the hypothesis that there is a relationship between physical activity and morbidity is accepted. (4) In an Islamic perspective, physical activity is believed to strengthen the body, prevent disease, and maintain physical and spiritual balance.
Quality of Life Among Older Adults Living with HIV: A Literature Review Shinta Elrica Saniyya; Nova Ardianto; Maya Trisiswati
Medical and Health Journal Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2026.5.2.18831

Abstract

Advances in antiretroviral therapy have extended the life expectancy of people living with HIV, leading to a growing population of older adults with this condition who face age-related biological decline alongside persistent psychosocial pressures that may reduce their quality of life. This review was conducted to describe the quality of life of older adults living with HIV and to examine the psychosocial factors influencing it based on research published in the past five years. A literature review approach was employed by searching several online databases and selecting studies published between 2019 and 2025 that focused on quality of life and psychosocial aspects among individuals aged 50 years and older living with HIV. Six studies met the inclusion criteria and show a consistent pattern indicating that the quality of life of older adults with HIV is shaped by psychosocial conditions such as stigma, depression, and limited social support, all of which contribute to diminished well-being. Conversely, protective factors such as resilience and community support play a crucial role in enhancing psychological health and improving overall quality of life. These findings highlight that the well-being of older adults living with HIV is strongly influenced by their psychosocial environment, and emphasize the need for interventions that strengthen social support and foster resilience to promote better quality of life within this population.
Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Aldo Syarahil Ghaffar; Maya Trisiswati; Afrizal TW; Yudi Amiarno
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4743

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam remaja, terutama di lingkungan pondok pesantren yang memiliki pendekatan unik dalam mendidik remaja. Banyak faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan reproduksi, termasuk pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kesehatan reproduksi pada santri remaja di Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 82 santri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait kesehatan reproduksi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi (48,8%), dan sikap yang positif (95,1%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi (p = 0,004), serta sikap dan perilaku kesehatan reproduksi (p = 0,003). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap positif berpengaruh signifikan terhadap perilaku kesehatan reproduksi santri remaja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lebih lanjut di pondok pesantren untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terkait kesehatan reproduksi yang sesuai dengan ajaran Islam.
Dampak Aplikasi Edukatif Terhadap Pengetahuan Dan Stigma Hiv-Aids Pada Siswa Sma Di DKI Jakarta Intan Farida Yasmin; Eri Dian Maharsi; Maya Trisiswati
Majalah Sainstekes Vol. 13 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v13i1.5673

Abstract

Provinsi DKI Jakarta memiliki jumlah kasus HIV-AIDS terbesar di Indonesia. Rendahnya tingkat pengetahuan tentang HIV-AIDS dan tingginya stigma diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHA) masih menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Intervensi edukasi menggunakan aplikasi belum pernah dilakukan di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan aplikasi edukasi HIV-AIDS terhadap pemahaman tentang HIV-AIDS dan stigma diskriminasi terhadap ODHA. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental one-group pretest-posttest design dengan jumlah peserta 217 orang di kelas X dari lima SMA di DKI Jakarta. Intervensi berupa penggunaan aplikasi edukasi HIV-AIDS selama 30 menit kepada siswa. Pengetahuan dan sikap terkait HIV-AIDS (stigma diskriminatif) dinilai menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi edukasi HIV-AIDS. Uji McNemar dan uji Wilcoxon digunakan untuk analisis perubahan pengetahuan dan sikap. Analisis data menunjukkan pemanfaatan aplikasi edukasi menyebabkan peningkatan pengetahuan  mengenai penularan, pencegahan, dan persepsi tentang HIV-AIDS (p < 0.01; OR 1.96; 0.6-6.1 95% CI), dan penurunan skor stigma (3 vs. 1, p < 0,01). Dari sini dapat disimpulkan bahwa aplikasi edukasi HIV-AIDS terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan HIV-AIDS dan mengurangi stigmatisasi.