Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Pendidikan dan Penguatan Ruang Baca Sekolah Kolong SD Inpres 238 Bonto Parang Dusun Bara Kabupaten Maros Idrus, Idham Irwansyah; Aslinda, A.; Amsal, Bahrul; Mappe, Ulfa Utami; Sunaniah, Sunaniah
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.80175

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode memberikan sosialisasi kepada warga dusun mengenai pemahaman pentingnya pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dan penguatan ruang baca berupa pembagian buku-buku Sekolah Kolong dengan tujuan (1) untuk meningkatkan kapasitas guru relawan mengenai proses pembelajaran berbasis kontekstual, (2) pelibatan pemuda Dusun Bara dalam proses pembelajaran sekolah kolong dan ruang baca, (3) penguatan ruang baca dengan memberikan buku-buku dari donatur untuk menunjang proses literasi di Sekolah Kolong. Proses pengabdian ditempuh dengan pendekatan partisipatif kolaboratif yaitu: (1) Diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan warga dan tokoh lokal; (2) Pemberian bantuan buku pelajaran/buku bacaan kepada Sekolah Kolong; (3) Memberikan motivasi belajar kepada peserta didik Sekolah Kolong, (4) Pemutaran Film Pendek pendidikan, (5) Pelatihan guru dan pendampingan proses pembelajaran. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan program PKM yaitu meningkatnya pengetahuan peserta pengabdian mengenai pentingnya dukungan semua pihak dalam mengelola kelas Sekolah Kolong; (2) Terdistribusi buku pelajaran/buku bacaan bagi anak-anak sekolah di Dusun Bara (3) artikel ilmiah yang dipublikasi pada seminar nasional, dan (4) publikasi pelaksanaan PKM pada media online.Kata Kunci: Motivasi belajar, Pendidikan, Sekolah Kolong, Sosialisasi, 
PENGEMBANGAN DASAWISMA MELALUI PENGOLAHAN HASIL LAUT UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN KELUARGA NELAYAN PULAU BARRANG LOMPO Idrus, Idham Irwansyah; Syam, Agus; Haerani, Haerani; Mappe, Ulfa Utami; Sunaniah, Sunaniah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37177

Abstract

Abstrak: Ketahanan keluarga berkaitan langsung dengan permasalahan sosial kemasyarakatan di sebuah wilayah, termasuk di Pulau Barrang Lompo yang dihadapkan dengan tingginya angka prevalensi stunting serta permasalahan lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah setempat, yaitu melalui kelompok Dasawisma. Kegiatan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Dasawisma Sukun 04 dalam pengolahan hasil laut, utamanya Ikan Layang (Decapterus Spp) yang umumnya mudah diperoleh, namun memiliki kadar gizi, protein, nutrisi dan Omega-3 yang tinggi. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan metode pemberdayaan yang melibatkan 11 orang anggota mitra, melalui sosialisasi berupa penyuluhan potensi gizi dan potensi ekonomi Ikan Layang, serta pelatihan pengolahan Ikan Layang menjadi Abon Ikan, Bakso Ikan dan Nugget Ikan menggunakan alat-teknologi. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 39%, serta meningkatnya keterampilan, mulai dari tahap dressing hingga pengemasan. Bahkan dalam tahap pendampingan setelah pelatihan, mitra sudah mampu memproduksi dan memasarkan produk olahan Ikan Layang meskipun masih dalam skala kecil. Hasil PKM menunjukkan bahwa, kelompok masyarakat marginal, dalam hal ini perempuan nelayan, memiliki potensi untuk terus berkembang dan berperan serta dalam pembangunan, melalui keterlibatan dalam kelompok sosial mereka dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan akhirnya meningkatkan ketahanan keluarga.Abstract: Family resilience is directly related to social community issues in a region, including in Pulau Barrang Lompo, which faces high stunting prevalence rates and other problems. One of the local government's efforts is through the Dasawisma group. This PKM (Community Partnership Program) activity aims to enhance the knowledge and skills of Dasawisma Sukun 04 in processing marine products, primarily Layang Fish (Decapterus spp.), which is generally easy to obtain but has high levels of nutrition, protein, nutrients, and Omega-3. The mentoring activity is conducted using an empowerment method involving 11 partner members, through socialization in the form of counseling on the nutritional and economic potential of Layang Fish, as well as training on processing Layang Fish into fish floss (abon ikan), fish balls (bakso ikan), and fish nuggets using tools and technology. The mentoring results show a 39% increase in partners' knowledge, along with improved skills from the dressing stage to packaging. Even in the post-training mentoring phase, partners are already capable of producing and marketing Layang Fish processed products, albeit on a small scale. The PKM results indicate that marginal community groups, in this case, fisherwomen, have the potential to continue developing and participating in development; through involvement in their social groups, they can improve family welfare and ultimately strengthen family resilience.
Uang Ces: Trust Sawi Terhadap Punggawa Pada Komunitas Nelayan Sumpang Binangae Kabupaten Barru Ulfa Utami Mappe; Idham Irwansyah Idrus
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the trust between sawi fishermen and punggawa in the fishing community in Sumpang Binangae Sub District, Barru Districty. Data collection was carried out using a qualitative descriptive method. Data analyzed through three stages; 1) data reduction, 2) data presentation, 3) drawing conclusion and verification.  The results of the study show; trust as the most important part to maintaining the working relationship between sawi fishermen and punggawa. The distribution of the catch sharing is divided into four forms; distribution every one to eight months, pakanreang fish, ces money, and the cost of excess maintenance of bagang lights called lamp percent. For Sawi fishermen, ces money as the main income to meet the daily needs of family. This is because the distribution of monthly sales is uncertain. Through profit sharing, norms and values are internalized by everyone in the Sumpang Binangae fishing community.The values and norms, results trust. The conclusion of this research is the resulting form of trust can be either high-trust or low-trust. High-trust or low-trust is characterized by the time span of sawi working in one bagang. If high-trust is created, the sawi will stay in one bagang for a long time. However, if there is low-trust, the sawi will choose to move to another bagang. Trust is essential in this working relationship and determines the length of cooperation between punggawa and sawi.
Tantangan dan Dinamika Sosial Hubungan Mertua-Menantu Perempuan Serumah Di Kelurahan Tamparang Keke Kota Makassar Siti Arah Suniyah; Idham Irwansyah Idrus; Ulfa Utami Mappe
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.131

Abstract

The purpose of this study is to determine efforts to improve harmonious relationships over the challenges and dynamics that occur between in-laws and daughters-in-law who are influenced by various factors. Data collection was carried out using descriptive qualitative methods. Data were analyzed through several stages; 1) data reduction, 2) data presentation, 3) conclusion drawing and data verification. The results showed that the in-laws have many beliefs about the son-in-law who has a different point of view, there is poor communication because the wishes are not well expressed, so the division of labor becomes unclear which also spreads to privacy issues and unfulfilled boundaries. Implementing a collaborative approach by actively participating and cooperating in housework and being able to control emotions wisely can improve harmonious relationships. The conclusion of this study shows that the challenges of the relationship between in-laws and sons-in-law living in the same house are influenced by differences in values, ineffective communication, authoritarian roles, and privacy issues. The efforts to build harmonious relationships cannot all be implemented, but mainly through a collaborative approach and the ability to control emotions which proved to be the most effective in reducing conflict and strengthening cooperation.
Uang Ces: Trust Sawi Terhadap Punggawa Pada Komunitas Nelayan Sumpang Binangae Kabupaten Barru Ulfa Utami Mappe; Idham Irwansyah Idrus
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the trust between sawi fishermen and punggawa in the fishing community in Sumpang Binangae Sub District, Barru Districty. Data collection was carried out using a qualitative descriptive method. Data analyzed through three stages; 1) data reduction, 2) data presentation, 3) drawing conclusion and verification.  The results of the study show; trust as the most important part to maintaining the working relationship between sawi fishermen and punggawa. The distribution of the catch sharing is divided into four forms; distribution every one to eight months, pakanreang fish, ces money, and the cost of excess maintenance of bagang lights called lamp percent. For Sawi fishermen, ces money as the main income to meet the daily needs of family. This is because the distribution of monthly sales is uncertain. Through profit sharing, norms and values are internalized by everyone in the Sumpang Binangae fishing community.The values and norms, results trust. The conclusion of this research is the resulting form of trust can be either high-trust or low-trust. High-trust or low-trust is characterized by the time span of sawi working in one bagang. If high-trust is created, the sawi will stay in one bagang for a long time. However, if there is low-trust, the sawi will choose to move to another bagang. Trust is essential in this working relationship and determines the length of cooperation between punggawa and sawi.
Tantangan dan Dinamika Sosial Hubungan Mertua-Menantu Perempuan Serumah Di Kelurahan Tamparang Keke Kota Makassar Siti Arah Suniyah; Idham Irwansyah Idrus; Ulfa Utami Mappe
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.131

Abstract

The purpose of this study is to determine efforts to improve harmonious relationships over the challenges and dynamics that occur between in-laws and daughters-in-law who are influenced by various factors. Data collection was carried out using descriptive qualitative methods. Data were analyzed through several stages; 1) data reduction, 2) data presentation, 3) conclusion drawing and data verification. The results showed that the in-laws have many beliefs about the son-in-law who has a different point of view, there is poor communication because the wishes are not well expressed, so the division of labor becomes unclear which also spreads to privacy issues and unfulfilled boundaries. Implementing a collaborative approach by actively participating and cooperating in housework and being able to control emotions wisely can improve harmonious relationships. The conclusion of this study shows that the challenges of the relationship between in-laws and sons-in-law living in the same house are influenced by differences in values, ineffective communication, authoritarian roles, and privacy issues. The efforts to build harmonious relationships cannot all be implemented, but mainly through a collaborative approach and the ability to control emotions which proved to be the most effective in reducing conflict and strengthening cooperation.
Permukiman Kumuh Di Kota Makassar: Sebuah Tinjauan Sosiologis Mappe, Ulfa Utami; Hafid, Umy Qalzum; Amandaria, Riri
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 No.1 Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v4i1.85555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permukiman kumuh di Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan denga mencari data yang telah terdokumentasi terkait pemukiman kumuh di Kota Makassar. Analisis data dilakukan melalui tahap; reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat miskin di Kota Makassar masih tinggal di permukiman kumuh. Data dianalisis dengan teori kemiskinan John Friedman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persoalan utama yang perlu diselesaikan berkaitan dengan permukiman kumuh di Kota Makassar adalah kemiskinan. Akses yang setara pada basis kekuatan sosial merupakan cara untuk menyelesaikan fenomena kemiskinan ini. Karena ketika secara masyarakat dapat mengakses basis kekuatan sosial secara merata, maka kemiskinan dapat menurun dan masyarakat miskin dapat meningkatkan taraf hidupnya. Dengan begitu, kemungkinan meluasnya permukiman kumuh pun semakin kecil.
Pelatihan Pembuatan Tas Manik-Manik pada Perempuan Purna Pekerja Migran Indonesia Anggota Kelompok Peduli Buruh Migran Bangkala Idham Irwansyah Idrus; Sunaniah Sunaniah; Ulfa Utami Mappe; Mario Mario; Muhammad Aksha Wahda
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i1.71012

Abstract

Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi pengirim terbesar Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia, di mana Kelurahan Bangkala merupakan kantong migran di Kota Makassar. Tingginya biaya kebutuhan hidup, rendahnya pendidikan dan kurangnya keterampilan sebagai faktor utama perempuan di Bangkala melakukan migrasi ke Malaysia. Di sisi lain mereka rentan mengalami berbagai tindak kekerasan, penindasan, eksploitasi, hingga terjebak dalam perdagangan orang (trafficking).   Tujuan PKM yaitu: (1) Memberikan pengetahuan kepada perempuan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) anggota KPBMB mengenai pemanfaatan manik-manik dan bahan lainnya sebagai sumber mata pencaharian; (2) Memberikan keterampilan membuat tas dengan bahan dasar manik-manik kepada perempuan Purna PMI anggota KPBMB; (3)  Membuka kesempatan penghasilan bagi perempuan Purna PMI anggota KPBMB melalui jejaring pemasaran. Metode pelaksanaan dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi dan praktek yang diadakan selama dua hari. Hasil evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa mitra memiliki pemahaman yang baik mengenai potensi ekonomi kerajinan dari bahan manik-manik, dan memiliki keterampilan membuat tas manik-manik. Selain itu, mitra memiliki keyakinan dapat mengembangkan keterampilan tersebut sebagai sumber pendapatan rumah tangga melalui pengembangan usaha
Upaya Kelompok Peduli Buruh Migran Bangkala (KPBMB) Dalam Meretensi Masyarakat Pekerja Migran Indonesia (PMI), di Kelurahan Bangkala Kota Makassar Diva Yanti; Mario Mario; Ulfa Utami Mappe
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.77899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Upaya KPBMB dalam meretensi masyarakat PMI di Kelurahan Bangkala Kota Makassar, 2) Faktor penghambat dari upaya yang dilakukan oleh KPBMB dalam upaya meretensi masyarakat PMI di Kelurahan Bangkala, Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Untuk dapat mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan teknik pengambilan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan instrumen penelitian. Penelitian menggunakan triangulasi data sebagai proses pengecekan keabsahan data. Menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagai teknis analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Upaya Kelompok Peduli Buruh Migran Bangkala dalam Meretensi Masyarakat Pekerja Migran Indonesia yang ada di kelurahan Bangkala dilakukan dengan beberapa program pemberdayaan yaitu melalui edukasi dan sosialisasi, pelatihan keterampilan dan pengembangan kewirausahaan. Upaya yang dilakukan hanya berhasil di ikuti secara berkala oleh purna migran dan keluarganya, serta beberapa masyarakat di sekitar Bangkala. (2) Terdapat tantangan yang dihadapi dari upaya yang telah dilakukan yaitu, akses edukasi dan sosialisasi pada purna PMI maupun masyarakat umum hanya bisa didapatkan saat berada di Kelurahan Bangkala dan sosialisasi hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang tergabung dalam KPBMB sehingga informasi tidak bisa menjangkau seluruh purna PMI yang ada di Kelurahan Bangkala; Pelatihan keterampilan belum optimal karena keterbatasan kuota peserta yang bisa mengikuti pelatihan; Pengembangan usaha belum optimal dilakukan karena keterbatasan alat dan modal; Kurangnya peran lembaga dalam bantuan administrasi buruh migran.
THE POWER OF FEMALE SEXUALITY IN BASRI AND SALMA IN A NEVER ENDING COMEDY: A FEMINIST SEMIOTIC PERSPECTIVE Bahrul Amsal; Sunaniah Sunaniah; Ulfa Utami Mappe
Social Landscape Journal Vol 7, No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v7i1.82574

Abstract

The short film Basri and Salma In A Never Ending Comedy is a drama-comedy set in the Bugis-Makassar community. The Bugis-Makassar community adopts a strong patriarchal value that places men as the dominant party in determining the position of women. This film provides an insight into the limitations faced by women in making decisions about whether or not to have children. The film Basri and Salma In A Never Ending Comedy is very interesting because it conveys a message about the power of female sexuality, demonstrating autonomy and control over one's body. This research is a qualitative study that involves the development of concepts based on existing data. The discussion uses a feminist semiotic analysis approach to describe data in the form of signs based on screenshots of scenes from the film Basri and Salma In a Never Ending Comedy, leading to a conclusion. The research findings conclude that the scenes in the film Basri and Salma In A Never Ending Comedy, first, depict the subordinate position of women within the family, as seen in the dinner scene.  Secondly, it demonstrates the concept of power referred to as the power of sexuality, which grants women the authority to determine their bodily autonomy.