Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PKM Literasi Keluarga untuk Meningkatkan Ketahanan Keluarga pada Ibu-Ibu Istri Nelayan di Pulau Barrang Lompo, Kota Makassar Idrus, Idham Irwansyah; Mappe, Ulfa Utami; Amandaria, Riri; Amsal, Bahrul; Sunaniah, Sunaniah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Barrang Lompo dengan luas lebih kurang 49 Ha dihuni sebanyak 5.227 jiwa dengan mata pencaharian utama penduduknya, yaitu 70% di sektor perikanan, baik sebagai nelayan maupun perdagangan hasil laut. masalah utama yang dihadapi oleh komunitas masyarakat nelayan, termasuk nelayan di Pulau Barrang Lompo, yaitu kemiskinan. Sementara kemiskinan atau tingkat kesejahteraan berhubungan dengan tingkat literasi masyarakat. Warga yang literat dan kehidupan yang berkualitas merupakan ciri negara maju. Kesejahteraan keluarga akan berdampak pada ketahanan keluarga, keluarga dengan ekonomi baik cenderung memiliki ketahanan keluarga yang kuat, sebaliknya keluarga dengan ekonomi yang buruk cenderung memiliki ketahanan keluarga yang lemah. Tujuan pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan pemahaman kepada ibu-ibu istri nelayan mengenai literasi keluarga dan pentingnya peningkatan ketahanan keluarga. Selain itu, juga bertujuan memberikan keterampilan literasi untuk diimplementasikan di dalam keluarga. Kegiatan PKM dilaksanakan menggunakan model pemberdayaan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Tahap Persiapan; 2) Tahap Assesment; 3) Tahap Perencanaan Program atau Kegiatan; 4) Tahap Pemformulasian Rencana Aksi; 5) Tahap Pelaksanaan Program atau Kegiatan; serta 6) Tahap Evaluasi. Hasil evaluasi kegiatan yang dilakukan dalam 2 tahap menunjukkan ketercapaian tujuan pelaksanaan, di mana peserta tidak sekedar memahami materi yang diberikan tetapi juga sudah mulai mengimplementasikan secara bertahap dalam lingkungan keluarga masing- masing.
Dampak Pengasuhan Fatherless Pada Mahasiswa FIS-H Universitas Negeri Makassar Firman, Ali ZulFikar; Idrus, Idham Irwansyah; Mappe, Ulfa Utami
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 No.1 Agustus 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v9i1.76586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya pengasuhan fatherless pada mahasiswa FIS-H Universitas Negeri Makassar, dan (2) dampak fatherless terhadap kehidupan mahasiswa FIS-H. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix methods) dengan pendekatan dominan kualitatif. Data kuantitatif menunjukkan bahwa 65% mahasiswa teridentifikasi mengalami kondisi fatherless dan faktor paling dominan adalah kurangnya kedekatan emosional dengan ayah (44%), yang ditandai dengan pola asuh yaitu minimnya komunikasi, keterlibatan dalam kehidupan sehari-hari, serta lemahnya dukungan emosional. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwasanya: (1) terdapat mahasiswa yang tinggal serumah dengan ayah, namun tidak merasakan kedekatan emosional karena sejak kecil ayahnya terlalu sibuk bekerja di luar rumah. Beberapa informan juga mengalami KDRT, hingga berujung pada perceraian orang tua. Terdapat pula ayah yang hanya menjalankan fungsi finansial dan hampir tidak terlibat dalam pengasuhan, yang mencerminkan pengaruh budaya patriarki di mana peran ayah direduksi hanya sebagai pencari nafkah. (2) Dampak dari kondisi fatherless menurunnya kepercayaan diri, kesulitan dalam membangun relasi sosial, dan pelarian emosional melalui hubungan asmara yang tidak sehat. Beberapa mahasiswa juga mengalami tekanan ekonomi karena harus mencukupi kebutuhan pendidikan secara mandiri. Sebagian lainnya merasa bingung dalam membentuk jati diri karena tidak memiliki figur ayah sebagai panutan. Temuan ini menunjukkan adanya disfungsi dalam sistem keluarga yang dianalisis menggunakan teori fungsionalisme struktural Robert K. Merton, di mana peran ayah yang tidak berjalan sebagaimana mestinya menimbulkan ketidakseimbangan sosial dan gangguan dalam perkembangan anak.
Nilai Anak Dalam Perspektif Masyarakat Bugis : Implementasi Keluarga Berencana (KB) Di Kelurahan Solo Kecamatan Bola Kabupaten Wajo Ramadani Hamwar, Tri Anugrah; Idrus, Idham Irwansyah; Mappe, Ulfa Utami
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 No.1 Agustus 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v9i1.76489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) perspektif nilai anak pada masyarakat bugis di Kelurahan Solo Kecamatan Bola Kabupaten Wajo,  2) Implementasi Keluarga Berencana di Kelurahan Solo Kecamatan Bola Kabupaten Wajo. dalam penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional yag dikemukakan oleh Colamen yang dimana individu atau aktor bertindak secara rasional berdasarkan tujuan yang ditentukan oleh nilai atau preferensi mereka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi,wawancara dan dokumentasi. Triangulasi yang digunakan sebagai prosedur pengecekan keabsahan data. Analisis data dilakukan melalui reduksi data,model data,dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan dalam penelitian ini yaitu :1) Dalam masyarakat bugis masih menjunjung tinggi adanya nilai anak sehingga beberapa masyarakat bugis memiliki lebih dari 2 anak . Adapun nilai anak terbagi menjadi 4 yaitu : a) Nilai Spiritual dimana anak dianggap sebagai bentuk perluasan dan ladang pengasuhan jiwa. b) Nilai Psikologi bahwa anak dianggap sebagai bentuk kepuasan dan kejiwaan dalam orang tua. c) Nilai Sosial menganggap anak suatu harapan dan penerus keluarga serta memperkuat tali persaudaraan. d) Nilai Ekonomi menganggap anak dianggap sebagai harapan masa depan baik dalam material maupun non material. 2) Program Keluarga Berencana (KB) di Kelurahan Solo menunjukkan perkembangan positif meskipun sempat mengalami penurunan partisipasi akibat pandemi Covid-19, yang membatasi akses layanan kesehatan. Pada tahun 2024, partisipasi masyarakat meningkat secara signifikan berkat penyuluhan yang efektif, sehingga mayoritas pasangan usia subur (PUS) kini memiliki 1 hingga 2 anak. Namun, kepatuhan terhadap jadwal suntik kontrasepsi masih menjadi tantangan, karena kelalaian dapat mengurangi efektivitas program. Oleh karena itu, penyuluhan dan pendampingan perlu terus ditingkatkan agar masyarakat memahami pentingnya penggunaan kontrasepsi secara tepat demi pengendalian kelahiran yang optimal dan berkelanjutan
Sosialisasi Pendidikan dan Penguatan Ruang Baca Sekolah Kolong SD Inpres 238 Bonto Parang Dusun Bara Kabupaten Maros Idrus, Idham Irwansyah; Aslinda, A.; Amsal, Bahrul; Mappe, Ulfa Utami; Sunaniah, Sunaniah
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.80175

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode memberikan sosialisasi kepada warga dusun mengenai pemahaman pentingnya pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dan penguatan ruang baca berupa pembagian buku-buku Sekolah Kolong dengan tujuan (1) untuk meningkatkan kapasitas guru relawan mengenai proses pembelajaran berbasis kontekstual, (2) pelibatan pemuda Dusun Bara dalam proses pembelajaran sekolah kolong dan ruang baca, (3) penguatan ruang baca dengan memberikan buku-buku dari donatur untuk menunjang proses literasi di Sekolah Kolong. Proses pengabdian ditempuh dengan pendekatan partisipatif kolaboratif yaitu: (1) Diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan warga dan tokoh lokal; (2) Pemberian bantuan buku pelajaran/buku bacaan kepada Sekolah Kolong; (3) Memberikan motivasi belajar kepada peserta didik Sekolah Kolong, (4) Pemutaran Film Pendek pendidikan, (5) Pelatihan guru dan pendampingan proses pembelajaran. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan program PKM yaitu meningkatnya pengetahuan peserta pengabdian mengenai pentingnya dukungan semua pihak dalam mengelola kelas Sekolah Kolong; (2) Terdistribusi buku pelajaran/buku bacaan bagi anak-anak sekolah di Dusun Bara (3) artikel ilmiah yang dipublikasi pada seminar nasional, dan (4) publikasi pelaksanaan PKM pada media online.Kata Kunci: Motivasi belajar, Pendidikan, Sekolah Kolong, Sosialisasi, 
PENGEMBANGAN DASAWISMA MELALUI PENGOLAHAN HASIL LAUT UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN KELUARGA NELAYAN PULAU BARRANG LOMPO Idrus, Idham Irwansyah; Syam, Agus; Haerani, Haerani; Mappe, Ulfa Utami; Sunaniah, Sunaniah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37177

Abstract

Abstrak: Ketahanan keluarga berkaitan langsung dengan permasalahan sosial kemasyarakatan di sebuah wilayah, termasuk di Pulau Barrang Lompo yang dihadapkan dengan tingginya angka prevalensi stunting serta permasalahan lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah setempat, yaitu melalui kelompok Dasawisma. Kegiatan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Dasawisma Sukun 04 dalam pengolahan hasil laut, utamanya Ikan Layang (Decapterus Spp) yang umumnya mudah diperoleh, namun memiliki kadar gizi, protein, nutrisi dan Omega-3 yang tinggi. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan metode pemberdayaan yang melibatkan 11 orang anggota mitra, melalui sosialisasi berupa penyuluhan potensi gizi dan potensi ekonomi Ikan Layang, serta pelatihan pengolahan Ikan Layang menjadi Abon Ikan, Bakso Ikan dan Nugget Ikan menggunakan alat-teknologi. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 39%, serta meningkatnya keterampilan, mulai dari tahap dressing hingga pengemasan. Bahkan dalam tahap pendampingan setelah pelatihan, mitra sudah mampu memproduksi dan memasarkan produk olahan Ikan Layang meskipun masih dalam skala kecil. Hasil PKM menunjukkan bahwa, kelompok masyarakat marginal, dalam hal ini perempuan nelayan, memiliki potensi untuk terus berkembang dan berperan serta dalam pembangunan, melalui keterlibatan dalam kelompok sosial mereka dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan akhirnya meningkatkan ketahanan keluarga.Abstract: Family resilience is directly related to social community issues in a region, including in Pulau Barrang Lompo, which faces high stunting prevalence rates and other problems. One of the local government's efforts is through the Dasawisma group. This PKM (Community Partnership Program) activity aims to enhance the knowledge and skills of Dasawisma Sukun 04 in processing marine products, primarily Layang Fish (Decapterus spp.), which is generally easy to obtain but has high levels of nutrition, protein, nutrients, and Omega-3. The mentoring activity is conducted using an empowerment method involving 11 partner members, through socialization in the form of counseling on the nutritional and economic potential of Layang Fish, as well as training on processing Layang Fish into fish floss (abon ikan), fish balls (bakso ikan), and fish nuggets using tools and technology. The mentoring results show a 39% increase in partners' knowledge, along with improved skills from the dressing stage to packaging. Even in the post-training mentoring phase, partners are already capable of producing and marketing Layang Fish processed products, albeit on a small scale. The PKM results indicate that marginal community groups, in this case, fisherwomen, have the potential to continue developing and participating in development; through involvement in their social groups, they can improve family welfare and ultimately strengthen family resilience.
Upaya Kelompok Peduli Buruh Migran Bangkala (KPBMB) Dalam Meretensi Masyarakat Pekerja Migran Indonesia (PMI), di Kelurahan Bangkala Kota Makassar Yanti, Diva; Mario, Mario; Mappe, Ulfa Utami
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.77899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Upaya KPBMB dalam meretensi masyarakat PMI di Kelurahan Bangkala Kota Makassar, 2) Faktor penghambat dari upaya yang dilakukan oleh KPBMB dalam upaya meretensi masyarakat PMI di Kelurahan Bangkala, Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Untuk dapat mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan teknik pengambilan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan instrumen penelitian. Penelitian menggunakan triangulasi data sebagai proses pengecekan keabsahan data. Menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagai teknis analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Upaya Kelompok Peduli Buruh Migran Bangkala dalam Meretensi Masyarakat Pekerja Migran Indonesia yang ada di kelurahan Bangkala dilakukan dengan beberapa program pemberdayaan yaitu melalui edukasi dan sosialisasi, pelatihan keterampilan dan pengembangan kewirausahaan. Upaya yang dilakukan hanya berhasil di ikuti secara berkala oleh purna migran dan keluarganya, serta beberapa masyarakat di sekitar Bangkala. (2) Terdapat tantangan yang dihadapi dari upaya yang telah dilakukan yaitu, akses edukasi dan sosialisasi pada purna PMI maupun masyarakat umum hanya bisa didapatkan saat berada di Kelurahan Bangkala dan sosialisasi hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang tergabung dalam KPBMB sehingga informasi tidak bisa menjangkau seluruh purna PMI yang ada di Kelurahan Bangkala; Pelatihan keterampilan belum optimal karena keterbatasan kuota peserta yang bisa mengikuti pelatihan; Pengembangan usaha belum optimal dilakukan karena keterbatasan alat dan modal; Kurangnya peran lembaga dalam bantuan administrasi buruh migran.