Claim Missing Document
Check
Articles

Apakah Suami Yang Ditinggal Istri Menjadi TKW Cenderung Berselingkuh? Menilik Peran KepribadianDan Kepuasan Pernikahan Eka Ridwan; Cempaka Putrie Dimala; Dinda Aisha
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 01 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i01.2575

Abstract

Meningkatnya jumlah perempuan Indonesia yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke luar negeri berdampak psikologis dan sosial bagi keluarga yang ditinggalkan, khususnya suami. Dampak tersebut dapat menhyebabkan kerentanan dalam ketahanan keluarganya, salah satunya ialah akan munculnya perselingkuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepuasan pernikahan dan kepribadian terhadap kecenderungan perselingkuhan pada suami yang ditinggal istri menjadi TKW di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala ITIS, ENRICH Marital Satisfaction, dan IPIP-BFM-25. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kepuasan pernikahan berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan perselingkuhan. Dari lima dimensi kepribadian yang diukur, hanya kepribadian agreeableness berpengaruh signifikan secara negatif. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menyoroti peran kepribadian agreeableness sebagai prediktor utama kecenderungan perselingkuhan dalam pernikahan jarak jauh.
Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Pembelian Merchandise K-Pop NCT Di Kabupaten Karawang Rachenysa Sahanaya Hutomo; Wina Lova Riza; Dinda Aisha
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 01 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i01.2585

Abstract

Kontrol diri yaitu kapasitas individu untuk mengatur pikiran, emosional, dan tindakan yang diarahkan untuk meraih tujuan jangka panjang, meskipun harus mengorbankan kesenangan sesaat. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengenalisis pengaruh kontrol diri terhadap perilaku konsumtif pada penggemar K-pop di Kabupaten Karawang. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Responden dalam penelitian ini sebanyak 109 responden. Skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala (BSCS)  berdasarkan teori De Ridder dkk (2012), dan skala berdasarkan teori Sumartono (2002). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,000, yang mengindikasikan bahwa (Ha) diterima dan (Ho) ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kontrol diri dan perilaku konsumtif pada penggemar K-pop di Kabupaten Karawang.
Does Work Stress Mediate the Link Between Job Insecurity, Meaningful Work, and Psychological Well-Being? Hakim, Arif Rahman; Mora, Linda; Aisha, Dinda; Sulistiarto, Teguh
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy & Indonesian Counselor Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/00202501051720

Abstract

This research explores the impact of job insecurity and meaningful work on psychological well-being, and further investigates whether work stress serves as a mediating factor. The participants in this study were 117 employees. Data collection was conducted using the Indonesian Well-being Scale, Perceived Stress Scale, Job Insecurity Scale, and Work and Meaning Inventory. The research findings indicate that, directly, job insecurity was significantly and negatively linked to psychological well-being. Conversely, meaningful work showed a significant and positive correlation with psychological well-being. Regarding the indirect associations through work stress, neither job insecurity nor meaningful work demonstrated a significant influence on psychological well-being. The findings of this study indicate that organizations need to reduce job insecurity and foster meaningful work as strategies to enhance employees’ psychological well-being. Furthermore, the results highlight that interventions should not only focus on managing work stress but also strengthen intrinsic factors that provide meaning in work.
Pengaruh Pola Asuh Demokratis dan Kontrol Diri Terhadap Perilaku Cyberbullying pada Remaja di Karawang Yustika Putri; Cempaka Putrie Dimala; Dinda Aisha
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Vol 7, No 2 (2026): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v7i2.1004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh demokratis dan kontrol diri terhadap perilaku cyberbullying pada remaja di Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas. Subjek penelitian berjumlah 385 remaja berusia 15– 18 tahun yang merupakan pengguna aktif media sosial, dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian meliputi Cyberbullying in Social Media Scale (CSMS), skala pola asuh demokratis, dan Self-Control Scale (SCS). Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis dan kontrol diri secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perilaku cyberbullying (p < 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,487, yang berarti kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 48,7%. Secara parsial, pola asuh demokratis berpengaruh negatif terhadap perilaku cyberbullying, sedangkan kontrol diri berpengaruh signifikan terhadap perilaku cyberbullying. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran pola asuh orang tua dan kemampuan kontrol diri dalam upaya pencegahan perilaku cyberbullying pada remaja.
Terjebak di Dunia Maya: Peran Kontrol diri dan Keberfungsian Keluarga Terhadap Problematic Internet Use pada Remaja Akhir di Kabupaten Karawang Bayu Setiawansyah; Dinda Aisha; Ananda Saadatul Maulidia
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 5 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i5.12085

Abstract

One of the problems faced by late adolescents is excessive and uncontrolled internet use which has the potential to cause Problematic Internet Use (PIU) which will impact daily life activities. This study aims to determine the effect of self-control and family functioning on PIU in late adolescents in Karawang Regency. The researcher used a quantitative approach that emphasizes numerical data analysis through statistical techniques. Respondents in this study numbered 400 late adolescents aged 17-21 years who were selected using non-probability sampling with convenience sampling technique. The instruments in this study were measured using three scales: the Brief Self-Control Scale (BSCS), the Family Assessment Device-General Functioning (FAD-GF), and the Problematic Internet Use Questionnaire-Revised (PIUQ-R). Data analysis used multiple regression tests using SPSS version 25.0 for Windows. The results of this study indicate that self-control and family functioning partially and simultaneously influence PIU. The regression coefficient is negative, meaning that the higher the self-control and family functioning, the lower the PIU. Self-control and family functioning contributed 51.7% to PIU. Therefore, improving individual self-control and optimizing family functioning could be potential efforts to minimize PIU in late adolescence, particularly in the context of this study's target group.
PENGARUH MENTAL TOUGHNESS TERHADAP COMPETITIVE ANXIETY PADA ATLET KONI KLUNGKUNG 2025 Yohanes Seran; Wina Lova Riza; Dinda Aisha
Bajra : Jurnal Keolahragaan Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Bidang Penelitian dan Pengembangan KONI Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19920761

Abstract

Kecemasan kompetitif (competitive anxiety) merupakan salah satu kendala psikologis yang sering dialami atlet menjelang dan saat bertanding, yang dapat menurunkan performa. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam psikologi olahraga karena dapat menghambat atlet dalam mencapai potensi terbaiknya, terutama pada ajang bergengsi seperti KONI Klungkung 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mental toughness terhadap competitive anxiety serta menguji perbedaan competitive anxiety berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tipe olahraga pada atlet KONI Klungkung 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausal, melibatkan 399 atlet dari 44 cabang olahraga sebagai responden. Data dikumpulkan melalui skala Sport Mental Toughness Questionnaire (SMTQ) dan Sport Competitive Anxiety Test (SCAT). Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dan independent samples t-test dengan bantuan software JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan mental toughness terhadap competitive anxiety. Mental toughness memberikan kontribusi sebesar 57,7% dalam menurunkan competitive anxiety. Selain itu, hasil uji beda menunjukkan bahwa competitive anxiety lebih tinggi pada atlet remaja dibandingkan dewasa (p < 0,001), lebih tinggi pada atlet perempuan dibandingkan laki-laki (p < 0,001), serta lebih tinggi pada atlet olahraga individu dibandingkan olahraga grup (p = 0,001). Sebagai rekomendasi, pelatih dan manajemen KONI Klungkung disarankan untuk menyusun program pelatihan mental yang berdiferensiasi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tipe olahraga guna menurunkan kecemasan kompetitif secara lebih efektif.
The Influence of Alexithymia on the Tendency of Social Media Addiction in Early Adults in Karawang Alifiany Indah Suciaty; Wina Lova Riza; Dinda Aisha
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 9 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i9.1779

Abstract

The internet offers numerous features that simplify activities like communication, information retrieval, and transactions, making social media increasingly accessible. In Indonesia, individuals in their productive years, particularly early adulthood, dominate internet usage. This phase is characterized by repetitive behaviors, which can escalate the intensity of social media use and potentially lead to addiction. One factor influencing this tendency is alexithymia. This study aims to explore the impact of alexithymia on social media addiction tendencies among early adults in Karawang. Employing a quantitative causality design, the research utilized non-probability sampling, specifically snowball sampling, to gather data from 385 respondents aged 20-30 years residing in Karawang. The Toronto Alexithymia Scale (TAS) was used to measure alexithymia, while the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) assessed social media addiction tendencies. Reliability was tested using Cronbach's Alpha, with a threshold of > 0.08, while normality was evaluated through the Kolmogorov-Smirnov test at a 5% significance level. Linearity was assessed using an ANOVA test, yielding a significance of 0.468 > 0.05. The results of the simple linear regression test showed a significance value of 0.000 < 0.05, confirming the hypothesis that alexithymia significantly influences social media addiction tendencies in early adulthood in Karawang. The determination test results indicated that alexithymia accounts for 54.2% of the variance in social media addiction tendencies (R-Square = 0.542), with the remaining 45.8% attributed to other variables not examined in this study.