Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Implementasi Standar Proses dalam Pembelajaran Matematika pada Kurikulum Merdeka di SMA Mardi Yuana Sukabumi: Sebuah Studi Deskriptif Kualitatif Elsa Ziyadaturrisqi; Supardi U.S; Nur Alam Arifin; Fajar Purwono; Irfan Bahrudin; Jihan Fadhilah; Reni Parida; Rolan Pranto Pasaribu; Sarah Mutia
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.5024

Abstract

Kualitas pembelajaran matematika sangat dipengaruhi oleh implementasi standar proses yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi standar proses dalam pembelajaran matematika pada Kurikulum Merdeka di SMA Mardi Yuana Sukabumi, meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran di kelas, serta kendala dan upaya penyelesaiannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dipilih melalui purposive sampling: 1 kepala sekolah, 1 wakil kepala sekolah bidang kurikulum, 3 guru matematika, dan 6 peserta didik (n=11). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi kelas (9 sesi, 2×45 menit), dan studi dokumentasi terhadap 21 Modul Ajar, ATP, LKPD, dan instrumen asesmen. Ketiga instrumen divalidasi melalui expert judgment dua validator dengan CVR 0,80–0,90. Data dianalisis menggunakan model interaktif Click or tap here to enter text. keabsahan dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasil: (1) perencanaan pada kategori cukup, dengan kekuatan kesesuaian Modul Ajar dengan CP (80%) dan orientasi HOTS (60%), namun lemah pada asesmen diagnostik (40%) dan diferensiasi (35%); (2) pelaksanaan menunjukkan iklim kelas positif, namun implementasi model inovatif dan integrasi teknologi belum konsisten; (3) enam kendala multi-level: pemahaman tidak merata, beban administrasi, keterbatasan IT, rasio kelas besar, minimnya sumber kontekstual, dan dilema ketuntasan vs. kedalaman. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya pengembangan profesional guru yang sistematis dan penguatan komunitas belajar profesional di sekolah.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Materi Luas Permukaan Prisma Segitiga Berdasarkan Teori Polya pada Siswa Kelas VIII SMP Shidqia Islamic School Istira Fauziah Tamin; Novita Sari Adiyani; Mega Cantika; Rachmawatika Pratiwi; Juliana Juliana; Dhesy Shulistyariny; Supardi U.S; Arfatin Nurrahmah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.5215

Abstract

Pada pembelajaran matematika di sekolah menengah pertama (SMP), siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika yang berbentuk pemecahan masalah dan masih banyak siswa yang hanya mampu melaksanakan pada tahap awal yaitu menuliskan hal yang diketahui saja. Riset ini dirancang untuk mendeskripsikan penerapan tahapan Polya terhadap pemecahan masalah matematika kelas VIII SMP Shidqia Islamic School materi luas permukaan prisma segitiga, serta menganalisis dampak kemampuan pemecahan masalah matematika siswa terhadap hasil belajar matematika kelas VIII. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam tentang implementasi pemecahan masalah, dampaknya terhadap hasil belajar, serta kendala yang dihadapi siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik pengamatan terstruktur, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Data kemudian diproses menggunakan model analisis deskriptif kualitatif dengan mengadopsi model analisis data interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana, diperoleh mayoritas siswa berada pada kategori tinggi dengan jumlah 2 siswa atau sebesar 100%. Sementara itu, kategori sedang dan rendah masing-masing terdiri atas 2 siswa dengan persentase sebesar 68% dan 40%. Studi ini menegaskan bahwa pemecahan masalah berdasarkan Teori Polya terbukti efektif dalam memfasilitasi analisis kemampuan pemecahan masalah matematis pada pembelajaran matematika tingkat SMP. Penerapan tahapan Polya dalam pemecahan masalah matematika pada materi luas permukaan prisma segitiga menunjukkan perbedaan kemampuan pada setiap kategori siswa.
Analisis Pembelajaran Matematika Berbasis STEAM di SMKN 2 Tangerang Djuriah Djuriah; Dicky Dicky; Erni Nainggolan; Heru Purwanto; Saeful Fathani; Sukandi Sukandi; Supardi Uki Sajiman; Warto Warto; Wulan Anggraeni
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4961

Abstract

Pembelajaran matematika pada abad ke-21 menuntut penerapan pendekatan yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan adalah Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam pembelajaran kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran matematika berbasis STEAM di SMKN 2 Tangerang yang meliputi proses penerapan, keterlibatan peserta didik, kemampuan pemecahan masalah matematis, serta kendala yang dihadapi selama pelaksanaan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas guru matematika, peserta didik, dan dokumen pembelajaran yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi STEAM melalui pembelajaran berbasis proyek dan pemecahan masalah kontekstual mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis meningkat dari 68 menjadi 80, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 61% menjadi 82%. Meskipun demikian, implementasi STEAM masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana, kebutuhan waktu perencanaan yang lebih panjang, serta adaptasi guru dan peserta didik terhadap model pembelajaran aktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan STEAM berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan dan perlu didukung oleh peningkatan kompetensi guru, ketersediaan fasilitas, serta kebijakan sekolah yang berkelanjutan.
Penyelesaian Program Linear Bilangan Fuzzy Segitiga dengan Metode Mehar Rahmi Auliaty; Supardi Uki Sukirman
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 1 No. 3 (2023): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijmst.v1i3.177

Abstract

Bilangan fuzzy segitiga ini juga diterapkan di dalam program linear fuzzy. Secara umum, bentuk program linear fuzzy serupa dengan bentuk program linear klasik (crips) yang merupakan suatu teknik dalam riset operasi untuk menentukan nilai optimum suatu persoalan linear dengan memperhatikan batasan-batasan yang ada. Program linear disebut program linear fuzzy tidak penuh karena terdapat koefisien fungsi tujuan, variabel keputusan, koefisien kendala atau koefisien ruas kanan kendala yang merupakan bilangan crips. Salah satu bentuk program linear fuzzy tidak penuh adalah program linear dengan variabel fuzzy atau Fuzzy Variable Linear Programming. Penelitian ini membahas penyelesaian program linear bilangan fuzzy segitiga yang terdapat pada kasus Home Indutry. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan program linear bilangan fuzzy segitiga  pada kasus Home Indusrty adalah metode Mehar. Metode Mehar dilakukan dengan mengkonversikan fungsi tujuan dan fungsi kendala fuzzy pada persoalan program linear fuzzy ke bentuk klasiknya (crips) berdasarkan operasi bilangan fuzzy segitiga dan operasi fungsi ranking. Penyelesaian diperoleh dengan menemukan solusi optimal dari persoalan program linear crips menggunakan metode simplex. Nilai yang diperoleh selanjutnya disubtitusi ke dalam variabel fuzzy sehingga diperoleh variabel keputusan fuzzy yang diinginkan.
Implementation of Deep Learning in Mathematics Learning for Grade IX Students of SMP Negeri 1 Tirtamulya Iskandar Maarif; Supardi Uki Sajiman; Huri Suhendri; Kesi Iswanti; Ika Maryati; Mustica Anggun; Namiroh
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/mma8fz91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan pembelajaran mendalam dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tirtamulya, Karawang. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi deep learning mampu meningkatkan pemahaman konseptual siswa, yang ditunjukkan melalui kemampuan menjelaskan konsep, mengaitkan ide-ide matematika, serta menyelesaikan masalah secara bermakna. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan dan partisipasi aktif selama proses pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik pembelajaran matematika yang inovatif, khususnya dalam mengintegrasikan pendekatan deep learning untuk mendukung pembelajaran bermakna. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya guru merancang aktivitas pembelajaran yang mendorong berpikir kritis, pemahaman konseptual, serta pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kata Kunci: Pembelajaran Mendalam, Pemahaman Konsep Matematika, Berpikir Kritis, Kurikulum Merdeka This study aims to analyze the implementation of a deep learning approach in mathematics learning to improve students' conceptual understanding of the System of Linear Equations in Two Variables (SPLDV). This study uses a qualitative approach with a case study method conducted on grade IX students of SMP Negeri 1 Tirtamulya, Karawang. Data were collected through classroom observations, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of a deep learning strategy can improve students' conceptual understanding, as demonstrated by the ability to explain concepts, link mathematical ideas, and solve problems meaningfully. In addition, students showed increased engagement and active participation during the learning process. This study contributes to the development of innovative mathematics learning practices, particularly in integrating a deep learning approach to support meaningful learning. The implication of this study is the importance of teachers designing learning activities that encourage critical thinking, conceptual understanding, and student-centered learning. Keyword: deep learning, conceptual understanding, mathematics learning, SPLDV, qualitative study