Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Keberhasilan Usaha Industri Kecil Sukses (Studi Kasus IKM Kulit di Perkampungan Industri Kecil/PIK Pulo Gadung Jakarta Timur) Aam Amaningsih Jumhur
Risenologi Vol. 8 No. 1 (2023): Risenologi
Publisher : Kelompok Peneliti Muda Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47028/j.risenologi.2023.81.461

Abstract

Keberhasilan usaha yang ditunjukkan dari cash flow, omzet, profitabilitas, peran penting pemerintah selama ini belum membuka peluang bagi peningkatan kemampuan institusi industri kecil. Model pendekatan yang sentralistik sangat berpengaruh terhadap pola-pola intervensi yang cenderung birokratis dan tidak fleksibel. Ketidakberhasilan dari pembinaan industri kecil saat ini bisa juga disebabkan oleh ketidaktahuan pihak pembina (pemerintah) terhadap apa yang dibutuhkan oleh industri kecil. Sebagaimana kita ketahui bahwa kebutuhan dari industri kecil tidak semuanya sama, contohnya tidak hanya masalah permodalan yang merupakan penghambat utama pengembangan industri kecil, karena kesulitan industri bukan masalah permodalan saja. Dari permasalahan diatas, sebaiknya program pembinaan industri kecil diarahkan kepada bagaimana industri kecil tersebut mampu mencapai sukses. Pengumpulan data merupakan pencarian data-data perusahaan yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Data yang diambil berasal dari Industri Kecil kulit 8 Industri Kecil Maju, 8 Industri Kecil Sedang dan 8 Industri Tidak Maju, semua responden berjumlah 24 buah dari Perkampungan Setelah data-data yang diperlukan dalam penelitian ini terkumpul maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pengolahan data. Dalam penelitian ini data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan pengolahan data diperoleh hasil bahwa score tertinggi adalah Bahan baku dengan skor 2.32. Diikuti oleh Tenaga kerja, modal (2.25), diikuti oleh Pengolahan SDM (1.54); diikuti Manajemen SDM, Organisasi (1.53) dan yang terakhir Jenis Produk; (0.93). Dengan demikian Bahan baku dinyatakan lolos untuk dipilih sebagai Faktor yang berpengaruh terhadap Industri kecil kulit.
Pengembangan Model Strategi Manufaktur Industri Kecil Batik Berbasis Community Learning Centre (Studi Kasus IKM Batik Trusmi Cirebon) Aam Amaningsih Jumhur
JIE Scientific Journal on Research and Application of Industrial System Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/jie.v8i1.4187

Abstract

Peningkatkan daya saing industry kecil batik Trusmi salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan mengembangkan kapabilitas ataupun kompetensi perusahaan didukung oleh keahlian mendisain batik dan memproduksi batik sehingga SDM batik harus dijamin ketersediaannya. Upaya untuk kesediaan SDM bidang batik melalui Community Learning Centre sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha batik. Community Learning Centre adalah Pusat Kelompok yang melaksanakan pembelajaran mandiri mengenai desain dan proses pembuatan batik Trusmi di Kawasan Klaster Industri Kecil Batik Trusmi Cirebon. Pemasaran menembus pasar internasional maka perlu  peningkatan kompetisi global bagi usaha batik, untuk menanggapi kondisi tersebut maka usaha batik harus memiliki daya saing. Perusahaan manufaktur harus mengadopsi dan mengimplementasikan strategi manufaktur jika ingin tetap memiliki keunggulan bersaing. Tujuan penelitian adalah mengetahui strategi manufaktur dan strategi bersaing berpengaruh terhadap community learning centre. Metode penelitian ini menggunakan metode Struktural Equation Modelling (SEM), dengan  indikator dari strategi manufaktur antara lain: biaya, fleksibilitas, inovasi, teknologi, pengetahuan, kemampuan, kualitas, suplayer dan delivery. Indikator dari strategi bersaing antara lain: diferensiasi murni, fokus, penetrasi pasar, pengembangan produk dan pengembangan pasar. Indikator dari kinerja perusahaan antara lain: keuntungan, perkembangan, efisiensi, produktifitas dan kepuasan konsumen.  Hasil penelitian menunjukkan strategi manufaktur berpengaruh terhadap strategi bersaing. Strategi bersaing juga berpengaruh terhadap community learning centre. Kemudian strategi manufaktur berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Sehingga Daya Saing industri kecil batik Trusmi dapat ditingkatkan dengan menerapkan strategi manufaktur yang tepat berdasarkan indikator-indikator yang telah diteliti.
OPTIMALISASI PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN LITERASI KELUARGA MELALUI CERITA GAMBAR CERITA RAKYAT DALAM DIGITAL POWTOON Nurita Bayu Kusmayati; Mohammad Maiwan; Aam Amaningsih Jumhur
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21777

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat melalui peran orang tua dengan membaca cerita rakyat cerita gambar dalam digital powtoon bertujuan untuk meningkatkan literasi keluarga melalui keterampilan berpikir, membaca dan menulis, atau keterampilan lain yang dibutuhkan. Literasi keluarga penting dilakukan secara dini agar setiap anggota keluarga memiliki kemampuan literasi yang lebih tinggi untuk dapat memecahkan berbagai masalah yang dihadapi dalam kehidupan nyata terutama dalam mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang diperolehnya. Pemilihan desa Tanimulya sebagai sasaran program mengacu pada potensi Sumber Daya Manusia di Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat berjumlah 36.925 orang penduduk, dengan 1.176 Kepala Keluarga, dengan jumlah anak usia produktif sekolah di jenjang PAUD, Sekolah Dasar dan jenjang Pendidikan menengah cukup tinggi (usia 7-18 tahun yang sedang sekolah sebanyak 5.675 laki-laki dan 4.789 perempuan, data Profil Desa Tanimulya tahun 2022). Pelatihan literasi keluarga melibatkan sampel warga Desa Tanimulya dengan 50 orang peserta pelatihan. Kegiatan literasi keluarga dilakukan dengan mengoptimalkan peran orang tua dalam membaca cerita gambar cerita rakyat yang disajikan dengan memanfaatkan media digital powtoon. Cerita gambar cerita rakyat disajikan dalam media digital powtoon yang bisa diakses dengan android oleh orang tua untuk digunakan menceritakan cerita rakyat kepada anggota keluarga (anak). Cerita bergambar menyajikan cerita rakyat yang dapat diakses dalam media digital powtoon sebagai alternatif bahan bacaan yang mudah diakses secara ekonomis dan mudah dimanfaatkan oleh orang tua, dan anggotakeluarga. Strategi yang diterapkan dalam pelatihan ini 1) melakukan analisis kebutuhan2) menyusun rancangan program literasi keluarga, 3) implementasi program lietrasi keluarga,4) evaluasi program literasi keluarga.
PKW Program 2018-2020: The Transformation of Mutiara Waste Bank Jakamulya Village Bekasi to Implement 3R-based Technology Kholil, Ahmad; Budiaman; Jumhur, Aam Amaningsih; Mirtawati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) (DOAJ & SINTA 3 Indexed)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPMM.005.2.04

Abstract

The impact of not optimal waste management in Jakamulya Urban Village, Bekasi City, which is always flooded by garbage and Situ Wo which cannot hold water. Efforts to manage waste from its source have been made with waste banks but have not been optimal. The objective of the Regional Partnership Program (PKW) with Bekasi City is to increase community participation in waste management with the 3R concept (reuse, recycle, reduce). Based on the results of implementing the PKW program, it can be concluded that the operation of the Mutiara Waste Bank in Pondok Suryamandala, Jakamulya Village, Bekasi City based on TPS 3R is the key to handling community-based (communal) waste which is very effective for waste management that is directly the community as a plus manager (home industry owner). Without this communal system, it is impossible for waste to be handled completely or sustainably. Cultivating good waste disposal methods starting from the household environment to submitting waste to the Waste Bank is an effective method at the community level that will ultimately be independent of the community in managing their own waste. Organizing TPS 3R into a center for the maximum utilization of organic and inorganic waste is a communal-based waste management program that will definitely cut the chain of waste distribution from TPS 3R to landfills.
PELATIHAN TECHNOPREUNER UNTUK MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA Prihantoro, C. Rudy; Avianti, Ratu Amilia; Jumhur, Aam Amaningsih
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The solution offered to solve partner problems is Technopreneurship Training to Develop an Entrepreneurial Spirit in Teachers as educators. After the community service program is implemented, it is hoped that teachers can develop entrepreneurs. In the learning process, they must have networks and collaboration with the business/industry world. The implementation of Technopreneurship Training seeks to foster the entrepreneurial spirit of teachers. Presentation of entrepreneurship material includes: (1) the Technopreuner concept, developing a strong Technopreuner spirit - Business Management Managing a business with correct management starting from product design, to financial management. The training went very well and smoothly. All the training participants seemed very enthusiastic and listened seriously to the explanations from the speakers. Their appreciation for this training was not only because of the theory presented, but also because it was accompanied by direct practical sessions guided by resource persons. This makes complex materials easier to understand and implement. During the discussion and question and answer sessions, participants were very active in asking relevant questions regarding the material that had been presented. The resource person patiently and earnestly explained each question in detail and gave concrete examples. His response to each question demonstrated his expertise and proficiency in understanding and communicating the material effectively to the participants. Abstrak Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra adalah Pelatihan Technopreneurship untuk Menumbuhkan Jiwa Technopreuner pada Guru sebagai pendidik. Setelah program pengabdian masyarakat dilaksanakan diharapkan Guru dapat mengembangkan entrepreneur dalam proses pembelajaran harus memiliki jaringan dan kerjasama dengan dunia usaha/industri.. Pelaksanaan Pelatihan Technopreneurship diusahakan menumbuhkan Jiwa wirausaha Guru. Penyampaian pemaparan materi kewirausahaan diantaranya: (1) konsep Technopreuner, mengembangkan semangat Technopreuner yang tangguh - Manajemen Usaha Mengelola usaha dengan manajemen yang benar mulai dari desain produk, hingga manajemen keuangan. Pelatihan berjalan dengan sangat baik dan lancar. Semua peserta pelatihan tampak sangat antusias dan menyimak penjelasan dari narasumber dengan sungguh-sungguh. Apresiasi mereka terhadap pelatihan ini bukan hanya karena teori yang disampaikan, tetapi juga karena disertai dengan sesi praktek langsung yang dibimbing oleh narasumber. Hal ini membuat materi yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami dan diimplementasikan. Selama sesi diskusi dan tanya jawab, peserta sangat aktif dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan seputar materi yang telah disampaikan. Narasumber dengan sabar dan penuh kesungguhan menjelaskan setiap pertanyaan dengan detail dan memberikan contoh yang konkret. Tanggapannya terhadap setiap pertanyaan menunjukkan keahlian dan kecakapannya dalam memahami dan mengkomunikasikan materi secara efektif kepada peserta.
PENINGKATAN KAPASITAS UMKM DALAM PENYUSUNAN RENCANA BISNIS jumhur, aam amaningsih; Rahmat Darmawan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in the Educational Tourism Village of Cisaat Subang Village are able to create jobs and add value, success in increasing MSMEs means strengthening business in the community, the existence of MSMEs in the Village is community participation in the economic activity sector. Village MSMEs in BUMDES coordination need more optimal development in an effort to maintain the continuity of their business. The UNJ Community Service team is holding capacity building with the theme of preparing business plans by inviting experienced practitioners. The aim of increasing the capacity of Cisaat Village MSME actors is to instill an understanding of the purpose of increasing the potential of MSMEs by building a positive mindset of Cisaat Village MSME actors in planning their business. The method for increasing the capacity of MSME actors in Cisaat Village is carried out with assistance (a) Preparing a business plan; (b) Create a cash flow to obtain funding from Financial Institutions. In conclusion, increasing capacity in preparing business plans with the participation of Cisaat Village MSMEs can generally be implemented well and smoothly. It is hoped that the results of increasing capacity in preparing business plans can be followed up by applying for capital loans from financial institutions to expand Cisaat Village MSME businesses.Abstrak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Wisata Edukasi Desa Cisaat Subang mampu menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah, keberhasilan dalam meningkatkan UMKM berarti memperkokoh bisnis di masyarakat, keberadaan UMKM di Desa merupakan partisipasi masyarakat dalam sektor kegiatan perekonomian. UMKM Desa dalam koordinasi BUMDES perlu pembinaan lebih optimal dalam upaya mempertahankan keberlangsungan usahanya, team Pengabdian Pada Masyarakat UNJ menyelenggarakan peningkatan kapasitas dengan tema penyusunan rencana bisnis dengan mengundang para praktisi yang pengalaman. Tujuan peningkatan kapasitas pelaku UMKM Desa Cisaat adalah menanamkan pemahaman tujuan peningkatan potensi UMKM dengan membangun positive mindset pelaku UMKM Desa Cisaat dalam merencanakan usaha. Metode peningkatan kapasitas pelaku UMKM Desa Cisaat dilakukan dengan pendampingan (a) Penyusunan rencana bisnis; (b) Membuat chasflow untuk mendapatkan pendanaan dari Lembaga Keuangan. Kesimpulan, peningkatan kapasitas dalam penyusunan rencana bisnis dengan partisipasi pelaku UMKM Desa Cisaat yang secara umum dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Diharapkan hasil peningkatan kapasitas dalam penyusunan rencana bisnis bisa ditindaklanjuti dengan mengajukan pinjaman modal kepada pihak lembaga keuangan untuk memperbesar usaha UMKM Desa Cisaat.
PKM REVITALISASI BANK SAMPAH DALAM MENUMBUHKAN SOCIALPRENEURSHIP BERBASIS MODUL HYPERCONTENT Budiaman; Cecep Kustandi; Aam Amaningsih Jumhur
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The Ministry of Environment and Forestry (LHK) noted that East Jakarta has the highest annual waste generation in DKI Jakarta, reaching 836.9 thousand tons per year, with the largest contribution to the Bantargebang TPST of 620.96 thousand tons (27.14% of total waste) in 2021. The pandemic has changed people's consumption patterns with the increasing use of double wrapping, which adds to the problem of non-organic waste. The student council management owned by the partner school, SMP Negeri 158 East Jakarta, consists of students who have more awareness of environmental management. This activity was developed in an effort to protect the environment and generate economic value for each member. This concept of socialpreneurship takes advantage of business opportunities in the community to have a positive impact, focusing on the problem of high-economic value waste production and the marketing of plastic ore from plastic bottles that have been grouped. The solutions offered to these problems are in the form of assistance for school leaders and Adiwiyata coaches in fostering student socialpreneurship, empowering student council administrators to sort non-organic waste with high economic value using hypercontent modules, and revitalizing school waste banks with an inventory of equipment such as shredders, drop boxes, and greenhouses. This activity was carried out by involving partners through observation and FGD at SMP Negeri 158 East Jakarta and simulations at the Pok Lisa Waste Bank to understand the process of processing plastic waste that has economic value. Keywords: socialpreneurship; revitalizing; waste bank; Hypercontent Abstrak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mencatat bahwa Jakarta Timur memiliki timbulan sampah tahunan tertinggi di DKI Jakarta, mencapai 836,9 ribu ton per tahun, dengan kontribusi terbesar ke TPST Bantargebang sebesar 620,96 ribu ton (27,14% dari total sampah) pada 2021. Pandemi mengubah pola konsumsi masyarakat dengan meningkatnya penggunaan double wrapping, yang menambah masalah sampah non-organik. Pengurus OSIS yang dimiliki oleh sekolah mitra yaitu SMP Negeri 158 Jakarta Timur beranggotakan siswa-siswi yang memiliki kesadaran lebih terhadap pengelolaan lingkungan. Kegiatan ini dikembangkan dalam upaya menjaga lingkungan serta menghasilkan nilai ekonomi untuk setiap anggotanya. Konsep socialpreneurship ini memanfaatkan peluang bisnis di tengah masyarakat untuk memberi dampak positif, dengan fokus pada masalah produksi sampah bernilai ekonomi tinggi dan pemasaran bijih plastik dari botol plastik yang sudah dikelompokkan. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan tersebut berupa pendampingan bagi pimpinan sekolah dan pembina Adiwiyata dalam menumbuhkan socialpreneurship siswa, pemberdayaan pengurus OSIS untuk memilah sampah non-organik bernilai ekonomi tinggi menggunakan modul hypercontent, serta revitalisasi bank sampah sekolah dengan inventarisasi peralatan seperti mesin pencacah, drop box, dan rumah kaca. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan mitra melalui observasi dan FGD di SMP Negeri 158 Jakarta Timur serta simulasi di Bank Sampah Pok Lisa untuk memahami proses pengolahan sampah plastik yang memiliki nilai ekonomi. Kata Kunci: socialpreneurship; revitalisasi; bank sampah; Hypercontent
Komitmen Bank Sampah Mutiara Kota Bekasi Dalam Mengelola Sampah Berbasis Sociopreneurship Untuk Mewujudkan Indonesia Bebas Sampah Aam Amaningsih Jumhur
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The volume of waste that continues to increase along with population growth and human activities makes the capacity of final disposal sites (TPA) increasingly limited. It is estimated that the current TPA will only be able to accommodate waste until 2025 if the pattern of production and waste management does not change. Anticipating these problems, the Mutiara Waste Bank of Bekasi City optimizes waste management in RW 13, Jakamulya Village. Efforts to manage waste from its source have been carried out with waste management, sorting waste to be reused into compost and recycled plastic waste into shredded plastic that is sold to the Factory. The purpose of the Community Service Program is to optimize the management of the Waste Bank based on the concept of sociopreneurship which generates income generating so that activities continue because there is a guarantee of funds generated by independent efforts. The method or science and technology applied to the management of the Mutiara Waste Bank with the Sociopreunership concept is a business concept that carries social issues in the community. The results of the Mutiara Waste Bank's activities have 120 Waste Bank Customers who get money from their waste savings. Two benefits for the community are the awareness and commitment of residents to manage 10% of waste from its source and get savings from their waste deposits. The conclusion of waste management based on Sociopreneur to make changes towards a better social life, Bank Sampah Mutiara Kota Bekasi is committed to realizing a waste-free Indonesia. Keywords: Waste Bank, Sociopreunership, Waste-free Indonesia Abstrak Volume sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan aktivitas manusia membuat kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) semakin terbatas. Diperkirakan TPA yang ada saat ini hanya akan mampu menampung sampah hingga 2025 jika pola produksi dan pengelolaan sampah tidak berubah. Mengantisipasi dari permasalahan tersebut maka Bank Sampah Mutiara Kota Bekasi mengoptimalkan manajemen sampah pada RW 13 Kelurahan Jakamulya, Upaya-upaya untuk mengelola sampah dari sumbernya sudah dilakukan dengan manajemen sampah pemilahan sampah untuk di reuse (digunakan kembali) menjadi kompos dan di recycle (didaur ulang) sampah plastik menjadi cacahan plastik yang dijual ke Pabrik. Tujuan dari Program Pengabdian Masyarakat mengoptimalkan manajemen Bank Sampah berbasis dengan konsep sociopreneurship yang menghasilkan income generating sehingga kegiatan terus berlanjut karena ada jaminan dana yang dihasilkan oleh usaha mandiri. Metoda atau Iptek yang diterapkan pada manajemen Bank Sampah Mutiara dengan konsep Sociopreunership merupakan konsep Bisnis yang mengusung isu sosial di Masyarakat. Hasil kegiatan Bank Sampah Mutiara memiliki 120 Nasabah Bank Sampah yang mendapatkan uang dari hasil Tabungan sampahnya. Dua keuntungan bagi Masyarakat yaitu adanya kesadaran dan komitmen warga untuk mengelola sampah 10% dari sumbernya dan mendapatkan tabungan hasil setoran sampahnya. Kesimpulan manajemen sampah berbasis Sociopreneur untuk membuat perubahan menuju kehidupan sosial lebih baik, Bank Sampah Mutiara Kota Bekasi berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah. Kata Kunci : Bank Sampah, Sociopreunership, Indonesia bebas sampah
Assessment Instruments for Critical Thinking Ability in Basic Work Lessons of Industrial Engineering Class Jumhur, Aam Amaningsih; Mahir, Imam; Avianti, Ratu Amilia; Susilawati, Risa
Journal of Education Reseach and Evaluation Vol 5 No 3 (2021): August
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.388 KB) | DOI: 10.23887/jere.v5i3.33861

Abstract

The quality of education for the improvement is inseparable from the application of appropriate assessments to measure the final result and a quality measuring instrument is needed so that the assessment instruments used by educational units must meet the requirements, one of which has evidence of empirical validation. This research was conducted to produce a valid and reliable assessment instrument for critical thinking skill. The research method used is Research and Development, using methods.4D development, namely 1) observation and study of literature, 2) expert validation test, 3) testing for students, 4) ready-to-use product. The results of this study obtained. the result of that type. research instrument. which is developed feasible. used with analysis indicators, interpretation, inference, evaluation, explanation, Induction, deduction. The assessment instrument developed was PG (Multiple Choice). The difficulty test shows that of the 40 questions made have a difficulty level of 0.27 to 0.44, which is in the difficult and moderate criteria, on the test results 5 questions are stated as good, 17 questions are stated as sufficient, and 18 questions are said to be bad. The instrument for assessing critical thinking skills in basic mechanical engineering subjects was declared valid for 30 out of the 40 questions made and the reliability value was 0.82, then it was declared as realistic. Conclusion, the instrument for assessing critical thinking skills in the basic engineering work course is feasible.
PKM RELAWAN PEDULI LINGKUNGAN DALAM MENUMBUHKAN SOCIALPRENEURSHIP BERBASIS BAHAN AJAR DIGITAL Budiaman; Kustandi, Cecep; Jumhur, Aam Amaningsih; Andaryati, Arenarita Peni; Susanti, Astri Febry
Bahasa Indonesia Vol 20 No 01 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.201.2

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa socialpreneurship Relawan Peduli Lingkungan di SMPN 9 dan SMPN 21 Kota Bekasi. Jiwa socialpreneurship diharapkan dapat dipahami oleh siswa sekaligus diaplikasikan dalam pengelolaan sampah non organik sehari-hari, baik sampah rumah tangga, maupun sekolah. Prioritas permasalahan mitra yang akan ditangani dalam program ini adalah permasalahan dalam sistem pemilahan dan produksi sampah yang bernilai ekonomi tinggi, permasalahan dalam pemasaran ketika produksi bijih plastik dari berbagai jenis botol plastik sudah dikelompokan. Kegiatan ini dirancang dengan selalu memperhatikan keterlibatan mitra. Metode pelaksanaan berupa observasi dan FGD yang dilakukan di sekolah mitra yaituSMP Negeri 9 dan SMP Negeri 21 Kota Bekasi. Selain itu dilakukan simulasi pemilahan dan pencacahan botol plastik dengan menggunakan mesin insenerator. Solusi yang dapat diberikan dari setiap permasalahan adalah se agai berikut: (1) Memberikan pendampingan untuk pembina ekstrakulikuler lingkungan dalam menumbuhkan socialpreneurship siswa., (2) Memberdayakan relawan peduli lingkungan dalam memilah sampah non organik yang bernilai ekonomi tinggi, dan (3) Melakukan simulasi pengolahan sampah di Bank Sampah mitra dalam rangka menumbuhkan socialpreneurship.