Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pelatihan Analisis SWOT untuk Peningkatan Kemampuan Wirausaha di Masyarakat Binaan FT UNJ Ratu Amilia Avianti; Aam Amaningsih Jumhur; Adi Tri Tyassmadi; Fransisca Maria Farida
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada dasarnya, analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis untuk memaparkan kondisi unit usaha agar berjalan maksimal. Cara kerja analisis SWOT adalah mengidentifikasi dan menghubungkan faktor internal dan eksternal dalam suatu unit usaha, serta memanfaatkannya untuk meraih keuntungan jangka panjang. Untuk membuat analisis SWOT, seorang pelaku usaha bisa mengidentifikasi 4 indikator SWOT yang disebutkan di atas. Caranya adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengandung komponen SWOT seperti di bawah ini: (a) Kelebihan atau strength internal perusahaan. (b) Kelemahan atau weakness yang dapat menghambat kinerja usaha. (c) Peluang atau opportunity yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan perusahaan. (d) Ancaman atau threat yang berpotensi merugikan perusahaan. Setelah mengenali empat indikator SWOT itu, pelaku usaha kemudian dapat menanyakan pertanyaan lanjutan mengenai: (a) Kekuatan perusahaan dapat dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan atau peluang yang ada. (b) Cara mengatasi kelemahan yang berpotensi menggagalkan perusahaan mendapatkan peluang di masa depan. (c) Memaksimalkan kekuatan perusahaan untuk menghadapi ancaman dari luar. (d) Mengatasi kelemahan yang mengancam perusahaan dari dalam agar tidak menciptakan ancaman baru. Masyarakat memerlukan Kemampuan melakukan Analisis SOWT untuk memulai usaha atau mengevaluasi usahanya. ABSTRACT Essentially, a SWOT analysis is a strategic planning method for explaining the condition of a business unit so that it runs optimally. SWOT analysis works by identifying and connecting internal and external factors within a business unit, and utilizing them to achieve long-term benefits. To conduct a SWOT analysis, a business owner can identify the four SWOT indicators mentioned above. This is done by asking questions containing SWOT components such as the following: (a) The company's internal strengths. (b) Weaknesses that could hinder business performance. (c) Opportunities that can be exploited to develop the company. (d) Threats that could potentially harm the company. After identifying the four SWOT indicators, a business owner can then ask further questions regarding: (a) How the company's strengths can be utilized to gain existing advantages or opportunities. (b) How to overcome weaknesses that could potentially prevent the company from gaining future opportunities. (c) Maximizing the company's strengths to face external threats. (d) Overcoming weaknesses that threaten the company from within to prevent creating new threats. People need the ability to conduct a SWOT analysis to start a business or evaluate their business.
SIM-PONI SEBAGAI FONDASI SPIRITUALITAS DAN EMPOWERMENT BAGI KEMANDIRIAN UMKM DISABILITAS Aam Amaningsih Jumhur; Ratu Amilia Avianti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan dalam akses pendidikan, pelatihan, dan peluang wirausaha. Program vokasional disabilitas diperlukan untuk mendorong kemandirian ekonomi, terutama melalui penguatan faktor internal seperti efikasi diri dan spiritualitas. Dalam konteks ini, pendekatan SIM-PONI (Spiritual Integrity Motivation dan Personal Empowerment Disabilitas Mandiri) dikembangkan sebagai strategi untuk memperkuat daya juang, motivasi internal, serta integritas spiritual. Pendekatan ini diharapkan menjadi fondasi setara berdaya bagi UMKM disabilitas yang mandiri dan berdaya saing. Metode yang digunakan tujuan program ini adalah dilaksanakan dalam bentuk Workshop Disabilipreneur. Sebanyak 20 pelaku UMKM disabilitas mengikuti sesi motivasi, penguatan efikasi diri, serta internalisasi nilai spiritual melalui model SIM-PONI. Metode yang digunakan adalah partisipatif, meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan refleksi pengalaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan optimisme, rasa percaya diri, serta kesadaran spiritual peserta dalam mengembangkan usaha. Model SIM-PONI diapresiasi sebagai pendekatan baru yang tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga memberikan penguatan psikologis dan spiritual. Kolaborasi multi- pihak, termasuk yayasan, perguruan tinggi, dan komunitas, memperkuat keberlanjutan program dan membuka peluang replikasi di wilayah lain. Kesimpulan Model SIM-PONI terbukti berperan sebagai fondasi penting dalam pemberdayaan UMKM disabilitas. Integrasi spiritualitas dan empowerment mampu membangun kemandirian ekonomi sekaligus mewujudkan prinsip kesetaraan dan keberdayaan. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya perluasan implementasi SIM-PONI dalam program vokasional disabilitas dengan dukungan perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Abstract Persons with disabilities still face various barriers in accessing education, training, and entrepreneurship opportunities. Vocational programs for people with disabilities are necessary to promote economic independence, particularly through strengthening internal factors such as self-efficacy and spirituality. In this context, the SIM-PONI approach (Spiritual Integrity Motivation and Personal Empowerment for Independent Disabilities) was developed as a strategy to enhance resilience, internal motivation, and spiritual integrity. This approach is expected to become an equitable foundation for empowering disability- owned MSMEs to be independent and competitive. The program was implemented through a Disabilipreneur Workshop. A total of 20 disability-owned MSME participants attended sessions on motivation, self-efficacy strengthening, and spiritual value internalization through the SIM-PONI model. The method applied was participatory, including interactive lectures, group discussions, and participant reflections. The results of the activity showed increased optimism, self-confidence, and spiritual awareness among participants in developing their businesses. The SIM-PONI model was appreciated as an innovative approach that not only emphasizes technical aspects but also provides psychological and spiritual reinforcement. Multi-stakeholder collaboration, including foundations, universities, and communities, strengthened program sustainability and opened opportunities for replication in other regions. The SIM- PONI model has proven to play an essential role as a foundation in empowering disability-owned MSMEs. The integration of spirituality and empowerment is able to build economic independence while realizing the principles of equality and inclusivity. The recommendation from this activity is the need to expand the implementation of SIM-PONI in vocational disability programs with the support of universities and local governments.
HUBUNGAN HASIL BELAJAR KEWIRAUSAHAAN DAN PENGALAMAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMK KELAS XII KOMPETENSI KEAHLIAN OTOMOTIF Ilham Rizqi Aminudin; Jumhur, Aam Amaningsih; Avanti, Ratu Amalia
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.064 KB) | DOI: 10.21009/JPTV.4.1.23

Abstract

This study aims to determine the relationship between the learning outcomes of entrepreneurship and job training experience with a class XII student interest in entrepreneurship competence automotive expertise SMK X. This research method is correlation method. The population in this study is a class XII student competence automotive expertise SMK North Jakarta area as many as 4,461 students in 2019/2020, SMK 55, SMK 56, SMK 4, and SMK 36. The sampling technique used purposive sampling to determine the size of the sample using the formula Slovin and data analysis technique used is simple regression analysis and correlation. The results of this study were (1) the results of entrepreneurial learning has a positive and significant relationship to the interest in entrepreneurship class at SMK XII North Jakarta area with r1 values of 0.181 and a r2 by 3,2%. (2) Experience job training has a positive and significant relationship to the interest in entrepreneurship class XII at SMK Region North Jakarta with a value of r2 0,452 and a r2 by 20,3% (3) the results of study entrepreneurship and practical experience of field work jointly have a positive influence and significantly to class XII student interest in entrepreneurship at SMK North Jakarta area with values of 0.479 and r3 r2 result by 23%. Keywords: Quantitative Associative, Relationship Research, Interest In Entrepreneurship