Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengembangan Ekonomi Produktif Melalui Pengolahan Susu Jagung Fortifikasi Daun Kelor di BPP Layana, Duyu dan Kayumalue Rahmatu, Rostiati Dg.; Kadir, ⁠Syahraeni; Rahim, Abdul; Hadid, Abdul; Rahman, Abdul; Lakani, Irwan; Sangadji, Muhd. Nur; Monde, Anthon; Noviyanty, Amalia; Ariany, Septian Palma; Marwiah, Sitti; Mutmainah, Mutmainah; Laksmayani, Made Krisna; Arsih, Desi Wahyuni; Nugroho, ⁠Muhammad Fawzul Alif; Iqbal, Muhammad; Badrin, Badrin; Djau, Nurfathia
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.8023

Abstract

Jagung merupakan komoditas strategis di Kota Palu dengan produktivitas cukup tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi langsung sehingga nilai ekonominya rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan ekonomi produktif melalui pengolahan susu jagung yang difortifikasi dengan daun kelor sebagai sumber gizi tambahan. Program dilaksanakan di tiga BPP (Layana, Duyu, dan Kayumalue) dengan metode penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari kelompok tani dan kelompok wanita tani yang terlibat aktif dalam seluruh tahapan. Produk susu jagung fortifikasi daun kelor diterima baik oleh peserta, dinilai enak, bergizi, dan memiliki potensi sebagai usaha rumah tangga berbasis pangan lokal. Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis, memperkenalkan teknologi sederhana yang aplikatif, serta membuka peluang pengembangan usaha kecil berbasis diversifikasi jagung.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Akibat Pemberian Limbah Cair Industri Tahu Hadid, Abdul; Fathurrahman, Fathurrahman; Mustakim, Mustakim; Firda, Firda; Rufaidah, Rufaidah
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i1.2024

Abstract

Bawang daun merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi dengan permintaan pasar yang cukup tinggi. Seiring dengan permintaan yang pasar yang cukup tinggi maka diperlukan suatu teknologi untuk dapat meningkatkan produksi bawang daun tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik limbah cair industri tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Akademik Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 6 taraf : Tanpa pemberian limbah cair industri tahu (kontrol), Pemberian limbah cair industri tahu 100 ml/tanaman, Pemberian limbah cair industri tahu 200 ml/tanaman, Pemberian limbah cair industri tahu 300 ml/tanaman, Pemberian limbah cair industri tahu 400 ml/tanaman, Pemberian limbah cair industri tahu 500 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah cair industri tahu berpengaruh nyata terhadap pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman dan Perlakuan terbaik yaitu pemberian limbah cair industri tahu 500 ml/ tanaman.
Kepadatan Populasi dan Gejala Serangan Wereng Perut Putih (Stenocranus pacificus Kirkaldy) (Hemiptera : Delphacidae) pada Tanaman Jagung Varietas Pertiwi 5 dan Arumba Andika, Nur Syfa Husni; Anshary, Alam; Saleh, Shahabuddin; Pasaru, Flora; Toana, Moh. Hibban; Hadid, Abd.
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i2.2175

Abstract

Wereng perut putih (Stenocranus pacificus Kirkaldy) (Hemiptera: Delphacidae) merupakan salah satu jenis hama yang ditemukan menyerang tanaman jagung di Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri morfologi S. pacificus, mengetahui kepadatan populasi, gejala serangan S. pacificus serta hubungan antara kerapatan trikoma dan populasi S. pacificus pada tanaman jagung Pertiwi 5 dan Arumba. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanaman jagung Desa Labuan Toposo, kab. Donggala dan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, dimulai pada bulan Juli-November 2023. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode eksperimental dengan menanam dua varietas jagung yaitu A1=Pertiwi 5 dan A2=Arumba diulang sebanyak 6 kali dan diperoleh 12 unit percobaan. Ciri morfologi eksternal S. pacificus yaitu abdomennya berwarna putih pada betina dan orange pada jantan. Kepadatan populasi S. pacificus tertinggi ditemukan pada varietas pertiwi 5 dengan rata-rata 34,83 ekor/plot dan varietas arumba 20,21 ekor/plot. Gejala serangan tertinggi pada varietas pertiwi 5 dengan rata-rata 1,87% dan varietas arumba 0,92%. Kepadatan populasi dan gejala serangan pada kedua varietas lebih tinggi ditemukan pada fase vegetatif. Hasil uji korelasi antara kerapatan trikoma dan kepadatan populasi S. pacificus menunjukkan semakin tinggi kerapatan trikoma maka semakin rendah kepadatan populasi S. pacificus.
APLIKASI PUPUK KANDANG KAMBING DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAHE MERAH (Zingiber officinable Rosc.) PANEN MUDA Ramadani, Sri; Muhardi, Muhardi; Hadid, Abdul
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i1.2055

Abstract

Jahe merupakan komoditas tanaman obat dan aromatik yang diperdagangkan secara luas di dunia karena kegunaannya yang beragam baik sebagai rempah, obat,maupun bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa dosis pupuk organik kotoran kambing dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe merah panen muda. Manfaat dari penelitian ini yakni memberikan informasi kepada masyarakat atau pembaca bahwa pupuk organik kotoran kambing, arang sekam padi dan sabut kelapa dapat digunakan sebagai media tanam tanaman jahe merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 faktor. Faktor pertama adalah N1= dosis pupuk kandang 10 ton/ha (182 g/polibag), N2= pupuk kandang 20 ton/ha (364 g/polibag), N3= dosis pupuk kandang 30 tonha (546 g/polibag), dan N4= dosis pupuk kandang 40 ton/ha (728 g/polibag). Faktor kedua adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 3 yaitu : B1 (tanah+arang sekam padi (2:1), B2 (tanah+sabut kelapa (2:1), B3 (tanah+arang sekam padi+sabut kelapa ( 2:1:1). Terdapat 12 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sebagai kelompok sehingga menghasilkan 36 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sehingga menghasilkan 108 populasi tanaman jahe merah. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis of varians (ANOVA) dan menggunakan uji lanjut BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam tanah +sabut kelapa dengan dosis pupuk kandang 20 ton/ha (B2N2) memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik pada tinggi tanaman, jumlah tunas, jumlah daun dibanding perlakuan lainnya. Sedangkan media tanam tanah+arang sekam padi+sabut kelapa dengan dosis 30 ton/ha (B3N3) memberikan hasil yang lebih baik pada bobot basah rimpah jahe merah dibanding perlakuan lainnya, dan untuk media tanam tanah+arang sekam padi+sabut kelapa dengan dosis pupuk kandang 10 ton/ha (B3N1) memberikan hasil yang lebih baik pada bobot kering rimpang jahe merah dibanding perlakuan lainnya.
Information Potential of Changses on Agroclimate Zonation in Palu Valley Central Sulawesi Alfiandy, Solih; Hadid, Abdul; Syakur, Abdul
Mitra Sains Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ms26866579.2021.v9.i2.pp103-113

Abstract

The information of agroclimate zonation according by Oldeman and Schmidt – Ferguson, and the potential of changes has never been done before. So, the purpose of this study is to determine the potential of agroclimate zonation changes according by Oldeman and Schmidt – Ferguson in the Palu Valley Central Sulawesi. The method used in this study is by counting the number of wet and dry months based on observation and prediction data results using ANN. The results of zonation according by Oldeman and Schmidt – Ferguson show that 2 points have the potential to changes and 2 points are fixed. The zonation by Oldeman at the Stageof Palu which was originally type E5 changes to E2 and Tawaili from E5 changes to E3, then based on Schmidt – Ferguson at Stageof Palu which was originally type F changes to E and Tawaili from F changes to D. This research found that the potential for agroclimate zonation of changes according to Oldeman and Schmidt Ferguson in the upcoming period has the potential will changes towards wetness due to the increasing number of humid and wet months, and the decreasing number of dry months.
The Effect of Organic Fertilisers on Arbuscular Mycorrhizal Fungi Diversity in the Rizhosphere of Coffea arabica Plants on the Napu Highland, Central Sulawesi, Indonesia Annadira; Yusran; Wardah; Rachman, Imran; Hadid, Abdul
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.11044

Abstract

Coffea arabica plantations in Central Sulawesi are carried out on the Napu highland, where this area is dominated by ultisol or yellow red podzolic soils, which have problems of high soil acidity and low availability of macro nutrients. This study used a completely randomised design method consisting of four treatments namely; without organic fertilisers (control)/P0, Leucaena leucocephala leaf compost 3 Kg/tree (P1), Samanea saman leaf compost 3 Kg/tree (P2), Tithonia diversifolia leaf compost 3 Kg/tree (P3), Cow and goat manuire 3kg/tree (P4). The results showed that there were 10 species of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) associated with Coffea arabica plants namely Glomus sp1, Glomus sp2, Glomus sp3, Glomus sp4, Acaulospora sp1, Acaulospora sp2, Acaulospora sp3, Gigaspora sp1, Gigaspora sp2 and Gigaspora sp3. Furthermore, the higher density of FMA spores was found in the treatment without organic fertiliser application/control (P0) which was 31 spores/10 g soil, compared to the treatment of Tithonia diversifolia leaf compost treatment (P3) with 11 spores/10 g soil, cow and goat manure treatment (P4) with 3 spores/10 g soil, and Samanea saman leaf compost treatment (P2) with 2 spores/10 g soil.  And in the Leucaena leucocephala leaf compost treatment (P1), no AMF spores were found. The difference in AMF spore density in the various organic fertiliser treatments mentioned above is related to the effect of improving soil chemical properties on the soil. The results of this study contribute to the understanding of the importance of soil amendments with organic fertilisers for the improvement of organic and sustainable arabica coffee production in the future.
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) YANG DIBERI BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR Asnar, Asnar; Hadid, Abdul
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i5.2753

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang layak dikembangkan secara intensif di kabupaten Bandung - Jawa Barat khususnya dan Indonesia. Tujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil bawang daun yang diberi berbagai dosis pupuk organik cair. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juli 2020. Bertempat di Screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako,Palu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 unit perlakuan dan 3 ulangan, sehingga diperoleh 18 unit percobaan dan tiap unit terdiri dari 3 tanaman sehingga total keseluruhan adalah 54 polibag tanaman. Data pengamatan dianalisis ragam (uji F 5%), jika analisis keragaman menunjukan adanya pengaruh yang nyata maka akan dilakukan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada berbagai tingkat dosis pupuk organik cair berpengaruh nyata dalam pertubuhan dan hasil Bawang daun. Hasil Parameter tumbuh tertinggi terdapat pada perlakuan 40 ml/polybag (P4) yaitu 22.67 cm dan perlakuan terendah 50 ml/polybag (P5) memberikan jumlah daun yaitu 7,56 helai. Hal ini menunjukan bahwa Biourin Sapi cukup efektip sebagai pupuk organik.