Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT ( Solanum Lycopersicum) TERHADAP BEBERAPA JENIS PUPUK ORGANIK Raynaldi Kayupa; Abdul Hadid
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 4 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat berdasarkan pengaruh beberapa jenis pupuk organik. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan yaitu bulan Februari 2019 sampai dengan Mei 2019. Penelitian ini dilaksanakan, di Desa Sidera Trans, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), yang terdiri atas 6 pelakuan dan menggunakan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut : C1 = Tanpa Pemupukan( Kontrol ),C2 = Perlakuan pupuk kotoran sapi( 10 Ton/Ha atau 4,4kg/ petak), C3 = Perlakuan pupuk kotoran kambing( 10 Ton/Ha atau 4,4 kg/petak), C4 = Perlakuan pupuk kotoran ayam( 10 Ton/Ha atau 4,4 kg/petak), C5 = perlakuan menggunakan bokashi jerami( 10 Ton/Ha atau 4,4 kg/petak ), C6 = Perlakuan menggunakan Super Biota Plus( 10 cc/ 7 liter air ). Setiap bedengan/petakan percobaan diberikan 4,4 kg pupuk untuk bahan penelitian. Masing-masing perlakuan tersebut di ulang sebanyak 3 kali sehingga Dengan demikian terdapat 18 unit percobaan, tiap unit ulangan ada 16 tanaman/petak maka jumlah populasi tanaman seluruhnya 288 tanaman. Hasil penelitian menunjukan pupuk organik sangat berperan dalam pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Pupuk kandang ayam merupakan pupuk kandang yang paling baik dalam pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada penelitian ini.
PENGARUH JARAK TANAM JAJAR LEGOWO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt) Nyoman Alex Asmarajaya; Abdul Hadid
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jarak tanam jajar legowo pada pertumbuhan jagung manis bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam jajar legowo terhadap pertumbuhan jagung manis agar bisa meningkatkan jumlah populasi pertanaman dan untuk mengetahui perbedaan anatara sistem tanam jajar legowo dan jarak tanam konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kayulompa, Kecamatan Basidondo, Kabupaten ToliToli. Penelitian dimulai dari Bulan Desember sampai Maret 2020, dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok yang diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilakukan dengan tiga perlakuan, yaitu : jajar legowo 2:1, jajar legowo 3:1, dan jajar legowo 4:1 dengan jarak tanam konvensional. Jarak tanam untuk jajar legowo 25 cm x 50 cm dan konvensional 25 cm x 70 cm. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, lingkaran tongkol berkolobot, panjang tongkol berkelobot, dan bobot tongkol berkelobot yang diambil datanya tiap minggu. Hasil dari penelitian ini yaitu penggunaan sistem tanam jajar legowo jajar legowo 4:1 dengan jarak tanam 25 cm x 50 cm dan sistem tanam konvensional dengan jarak tanam 25 cm x 70 cm pada tanaman jagung manis disemua pengamatan memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Dimana tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, lingkaran tongkol berkolobot, panjang tongkol berkelobot, dan bobot tongkol berkelobot memberikan nilai yang cenderung meningkat setiap minggunya. Perlakuan ini berbanding terbaik terdapat penggunaan jarak tanam J3 4:1 dan J4 25 cm x 70 cm.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.) PADA BERBAGAI TINGKAT PEMANGKASAN TANAMAN KAKAO Muhammad Hidayat; Abdul Hadid; Bahrudin Bahrudin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i4.1806

Abstract

anaman Cabai (Capsicum annuum L) adalah tumbuh-tumbuhan perdu yang berkayu, dan menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak di butuhkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman cabai pada berbagai tingkat naungan tanaman kakao. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Oktober 2018 bertempat di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan antara lain P0 (kontrol), P1 (pemangkasan 50 cm), P2 (pemangkasan 100 cm), P3 (pemangkasan 150 cm), P4 (pemangkasan 200 cm) dan P5 (pemangkasan 250 cm) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali sehingga terdapat 18 unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan naungan memberikan pengaruh nyata terhadap parameter penelitian, kecuali tinggi tanaman dan jumlah daun pada 2, 4, dan 6 MST. Perlakuan yang berbeda dengan perlakuan yang lain diperoleh pada pemamgkasan 250 cm. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor selain faktor internal diantaranya adalah lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbumbuhan tanaman cabai. Penggunaan naungan dengan berbagai pemangkasan kakao menghasilkan nilai yang terbaik dibandingkan perlakuan lainnya.
Peningkatan Produksi Pakcoy Melalui Modifikasi Jarak Tanam dan Jumlah Tanaman Per Lubang Tanam dengan Sistem Hidroponik Fathurrahman Fathurrahman; Abdul Hadid; Syamsiar Syamsiar; Mustakim Mustakim
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 30 No 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v30i3.1859

Abstract

Prospek pengembangan sayuran pakcoy hidroponik sangat menjanjikan dimana permintaan pasar akan sayuran bebas pestisida yang cukup tinggi, hal ini menjadi tantangan bagi para petani pakcoy agar dapat meningkatkan produksi sehingga nantinya dapat memenuhi permintaan yang ada. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan jarak tanam dan jumlah tanaman dalam satu lubang terbaik yang dapat meningkatkan produksi pakcoy secara hidroponik. Penelitian ini telah dilaksanakan di PT Nina Agro Jaya cabang Kalukubula, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Penelitian ini dimulai dari bulan Juli – Agustus 2022. Penelitian ini disusun menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor dimana faktor pertama terdiri atas dua jarak tanam yaitu: 10x20 cm, dan 20x20 cm, sedangkan faktor kedua yaitu jumlah tanaman perlubang tanam yaitu, 1 tanaman, 2 tanaman, 3 tanaman, dan 4 tanaman, setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga di perolah 48 tanaman percobaan. Perlakuan jarak tanam 20x20 cm dan perlakuan 4 tanaman per lubang tanam menghasilkan tinggi tanaman tertinggi, jumlah daun terbanyak, berat segar tanaman perlubang tanam.
Adopsi dan Strategi Pengembangan Pertanian Berkelanjutan Berbasis Pertanian Cerdas Iklim Abdul Hadid; S Jumiyati; B Toknok; P Dua; Haeruddin Haeruddin
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 30 No 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v30i3.1941

Abstract

Konsep Pertanian Cerdas Iklim muncul dari kebutuhan untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian di tengah perubahan iklim dalam upaya mempertahankan produksi dan keamanan pangan global. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat adopsi petani untuk menentukan strategi pengembangan Pertanian Cerdas Iklim di Provinsi Sulawesi Tengah. Metode analisis untuk menentukan tingkat adopsi menggunakan metode teknik tertimbang berdasarkan tingkat pengetahuan dan keterampilan petani tentang penerapan Pertanian Cerdas Iklim. Selanjutnya untuk menentukan strategi pembangunan pertanian berkelanjutan berbasis Pertanian Cerdas Iklim dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat adopsi petani terhadap Pertanian Cerdas Iklim melalui kegiatan pengelolaan air menunjukkan tingkat adopsi pada tahap penilaian (37,31%), pengelolaan tanah dan pengelolaan tanaman menunjukkan tingkat adopsi pada tahap pengujian dengan nilai masing-masing sebesar 52,74% dan 59,70% dengan klasifikasi adopsi sedang; 2) nilai perubahan tingkat pengetahuan petani lebih tinggi karena petani yang tergabung dalam kelompok tani memperoleh pengetahuan umum tentang pertanian cerdas iklim melalui kegiatan sosialisasi dan informasi dari media sosial yang dapat diakses. Sementara itu, perubahan tingkat keterampilan petani mengenai Pertanian Cerdas Iklim belum maksimal sehingga diperlukan kegiatan pelatihan berkala terkait Pertanian Cerdas Iklim; dan 3) posisi strategi pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis Pertanian Cerdas Iklim berada pada kuadran I yaitu posisi dimana kekuatan yang ada dapat digunakan untuk memanfaatkan peluang yang ada.
EFFECT OF SHADE LEVEL ON GROWTH AND YIELD OF ONION PLANTS FROM SEED Abdul Hadid; Febriana Febriana
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 9 No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v9i1.1219

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of shade level on the growth and yield of shallot plants from seed. This research was conducted in Lolu Village, Sigi Biromaru District, Sigi Regency, Central Sulawesi Province. The time of this research is from January to March 2021. This research was conducted using a Randomized Block Design (RAK) which consists of 5 levels of shade, namely N0 = No Shade, N1 = 9% Shade, N2 = 18% Shade, N3 = 38% Shade and N4=Shade 50%. Each treatment was repeated 3 times so that there were 15 experimental units. Parameters observed were plant height, number of leaves, number of tillers per clump, number of tubers per cluster, tuber circumference, fresh weight of tubers per cluster, weight of tuber per tile, tuber weight per ha and weather variables. The data obtained from the study were then analyzed using analysis of diversity (ANOVA). If the results of the diversity analysis show a real or very real influence, then it is continued with the Honest Significant Difference (BNJ) test at 5% level. The results of this study showed that the level of shade had a significant effect on the observed variables of tuber fresh weight, tuber weight and tuber weight per hectare, but on the variables of plant height, number of leaves, number of tillers, number of tuber clumps and tuber circumference had no significant effect. The 18% shade gives the best shallot crop yields.
PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) Ramadhon, Ramadhon; hadid, Abd
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2334

Abstract

Tomat merupakam salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai kandungan gizi yang baik. Salah satu yang menyebabkan produksi tomat rendah adalah penggunaan pupuk yang belum optimal. Adapun salah satu teknik budidaya tanaman yang diharapkan dapat meningkatkan hasil pertumbuhan tanaman tornat yaitu dengan memanfaatkan limbah cair tahu sebagai pupuk organik tanaman tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dengan memanfaatkan limbah cair tahu sebagai pupuk organik. Penelitian dilaksanakan di Morowali, Kecamatan With Ponda Sulawesi Tengah yang dimulai pada bulan November 2018 sampai dengan bulan Januari 2019. Penelitian mi disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 tahap konsentrasi yaitu konsentrasi limbah cair tahu 10% (P1), 20% (P2),30% (P3),40% (P4), dan 50% (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah cair tahu sebagai pupuk organik dengan konsentrasi 50% berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 4 MST dan 5 MST sedangkan pemberian limbah cair tahu sebagai pupuk organik dengan konsentrasi 50% tidak berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, jumlah buah, dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah cair tahu sebagai pupuk organik yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah dengan konsentrasi 50%.
Respon Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica chinensis L.) pada Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Kandang Ayam Afandi, Moh. Imam; Hadid, Abd
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i3.2239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Respon Pertumbuhan tanaman pakcoy Pada Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Kandang Ayam. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Sulawesi Tengah, Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan November sampai Desember tahun 2023. Penelitian ini Disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan dosis pupuk kandang ayam, terdiri dari 5 taraf :Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan sehingga terdapat 15 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 3 tanaman sehingga diperlukan 45 tanaman. P0 = tanpa pupuk kandang ayam (kontrol), P1 (500g/polybag), P2 (600 g/polybag), P3 (700g/polybag), P4 (800g/polybag). Pemberian berbagai dosis pupuk kandang berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar dan berat kering tanaman pakcoy. Hasil penelitan menunjukan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar dan berat kering. Pemberian pupuk kandang ayam dengan dosis 800g/polybag (setara 53 t/ha) menunjukan pertumbuhan yang lebih baik pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar dan berat kering tanaman pakcoy.
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI BIOURINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera L.) Dwiardani, Vian; Hadid, Abdul
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i1.2430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi biourine sapi terhadap pertumbuhan setek tanaman anggur. pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – November 2019. Penelitian ini dilaksanakan di Screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan, 3 ulangan dan 6 taraf perlakuan sebagai berikut : P0 = Kontrol, P1 = 30 ml/100ml air, P2 = 40 ml/100ml air, P3 = 50 ml/100ml air, P4 = 60 ml/100 ml air dan P5 = 70 ml/100ml air. Hasil penelitian menunjukkan biourine sapi dengan konsentrasi 50 ml/100 ml air merupakan perlakuan yang terbaik pupuk terbaik dibandingkan perlakuan pupuk lainnya karena dapat memenuhi kebutuhan unsur hara bahan setek anggur serta dapat memacu pertumbuhan setek anggur.
Pengaruh Konsentrasi Giberelin Terhadap Keberhasilan Penyambungan (Grafting) Tanaman Kamboja (Adenium Obesum) Ainun, Nur; Laude, Syamsuddin; Hadid, Abd
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 32 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v32i2.2425

Abstract

Kamboja (Adenium obesum) merupakan tanaman hias yang cukup populer di Indonesia karena bentuk bunganya yang indah dan memiliki nilai estetika tinggi. Salah satu upaya untuk memperoleh tanaman berbunga lebih cepat adalah melalui perbanyakan vegetatif dengan metode penyambungan (grafting). Teknik grafting dilakukan dengan menyambungkan batang bawah dan batang atas sehingga membentuk individu baru. Keberhasilan grafting sangat dipengaruhi oleh faktor fisiologis tanaman, terutama peran hormon pertumbuhan. Salah satu cara meningkatkan aktivitas hormon adalah dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) seperti giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi giberelin terhadap keberhasilan grafting tanaman kamboja. Penelitian dilaksanakan di Perumahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) enam perlakuan: K0 (kontrol), K1 (50 ppm), K2 (100 ppm), K3 (150 ppm), K4 (200 ppm), dan K5 (250 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa giberelin berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, tetapi tidak berpengaruh terhadap panjang tunas, jumlah daun, maupun diameter tunas. Konsentrasi terbaik diperoleh pada perlakuan K4 (200 ppm).